Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11 Masakan pertama Lusiana
Setelah selesai makan bersama di ruang kerja Tama, Lusiana berpamitan untuk pulang dan di antar oleh Tama ke parkiran.
"Kalau udah sampai rumah hubungi aku ya " kata Tama sambil mencium kening istrinya padahal itu masih di depan kantor.
"Kamu apa apaan sih, ini kan masih di tempat umum, tuh banyak karyawan mu yang melirik kita" kata Lusiana malu, dan menjauh dari Tama
"Nggak masalah kan, kenapa juga harus malu, biar orang-orang tau bahwa aku sangat bahagia menikah dengan mu, walau aku agak telat menyadari nya, tapi yang jelas sekarang kita akan bersama untuk selama nya" kata Tama sambil mendekati kembali istri nya dan memegang pipi Lusi.
"Aku pulang dulu ya, nanti aku kabari kalau udah sampai rumah" kata Lusiana mencium tangan Tangan Tama untuk segera pamit.
"Pak tolong antar kan istri ku sampai rumah dengan selamat ya" kata Tama pada pak Tomo.
"Siap tuan, segenap jiwa saya akan mengantar kan non Lusi dengan selamat sampai rumah" kata pak Tomo.
"Hati-hati bawa mobil nya pak"kata Tama
"Iya baik tuan" kata pak Tomo
Setelah mengantar kan Lusiana ke mobil Tama segera masuk kembali ke ruang kerja nya, tiba-tiba Hendrik masuk ke dalam ruangan Tama.
"Tuan, saya mau mengingat kan bahwa sebentar lagi kita ada meeting untuk membahas proyek pembangunan hotel " kata Hendrik.
"Oh iya, mari kita berangkat sekarang, semua berkas sudah kamu siap kan? tanya Tama.
"Sudah tuan, saya juga akan memberi tahu bahwa nanti kita akan kedatangan direktur perusahaan yang menanam kan saham terbesar di perusahaan kita, dia mewakili pak Romi sebagai pemilik perusahaan" kata Hendrik.
"Baik, terimakasih untuk informasinya nya Hendrik" kata Tama
Beberapa menit kemudian mobil mewah Tama yang di kendarai oleh Hendrik telah terparkir di sebuah restoran mewah tempat mereka meeting.
Hendrik telah memesan tempat VIP demi kenyamanan meeting, di ruangan itu telah hadir beberapa orang penting, semua menunduk ketika Tama masuk ke ruangan itu.
"Baik lah kita mulai saja rapat nya sekarang" kata Tama.
"Tunggu tuan, tapi direktur dari perusahaan Pacifik Jaya belum hadir" kata Hendrik
"Belum datang juga, kenapa dia lambat sekali, tidak kah dia tau saya juga punya pekerjaan lain, bukan untuk menunggu nya saja" kata Tama.
"Mungkin dia terkena macet tuan" kata salah satu orang yang ada di ruangan itu.
"Kalau begitu kita akan tunggu 5 menit lagi, kalau tidak datang juga meeting kita batal kan "kata Tama.
Tak lama kemudian ada seseorang mengetuk pintu ruangan itu, dan ternyata itu Nurin direktur perusahaan Pacifik Jaya.
"Selamat siang semua, maaf kan saya karena saya telat, membuat kalian menunggu" sapa Nurin.
Tama terkejut melihat kedatangan Nurin, namun tidak dengan Nurin dia tahu perusahaan Romi bekerja sama dengan perusahaan Tama itulah sebab nya Nurin mau bekerja di perusahaan Romi untuk menggantikan direktur yang lama karena telah pensiun.
"Bagaimana mungkin dia menjadi direktur di perusahaan Romi, bukankah dia baru pulang dari luar negri bukan kah dia bilang barusan bahwa dia tak berhubungan lagi dengan Romi"gumam Tama dalam hatinya.
"Inikah sikap orang yang profesional, datang terlambat" kata Tama.
"Maaf tuan, ini tidak akan terulang lagi, saya tadi terkena macet" kata Nurin.
"Begitu kah, saya rasa itu bukan alasan yang tepat, bisakah kau mencari alasan yang lebih saya percayai" tatap Tama marah pada Nurin.
"Bukan kah saya sudah minta maaf" kata Nurin.
"Sekarang silahkan duduk karena meeting, akan segera di mulai, apakah kau mau berdiri saja? tanya Tama.
"Baik tuan" kata Nurin.
