NovelToon NovelToon
Rose Second Life

Rose Second Life

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Balas Dendam / Contest / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:486.5k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Namaku Rose, aku meninggal karena di bunuh oleh dua orang suruhan pria yang kucintai. Entah bagaimana, saat tersadar aku masih hidup dan kembali ke saat usiaku masih 18 tahun.

Rose tidak percaya lagi dengan kata "cinta". Dia menghindar dari Wilson yang telah menghancurkan hidup nya di masa lalu. Rose tidak ingin jatuh cinta lagi pada pria manapun.

Michael Prince Hoffmann, seorang pria mapan yang memiliki wajah tampan dan tubuh sempurna, dia adalah pemilik sekaligus CEO di perusahaan International HM, perusahaan terbesar di dunia.

Rose tanpa sengaja bertemu dengan Michael, dia membantu pemuda itu membayar tagihan saat pertemuan pertama mereka. Sejak itu, Michael terus mengingat Rose dan tertarik padanya.

Bagaimana Rose menjalani hidup kedua nya? Sanggupkah dia menutup pintu hati untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11. Utang budi

"Apa yang terjadi Rose? kenapa mobilmu bisa menabrak pohon di tepi jalan?" tanya James bertubi-tubi.

Rose berpikir sesaat sebelum menjawab, "Truk itu... truk itu dengan sengaja menabrak mobilku. Aku sudah membunyikan klakson dan menghindarinya. Sejak awal, truk itu sudah menargetkan mobilku."

Michael dan James mengerutkan dahi bersamaan, mereka terkejut mendengar kata-kata Rose.

"Apa kamu melihat wajah supir truk?" tanya James.

Rose menggeleng pelan, "Aku tidak sempat melihat wajah supir, aku terlalu sibuk menghindar dari truk besar itu."

"Apakah di mobilmu terpasang kamera?" tanya Michael.

Rose mengangguk, "Ada, papa pernah memasang kamera di depan dan belakang mobilku."

Michael menyuruh Gerry memeriksa rekaman kamera di mobil Rose. "Aku akan menangkap pelaku itu dan membuat dia membayar perbuatannya." benak Michael.

"James... makasih udah selamatin aku." ucap Rose salah sangka.

"Bukan aku yang selamatin kamu Rose." jawab James dengan jujur.

"Hmmm? Lalu siapa?" tanya Rose dengan wajah bingung. Rose hanya ingat dia menelepon James sebelum hilang kesadaran.

James mengarahkan pandangannya ke Michael, Rose langsung mengerti maksud James.

"Ternyata dia yang sudah menolongku." batin Rose.

"Terima kasih sudah menyelamatkan nyawa ku dan membawa ku ke rumah sakit." ucap Rose dengan suara kecil.

Michael tersenyum dingin dan menjawab, "Kamu harus membayarnya suatu hari nanti."

"Ck... ada maunya!" benak Rose.

Walaupun kesal, dia tidak bisa menyangkal bahwa Michael yang telah menyelamatkan nyawanya. Dia berhutang budi kepada pria itu.

Rose tertidur kembali setelah berbicara panjang, dia masih lemah karena pengaruh bius saat operasi.

James pulang ke rumah untuk berganti baju dan bersiap ke Panti. Hari ini adalah ulang tahun Bunda Yanti. Bunda Yanti adalah wanita yang mewakili sosok seorang ibu bagi anak-anak di Panti asuhan tempat James dibesarkan. Dia tidak ingin melewatkan hari special yang hanya datang setahun sekali.

Michael masih di rumah sakit menemani Rose, dia mengerjakan pekerjaan kantornya di sana. Sesekali dia akan menoleh ke ranjang untuk menatap wajah Rose.

"Tuan muda, saya sudah mendapatkan wajah supir truk." ucap Gerry yang baru saja masuk ke kamar.

Michael terdiam sebentar, dia kemudian berkata, "Tangkap dan selidiki untuk siapa pria itu bekerja. Cari tahu apa tujuan mereka membunuh Rose."

"Baik Tuan muda." jawab Gerry. Dia menelepon seseorang dan menyampaikan perintah bos kepada orang itu.

Gerry kembali membantu Michael. Seperti biasa, Gerry akan menyiapkan secangkir kopi panas untuk bos nya setiap 2 jam sekali.

