NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 11

Keesokan paginya, suasana kantor pusat di Kota X sudah ramai sejak pagi.

Hari ini Bastian berencana kembali ke Kota Y setelah menyelesaikan beberapa agenda penting terkait dengan ekspansi perusahaan.

( Ekspansi adalah proses atau tindakan memperluas, melebarkan, atau memperbesar skala, jangkauan, maupun kapasitas sesuatu. Istilah ini paling sering digunakan dalam konteks bisnis dan ekonomi, merujuk pada upaya perusahaan untuk menjangkau pasar baru, menambah cabang, atau meningkatkan produksi demi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan tersebut).

Namun sebelum berangkat, ada satu orang yang sengaja ia panggil ke ruangannya.

Ghina.

Saat menerima pesan dari sekretaris Gio, bahwa Pak Bastian ingin bertemu dengannya, Ghina langsung panik.

" Apa aku melakukan kesalahan?"

" Tidak mungkin."

" Atau mungkin proposal kemarin bermasalah?"

Semakin dipikirkan, semakin gugup dirinya.

" Ghina !, kenapa masih di sini, cepat keruangan Pak Bastian, dia tidak suka menunggu "

Bu Ratna menegur Ghina yang masih terlihat bengong di tempatnya.

" Ah iya, aku pergi Bu !"

Akhirnya dengan membawa laptop dan beberapa dokumen, Ghina pergi ke ruangan direktur.

Tok tok tok.

" Masuk."

Jantung Ghina langsung berdetak lebih cepat.

Ia membuka pintu perlahan.

Dan menemukan Bastian sedang duduk di balik meja kerjanya, dan Fokus menatap laptopnya, kaca mata putih yang di pakai Bastian semakin membuat Kharisma Bastian keluar.

Jantung Ghina semakin berdetak kencang.

" Bagaimana aku bisa menyembunyikan perasaanku, jika ia terus terusan terlihat tampan seperti itu " ucap Ghina dalam hati

Sementara Gio duduk santai di sofa sambil membaca laporan.

" Kamu sudah datang, masuklah " kata Bastian sambil melepas kaca matanya.

" Pagi, Pak."

" Pagi." sahut Bastian

Bastian mempersilakan Ghina duduk.

" Silakan."

" Terimakasih Pak." sahut Ghina sambil matanya tak pernah lepas dari wajah tampan bosnya.

Bastian menyadari itu dan ia tersenyum tipis.

Bastian duduk di depan Ghina.

" Aku membahas soal proposalmu kemarin "

" Baik pak, apa ada yang perlu saya perbaharui Pak "

" Tidak, aku hanya ingin menambah poin-poin yang penting "

Ghina mengangguk dengan mata tak lepas dari Wajah Bastian.

Bastian menjelaskan semua poin-poin penting dan apa yang harus dilakukan Ghina.

Awalnya pertemuan itu berjalan normal.

Bastian mulai menjelaskan tentang proposal yang telah disetujui investor.

Ia memaparkan target produksi baru.

Rencana distribusi.

Strategi pemasaran.

Hingga pengembangan produk untuk enam bulan ke depan.

Semua dijelaskan dengan rinci.

Namun ada satu masalah.

Ghina tidak benar-benar fokus.

Sama sekali tidak fokus.

Matanya memang mengarah ke depan.

Tapi bukan ke layar laptopnya

Melainkan ke wajah Bastian.

" Duh..."

batin Ghina.

" Dekat sekali, mana jantung ini berisik sekali "

Hari ini Bastian mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku.

Penampilannya sederhana.

Namun justru membuat pria itu terlihat semakin berkharismatik.

" Kenapa ada orang setampan ini sih..."

gumamnya dalam hati.

Sementara Bastian masih menjelaskan.

" Untuk kuartal berikutnya kita akan menambah kapasitas produksi sekitar dua puluh persen."

Ghina mengangguk.

" Kita juga akan membuka jalur distribusi baru."

Ghina mengangguk.

" Lalu kita akan mengirim produk ke bulan."

Ghina mengangguk kembali.

Ruangan mendadak sunyi.

Gio yang berada di situ langsung menundukkan kepalanya.

Bahunya mulai bergetar menahan tawa.

Sedangkan Bastian mengangkat sebelah alis.

" Ke bulan ya "

Ghina masih mengangguk.

Lalu beberapa detik kemudian otaknya baru memproses ucapan tadi.

"...hah?"

Ghina langsung membelalak.

Bastian menatapnya datar.

" Ke bulan " kata Ghina

" Apa nggak terlalu jauh Pak, kalau kita kirim produk kita kesana, dan apa ada makhluk hidup yang tinggal di sana, trus bagaimana cara mendistribusikannya kesan " Kata Ghina tanpa menyadari kesalahannya.

"Astaga..."

Bastian menepuk keningnya.

Sedangkan Gio langsung membalikkan badan karena sudah hampir tertawa keras.

Bastian menghela napas panjang.

" Ghina."

" Iya Pak."

" Kamu mendengarkan atau tidak?"

" Mendengarkan."

" Benarkah?"

