NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : HARGA SEBUAH KEMENANGAN

...BAB 11...

...HARGA SEBUAH KEMENANGAN...

Sudah beberapa Minggu ini Reyga tinggal di apartemen Berry. Dan selama beberapa hari itu pula, ia mulai menyadari satu hal.

Hidup ternyata mahal. Susu Bintang. Popok. MPASI. Tissue. Pakaian. Belum lagi kebutuhan sehari-hari dirinya sendiri. Semua pengeluaran itu perlahan menumpuk.

Sementara Reyga hampir tidak memiliki uang. Sejak ayahnya membekukan seluruh fasilitas keuangannya karena menolak kembali mengurus perusahaan keluarga, kartu yang biasa ia gunakan sudah tidak bisa dipakai.

Rekening yang terhubung dengan fasilitas keluarga juga dibatasi. Bahkan mobil yang biasa ia gunakan sudah tidak lagi diberikan kepadanya.

Satu-satunya harta yang masih benar-benar ia miliki hanyalah motor balapnya. Dan motor itu adalah satu hal yang tidak akan pernah ia jual.

Pagi itu, Reyga duduk di meja makan sambil memperhatikan Berry menghitung pengeluaran. Banyak struk belanja berserakan di meja.

"Itu apaan?" tanya Reyga.

Berry tetap menghitung. "Pengeluaran."

"Kenapa banyak sekali?"

Berry menatapnya. "Karena sekarang kita punya bayi."

Reyga terdiam. Berry mengangkat satu struk.

"Nih popok."

Struk lain.

"Susu."

Struk berikutnya.

"Bubur dan cemilan Bintang."

Kemudian ia mengangkat struk paling panjang.

"Dan ini..." Berry menatap Reyga. "Semua barang yang lo beli karena katanya Bintang butuh."

Reyga menggaruk kepala. "Dia memang butuh."

"Gue tahu." Berry menarik napas. "Tapi kalau begini terus, dompet gue yang butuh pertolongan."

Reyga terdiam lagi. Ia menatap Bintang yang sedang duduk di karpet sambil memainkan mainan kecil.

Perasaan tidak enak muncul di dadanya. Selama ini Berry tidak pernah mengeluh.

Namun Reyga tahu sahabatnya sudah terlalu banyak mengeluarkan uang. "Gue harus kerja." katanya.

Berry langsung menatapnya. "Kerja?"

"Iya."

"Kerja apaan?"

"Balapan."

Berry tertawa. "Itu bukan kerja menurut ayah lo."

"Menurut gue itu kerja."

Berry terdiam. Reyga mengambil ponselnya.

"Ada pertandingan beberapa hari lagi."

"Lo ikut?"

Reyga mengangguk. "Tapi hadiahnya kecil."

Belum sempat Berry menjawab, ponsel Reyga berbunyi.

Sebuah pesan masuk dari pihak penyelenggara.

Reyga membacanya. Kemudian matanya membesar.

"Ada apa?" tanya Berry.

Reyga menyerahkan ponselnya. Berry membaca pesan tersebut. Ia langsung berdiri.

"Serius?!"

Reyga mengangguk. "Hadiah utama pertandingan kali ini naik drastis."

"Berapa?"

Reyga menyebutkan nominalnya.

Berry sampai terdiam. "Ini bukan hadiah balapan."

"Terus?"

"Ini hadiah buat beli rumah."

Reyga tersenyum tipis. "Kalau gue bisa memenangkan pertandingan ini, masalah uang kita selesai untuk sementara."

Namun ada satu hal yang belum diketahui Reyga. Hadiah besar itu bukan sekadar kebetulan.

Di baliknya ada seorang pengusaha kaya raya bernama Armand Wijaya.

Pengusaha yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu orang terkaya yang mendukung dunia olahraga.

Dan alasan sebenarnya ia mau menjadi sponsor utama pertandingan itu jauh lebih sederhana.

Putrinya.

Gadis berusia dua puluh satu tahun bernama Alessia.

Sejak beberapa tahun lalu, Alessia adalah penggemar berat Reyga.

Bukan sekadar penggemar. Ia menyimpan foto-foto Reyga di kamarnya. Mengikuti semua pertandingan.

Bahkan mengetahui jadwal latihan lelaki itu lebih baik daripada beberapa penggemar lainnya.

Dan diam-diam. Alessia menyukai Reyga. Sangat menyukainya.

Ketika ayahnya bertanya apa yang diinginkannya sebagai hadiah ulang tahun, Alessia justru meminta satu hal.

"Undang Reyga ke pertandingan yang Ayah sponsori." pintanya.

Armand tertawa. "Baiklah sayang..."

Ia tahu putrinya sedang jatuh cinta. Karena itulah ia menjadikan pertandingan tersebut jauh lebih besar.

Hadiah miliaran rupiah diberikan kepada pemenang. Dan Alessia berharap satu nama akan berdiri di podium.

Reyga.

Namun Reyga sama sekali tidak mengetahui semua itu.

Baginya, hadiah tersebut hanyalah kesempatan untuk bertahan hidup. Kesempatan membayar kebutuhan Bintang. Kesempatan membalas bantuan Berry.

