NovelToon NovelToon
Diratukan Oleh Raja Vampir

Diratukan Oleh Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Di tengah hutan terlarang yang selalu dijauhi manusia, seorang gadis yatim piatu bernama Evelyn Eirwen hidup sendirian dalam kesunyian. Hidupnya sederhana mencari tanaman obat, berburu, dan bertahan hidup di gubuk kecil peninggalan ibunya.

Hingga pada suatu malam badai, Evelyn menemukan seorang pria misterius bersimbah darah di tepi sungai. Pria itu pendiam, dingin, dan penuh luka aneh yang tidak pernah Evelyn lihat sebelumnya. Meski takut, Evelyn tetap merawatnya dengan tulus tanpa mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

Namun Evelyn tidak sadar. Pria yang ia selamatkan adalah Evander Nocturne Raja Vampir berdarah murni yang ditakuti seluruh dunia malam.

Bagi Evander, manusia hanyalah makhluk lemah yang pantas dibenci. Tetapi kehangatan sederhana dari seorang gadis hutan perlahan menghancurkan dinding dingin yang telah ia bangun selama ratusan tahun.

Sampai suatu hari Evelyn menghilang. Dan malam itu, seluruh dunia akhirnya mengetahui satu hal mengerikan. Raja Vampir telah murka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Jail

“Kenapa kau mengikuti kami?” tanya Evander dingin kepada Lucien saat mereka tiba di depan kamarnya.

Pintu kamar besar berwarna hitam itu terbuka perlahan dengan sendirinya.

Ruangan di dalamnya terlihat sangat luas dan megah. Tirai merah gelap menjuntai tinggi. Perapian besar menyala hangat. Dan di tengah ruangan terdapat tempat tidur besar dengan ukiran hitam keemasan.

Evelyn langsung sedikit terdiam melihatnya.

Kamarnya bahkan lebih besar dari seluruh gubuk miliknya. Sementara itu, Lucien justru berjalan masuk dengan santainya.

“Tidak apa-apa,” jawabnya ringan. “Aku hanya ingin dekat dengan calon ratumu.”

Wajah Evelyn langsung memerah malu.

“Ja-jangan mengatakan itu terus…”

Lucien terkekeh kecil melihat reaksi Evelyn. Entah kenapa, manusia itu sangat mudah malu.

Dan itu terasa lucu baginya. Sementara Evelyn sendiri merasa sangat gugup.

Ini pertama kalinya dia benar-benar berkenalan dengan orang lain selain pedagang pasar.

Walaupun.

Mereka semua ternyata vampir.

“Berhenti menggodanya,” ucap Evander dingin. “Dan pergi dari sini sekarang juga.”

Lucien langsung mendecakkan lidah kesal.

“Ayolah, Evander.”

Dia menjatuhkan tubuhnya santai ke sofa besar di dekat jendela.

“Aku tidak akan pergi dari sini,” lanjutnya santai. “Aku akan tinggal di kastel ini karena kau sudah kembali.”

Tatapan merah Evander langsung menyipit tipis.

“Kau bercanda?”

“Aku tidak bercanda.”

Lucien menatap Evander sambil menyeringai kecil.

“Sudah bertahun-tahun kau meninggalkan kastel ini,” ejeknya. “Dan sekarang kau kembali sambil membawa rumor yang menggemparkan seluruh klan vampir.”

Evelyn langsung menoleh bingung.

“Kamu meninggalkan kastel ini…?”

Untuk sesaat, ruangan menjadi sedikit sunyi.

Lucien langsung tersenyum jahil.

“Tentu saja,” jawabnya cepat sebelum Evander berbicara. “Raja Vampir kita ini lebih suka tinggal sendirian daripada menghadapi para tetua cerewet.”

“Lucien,” suara Evander mulai terdengar mengancam.

Namun Lucien justru tertawa kecil.

“Dan sekarang lebih lucu lagi,” lanjutnya sambil melirik Evelyn. “Dia kembali membawa manusia yang memiliki tanda ratunya.”

Wajah Evelyn langsung kembali merah.

“Berhenti mengatakan aku ratu”

“Cepat atau lambat semua vampir akan memanggilmu begitu,” jawab Lucien santai.

Evelyn langsung terdiam. Sementara Evander berjalan mendekat ke arah Lucien dengan tatapan dingin.

“Keluar sendiri,” ucapnya rendah. “Atau aku akan melemparmu keluar.”

Lucien langsung berdiri sambil mengangkat kedua tangannya malas.

“Baiklah, baiklah.”

Namun sebelum pergi, dia sempat mendekat sedikit ke arah Evelyn lalu berbisik pelan,

“Hati-hati dengan Raja Vampir itu.”

Mata Evelyn langsung membesar sedikit.

“Dia sangat menyeramkan kalau cemburu.”

“Lucien.”