Suasana nampak hening sesat.

tiba-tiba Ghina mengangkat tangannya di depan wajahnya dan menempelkan ibu jari dan jari telunjuknya.

"...sedikit."

Gio akhirnya gagal menahan tawa.

" Hahahaha!"

Ghina ingin menghilang saat itu juga.

Namun yang membuatnya semakin malu adalah sorot mata Bastian yang seolah sudah mengetahui semuanya.

Pria itu bukan orang bodoh.

Ia sadar sejak awal bahwa Ghina tidak fokus.

Dan ia juga sadar alasan mengapa gadis itu tidak fokus.

Sementara Gio sudah mengetahui hal itu sejak rapat kemarin.

Tatapan kagum Ghina terlalu jelas.

Bahkan orang buta pun mungkin bisa menyadarinya.

" Fokus pada pekerjaan."

kata Bastian tegas.

" Hehehe...maaf Pak, habisnya wajah bapak mengalihkan segalanya "

Gio semakin tertawa keras, mendengar jawaban Ghina.

" Ghina Aurelia " Ucap Bastian dengan nada yang di tekan.

" Baik Pak, saya akan fokus pada pekerjaan " sahut Ghina cepat

"Jangan fokus pada hal lain."

" Baik pak, siap " kata Ghina

Bastian sebenarnya juga ingin tertawa, tapi ia tahan, ia tidak ingin wibawanya runtuh.

Bagaimana bisa ia di gombalin karyawan magang.

Gio kembali tertawa kecil.

" Pak.." Panggil Ghina

" Hemm..."

" Bisa nggak wajah bapak di tutup dengan kertas ini, biar saya bisa fokus bekerja "

Ghina menyerahkan selembar kertas Hvs kosong pada Bastian.

Di situ Gio kembali tertawa lepas, saat melihat wajah kesal Bastian.

********

Siang harinya.

Setelah Bastian memberikan arahan pada Ghina, Akhirnya

Bastian meninggalkan Kota X.

Mobil yang membawanya melaju di jalan tol menuju Kota Y.

Bastian mengemudi mobilnya sendiri, selama perjalanan

Entah mengapa pikirannya terus kembali pada satu sosok.

Ghina.

Gadis yang menabraknya di lobi.

Gadis yang secara terang-terangan mengatakan dirinya tampan.

Gadis yang bahkan mengangguk saat ia bercanda tentang mengirim produk ke bulan.

Bastian menggeleng kecil sambil tersenyum.

" Kelihatan sekali " gumam Bastian.

" Apa dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya, benar-benar gadis yang berani " ucap Bastian sambil tersenyum lebar.

senyuman yang tidak kunjung hilang.

Yang paling ia ingat justru bukan tingkah absurd Ghina.

Melainkan senyum gadis itu.

Senyum yang tulus.

Tanpa kepentingan.

Tanpa topeng.

Senyum yang sudah lama tidak ia lihat dalam kehidupan pribadinya.

Bahkan tanpa sadar, Bastian beberapa kali tersenyum sendiri selama perjalanan.

Malam hari, mobil Bastian memasuki rumah keluarga besar Tan.

Bastian tiba di rumah keluarga Tan hampir tengah malam, karena ia tadi sempat beristirahat di rest area dan berbelanja oleh-oleh untuk putrinya.

Jam sudah menunjukkan hampir pukul 11 malam.

Memang sengaja.

Ia memilih pulang larut agar tidak bertemu istrinya, Brandon, Marisa, maupun anggota keluarga lainnya.

Setelah masuk ke rumah dengan tenang, langkah pertama yang ia tuju bukanlah kamarnya.

Melainkan kamar putrinya.

Pintu dibuka perlahan.

Di dalam, putrinya sudah tertidur pulas.

Bastian duduk di tepi ranjang.

Tatapannya langsung melembut.

Semua kelelahan yang ia rasakan seolah menghilang.

Ia mengusap lembut rambut putrinya.

Kemudian mencium kening anaknya dengan penuh kasih sayang.

" Selamat tidur, Sayang."

Senyum tipis muncul di wajahnya.

Mungkin hanya di dekat putrinya ia masih merasa benar-benar tenang.

Bastian meletakkan sebuah boneka kelinci dan sebuah buku mewarnai di samping putrinya, berharap saat bangun vallen akan mengetahui kalau dirinya sudah pulang.

Bastian membenarkan selimut putrinya dan kemudian ia bergegas keluar dan masuk ke dalam kamarnya.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Saat Bastian membuka pintu kamarnya, ia terkejut saat melihat shopia masih terjaga.

Tatapan wanita itu penuh kemarahan.

" Kamu akhirnya pulang juga."

Bastian langsung tahu masalah akan muncul.

" Aku baru sampai."

" Aku bisa lihat."

Sophia menyilangkan tangan di dada.

" Kamu pergi kemana, kenapa kamu pergi tanpa pamit padaku "

" Aku sudah memberi kabar."

" Kabar?"

Sophia tertawa sinis.

" Pesan singkat itu menurutmu kabar?"

Bastian menghela napas.

Ia terlalu lelah untuk berdebat.

" Aku ada pekerjaan."

