Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.
"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.
"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"
"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.
Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 - Pengagum rahasia Clarissa
...Chapter 10...
...----------------...
Nadia menunggu seorang dokter yang sedang menangani keadaan ibunya, Bagaimana bisa tiba-tiba tangan ibunya mengalami hal parah seperti ini.
"Apa kalung itu ada racun-nya?" Gumamnya berpikir keras, Tetapi mana mungkin Clarissa tau kalau ia akan mencuri kalung itu.
"Maaf nona, Silahkan bayar biaya administrasi, Karna kondisi ibu anda harus segera di operasi, Jika tidak. Saya rasa dia tidak akan selamat." Ucap seorang perawat keluar dengan wajah panik.
"Tapi suster, Mengapa tangan ibu saya seperti terbakar, Padahal ia tidak menyentuh api?" Tanya Nadia, Suster itu pun menghela nafas dan mengatakan...
"Ibumu terkena racun kimia, Racun ini cukup mematikan. Mudah menghancurkan badan manusia dalam hitungan detik. Dan jika tidak segera di operasi, Bukan hanya kehilangan tangannya, Ia juga akan kehilangan nyawanya." Ucap suster, Nadia menutup mulutnya dengan tangannya. Ini benar-benar kejam.
"Lakukan...lakukan saja operasi itu, Saya akan membayar administrasi. Tolong lakukan yang terbaik." Ucap Nadia.
"Tidak bisa, Kami baru bisa mengoperasinya jika nona sudah membayar." Ucap sang suster, Nadia pun segera berlari menuju kasir tempat membayar surat administrasi.
"Suster, Atas nama pasien Ayunda. Kira-kira berapa ya biaya administrasinya?" Tanya Nadia, Suster penjaga kasir itu pun mencari nama pasien itu dengan teliti dan benar.
"Hm...untuk biaya operasi, Biayanya cukup 35 juta 700 ribu nona." Ucap suster itu, Nadia langsung mengecek kartu ATMnya. Ia hanya punya 1 juta sekarang.
"Bisakah saya membayar setengah dulu, Saya tidak akan kabur." Ucap Nadia, Suster itu pun menatapnya tak suka...
"Anda harus bayar tunai semuanya dulu nona, Baru bisa melaksanakan operasi, Jika tidak...Maka tidak akan ada operasi." Ucap suster itu, Nadia pun menutup kedua matanya dengan marah.
"Aku harus menjadi kaya-raya, barulah aku bisa hidup dengan tenang." Batinnya.
Nadia pun menekan nomor seseorang yang mungkin bisa membantunya. Namun telpon itu tak di angkat sama sekali, Axion benar-benar mengabaikannya. Ia juga mulai menelpon Robert dan beberapa temannya ( Nola dan Claudia ), Hanya Nola yang mengangkat telpon itu...
"Nona Nola, Tolong aku!" Teriak Nadia, di seberang telpon, Nola berdecak sebal. Gadis itu juga langsung mematikan telponnya. Nadia tak menyerah, Ia kembali menelpon...
"Nona, Saya akan melakukan apapun untuk anda, Tolong saya....Saya mohon nona." Ucap Nadia menangis setelah kembali diangkat oleh nola
"Kau yakin?" Tanya Nola memastikan ucapan Nadia.
"Iya nona saya berjanji." Nola pun tersenyum di seberang sana, Ia menatap seseorang yang sedang bersamanya.
"Baiklah, Apa yang kau butuhkan dariku?" Tanya Nola tanpa basa basi.
"Nona, Saya ingin meminjam uang 40 juta, Apakah boleh?" Tanya Nadia sambil menangis,
"Oke...akan aku transfer segera." Ucap nola, Dan langsung mematikan telponnya.
Nadia pun mengecek notif, Benar saja. Uang itu masuk dengan mudahnya ke dalam rekeningnya. Memangnya kenapa jika bukan orang kaya, Ia kan punya teman yang juga kaya raya.
...--------------------------------...
"Kau menjebak seorang gadis lagi?" Tanya Tora tersenyum smirk sambil memutar-mutar mutar gelas wine-nya.
"Dia barang bagus kak, Percayalah padaku. Uang yang aku keluarkan sekarang. Tidak mungkin sia-sia."Ucap Nola tersenyum.
Nola tersenyum menatap Tora Rolan (20), Kakak tirinya yang terkenal Pemilik bar terbesar di kota ini. Walaupun saudara tiri, Nola diam-diam menaruh hati pada kakaknya.
"Kakak...mau menemaniku berbelanja bulan ini?" Tanya Nola mengerucutkan bibirnya dengan manja, Ia juga duduk tepat di hadapan Tora, Tetapi Tora tak pernah menganggapnya menarik.
"Aku akan kembali ke kamarku." Ucap Tora berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 2, Ia pergi menggunakan lift. Nola menghela nafasnya, Ia tahu siapa gadis yang kakaknya sukai itu.
"Aku membencimu Clarissa." Gumam Nola dengan tatapan dendamnya.
Tora masuk ke dalam kamarnya, Ayahnya Fernan Rolan sudah 14 tahun menikahi Sonya fon (Ibu Nola), Setelah ibunya meninggal. Ia tahu bahwa Sonya fon sudah lama mengincar posisi istri ayahnya, Dan ia juga tahu bahwa ayahnya sudah lama berselingkuh di belakang ibunya, Sebelum ibunya meninggal. Selama ini ia berpura-pura menerima keberadaan Nola, Padahal kenyataannya. Ia sangat membenci Nola dan juga ibu tirinya itu.