*****

Hingga beberapa hari kemudian...

Amelia kembali datang ke arena. Ia berdiri di depan lintasan sambil memegang buku catatan.

Reyga baru saja turun dari motornya. Begitu melihat Amelia, wajahnya langsung berubah.

"Lo lagi."

Amelia tersenyum tipis. "Saya hanya ingin wawancara. Waktu itu kita tidak ada kesempatan"

"Gue nggak mau."

"Sebentar saja."

"Nggak." Reyga berjalan melewatinya.

Amelia mengejar. "Reyga."

"Apa lagi?"

"Saya hanya butuh beberapa jawaban darimu."

"Gue sudah jawab."

"Belum lengkap."

"Itu masalah lo."

Amelia berhenti. "Atasan saya meminta wawancara yang lebih dalam."

Reyga menoleh. "Urus urusan lo sendiri."

"Saya bisa kehilangan pekerjaan kalau tidak mendapatkan berita yang bagus."

Reyga terdiam sebentar. Namun kemudian wajahnya kembali dingin. "Jangan bawa masalah pekerjaan lo ke gue."

Amelia menelan ludah. "Saya hanya berusaha mencari nafkah."

"Gue juga."

"Saya tahu."

"Kalau tahu, berhenti ganggu gue." tegasnya.

Kalimat itu membuat Amelia terdiam. Namun ia tetap mencoba.

"Saya tahu fasilitas Anda dibekukan oleh ayah Anda."

Reyga langsung berhenti. Wajahnya mengeras. "Siapa yang kasih tahu lo?"

"Sumber saya."

"Jangan bawa-bawa keluarga gue ke berita."

"Saya belum mengatakan itu akan saya beritakan."

"Tapi lo sedang mencari tahu."

Amelia menghela napas. "Saya cuma ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."

"Nggak ada yang perlu lo tahu."

"Kenapa Anda selalu marah?"

"Karena lo selalu datang."

"Itu karena saya harus bekerja!" Amelia akhirnya kehilangan kesabarannya. "Saya juga punya kehidupan!"

Reyga menatapnya.

"Saya bukan datang untuk mengganggu Anda karena saya suka." Amelia langsung sadar ucapannya. Ia menunduk. "Saya datang karena saya butuh pekerjaan ini."

Nada suaranya melemah. "Kalau saya pulang tanpa berita, saya akan dimarahi. Kalau terus begini, saya bisa kehilangan pekerjaan."

Untuk sesaat Reyga melihat Amelia dengan ekspresi berbeda.

Namun rasa jengkel itu masih lebih kuat. "Gue tetap nggak mau bicara."

Amelia mengangguk pelan. "Baiklah."

Ia menutup buku catatannya. "Kalau begitu saya akan pergi."

Reyga tidak menjawab. Amelia berjalan menjauh.

Langkahnya pelan. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar putus asa.

Bukan karena Reyga menolaknya. Tetapi karena ia mulai merasa semua usahanya tidak menghasilkan apa-apa.

Ia membutuhkan berita. Ia membutuhkan pekerjaan. Tetapi narasumber yang paling ia butuhkan justru membencinya.

Sementara Reyga memandang punggung Amelia dari kejauhan. Ia tidak mengejarnya. Tidak memanggilnya. Hanya menghela napas. "Kenapa sih perempuan itu nggak menyerah?"

Salah seorang mekanik tertawa kecil. "Mungkin karena dia memang butuh berita."

Reyga mendengus. "Pokoknya kalau sampai dia datang lagi, jangan biarkan mendekati gue."

"Serius?"

"Serius."

"Kalau dia maksa?"

"Halangi."

Mekanik itu mengangguk. "Siap."

Reyga kemudian mengenakan sarung tangannya. Ia menatap motor balapnya.

Beberapa hari lagi pertandingan besar itu akan dimulai. Hadiah miliaran rupiah menunggunya. Dan bagi Reyga, kemenangan bukan lagi sekadar soal kebanggaan.

Ia membutuhkan uang itu. Untuk dirinya. Untuk Berry. Dan terutama, untuk Bintang.

Reyga tidak tahu bahwa di balik hadiah fantastis tersebut ada seorang gadis yang sudah lama menyukainya.

Ia juga tidak tahu bahwa pertandingan itu sengaja dibuat sebesar itu demi membuatnya datang.

Yang Reyga tahu hanya satu. Ia harus menang.

Sementara di luar arena, Amelia berdiri seorang diri.

Ia menatap buku catatannya yang masih kosong. Kemudian menghela napas panjang.

"Kalau begini terus..." Ia memejamkan mata. "Aku harus dapat berita dari mana?"

Bersambung...

Kasihan juga Amelia ya... 🥹🥹🥹

Tinggalkan jejaknya ya reader...♥️😍❤️

1
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
Mita Paramita
lanjut Thor 😈😈😈
Kayla Rane: siaaP ❤️😍
total 1 replies
Lisa
Lanjut donk Kak..makin seru aj nih..😊
Lisa
Ceritanya menarik banget 👍👍
Kayla Rane: terimakasih Kak Lisaaa❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!