Keserakahan Para pendekar semakin menjadi jadi, Rakyat biasa menjadi korban keserakahan para pendekar yang menginginkan menjadi yang tertinggi di dunia persilatan, Tangisan para rakyat terdengar di mana mana, bau anyir darah seolah menjadi wangi yg biasa tercium di berbagai tempat.
Seorang anak muda yg lahir di antara keluarga kecil, dan lahir dengan bakat yg luar biasa menjadi yatim piatu karena kedua orangnya mati karena pembantaian, sedangkan dirinya yang selamat dari insiden tersebut lari tunggang langgang dengan luka di sekujur tubuh, lalu jatuh di jurang tanpa dasar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rzii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Insiden Di Rumah Makan II
Melihat pedang yang di kalung kan di leher kakek gandi, Ranu dan Kuntala hanya melirik seorang berwajah seram dan berwajah seram dengan senyum angkuh di wajahnya, seolah telah berhasil menekan dan menakuti Ranu dan Kuntala, sedangkan keduanya hanya saling melirik dan tersenyum.
Orang orang yang berada di dalam rumah makan tersebut langsung berhamburan keluar rumah makan setelah melihat baju orang yang berwajah seram itu, mereka pasti mengenal pakaian orang tersebut karena dia berasal dari kelompok belatung hitam yang terkenal sebagai gerombolan perampok kejam dan sadis kepada para korbannya.
Kini di dalam rumah makan tinggal Ranu, Kuntala, kakek gandi yang sedang gemetar ketakutan, serta gerombolan perampok belatung hitam yang sedang tertawa terbahak bahak melihat kejadian itu, sedangkan di pojok ruangan ternyata masih ada yang tidak keluar rumah makan, dia seseorang berpakaian serba putih dan memakai caping di kepala nya yang sejak tadi melihat kejadian itu.
" Woi woi paman, pedang itu bukan mainan, tolong turunkan pedangmu karena itu sangat berbahaya " Kata Kuntala
" Hei anak muda, akan ku turunkan pedangku asal berikan semua harta yang kalian miliki " Hardik orang yang bernama Komar itu
" Ah paman, kami sudah tidak memiliki apapun " Kata Ranu bohong karena tidak ingin ada kekacauan yang terjadi
" Baiklah jika kalian tidak apa-apa lagi, akan ku bunuh tua Bangka ini, lalu akan ku ambil semua yang kalian berikan padanya " kata Komar sembari menempelkan pedangnya lebih erat ke leher kakek gandi
Mendengar hal itu Ranu dan Kuntala menjadi naik pitam dan langsung bergerak secepat kilat menebaskan pedang mereka
" Lancang kau biadab " Teriak Kuntala sambil menebas tangan Komar
" Arrkkkh ...." terdengar jeritan Komar saat tangannya terputus dari tubuhnya
Ranu langsung saja menebas kepala Komar Samapi terpisah dari badannya, sadar karena orang yang menyekapnya sudah mati gandi langsung lari ke pojok ruangan dengan tubuh gemetar, sedangkan kelompok belatung hitam yang melihat kejadian itu langsung berdiri dengan marah
" Kurang ajar kalian Bocah, berani sekali kalian mencari masalah dengan kami perampok belatung hitam" teriak pimpinan kelompok belatung hitam
" Ah kami tidak peduli paman, mau belatung hitam, belatung merah atau cacing tanah sekalipun kami tidak peduli, yang terpenting kalian harus hancur hari ini juga " kata Kuntala santai
" Kurang ajar kalian, berani kalian meremehkan kami " teriak pimpinan kelompok belatung hitam lagi
" Serang mereka, hancur kan dan kuliti mereka " sambung nya, di ikuti kelompok belatung hitam yang berhamburan menyerang Ranu dan Kuntala
" Haha... Ranu Ayo kita Olahraga sebentar " Kata Kuntala sambil tertawa
" Dasar kau Tala, tidak bisakah kau tidak membuat masalah, tapi baik lah ayo hancurkan kodok kodok ini, aku juga sudah tidak tahan dengan kelakuan mereka " Jawab Ranu sambil mengejek kelompok belatung hitam
Pertarungan pun terjadi, sadar bahwa tempat ini tidak bisa membuat mereka leluasa bertarung serius, Ranu dan Kuntala langsung bergerak dengan cepat keluar rumah makan dengan ilmu meringankan tubuh, di ikuti kelompok belatung hitam yang juga ikut keluar mengejar mereka berdua
" Mau lari kemana kalian " Teriak salah satu dari mereka setelah berhasil mengejar Ranu dan Kuntala yang sudah berhenti di tanah lapang
" Kami tidak akan lari kemana mana cacing tanah, seperti yang sudah ku katakan tadi kalian akan hancur hari ini juga, Ranu selesai kan dengan cepat, aku masih kurang kenyang akibat para cacing tanah ini " Teriak Kuntala yang di tanggapi anggukan kecil dari Ranu
" Setan alas, Bunuh mereka berdua " Teriak pemimpin kelompok belatung hitam sambil berlari menyerang di ikuti para bawahan nya
" Jurus naga suragawi : Cakar naga Pasha " Ranu tiba tiba berlari menyambut para perampok itu dengan tangan kosong yang berbentuk Cakar naga di selimuti aura berwarna Kuning terang
" Sialan kau Ranu " Umpat Kuntala melihat temannya berlari mendahului nya
" Tapi baiklah, akan gunakan jurus yang sama, dengan mu, " Jurus naga suragawi : Cakar naga Bayangan " teriak Ranu ikut berlari dengan tangan berbentuk Cakar naga di selimuti aura berwarna gelap
Pertarungan pun tidak terelakkan, dua pemuda dengan ilmu yang sama bertarung melawan dengan puluhan orang kelompok belatung hitam.
