NovelToon NovelToon
Suamiku Bisa Baca Pikiranku

Suamiku Bisa Baca Pikiranku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / CEO / Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: Laras Cinta

Keira Liem terbangun di ranjang rumah sakit, tapi tubuh ini bukan miliknya.

Dia Naomi—mahasiswi biasa yang seharusnya sudah mati. Sekarang dia terjebak di tubuh menantu keluarga Wijaya, salah satu konglomerat paling berkuasa di Jakarta. Suaminya? Reynard Wijaya—pewaris yang dibuang, laki-laki bertopeng perak yang seluruh kota bisikkan sebagai "cacat" dan "tidak normal."

Tapi Si Kepo, sistem misterius yang muncul di penglihatannya, punya kabar yang lebih gila lagi:

*"Selamat! Misi utamamu: buat suamimu jatuh cinta padamu dalam tiga tahun. Gagal = jiwamu lenyap."*

Masalahnya? Semua orang bilang Reynard itu gay.

Dan masalah yang LEBIH besar? Sejak malam pernikahan mereka, Reynard bisa mendengar setiap kata yang Keira pikirkan dalam hati.

*Setiap. Kata.*

Termasuk saat Keira membatin: "Ya Tuhan, badan suamiku bagus banget... Eh tunggu, katanya dia gay? Sayang banget."

Dan Reynard—di balik topeng peraknya—diam-diam tersenyum.

Di dunia konglomerat yang penuh intrik keluarga, ibu tiri yang licik, kakak ipar yang psikopat, dan pertarungan warisan bernilai triliunan, Keira harus bertahan hidup dengan satu senjata: mulut manisnya yang sopan... dan pikiran brutalnya yang jujur.

Yang tidak dia tahu: senjata terbesarnya justru yang paling berbahaya.

Karena laki-laki yang seharusnya dia "taklukkan" itu sudah jatuh cinta padanya—sejak kata pertama yang dia pikirkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laras Cinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Bab 11: Belanja Tanpa Batas

Aku juga, Kepo.

Aku juga.

Kebingungan itu belum hilang bahkan sampai keesokan paginya.

Reynard menggenggam tanganku kemarin di mobil. Tindakannya tenang, pendek, tidak dramatis, tapi efeknya di kepalaku seperti notifikasi promo 12.12 yang tidak bisa dimatikan.

Gay bisa begitu?

Atau aku yang terlalu miskin pengalaman?

[Saran Si Kepo: jangan membuat kesimpulan dari satu genggaman tangan.]

Terima kasih. Sangat ilmiah.

Aku sedang duduk di ruang makan, menatap bubur ayam yang kali ini benar-benar enak karena Pak Hadi sudah mengganti menu rumah, ketika Reynard meletakkan sebuah kartu hitam di samping mangkukku.

Kartu itu jatuh pelan.

Tapi suaranya di kepalaku seperti bom.

"Apa ini?"

"Kartu."

Aku menatapnya. "Aku tahu ini kartu."

"Pakai."

"Untuk apa?"

Reynard menyesap kopi. "Belanja."

Sari yang berdiri di belakangku menahan senyum. Anto di dekat pintu tetap memasang wajah profesional, tapi aku yakin bahkan telinganya ikut mendengar bunyi kemiskinan batinku retak.

Aku mengambil kartu itu dengan dua jari.

Hitam. Berat. Namanya tercetak perak: Reynard Wijaya.

Tidak ada limit yang tertulis.

Justru itu yang menyeramkan.

"Aku punya pakaian."

"Tidak cukup."

"Lemari di kamar penuh."

"Itu pilihan orang lain."

Aku terdiam.

Kalimat itu sederhana, tapi menusuk tempat yang aneh. Selama ini pakaian Keira memang selalu dipilih orang lain. Monica memilih riasan. Celine mengomentari warna. Pelayan menyiapkan gaun yang membuatnya terlihat kusam, patuh, mudah dilupakan.

Reynard meletakkan cangkir.

"Pilih sendiri."

Dada terasa hangat.

Lalu Si Kepo merusak momen.

[Misi harian: gunakan fasilitas suami konglomerat.]

[Hadiah: katalog diskon sistem.]

Diskon sistem? Apa ini, e-commerce antar dimensi?

Satu jam kemudian, aku berdiri di Pacific Place dengan Anto dua langkah di belakang, Sari di samping, dan Reynard berjalan santai seolah mal mewah ini hanyalah koridor rumahnya yang lebih ramai.

Aku mencoba terlihat biasa.

Gagal total.

Di depanku, sebuah tas dipajang dalam kotak kaca. Ukurannya tidak lebih besar dari lunch box. Harganya, kata Sari setelah berbisik pada pelayan, setara DP rumah sederhana di pinggir Jakarta.

Aku mundur selangkah.

"Tidak perlu."

Reynard menoleh. "Kau suka?"

"Tidak."

[Kebohongan Host terdeteksi: 94%.]

Kepo, kita harus diskusi soal privasi.

Reynard menatap tas itu, lalu berkata pada pelayan, "Ambil warna hitam dan hijau."

"Reynard!"

"Kau suka hijau."

