NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:379
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teriakan penonton masih bergema

Aku jadi penasaran, mataku kubuka lebar lebar buat melihat lebih jelas wajah siapa dari suara ini. Aku memandangnya dari kejauhan, sepertinya matanya juga sedang memandangku.

Ternyata Pianis dan vokalis Bernama Al Adalah Aldrian.

Suaranya bernyanyi nggak seperti suaranya berbicara. Kali ini lebih lebut. Dia yang seperti ini lebih cocoknya jadi cowok romantis, bukan seperti patung.

Dikanan kiri depan belakang rame banget pada ngomongin mereka :

“Mereka solid banget dari kelas 10 sampai sekarang formasinya sama”

“Kompak banget mereka, cakep cakep lagi”

“Nggak usah liatin Nathan, tuh liat tuh pacarnya Nathan diatas”

“Berarti kita liatnya ke Firuly dan Aldrian aja yang udah pasti jomblo nggak bakalan ada yang marah”

“Males banget liatin Aldrian nggak seru, dia nggak bakal peduli sama orang”

Sepertinya didepanku ini kakak kakak seangkatan kak Aldrian.

Kak Aldrian sebegitu dinginya sampai sampai mereka yang kenal aja males banget sama dia.

Lapangan udah seperti seperti konser musik.

Aku semakin mundur mundur kebelakang karena dorongan, tiba tiba ada tangan narik pelan lengan bajuku.

Orang yang narik bajuku bilang“Mudur aja” akupun mundur pelan pelan, nggak tau tadi yang lain kemana. Aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Aku berdiri dipaling belakang di deket tangga dipintu masuk. Aku melihat kearah orang yang ndorong aku: “Makasih ya”

Dia langsung tersenyum bilang ”Sama sama, kamu nggak cocok nonton konser”

Aku “Emang kenapa”

Dia “Kesenggol dikit oleng kanan kiri kanan kiri”

Aku “Masa sih???”

Dia “Untung aja aku sebagai keamanan sigap. Kenalin aku Arvi kela 11”

Aku “Oh… Berarti aku manggilnya Kakak?’

Arvi “Enggak usah pakai kakak lah, panggil Arvi aja. Kita udah pernah ketemu kok, pernah beberapa kali liat kamu di kompleknya Fandi”

Aku “Kalau ketemunya dikomplek Fandi ya iyalah orang kita tetanggaan. Rumah kita sama sama di Basari 3, Dia diujung barat aku di ujung timur”

Arvi “Oh… ntar kita sambung lagi ngobrolnya ya, aku menjalankan tugas negara dulu… Bye”

Arvi berpamitan, tersenyum dan berlalu begitu saja.

Akupun tersenyum kecil melihat Arvi pergi yang katanya menjalankan tugas negara. Ada ada saja, sepertinya Arvi lucu nggak seperti Fandi yang suka cari gara gara.

Aku duduk dibelakang diujung lapangan seorang diri.

Dipanggung Band sekolah udah selesai tampil, mereka turun tetepi teriakan teriakan penonton masih bergema.

Dibelakang aku memandangi sekeliling mencari keberadaan Putri, Tamiya dan Estia yang tak kunjung terlihat.

Terlalu ramai, aku nggak bisa lihat dengan jelas satu per satu.

Akupun mengirim pesan ke Putri “Put kamu dimana??? aku dibelakang deket tangga sendirian”

Putri membalas “Ngapain sih dibelakang??? Katanya minta nonton ditemenin malah ngilang”

Tak berselang lama Putri dan Estia dateng duduk disebelahku.

Putri “Ngapain sih kebelakang?? Kayak anak ilang aja sendirian”

Aku “Nggak tau tiba tiba ada yang narik narik kebelakang, Tamiya mana??”

Putri “Kita nyari nyari kamu didepan tau!!! Tamiya ketemu kakak sepupunya”

Aku “Oh…. Samalah kita, aku juga nyari nyari kalian”

Estia “Duduk yukkk, capek. Yang penting udah nonton kak Fir amanlah”

Kami mencari tempat yang teduh, ada Bangku Panjang di depan kelas 11, kamipun duduk berhimpit himpitan, karena bangkunya hanya cukup untuk berdua.

Dari kelas belakang berjalan keluar kakak kakak kelas 11 keluar, mereka menghampiri kami.

Kakak 1 “Kamu adeknya Kak Firuly ya?”

Estia sambil tersenyum malu “Hehe… Iya kak”

Kakak 2 “Kakaknya keren banget tadi ya, kayaknya tahun kemarin mereka berempat juga tampil bareng?”

Estia “Kan mereka memang satu Gereja kak, memang udah biasa ngeband bareng dari zaman dahulu kala”

Kakak 2 “Keren banget sih…”

Kakak 3 “Salam aja buat kakanya , bilang aja dari kakak kakak 11 7,”

Kakak 1 “Nggak nitip salam juga buat satunya???”

Kakak 3 “Shhhiiitttttt… udah nggak usah ngomongin Kak Aldrian percuma aja, kayaknya dia anti manusia”

Estia “Enggak juga sih kak, Kak Aldrian baik kok, memang orangnya cuek, dia kalau nggak deket nggak akan mau ngomong”

Kakak 1 “Ya itu sama aja adek….”

Kakak 2 “Kalian udah ke pameran ekskul??”

Estia “Belum kak, ini baru mau jalan kesana, kita pamit dulu ya kak?”

Estia menepuk nepuk tangan ku dan tangan Putri ngasih tanda ngajak pergi dari kakak kelas 11.

Kakak kelas 11 “OK have fun ya”

Kami berjalan ke belakang gedung laboratorium menuju lapangan futsal tempat pameran ekskul sambil berbisik bisik.

Estia “Emang salah ya kalau kak Aldrian cuek, kan suka suka dia ya. Padahal Kak Aldrian sebenernya baik loh”

Putri “Iya, kemarin aja ngasih minum ke Aya”

Aku “Bukan bukan… Putri yang dikasih”

Putri “Ngasih minum ke aku padahal minumku masih penuh, dia bilang buat yang minumnya habis, yang habis Aya doang”

Estia “Tumben amat dia perhatian sama orang yang baru dikenal…. ”

Aku “Kan Kak Aldrian jadi pembimbing dikelas, iya kali ngebiarin adeknya dehidrasi dilapangan”

Estia “Tapi dia nggak biasa kayak gitu sih ”

Putri “Berarti kak Aldrian tanggung jawab tuh Es, kalau ada yang pingsan kan dia yang dicari” putri sambil tertawa kecil.

Estia “Oh gitu ya, Aku tuh nggak suka banget sama orang orang yang sok tau tentang kak Aldrian, tiap orang kan punya sifat dan sikapnya sendiri sendiri. Kan itu namanya berkarakter. Mereka kan nggak tau aja kalau kak Aldrian udah ada orang yang dia suka”

“kak Aldrian udah ada orang yang dia suka” maksud Estia apa ini??????

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!