" Pekerjaan apa?" sahut Shopia keras

" pelankan suaramu, ini sudah malam, nanti vallen terbangun"

" Jelaskan dulu pada, pekerjaan apa sehingga kamu bisa meninggalkan pekerjaan di kantor papa "

" Shopia aku capek, aku ngantuk " kata Bastian memang ia terlihat begitu lelah.

" Kenapa, tidak bisa menjelaskan?"

Bastian menatap istrinya tenang.

" Karena tidak semua hal harus aku laporkan dan jelaskan padamu "

Kalimat itu langsung menyulut emosi Sophia.

" Apa maksudmu?"

" Tidak ada maksud apa-apa."

"Kamu berubah, Bastian!"

" Iya."

Jawaban singkat itu membuat Sophia semakin kesal.

Dulu Bastian akan menjelaskan panjang lebar.

Kini ia hanya menjawab seperlunya.

Seolah tidak lagi peduli pada kemarahan istrinya.

" Kamu sekarang suka membangkang."

Bastian hanya mengangguk kecil.

Kalau itu membuat Sophia puas, ia tidak keberatan.

" Kamu tidak menghargai aku." kata Shopia

" Aku menghargaimu."

Bastian meletakkan tas kerjanya di atas kursi dan ia melepaskan satu persatu kancing kemejanya.

"Jangan bohong."

Bastian kembali menghela napas.

" Sudah malam, Sophia."

" Kita bicara besok."

" Tidak!"

Sophia masih ingin melanjutkan pertengkaran.

Namun Bastian sudah terlalu lelah.

" Shopia, saat kamu pergi tanpa pamit padaku, apa kamu pernah menjelaskan secara rinci ke padaku kemana saja kamu pergi, dan dengan siapa saja kamu pergi "

" Setiap aku tanya, kamu selalu bilang itu bukan urusanmu "

" Kamu...."

" Sudahlah tidurlah, aku lelah "

Bastian memotong perkataan Shopia dan berlalu ke arah kamar mandi.

Bastian satu hal.

Tidak peduli apa yang ia katakan, Sophia akan tetap merasa dirinya benar.

Dan semua tidak akan selesai sampai dia yang mengalah dan diam.

Karena itu ia memilih diam.

Dan justru sikap tenang Bastian itulah yang membuat Sophia semakin frustrasi.

Untuk pertama kalinya dalam pernikahan mereka, ia tidak lagi bisa mengendalikan arah pertengkaran.

Sementara Bastian berjalan menuju kamar mandi dengan tenang.

Di dalam pikirannya justru terlintas kembali sosok gadis ceroboh yang mengangguk saat diajak mengirim produk ke bulan.

Tanpa sadar, sudut bibirnya kembali terangkat tipis.

Dan hal itu membuat dirinya sendiri terkejut. Karena sudah lama sekali ia tidak pulang ke rumah dengan membawa senyum.

########

Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu .

1
Teh Qurrotha
nah nah mau apa si mokondo
Teh Qurrotha
sabar ya Gin,
Yus Nita
ter nyata si PEBINOR..
Silvia
lanjut💪💪
dewi rofiqoh
Ghina kena virus kepo akut ini🤔🤔🤔
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pelakor yang direstui readers
stnk
keponya Ghina khas netizen+62 banget...😄😄😄
Arin Payjemz
bagus keren
Hary Nengsih
lanjut
adelina rossa
vote buat ghina biar semangat ngejar bastiannya
nunik rahyuni
kepo tingkat dewa ghina jd harus dspat yg membuatnya penasaran klo g bakalan kena tantrum kelg kodok🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
jadi anak singkong donk masukin karung 😆😆😆😆
nunik rahyuni
blm lancar kh thor pln nya...di banjarmasin ada jg pemadaman tp 3 jm sj..di acak harinya....nasib jd rakyat ya thor..pln mati2 pdam mati2 gas melon kosong smua harga naik 🤔🤔gaji j yg g naik bisa bisa rakyat kita banyak yg naik jg 🤣🤣naik darting nya kebanyakn mikir..lbh baik mbc Nt drpd pusing ngurudi hrg cabe😅😅😅
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
Windi Rahayu
masih setia nungguin thorrr..udah bolak balik 1000x ini😆
Yus Nita
emang lahsi anak kodok..
Yus Nita
apakah yg di lihat Ghina itu si Shopia dan selingkuhan ny...
Yus Nita
lengkap sekali penderitaan Bastian
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Alfin Jambak
bastuan seceoatnya ceraikan shopia, rebut hak asuh Valen, dan lawan perusahaan mertuamu, dan kamu pasti menang
reza indrayana
Penasaran juga nich dengan profil keluarga kecil Kemal - Fajar & Maulana nichh... ( jodoh mereka bertiga belum tahu nichh..🥰🥰 ) apa Kemal jodoh dengan adik Maulana tuch yg dari dulu si gadang2 oleh Keamal.. 🥰🥰, kalau Maulana kan sudah pakai Stempel tuch si Arin.. dn Fajar jodoh dengan Khadijah putri dari ustad shaleh & Ning Tutik 🥰🥰
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Vie
siap2 ken semprot papa kodok... 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!