Hans seorang pemuda yang giat belajar. Berteman dengan dua orang Andika dan Febri.Mereka seperti saudara saling membantu dan menolong.
Tiba-tiba persahabatan itu sedikit tergoyahkan setelah datang seorang gadis jelmaan.Dia adalah cucu angkat dari nenek yang ditolong oleh Hans dan gadis yang sudah lama hilang.
Bagaimana persahabatan mereka selanjutnya,nantikan karyaku yang kedua ini
Nantikan detik-detik terkuaknya misteri Gedung Tua ini.
Terimakasih sudah membaca novelku yang kedua ini kritik dan saran dangat author harapkan agar menjadi naskah yang sempurna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjalankan Misi
Sesuai kesepakatan, Hans, Andi, Andika, dan Febri bertemu pada hari itu setelah pulang sekolah. Hans dan Andi berangkat lebih dulu ke rumah kosong karena sekolah mereka pulang lebih awal. Rumah itu seperti terlihat sangat kotor dan tidak layak untuk ditempati kalau dilihat dari luar. Sepi, mereka duduk di teras rumah itu. Pintu terbuka sedikit mereka mengintip ke dalam rumah.
" Kita gak kena marah yang punya rumah Hans? " tanya Andi.
" Gak tahu, ya terima saja kalau di marahi , eh tapi aneh kog pintunya tiba-tiba buka sendiri ya? "ucap Hans.
" Hu uh, padahal tadi kelihatan kalau terkunci pada saat kita datang ya?" mereka heran dengan itu, tapi dasar anak-anak itu sudah terbiasa dengan hal aneh maka tidak begitu memperdulikan.
Mereka masuk rumah, tak ada apa-apa disana.Cewek bayangan yang dikatakan Hans juga tidak ada. Mereka pikir Hans sudah membohonginya.
" Mana yang kamu bilang kemaren? gak ada " kata Andi.
"Kita berpencar yuk, kamu kesana dan aku sana " kata Hans menunjuk arah kiri dan kanan. Terdengar ponsel Hans bunyi, pesan WA dari Andika sudah sampai di depan rumah. Hans keluar sebentar, melambaikan tangan mengajak mereka masuk ke dalam.
" Mana ceweknya? " Andika berkeliling di ruangan.
" Kita berpencar saja siapa tahu menemukan sesuatu " kata Hans.Mereka berpencar masuk ke masing -masing ruangan. Hans yang menemukan syal merah yang tampak masih baru. Segera mengambil dan kembali ke ruang berkumpul tadi, sedangkan yang lain tidak menemukan apa-apa.
" Ayo cepat keluar, nanti keburu sang pemilik datang kita bahas besuk saja !" mereka bergegas keluar rumah kosong itu dan pulang ke rumah masing- masing.
Hari sudah hampir gelap , Hans menghubungi teman-temannya untuk besuk berkumpul besuk di gedung tua yang letaknya lebih dekat dengan rumah masing-masing.Agar dapat melakukan perencanaan yang lebih matang tanpa ada gangguan dari pemilik rumah yang akan mereka datangi.
***
Keesokan harinya
Berempat mereka berkumpul di halaman Gedung tua.Hans yang tiba duluan mengitari halaman gedung dengan sepedanya. Menemukan sesuatu di halaman sebuah cincin.
Cincin siapa ini ? Dulu waktu main di sini gak ada cincin. Apa kita kurang memperhatikan ya.
Hans mengambil cincin itu dan menjadikan satu dengan syal yang ditemukannya di rumah tua. Kemudian teman-temannya datang dan mereka duduk di teras gedung." Jadi bagaimana ini selanjutnya?" tanya Andika.
" Kita selidiki dulu yang punya rumah itu, aku yakin ada kaitannya dengan cewek bayangan yang ku temui kemarin. " ucap Hans bersemangat.
" Kamu tahu rumahnya ?" Andika menatap Hans.
" Tidak, tapi kukira tak jauh dari rumah itu karena tak kutemukan sepeda atau mobil ketika orang itu ada di sana" jelasnya.
" Baiklah, sekarang tugasmu mencari rumah orang itu, nanti aku yang menyelidikinya " ucap Andika.
"Eh, tadi aku mengitari halaman gedung ini menemukan cincin, kelihatannya emas " Hans mengeluarkan cincin dari kantong celananya.
" Iya ini emas apa ada hubungannya ya, dengan semua kejadian ini?"ucap Hans.
" Bisa jadi bisa tidak, karena tempatnya berbeda." kata Andi.
"Oke, ayo sekarang kita ke rumah kosong itu siapa tahu orangnya datang !"
Mereka berempat mengayuh sepeda masing-masing dengan semangat. Sambil olah raga dan bersiul gembira. Sampai di rumah itu dari jauh diparkirkan sepeda mereka. Karena tampak ada mobil parkir di depan rumah itu.
" Tapi coba lihat ada orang di sana, kita pura-pura istirahat disini " ucap Hans diikuti teman-temannya menyenderkan sepedanya di bawah pohon.