Aku membuka mulut.

Benar.

Tapi aku tidak pernah bilang.

Dia pasti menebak dari gaun kemarin. Ya. Pasti. Jangan langsung curiga dia punya akses ke server otakku.

Kami berpindah dari butik ke butik. Awalnya aku menolak semua. Lalu Si Kepo mulai menampilkan angka misi, Sari mulai berkata, "Nyonya Muda, yang ini cocok," dan Reynard terus mengucapkan kalimat paling berbahaya bagi manusia kelas menengah:

"Ambil."

Sepatu? Ambil.

Gaun kerja? Ambil.

Tas kecil? Ambil.

Parfum? Ambil.

Aku mulai pusing.

Ini bukan belanja. Ini perampokan legal terhadap kartu suami.

Reynard justru terlihat lebih santai setiap kali aku berhenti panik. Kadang sudut bibirnya bergerak saat mendengar aku menghitung harga dalam kepala.

Kalau tas ini dijual lagi, bisa bayar kontrakan Naomi berapa tahun? Tidak, jangan berpikir begitu. Aku sekarang istri konglomerat. Istri konglomerat tidak menghitung tas menjadi kontrakan. Tapi serius, berapa tahun?

Reynard tiba-tiba batuk pelan.

Aku menatapnya curiga.

"Kau baik-baik saja?"

"Ya."

Mencurigakan.

Masalah muncul ketika Sari menyeretku ke area lingerie.

Aku berhenti di pintu seperti melihat jebakan.

"Tidak. Kita lewati."

Sari berbisik, "Nyonya Muda, ini kebutuhan dasar."

"Kebutuhan dasar bisa dibeli online."

Reynard, yang tadinya melihat jam tangan, mengangkat kepala. Matanya jatuh pada rak di belakangku, lalu pada wajahku yang mungkin sudah semerah sambal.

Pelayan perempuan tersenyum profesional. "Kami punya koleksi bridal set, Bu."

Bridal.

Set.

Aku ingin menghilang ke Ruang Penyimpanan.

[Saran: pilih ukuran tepat. Dukungan struktural penting.]

Si Kepo!

Reynard menoleh ke samping, bahunya bergetar sangat halus.

Dia tertawa?

Dia menertawakanku?

Aku langsung menunjuk rak paling sederhana. "Yang itu. Warna hitam, beige, putih. Sari yang pilih ukuran."

Pelayan mengangguk.

Reynard mendadak berkata, "Ambil juga yang hijau."

Semua orang diam.

Aku menatapnya.

Ia menatap rak dengan wajah datar, lalu seolah baru sadar apa yang ia katakan.

"Maksudku," katanya, "kau suka hijau."

Aku hampir terbakar di tempat.

Anto langsung memalingkan wajah ke etalase sepatu pria seolah hidupnya bergantung pada itu.

Sari menunduk sangat dalam.

Di kepalaku, Si Kepo meledak tertawa tanpa suara.

Aku akhirnya memilih tiga set paling aman, tapi Reynard tetap menambahkan satu paket tidur sutra. Alasannya singkat, "Kain gaun kemarin membuat kulitmu merah." Aku bahkan tidak sadar ia memperhatikan bekas gesekan di pergelangan tangan dan bahuku. Malu bercampur hangat, rasanya lebih rumit daripada memilih ukuran bra di depan suami kontrak.

Hari itu berakhir dengan bagasi mobil penuh kantong belanja. Aku lelah, malu, bahagia, dan sedikit takut pada kemampuan Reynard menghabiskan uang tanpa mengubah ekspresi.

Di perjalanan pulang, aku tertidur tanpa sadar, kepala bersandar ke jendela.

Reynard duduk diam di sebelahku.

Suara napasku pelan. Di kepalanya, pikiranku mulai pecah menjadi gumaman setengah tidur.

Tiga tahun.

Kalau gagal, aku hilang.

Kalau berhasil pun... apa aku benar-benar bisa tinggal?

Reynard menatap wajahku yang tertidur, lalu pada kartu hitam yang masih kugenggam erat seperti takut dikembalikan.

Suara mobil membelah jalan Jakarta.

Ia berbisik sangat pelan, cukup pelan sampai hanya dirinya sendiri yang mendengar.

"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

1
Dian Utami
karakter kaira lemah
aku
beuh monica blm jera itu 😌
aku
asik bgt naomi ini keren
aku
bab ini bikin pandangan mertua berasa jd intel ngintai bandar narkoba 😌🤣
aku
tor misal kalo kata batin bisalah di tambah tanda kutip huruf cetak miring biar tahu readernya 🙏
aku
catatan yg membagongkan ya 😌😌
Gustinur Arofah
ceritanya sangat bagus, kata katanya rapih tapi sayank ko blm ada yg baca. 💪💪💪💪
Retno Isma
baru baca nyampe bab 4. tapi sejauh ini bagus novelnya. pemilihan katanya pinter bgt kakk author. ga terlalu kaku tapi ga terlalu santai juga.
pokoknya aku suka novel yg bahasanya kayak gini sih
Retno Isma
🌷🌷🌷🌷
Retno Isma
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!