NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

[ Perasaan yang Tak Seharusnya Ada ]

Hari-hari berlalu semakin cepat. Tanpa disadari, sudah hampir tiga bulan Rhea Azlyn berada di dalam kehidupan Vincent Lawson.

Awalnya, semua terasa seperti sebuah misi.

Kini...

Setiap kali mendengar suara bel toko berbunyi, tanpa sadar Rhea berharap orang yang masuk adalah Vincent.

Dan hampir setiap sore...

Harapan itu selalu menjadi kenyataan.

"Apa hari ini kau membawa mawar putih lagi?" tanya Rhea sambil tersenyum.

Vincent menggeleng pelan.

"Hari ini aku hanya ingin minum kopi."

Rhea tertawa kecil.

"Kalau begitu kau memang pelanggan tetap, bukan pembeli bunga."

Vincent ikut tersenyum.

"Kurasa begitu."

Damian yang berdiri di luar toko hanya menggeleng sambil tertawa pelan.

"Bos benar-benar berubah."

Beberapa hari kemudian...

Black Raven mengadakan rapat besar.

Semua petinggi organisasi hadir.

Namun sejak rapat dimulai, perhatian Vincent tampak buyar.

"Bos?"

Leo memanggilnya.

"Pengiriman besok melalui jalur utara atau pelabuhan timur?"

Vincent tersadar dari lamunannya.

"Pelabuhan timur."

Damian menatap Vincent heran.

Bos mereka yang biasanya selalu fokus...

Kini beberapa kali kehilangan konsentrasi.

Setelah rapat selesai, Damian memberanikan diri bertanya.

"Bos."

"Hm?"

"Sejak kapan Bos suka melamun?"

Vincent menghela napas pelan.

"Apa menurutmu..."

"...kalau seseorang mulai ingin pulang lebih cepat setiap hari..."

"...itu artinya dia sedang jatuh cinta?"

Damian hampir tersedak kopinya.

"Bos..."

"Jangan bilang..."

Vincent hanya tersenyum kecil.

"Aku juga tidak tahu."

"Tapi akhir-akhir ini..."

"...yang pertama kali ingin kulihat setiap pagi adalah Rhea."

Damian menatap Vincent beberapa detik.

Lalu ia tersenyum tulus.

"Kalau begitu..."

"...selamat, Bos."

"Sepertinya akhirnya Anda menemukan seseorang."

Sore harinya, Vincent kembali datang ke toko bunga.

Rhea sedang menyiram tanaman di depan toko.

Melihat Vincent datang, wajahnya langsung dipenuhi senyum.

"Kau datang lagi."

"Apa kau bosan melihatku?"

Rhea menggeleng cepat.

"Tidak."

"Syukurlah."

Vincent melangkah mendekat.

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat besok."

"Ke mana?"

"Sebuah tempat yang belum pernah kutunjukkan kepada siapa pun."

Rhea terdiam.

Ia tahu...

Semakin banyak tempat rahasia yang diperlihatkan Vincent kepadanya...

Semakin besar kepercayaan yang diberikan pria itu.

"Baik."

Jawaban itu membuat senyum Vincent semakin lebar.

Malam harinya...

Rhea duduk sendirian di apartemen.

Di hadapannya tergeletak seluruh berkas tentang Vincent.

Namun malam ini...

Ia tidak sanggup lagi membacanya.

Ponselnya bergetar.

Komandan menghubunginya.

"Bagaimana perkembangan?"

"Vincent semakin mempercayaiku."

"Bagus."

"Kalau begitu, secepatnya cari ruang penyimpanan data Black Raven."

Rhea terdiam.

"Zhava."

"Ya, Komandan."

"Jangan lupa."

"Dia tetap seorang kriminal."

Sambungan telepon terputus.

Rhea memejamkan mata.

"Dia tetap seorang kriminal..."

Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Namun bayangan yang muncul justru wajah Vincent saat tertawa bersama anak-anak panti, saat diam-diam membeli bunga untuk mengenang ibunya, dan saat menyelamatkannya tanpa ragu.

Air mata perlahan jatuh.

"Kenapa..." bisiknya lirih.

"Kenapa justru sekarang aku mulai mengenal dirimu yang sebenarnya?"

Di tempat lain...

Vincent berdiri di balkon penthouse sambil memandangi sebuah kotak beludru hitam di tangannya.

Perlahan ia membukanya.

Di dalamnya tersimpan sebuah cincin berlian sederhana namun elegan.

Damian yang baru masuk langsung terkejut.

"Bos..."

"Jangan bilang..."

Vincent tersenyum tipis sambil menatap cincin itu.

"Aku belum akan memberikannya sekarang."

"Tapi..."

"...untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mulai membayangkan masa depan."

Ia menutup kotak itu perlahan.

"Aku ingin suatu hari nanti..."

"...meletakkan pistolku untuk selamanya."

"...dan menggenggam tangan Rhea."

Di luar jendela, hujan kembali turun.

Tak seorang pun menyadari...

Bahwa cincin yang kini disimpan dengan penuh harapan itu...

suatu hari nanti akan menjadi saksi lahirnya pengkhianatan yang menghancurkan dua hati sekaligus. 💔

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!