NovelToon NovelToon
DUA ALTER EGO

DUA ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:863
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******

Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya

Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya

Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENYELESAIKAN MASALAH.

Alluna selesai dengan makanannya dia langsung pergi meninggalkan mereka semua disusul dengan Lisa

"Gak lo kejar bos" tanya David

"Tidak" ujar Langit menatap Alfin

"Calon kakak ipar lo ngapa dah natap temen gue gitu amat" tanya Rey walaupun dia tau kalau langit sedang cemburu dengan Alfin

"Lo suka sama Luna" tanya langit yang menatap tajam Alfin

"Suka,kak Luna baik" jawab Alfin yang salah ditangkap oleh Langit

"Sh!t" ujar Langit yang sudah terpancing emosinya

"Tanya dulu suka sebagai apa"

Jawab arga sebagai penengah

"Emang kakak kira aku suka kak Luna seperti apa?" Tanya Alfin polos

"Hmmm seperti seorang yang ingin dijadikan pacar mungkin" ujar David yang membuat Alfin tersedak karna dia sedang minum

Uhuuk uhuukkk

"Pelan-pelan fin" ujar Rey

"Maaf aku kaget,aku cuma suka ka Luna sebagai orang yang baik,bukan seperti yang kakak kira" ujar Alfin

"Lo serius?" Tanya langit

"Iya kak,lagian aku hanya fokus dengan sekolah aku kak" jawab Alfin yakin

"Gue pegang omongan lo" ujar Langit segera meninggalkan mereka

"Kita duluan yah" ujar David ke Rey dan Alfin

"Rey kak langit cemburu sama aku" tanya Alfin

" Mungkin " ujar Rey tertawa dia merasa lucu bagaimana jika Langit tau Alfin adalah adik kandung perempuan yang dia sukai itu

Sedangkan Alluna saat ini berada di ruang kepala sekolah setelah dia menyuruh Lisa lebih dulu ke kelasnya

"Ada apa nak,apa ada yang bisa bapak bantu" ujar kepsek itu yang terlihat segan dengan anak Alexander ini

"Apa ada laporan dari guru yang ingin mencabut beasiswa Alfino Putra dengan alasan karna mencari masalah dengan Rafael" tanya Alluna masih dengan wajah datarnya

"Iya ada,tapi tenang saja kamu tidak dilibatkan dalam hal itu " ujar kepsek yang berfikir bahwa Alluna kira dia juga akan terkena masalah karna telah membuat Rafael dan anak buahnya terluka

"Saya mau anda tidak mencabut beasiswa dari murid itu" ujar Alluna tegas

"Tapi kenapa nak,Rafael dan sebagian temannya anak dari beberapa donatur sekolah ini sangat sulit menolak permintaan mereka" ujar kepsek hati-hati

"Kalau begitu Pertemukan saya dengan mereka satu jam lagi,dan ingat janji anda untuk menjaga identitas saya" ujar Alluna kemudian pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah itu,Alluna memutuskan pergi ke taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi orang lain,dia hanya ingin menenangkan pikirannya

Guru sudah masuk dan Luna juga belum datang

"Aduh Luna kamu kemana sih" ujar Lisa gelisah

Tidak lama setelah itu Hp Lisa bergetar tanda ada pesan masuk

[ Luna. ]

Gak usah nyari gue,gue bolos, bentar gue balik pas bel pulang

"Luna cenayang gak sih masa dia tau isi fikiran gue" ujar Lisa yang hanya di dengar dirinya sendiri

Langit yang melihat Luna tidak kunjung datang segera berpindah kesamping Lisa saat guru sedang menulis materi di papan tulis

"Luna mana?" Bisik Langit pelan ke lisa

"Astagaa" kaget Lisa

"Bolos katanya,nanti balik pas bel pulang sekolah " jawab lisa dengan berbisik juga

Langit yang mendengar itu segera keluar dari kelas setelah meminta izin dengan guru yang mengajar walaupun dia tidak memperdulikan jawaban gurunya karna dia langsung keluar setelah mengatakan "izin"