Jam makan siang telah lewat, Michael masih sibuk dengan pekerjaan. Gerry membelikan makanan siap saji di kantin Rumah Sakit, namun makanan itu belum tersentuh sedikit pun.

"Tuan muda, makan siang anda sudah dingin. Apakah perlu saya belikan yang baru?" tanya Gerry yang cemas dengan kesehatan bos nya.

"Tidak perlu, kamu kembali saja dulu ke kantor. Aku akan menelepon jika butuh bantuanmu." ucap Michael tanpa menatap Gerry, matanya masih fokus di buku laporan perusahaan.

Gerry mengangguk, dia membereskan barang-barang yang akan di bawa kembali ke kantor kemudian berjalan keluar dengan pelan agar tidak mengganggu Rose yang sedang beristirahat.

Satu jam berlalu setelah kepergian Gerry, Michael mulai lelah karena tadi malam dia tidak tidur. Michael merebahkan tubuhnya ke sofa panjang, hanya beberapa menit saja dia sudah tertidur lelap.

Rose membuka mata, dia merasa haus karena tenggorokannya kering terpapar AC dingin di dalam kamar. Dia mencoba meraih gelas di samping tempat tidur.

"Pranggg!!!"

Gelas itu terjatuh, tangan Rose terasa sakit saat menggenggam gelas. Tanpa sadar dia melepaskan genggamannya, gelas pun terjatuh dan hancur berserakan.

Michael tersentak bangun karena suara pecahan gelas. Dia segera mendekat ke ranjang dan mencari tau apa yang terjadi.

"Maaf, aku membuatmu kaget." ucap Rose saat melihat Michael mendekat.

"Kamu haus?" tanya Michael menebak dari gelas yang pecah.

Rose mengangguk, dia menatap Michael dengan wajah iba seolah minta dikasihani.

Michael mengambil air mineral yang dibeli oleh Gerry, dia membuka tutup botol dan menyerahkan air itu kepada Rose.

Rose mencoba mengangkat botol air itu, tapi tangannya masih sakit karena luka akibat kecelakaan.

Michael menyadari hal itu, dia membantu Rose untuk duduk di ranjang dan membantu menuangkan air mineral ke dalam bibir kecil Rose.

"Terima kasih." ucap Rose dengan suara pelan.

Rose masih takut kepada Michael, namun dia tidak punya pilihan lain karena hanya ada Michael di sisinya saat ini. Dia terpaksa menerima bantuan dari pria itu.

"Kamu nggak pulang?" tanya Rose.

Hati kecil Rose berharap Michael menjawab "tidak". Rose tidak ingin sendirian di rumah sakit.

Michael mendekatkan wajah mereka dan menjawab, "Kalau aku pulang terus kamu kabur, siapa yang bayar utang nyawa ini?"

"Dasar cowok perhitungan!" benak Rose.

Rose kembali berbaring dibantu oleh Michael, dia memejamkan mata karena merasa canggung berada di kamar berduaan dengan seorang pria.

Michael menyelimuti Rose, dia kembali ke sofa dan merebahkan tubuh lelahnya. Rose mengintip pria itu, rasa bencinya telah berkurang melihat perhatian Michael padanya.

"Mungkin dia tidak sejahat itu." batin Rose.

"Drtttt.... Drttt...."

Handphone Rose bergetar, dia panik saat melihat nama yang muncul di layar. "Bagaimana ini?" benak Rose.

Papa Rose menelepon dengan video call, Rose kebingungan harus bagaimana menjelaskan kondisinya. Jika Papa dan Mamanya tau tentang kecelakaan yang dia alami, pastinya Rose akan di suruh kembali ke Amerika.

Rose tidak betah di Amerika, dia merasa jenuh karena tidak ada yang dikenalnya di negara asing itu. Apalagi makanan di sana sangat tidak cocok dengan lidah Rose.

Michael mendengar suara getaran handphone, dia menatap Rose yang tengah melihatnya dengan tatapan memohon. Rose memang berharap pria itu akan membantunya menghadapi papa yang over protektif.

Michael menghela napas sebelum bangkit dari sofa, dia mengambil handphone Rose dan menjawab telepon.

"Sore om, saya Michael teman Rose. Dia meninggalkan handphone nya di kampus. Apakah ada hal penting yang mau di bicarakan dengan Rose?" ucap Michael langsung menjelaskan, agar lebih cepat selesai.