Meeting hari itu berjalan lancar, tapi Tama masih kesal terhadap Nurin, dengan segera Tama keluar dari ruangan itu, karena dia tidak mau Nurin mencoba untuk mendekati nya lagi seperti yang di lakukan nya di kantor tadi dan Tama juga teringat akan perkataan Lusi bahwa ia tidak akan berhubungan lagi dengan Nurin.
Melihat Tama keluar dari ruangan, Nurin juga bergegas keluar ruangan mengikuti Tama.
"Kenapa buru-buru sih, kita bisa minum kopi dan berbincang bincang dulu kan" kata Nurin.
"Saya ada nggak ada waktu buat minum kopi akan lagi dengan orang seperti anda" kata Tama.
"Kamu nggak usah formal gitu ngomong nya, kan cuma kita berdua aja disini" kata Nurin.
"Bisakah kamu menjauh dari ku, aku tidak mau beredar rumor tentang kita berdua" kata Tama.
"Lalu kenapa, bukan kah itu bagus?" tanya Nurin.
"Dasar perempuan gila" kata Tama.
"Iya aku memang gila, aku tergila gila pada mu" jawab Nurin.
"Oh ya, itu urusan mu yang jelas kamu bagi ku sekarang hanya sebatas rekan kerja" kata Tama.
"Apakah kamu takut pada istri mu itu?" tanya Nurin
"Aku akan menjaga kepercayaan istri ku, karena aku sangat mencintai nya" kata Tama
"Hah, ternyata setelah berpisah dengan ku, selera mu menurun ya, kamu menikahi orang seperti itu, kamu yakin dia bisa mengurus mu, atau mungkin malah menyusahkan mu" ejek Nurin.
"Jaga ucapan kau ya, asalkan kau tau dia istri terbaik bagi ku, kau camkan itu!" kata Tama yang langsung meninggalkan Nurin karena semakin kesal dengan ucapan Nurin.
"Ada apa tuan, seperti nya tuan sangat marah sekali?" tanya Hendrik di dalam mobil
"Kenapa kau tidak bilang bahwa dia direktur di perusahaan Romi? tanya Tama.
"Saya nggak tau tuan, memang nya dia siapa tuan?" tanya Hendrik balik.
"Dia masa lalu saya, seperti nya Romi sengaja mempertemukan dia kembali dengan saya " kata Tama.
"Kalau begitu apakah kita langsung aja ke kantor pak Romi untuk menanyakan langsung perihal ini padanya"kata Hendrik.
"Nggak usah sekarang, saya mau lihat dulu apa tujuan Romi menyuruh perempuan itu mengurusi proyek ini" kata Tama.
"Antar saya pulang aja, saya hanya mau bertemu Lusi sekarang" kata Tama.
"Baik tuan" kata Hendrik.
Setibanya di rumah Tama langsung mencari Lusi.
"Sayang kamu dimana" teriak Tama setelah melihat Lusi tidak ada di kamar.
"Ada apa tuan?"tanya Betri yang melihat Tama mondar-mandir sambil berteriak memanggil nama Lusi.
"Istri saya mana, apa kau melihatnya?" tanya Tama.
"Non Lusi lagi di dapur tuan" kata Betri.
Tama langsung pergi ke dapur untuk menemui Lusiana.
"Kamu ngapain sih, bukan kah ini tugas Betri, kenapa malah kamu yang masak" kata Tama
"Iya, nggak papa dong, aku masak khusus buat suami ku, kan kamu belum pernah mencoba masakan ku" kata Lusiana.
"Pasti rasa nya enak sekali, udah nggak sabar aku mencobanya" kata Tama.
"Bentar lagi masak kok, oh ya kenapa kamu pulang cepat hari ini?" tanya Lusiana.
"Karena aku merindukan mu" kata Tama merangkul kan tangan nya di pinggang Lusiana.
"Jangan ganggu aku, pergi mandi sana" kata Lusiana.
"Nggak mau" kata Tama.
"Jangan ganggu aku, nanti masakan nya gosong, memang nya kamu mau makan masakan gosong" kata Lusiana.
"Kalau kamu yang masak aku tetap mau kok" kata Tama.
"Dasar kamu ya, mandi sana, habis itu kita makan bareng ya" kata Lusiana mendorong tubuh Tama.
"Oke deh, aku mandi dulu" kata Tama
"Ya udah sana" jawab Lusiana.
Bersambung 🥰
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD