setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persetujuan dan tanda tangan
Udara pagi yang begitu bersih dan segara berhembus masuk ke dalam kamar Tasya melalui jendela yang sudah di buka, lampu kamar dan AC di matikan agar udara segar bisa masuk dan bertukar dengan udara yang bersih. Tasya terdiam memandangi langit pagi hari yang begitu indah, semerbak bau harum bunga dan embun di rasakan oleh Tasya ketika angin pagi menerpa. Tasya tersenyum menyambut paginya yang cerah, dia tak tau jika hari hari seperti ini akan terjadi pada hidupnya. Hari dimana dia merasa sangat bahagia ketika ada seseorang di sampingnya. Setelah hari itu, Tasya kini tinggal di rumah yang sudah Ifan berikan untuk nya. Dan setelah beberapa perbincangan mereka di hari tersebut Ifan tak melarang apapun yang di lakukan oleh Tasya, bahkan Ifan memperbolehkan Tasya untuk bekerja jika dia mau. Tasya kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya
"Apa dia sudah bangun" gumam Tasya sambil menatap layar ponselnya dan berencana untuk menelfon Ifan. Ketika Tasya hendak menghubungi nya, Ifan malah menelfon Tasya terlebih dahulu, dengan cepat Tasya mengangkat panggilan dari Ifan
"Kau sudah bangun" tanya Ifan. Tasya langsung tersenyum dan menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur sambil mendengarkan suara Ifan yang terus bertanya kepada dirinya
"Kenapa kau diam saja? Apa kau mengangkat telfon ini sambil tertidur" Tasya tak bisa menahan tawanya ketika mendengar perkataan Ifan. Dia langsung tertawa dan mengatakan jika dia sudah bangun sejak tadi. Kini Tasya yang bertanya kepada Ifan, dia bertanya biasanya seorang pria sudah bangun di pagi hari
"Sejak kecil aku sudah terbiasa bangun awal dan berolahraga, sekarang pun aku sedang lari pagi di jalan sebelum nanti berangkat ke kantor" ucap Ifan ketika ia merasa tak terima saat Tasya mengatakan jika pria tak bisa bangun pagi
"Baiklah aku tutup dulu, satu lagi aku ingin bertemu dengan mu siang ini di kantor, ada hal yang harus kau lihat. Aku akan mengirim supir untuk menjemput mu" ucap Ifan lalu memutuskan panggilan nya
"Aku harus melihat apa" gumam Tasya lalu meletakkan ponselnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
*************************
Di waktu makan siang, Tasya sedang mengobrol dengan raya di sebuah cafe, dia menceritakan semua yang terjadi Ahir Ahir ini kepadanya
"Apa itu tidak berlebihan" ucap Tasya lalu minum minuman miliknya. Sambil mengunyah makanannya Raya mengatakan jika Ifan sangat menyukai Tasya sampai dia mau melakukan itu semua
"Apa kau tau, seorang wanita akan menjadi ratu ketika bertemu dengan lelaki yang tepat" timpal raya yang menasehati Tasya seperti seseorang yang sudah berpengalaman padahal kisah cinta pun gagal
"Kau ini sangat pandai berkata-kata seolah olah kau sudah sangat mengerti hal tersebut, tapi nyatanya, percintaan mu saja tak berjalan lancar" balas Tasya yang menggoda raya dengan Kisah cinta nya yang tak berjalan dengan mulus. Lalu saat mereka berdua sedang mengobrol, Tasya pun di jemput oleh supir yang di perintahkan Ifan untuk menjemput Tasya
"Oh, supir nya sudah datang. Aku pergi dulu" Tasya beranjak dari duduknya dan pergi ke luar meninggalkan raya seorang diri di cafe. Sementara itu di sisi lain ada Ifan yang sedang berdiri melihat ke luar jendela sambil memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana miliknya
"Apa semaunya lancar" ucap Ifan dengan dinginnya. Seorang pria di belakang Ifan mengatakan beberapa kata dan membuat Ifan marah
"Apa saja kerjamu! Aku hanya menyuruhmu untuk menyingkirkan nya dan kau gagal!! Cepat pergi dari hadapan ku sekarang juga" pria tersebut keluar dari ruangan Ifan dan berpapasan dengan Tasya di pintu. Tasya hanya terdiam kebingungan lalu masuk ke dalam dan melihat Ifan yang terlihat sangat kesal
"Ada apa mas, apa terjadi hal buruk" ucap Tasya. Ifan berusaha meredakan amarahnya ketika melihat Tasya masuk ke dalam ruangan kantor nya, sambil meminta Tasya duduk di sofa, ifan pun memanggil Jeny dan menyuruhnya untuk membawakan minuman
“ mas apa semuanya baik baik saja” tanya Tasya khawatir. Ifan duduk di samping Tasya dan menghela nafas panjang
“Maaf, ini kali pertama mu datang ke sini tapi kau malah melihatku seperti ini” balas ifan
“Apa yang kau bicarakan mas, memangnya kenapa jika kau sedang kesal” ifan langsung tersenyum mendengar jawaban Tasya. Lalu ifan pun memberikan sebuah map berwarna coklat dan meminta Tasya untuk membuka dan membacanya. Saat Tasya membuaknya, dia melihat jika itu adalah surat persetujuan
“Ini apa mas” tanya Tasya
“Ini surat persetujuan dari dokter, aku butuh tanda tangan mu untuk berjaga jaga jika ada hal mendesak dan nenek Sekar harus di operasi” mendengar itu Tasya langsung bertanya apa keadaan neneknya semakin memburuk. Dia terlihat sangat takut sampai matanya mulai berkaca kaca
“Tenanglah, keadaannya memang memburuk tapi semuanya pasti akan berjalan dengan lancar. Dan nenek Sekar akan sembuh aku berjanji padamu” ifan menggenggam tangan Tasya dan mencoba untuk memenang kan dirinya. Lalu untuk mengobati rasa rindu nya kepada sang nenek, ifan menghubungi pihak rumah sakit dan melalukan vidio call melalui laptop untuk melihat keadaan nenek Sekar. Betapa sakitnya hati Tasya ketika ia melihat neneknya sedang terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit dan dirinya tak berada di sampingnya
“Nenek” air kata Tasya tak terbendung ketika ia meliat neneknya, dia menangis tanpa suara di samping ifan
“Semuanya akan baik baik saja” ucap ifan lalu memeluk Tasya ke pelukannya dan mencoba untuk menenangkan Tasya
BERSAMBUNG.....
Jan lupa di like komen and vote terimakasih😊