Langit mengelilingi sekolah mencari keberadaan Alluna sampai dia melihat ada seseorang yang berbaring di kursi taman belakang sekolah yang jarang di kunjungi

Alluna mungkin sedang tertidur karna matanya yang dia pejamkan terlihat damai di mata Langit bahkan tidak terganggu dengan teriknya cahaya matahari yang terpancar mengenai wajahnya

Sebenarnya Alluna tidak tertidur dia hanya merilekskan otaknya,dia juga sadar dengan kehadiran seseorang didekatnya

Langit berdiri di hadapan Alluna menghalangi cahaya matahari yang mengenai wajah Alluna

Alluna merasakan tidak ada cahaya lagi yang mengenai wajahnya,,Alluna membuka matanya dan melihat Langit yang sedang berdiri di hadapannya

"Apa"? Tanya Luna yang mengagetkan Langit

"Lo udah bangun" tanya Langit yang baru menyadari perempuan yang dia kira tertidur tadi ternyata sudah terbangun

"To the point" jawab Alluna mendudukan dirinya

"Kenapa bolos? " tanya langit yang duduk di samping Alluna

"Bukan urusan lo" jawab datar Luna

"Lo kenapa selalu dingin ke gue, sedangkan ke Alfin nggak " tanya Langit menatap datar ke arah Alluna yang menatap lurus kedepan

"Apa alasan lo deketin gue" tanya Alluna membalas tatapan Langit membuat langit terdiam dengan pertanyaan Alluna pasalnya dia juga bingung dengan perasaannya saat ini

"Bingung hm?" Tanya Alluna tersenyum miring

Salah satu siswa mendekat kearah mereka dengan wajah takut

"Emm Luna k-kamu di panggil pak kepala sekolah di ruangannya" ujar siswa itu yang mengalihkan fokus Alluna dan Langit

"Thanks,lo bisa balik" ujar Alluna

Alluna kembali menatap Langit kali ini dia mendekatkan wajahnya ke wajah Langit hingga langit bisa merasakan hembusan nafas Alluna

" Gak usah dekatin gue dengan alasan lo yang gak jelas,lo hanya terlalu penasaran dengan kehidupan gue" ujar Alluna seperti tau apa yang langit rasakan

Alluna akan pergi meninggalkan langit yang masih terdiam di kursi taman itu,namun baru beberapa langkah, Alluna mengehentikan langkahnya dan kembali membuka suara tanpa membalikkan tubuhnya ke arah Langit

"Ahhh satu lagi,jangan masuk dalam kehidupan gue,karna lo gak akan lihat apapun disana selain kegelapan" sambung Alluna yang belum langit pahami

Alluna pergi menuju ruang kepala sekolah,dia masuk tanpa mengetuk dan disana sudah ada orang tua Rafael dan beberapa orang tua dari anak buah Rafael

Alluna langsung duduk di hadapan mereka semua membuat semua orangtua anggota Rafael memandangnya heran,,Sedangkan Rafael dan anak buahnya menundukkan kepalanya

"Jadi apa perlu anda mengundang kami semua,bukan kah anda tau kami sangat sibuk" ujar orang tua Rafael yang ditujukan untuk kepala sekolah

"Maafkan saya pak, sebenarnya bukan saya yang ingin bertemu dengan kalian" ujar kepsek takut

"Lalu siapa" tanya mereka lagi

"Saya" jawab Alluna santai

"Apa-apaan ini bocah ingusan sepertimu beraninya membuang waktu kami" ujar mereka sombong

Kepala sekolah yang mendengar perkataan mereka hanya terdiam membatu dia takut akan salah bicara dan berakhir dengan hidupnya yang akan dirusak

"Saya yang memukul anak kalian semua sampai babak belur" ujar Alluna dengan wajah angkuhnya

"APAAA" teriak mereka semua

"Apa benar itu Rafael kamu dipukul oleh anak perempuan " tanya papi Rafael yang bernama Aryo Wijaya