Meski hanya berdua saja, tapi mereka mampu menghacurkan dan membunuh banyak orang dari kelompok itu, para warga yang melihatnya merasa kagum dengan kekuatan mereka berdua tapi tidak berani mendekat, mereka hanya melihat pertarungan dari jauh
saja
Ranu yang sedang bertarung melawan pimpinan kelompok belatung hitam tidak memberikan sedikit pun jeda bagi pimpinan kelompok belatung hitam itu untuk menyerang balik, dia harus rela bertahan total karena tidak bisa melihat celah untuk menyerang balik
" Sial, tidak ku duga pemuda ini memiliki ilmu yang sangat tinggi, aku tidak akan bisa mengalahkannya, apalagi masih ada temannya itu " umpatnya sambil melirik anak buahnya yang mati mengenaskan dengan banyak luka cakar di tubuh mereka
" Hei paman, jangan lengah saat kau bertarung, saatnya menyelesaikan pertarungan bodoh ini " kata Ranu
" Jurus naga suragawi : Amarah naga Pasha " kata Ranu pelan, telapak tangan kanannya ia arahkan ke atas, seketika awan berubah menjadi hitam, lalu keluar naga berwarna emas dari awan itu dan langsung bergerak menyambar pimpinan kelompok belatung hitam
" Sial ilmu apa itu " umpatnya sambil berdiri dengan gemetar melihat naga cahaya itu bergerak ke arahnya
Beberapa detik kemudian hanya terdengar jeritan memilukan dari orang itu saat tubuhnya terangkat akibat tersambar oleh naga cahaya itu, lalu tubuhnya jatuh ke tanah tanpa nyawa dengan luka di sekujur tubuhnya karena tekoyak oleh naga cahaya yang di keluarkan Ranu
Melihat musuhnya sudah mati ranu menoleh ke arah pertarungan Kuntala dengan bergidk ngeri melihat musuh Kuntala mati dengan tanpa kepala lagi
" Ini membosankan, lebih baik ku akhiri pertarungan ini dengan cepat " Kata Kuntala lalu melakukan kuda kuda
" Jurus naga suragawi : Auman Naga Bayangan " Teriak nya lalu dari tangannya yang terkepal muncul aura berwarna gelap yang semakin membesar lalu melesat menyerang para bawahan kelompok belatung hitam, orang orang belatung hitam hanya bisa diam terpaku melihat kejadian itu lalu mati dengan tubuh hangus terbakar
" Akhirnya selesai hehe " kata Kuntala setelah melihat musuh nya mati tanpa sisa
" Iya selesai tapi liat sekitar woi " celetuk Ranu sambil menggelengkan kepala
Kuntala lalu melihat sekitarnya dengan sekasama, terlihat banyak musuhnya yang mati mengenaskan
" Aih ... aku sungguh kelewatan " Kata Kuntala sambil menunduk
" Sudahlah tidak apa, tapi lain kali hati hati Tala, jika tidak kita akan menjadi incaran golongan hitam sebelum kita bisa menyempurnakan ilmu naga surgawi
" Kau benar Ranu, lain kali aku akan berhati-hati " Jawab Kuntala
Melihat pertarungan sudah selesai, Gandi dan para warga yang melihat kejadian tersebut langsung mendekati mereka dan mengucapkan banyak terimakasih karena sudah menghancurkan kelompok belatung hitam yang terkenal kejam kepada para warga
" Baiklah kek, karena di sini sudah aman aku dan Tala akan melanjutkan perjalanan, kakek hati hati di sini, jika ada kesempatan aku dan Tala akan berkunjung lagi ke tempat kakek " Kata Ranu
" Terima kasih banyak nak mas, sungguh aku dan para warga tidak akan bisa membalas kebaikan kalian sampai seumur hidup " Kata Gandi
" Sudahlah kek, itu memang kewajiban kami membantu sesama " Kata Kuntala menimpali
" Iya kek, benar kata Tala, baik lah kek kami akan melanjutkan perjalanan kami kek " kata Ranu
" Sekali lagi terima kasih nak mas " kata Gandi sekali lagi
Ranu dan Kuntala lalu langsung pergi melanjutkan perjalanan, setelah cukup jauh mereka berhenti karena ada seseorang yang menghadang perjalanan mereka
" Maaf pendekar muda, tolong berhenti dulu, ada yang aku tanyakan kepada kalian berdua " kata orang yang berpakaian serba putih dan memakai caping di kepala nya itu
****************
Bantu Vote Temen temen