"Kau dan ibumu itu wanita hina, Beraninya kau berharap perasaan dariku, Kau tidak layak." Gumamnya menatap foto keluarga yang ia pasang sebagai bentuk penerimaannya pada Nola dan ibunya.
"Hanya Clarissa yang pantas mengisi posisi itu, Wanita pujaanku."Gumamnya menatap foto besar Clarissa yang sengaja ia belikan bingkai emas dan ia tutupi sebuah kain besar.
"Kau sangat cantik, Tiada duanya..."Ucapnya memepetkan tubuhnya pada foto besar itu. Ia sudah lama mengagumi Clarissa, Tanpa Clarissa sadari, Tora selalu menghadiri acara apapun yang berhubungan dengannya. Tetapi dia tidak pernah menampakan kehadirannya.
"Di kehidupan ini, Aku tidak akan membiarkan kau pergi lagi." Ucapnya mengelus foto itu.
...--------------------------------...
Axion menatap mobil keluarga bellen yang sudah keluar dari area gedung, Di pesta ini akhirnya Clarissa tidak akan merasa malu, Ia juga cukup merasa lega karna sekarang ia bisa dekat dengan Clarissa.
"Nona Clarissa sudah pulang?" Tanya Kevian menatap kearah pintu gerbang.
"Untuk apa kau tau." Kesal Axion menatap tajam, Kevian pun cemberut.
"Wah..wah...wah, Seorang tuan muda Axion sedang jatuh cinta rupanya." Ucap seseorang, Axion dan Kevian menoleh menatap Luzkay yang bersilang tangan dengan gaya coolnya.
"Luzkay kenny." Gumam Kevian menatap kakak kelasnya itu, Sang ketua OSIS yang terkenal dingin, Jutek dan galak.
"Ku dengar kau dekat dengan anak pelayan di rumah-mu, Kenapa sekarang bersama nona Clarissa? Kasihan sekali anak pelayan-mu itu, Mentang-mentang tak berstatus jadi di tinggalkan." Sindiran Luzkay membuat Axion menatapnya tajam.
"Nadia hanya teman, Dan nona Clarissa lah calon tunangan tuan muda Axion." Ucap Kevian, Luzkay menatapnya datar.
"Nona Clarissa adalah teman adik-ku, Dia pernah dekat dengan orang kurang ajar bernama Robert, Syukurlah dia memilih adik-ku, di banding pria miskin itu. Setidaknya adik-ku tidak akan sedih." Ucap Luzkay.
"Memangnya kenapa kalau Clarissa tidak memilih adik-mu, Dia bebas memilih siapapun di dalam hidupnya." Ucap Axion menatap tajam Luzkay, Kedua mata pria itu seakan ada aliran listrik yang kuat.
"Kau yakin? Bagaimana jika nona Clarissa memilih Robert di bandingkan kau. Apa kau bisa menerima itu?" Tanya Luzkay tersenyum miring.
"Robert tidak akan pernah bisa sebanding dengan tuan muda, Tuan muda Axion itu punya segalanya." Ucap Kevian.
Luzkay memang terkenal dingin, Tetapi kata-kata yang ia keluarkan bagaikan sebuah racun yang bisa mempengaruhi siapapun. Ia juga cukup licik untuk seorang pemuda berusia 18 tahun.
"Aku peringatkan kau, Mulai lah membuat jarak antara Clarissa dan Robert, Pria itu sangat licik. Dia bukanlah orang baik." Ucap Luzkay, Ia berjalan keluar dengan cool setelah berbicara seperti itu.
"Kakak, Di mana kakak!" Mia baru datang dan sibuk mencari kakaknya, Di pesta itu. Hanya tersisa beberapa orang yang bersiap untuk pulang.
Mia menatap Axion dan Kevian, Ia tadinya menampilkan wajah marah, Kini kembali bersikap anggun.
"Maaf tuan muda, Apa anda melihat kakak-ku?" Tanyanya,
"Kakakmu sudah keluar duluan." Ucap Axion dengan datar, Mia pun mengangguk dan berpamitan.
"Kalau begitu aku pamit, Permisi." Ucap gadis itu, Ia berjalan pelan dengan high heelsnya. walaupun sudah pelan, Ia tetap saja bisa terpeleset.
"Kyaa!"
Beberapa orang di pesta itu terkejut dalam diam, Kevian segera menangkap tubuh mungil gadis itu, Sehingga ia tak jadi terjatuh. Mia menatap Kevian yang jarak wajahnya begitu dekat, Jantungnya memompa cepat.
"Te..terima kasih." Ucap gadis itu mendorong kencang Kevian, Lalu gadis itu segera keluar menuju pintu untuk pulang.
Kevian masih terpaku di tempat, Harum Parfum permen karet gadis itu masih tertanam di indra penciumannya. Wajah gadis itu memerah bagaikan kepiting rebus, Dan tubuh ringannya seperti kapas.
"Ayo pulang." Axion merangkul Kevian yang sedang termenung itu untuk pulang, Sentuhan pertamanya dengan perempuan membuat Kevian tak percaya bahwa tubuh perempuan begitu lembut dan wangi.
"Aku jadi tertarik mendekati ketua OSIS." Gumamnya setelah sadar kembali.
TBC
like dan komen.