"Sore nak Michael, kalau gitu om titip salam aja buat Rose. Besok tolong suruh Rose telepon balik. Bilang kalau papanya kangen sama dia." ucap Papa Hanz.

"Baik om." jawab Michael.

Michael mengembalikan handphone kepada Rose. Dengan wajah lelah dia kembali ke sofa dan merebahkan tubuhnya.

"Terima kasih..." ucap Rose pelan. Michael hanya diam tanpa menjawab, dia terlalu lelah untuk berbicara.

Rose berpikir semalaman cara untuk mengecoh papa Hanz karena besok dia harus menelepon balik. Michael seperti mengetahui isi pikiran Rose, dia menelepon dan menyuruh Gerry untuk membawa beberapa poster besar.

Gerry datang membawa poster bergambar pemandangan dan menempelkan poster itu ke dinding kamar rumah sakit. Sekarang kamar itu tidak terlihat seperti rumah sakit lagi. Rose tertawa kecil melihat ide cemerlang Michael. Rose pun menelepon papa Hanz tanpa di curigai.

Selama seminggu di rumah sakit, Michael terus menjaga Rose tanpa jedah. James menjenguk Rose setiap hari, namun jadwal kuliah membuat James tidak bisa menjaga Rose setiap saat.

Pelaku sudah ditemukan dan ditahan namun otak pelaku belum ditemukan. Supir truk itu bernama Benni, pria itu telah menjadi buronan selama setahun karena terbukti membunuh 2 orang pelajar.

Benni terus menyangkal percobaan pembunuhan yang dia lakukan terhadap Rose, dia mengatakan bahwa tabrakan itu tidak di sengaja. Akhirnya Benni di jebloskan ke penjara tanpa tau siapa otak pelaku yang sebenarnya.

Rose telah diperbolehkan kembali ke rumah, namun Michael merasa tidak aman jika Rose sendirian karena orang yang ingin membunuh Rose masih belum diketahui. Akhirnya Michael memutuskan untuk menginap di rumah Rose.

Michael mengantar Rose pulang ke rumah, pria itu menggendong Rose masuk ke mansion dan mendudukkan tubuh Rose di atas sofa.

"Ngapain kamu bawa koper?" tanya Rose heran saat melihat Gerry membawa koper masuk ke dalam mansion.

Gerry menatap Michael seolah memberitahu pada Rose bahwa koper itu kepunyaan Michael.

"Aku akan nginap di sini sampai pelakunya tertangkap." jawab Michael dengan wajah serius.

"What???" benak Rose kaget mendengar ucapan Michael.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Nana Niez
setiap bab bikin emosi,, percuma cantik cm dibuat pemuas nafsu semua pria,,, gak guna sm sekali,,, ngapain hidup lagi,, hadeh,, kapan jdi tangguh nya,, sok sok an trs karakter nya
Nana Niez
percuma hidup lagi,, ttp lemah,, dan menye,, asli bikin emosi,,, tpi penasaran endingnya
Nana Niez
kenapa disini rose lemah banget,, kapan tangguh nya
Nana Niez
sdh tau kembali dikasih kesempatan,, hrsnya membekali diri agar lbh tangguh
Nana Niez
rose ini sdh lemah,, menye,, cengeng,,, bebal lagi,,, maunya apa cobaaaaa
Nana Niez
harusnya yg tangguh di kehidupan kedua
Nana Niez
trs fungsinya kehidupan kedua apaaaaaaaa,,,, g ada tangguhnya sm sekali
Nana Niez
percuma hidup lagi tapi masih loser,,, g seru
Nana Niez
hrsnya rose bs bela diri yg kuat dan tangguh di kehidupan yg kedua ini
Nana Niez
org kaya kartunya g ns digesek,, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣lupa nomer pin palingan
Rosalinda Yo_2
Luar biasa
Risna Murni
ada dendam apa sih swbenarnya
lily
masa iya gak bisa bayar makan, itu alasannya apa ,, kartunya gk bisa di proses
Dwie Cethiia Indharta
Luar biasa
Dewi Yanti
hah kesempatan hidup kedua tp msh lemah dan bodoh😔
Nofarahin Mohd Kamel
hebat...mantap... 👍👍👍
nuke
mike goblok
nuke
gak kapok2 ni dua belatung nangka
nuke
rose terlalu polos
yanti
semangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!