" Mana yang punya rumah? " Andika menatap kearah rumah kosong. Sedangkan Hans mencuri pandangannya agar tak di curigai.
" Belum kelihatan, biasanya selalu pakai topi hitam" bisiknya.
" Oh, itu mereka keluar dari dalam rumah " kata Andi.
" Eh, Ndi jangan terlalu terlihat kita mengawasi rumah itu " Febri menarik Andi duduk di dekatnya.
Mereka mengawasi gerak-gerik orang yang disana. Ada empat orang satu yang mengaku pemilik rumah, dua orang pernah datang membeli rumah dan satunya masih baru. Tampak satu orang baru itu tertarik dengan rumah itu. Karena memang kelihatan bersih walau tak ada yang menghuninya. Aneh khan ???
Selesai berbincang bertiga masuk mobil dan pergi dari tempat itu.Sang pemilik masuk ke dalam rumah. Buru- buru Hans lari dan mendekati rumah itu. Menempelkan telinganya pada pintu. Temannya yang lain masih menunggu, Andika tak sabar menyusul Hans.
"Stt...."bjari tangan Hans menunjuk mulutnya isyarat agar tak berisik pada Andika.
Terdengar tawa dari dalam dan suara teriak memaki seseorang Tiba- tiba terdengar langkah mendekati pintu. Segera keduanya pergi sembunyi di samping rumah. Pintu terbuka tampak pria yang biasa Hans temui keluar dengan senyum penuh kemenangan, mengunci rumah itu. Hans mengikuti orang itu dari jauh bersama Andika. Sedangkan dua orang temannya menunggu sepedanya. Benar saja, orang itu masuk ke dalam rumah tak jauh dari rumah kosong itu.
" Benar kan rumahnya tak jauh dari sini ? Kita tanya pada warung itu yuk siapa tahu kenal dengan bapak itu?" Mereka menuju warung terdekat, berpura-pura membeli minuman.
" Bapak sudah lama tinggal di sini ?" tanya Andika (memang jagonya wawancara). 😄
" Sudah, kita asli sini ada apa nak? " tanya pemilik warung.
" Bapak kenal dengan pemilik rumah cat hijau di depan itu? " menunjuk arah rumah.
" Kenal, tapi jarang keluar rumah dia duda anak satu, dan anaknya hilang belum ada kabar" jelasnya.
"Hilang kenapa pak? Ada musibah begitu? "tanya Andika Lanjut.
" Kurang tahu nak, katanya pulang sekolah sudah tak ketemu, sudah laporan ke desa juga belum ada perkembangan" lanjut tukang warung.
" Anaknya laki apa perempuan pak? " Andika minum es nya.
" Perempuan dan cantik,usianya mungkin sekarang sama dengan kalian, eh kog ngomongin orang. Memang ada apa nih kog tanya-tanya begitu, jadi ghibah bapak"
" Gak pa pa pak, karena gak sengaja tadi ketemu orang yang masuk rumah kosong yang di sana, dan kemudian masuk rumah yang didepan"
" Oh, itu memang rumah saudaranya yang dititipkan. Orang yang punya keluar negri jadi TKW. "
" Dulu dikontrakkan, tapi gak tahu sudah setahun ini kosong tak ada yang menempati"
" Ya mungkin ada saudara saya yang mau sewa Pak, nanti saya beritahu" kata Andika menghabiskan minumannya.
" Tapi sebaiknya jangan rumah itu ada hantunya katanya. Berkali-kali ada yang mau kontrak batal. Padahal rumahnya bersih walau tak pernah di tempati."
" Kog bapak tahu kalau bersih rumahnya? "
" Ya, itu karena calon yang ngontrak pernah makan disini dan cerita. Mulanya tertarik tapi setelah masuk bulu kuduknya merinding, seperti ada yang mengikutinya"
" Masa' sih Pak ? "
Mereka penasaran dengan cerita pemilik warung itu. Hal yang akan mereka selidiki ternyata menyimpan rasa penasaran yang begitu besar. Mereka ingin mengungkap beneran dan rasa penasaran mengenai rumah kosong yang berhantu itu mungkin ada sangkut pautnya dengan pemilik rumah.
" Bapak juga belum lihat sendiri ke sana, lagian gak ada urusannya sama bapak he he... "
" Iya pak, jualan saja ya pak biar laris dagangannya" ucap Andika.
" Iya nak, apalagi anak bapak butuh biaya sekolah yang banyak ,gak usah ngurusi yang gak penting he he ... "
" Iya pak, kalau begitu kami permisi dulu, berapa pak semuanya tambah kue dua? "
" Dua belas ribu nak, doakan lancar usaha bapak, dan hati-hati dijalan"
Mereka berlalu dan kembali menemui kedua temannya. 😄
🌼🌼🌼🌼
Ditunggu episode selanjutnya
tetap semangat thorr.💪
Thanks thorr udah mau mampir🙏🤗😁