"I-iya pi" jawab Rafael

"Dasar anak kurang ajar" teriak mami Rafael menampar Alluna

Plakkk

Wajah Alluna terhempas ke samping membuat kepala sekolah terkejut,dia akan hancur jika terjadi apa-apa dengan anak tuan Alexander ini

"Anda salah berurusan dengan saya nyonya" ujar Alluna tersenyum miring

"Pak satrio apa anda sudah tidak waras membuang waktu kami untuk bocah ingusan ini" ujar salah satu orang tua mereka

"Maafkan saya tuan, nyonya, ada yang ingin nak Luna bicarakan dengan anda semua" ujar kepsek itu takut-takut

"Apa mau kamu sebenarnya " Tanya papi Rafael

"Saya ingin kalian mengembalikan beasiswa Alfino Putra" ujar Alluna santai

"Tidak itu tidak bisa dia sudah mencari gara-gara dengan anak saya" sinis mami Rafael

"Semua orang disekolah ini juga tau siapa yang berbuat masalah nyonya" sindir Alluna

"Itu salah dia kenapa dia terlahir sebagai orang yang miskin maka semua kesalahan akan jatuh padanya " ucap yang lain sombong

"Saya sudah meminta dengan kalian secara baik-baik tapi sepertinya kalian tidak mengerti keadaannya" ujar Alluna sambil mengeluarkan handphonenya

Alluna menelpon salah satu anak buah kepercayaannya

"Lakukan seperti perintah ku sekarang" ucap Alluna ke salah satu orang kepercayaannya dan langsung mematikan telponnya

Setelah Alluna mengatakan itu, bunyi notifikasi dari semua handphone milik orang tua murid di depannya itu berbunyi secara bersamaan

Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka lihat,ada beberapa bukti perselingkuhan,penggelapan uang, bahkan penipuan yang mereka lakukan untuk mengembangkan perusahaan mereka,bukan cuma itu saja bahkan bantuan dari pemilik ALNO GROUP yang mereka pikir dipimpin oleh tuan Alexander juga.

Alexander juga di tarik kembali

"Kamu selingkuh dengan sekretaris kamu pi?" Teriak mama Rafael

"Apa-apaan ini" ujar papi Rafael emosi ke Alluna

"Jangan mengalihkan pembicaraan pi urusan kita belum selesai " murka mami Rafael

Perkataan Alluna mengalihkan perdebatan mereka yg

"Pertama,kembalikan beasiswa Alfino Putra,,kedua,kalian harus ganti rugi atas semua perbuatan anak kalian ke Alfin kecuali Alfin menolak pemberian kalian maka kalian tidak perlu memaksanya,dan yang terakhir saya mau anak-anak kalian meminta maaf kepadanya di depan seluruh siswa hari ini juga,saya kasih kalian waktu lima detik untuk menjawab,jika telat

maka apa yang kalian lihat itu akan saya sebar luaskan,kalian tentu tau bukan apa yang akan terjadi dengan perusahaan kalian itu" ujar Alluna memandang remeh mereka semua

"Siapa kamu sebenarnya" tanya mereka

"Seseorang yang harusnya kalian hindari" jawab Alluna tersenyum miring

"Saya kasih kalian waktu untuk menjawab"

1

2

3

4

Dan

"Kami akan lakukan yang kamu minta" ujar mereka

"Lakukan ketika jam pulang sekolah" ujar Alluna dan pergi meninggalkan mereka.

1
Tosari Agung
thor saran ya kalau alter ego itu kejam dan nenanginnya agak lama jangan cuma satu jam udah tenang nah kalau ada dua tokoh punya alter ego maka dua duanya keluarin sekaligus atau pilih salah satu tapi harus benar psikopat karena cerita ini gak ada arah ke psikopat secara halus nya
Tosari Agung: sama-sama thor
total 3 replies
Dedek Titii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)
haii guys makasih udah mampir dan baca cerita akuu☺jangan lupa like, subcribe dan vote yaa guys(⁠◠⁠‿⁠◕⁠)🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!