Suara dingin Evander membuat Lucien langsung tertawa dan menghilang cepat dari ruangan sebelum benar-benar dilempar keluar.

Evelyn menatap Evander setelah merasa dijahili oleh Lucien tadi.

“Apa dia adik kandungmu?” tanya Evelyn penasaran.

“Iya,” jawab Evander tenang. “Dia satu-satunya adik kandungku.”

Evelyn mengangguk kecil.

“Emangnya kamu punya adik lagi selain dia?”

“Punya.”

Tatapan Evander terlihat sedikit berubah datar.

“Namanya Seraphina.”

“Seraphina?” ulang Evelyn pelan.

“Dia bukan saudara sedarah,” lanjut Evander. “Bisa dikatakan hanya adik angkat yang ditemukan di suatu tempat bertahun-tahun lalu.”

Evelyn terlihat cukup penasaran mendengarnya.

“Lalu dia tinggal di kastel ini juga?”

“Iya.”

Evander berjalan pelan menuju jendela besar kamarnya sambil menatap keluar.

“Namun sifatnya sangat berbeda dengan Lucien.”

Tatapan merahnya terlihat sedikit dingin.

“Dia sombong dan angkuh.”

Sunyi beberapa detik.

“Aku bahkan tidak pernah benar-benar menganggapnya sebagai adikku.”

Mata Evelyn sedikit membesar mendengar ucapan itu. Dia tidak menyangka Evander bisa mengatakan sesuatu sedingin itu.

“Tapi…” Evelyn terlihat ragu-ragu. “Kalau dia tinggal di sini sejak lama, mungkin dia hanya ingin diperhatikan?”

Evander perlahan menoleh ke arah Evelyn.

Untuk beberapa detik, dia hanya diam menatap gadis itu. Lalu sudut bibirnya sedikit terangkat samar.

“Kau terlalu mudah berbaik hati kepada orang lain.”

“Hah?”

“Dan itu berbahaya.”

Evelyn langsung sedikit cemberut.

“Aku hanya mengatakan pendapatku.”

Namun tanpa Evelyn sadari.

Di luar kamar itu, sepasang mata merah sedang menatap pintu dengan dingin. Seseorang baru saja kembali ke Kastel Nocturne.

Dan orang itu adalah Seraphina.

“Jangan pernah keluar dari kamar ini jika tidak bersamaku,” ucap Evander tiba-tiba.

Evelyn yang sejak tadi melihat-lihat isi kamar langsung menoleh bingung.

“Kenapa?”

Tatapan merah Evander terlihat serius sekarang.

“Aku sudah mengatakan, bukan?” ucapnya tenang. “Seraphina berbeda dari Lucien.”

“Dia sangat liar.”

Mata Evelyn sedikit membesar.

“Liar bagaimana…?” tanyanya pelan.

“Dia tidak suka ada orang lain mengambil perhatian yang seharusnya tertuju padanya.”

Sunyi beberapa detik.

“Dan sekarang,” lanjut Evander rendah. “Seluruh kastel membicarakanmu.”

Evelyn langsung menelan ludah gugup.

“Ta-tapi…” Evelyn terlihat ragu-ragu. “Walaupun aku tinggal di kamarmu, apa dia bisa masuk?”

“Tentu saja tidak.”

Jawaban Evander terdengar cepat dan pasti.

“Tidak sembarang orang bisa memasuki kamar Raja Vampir.”

Tatapan matanya perlahan menyapu seluruh ruangan besar itu.

“Tempat ini memiliki penghalang sihir milik Klan Nocturne.”

“Bahkan para tetua vampir tidak bisa masuk tanpa izinku.”

Evelyn sedikit terdiam mendengarnya. Untuk pertama kalinya sejak tiba di kastel.

Dia merasa sedikit aman. Namun beberapa detik kemudian, Evelyn kembali memikirkan sesuatu.

“Kalau begitu…” gumamnya pelan. “Kamu benar-benar kuat ya?”

Tatapan Evander perlahan kembali padanya.

“Aku Raja Vampir, Evelyn.”

Jawaban itu membuat Evelyn langsung terdiam lagi.

Entah kenapa.

Cara Evander mengatakan semua itu selalu terdengar begitu tenang namun mengintimidasi sekaligus.

Sementara di luar kamar.

Langkah kaki seseorang perlahan berhenti tepat di depan pintu ruangan Raja Vampir.

Aura dingin memenuhi lorong kastel. Dan suara seorang wanita terdengar pelan penuh ketidaksukaan.

“Jadi” gumam Seraphina sambil menatap pintu kamar itu tajam. “Manusia itu benar-benar tinggal bersama Kak Evander.”

Seketika Evander mencium aroma yang sangat tidak asing.

Tatapan merahnya langsung berubah dingin.

Tentu saja dia tahu siapa yang berada di depan pintu kamarnya sekarang.

“Untuk apa kau datang kemari?” tanya Evander dingin.

Evelyn langsung menoleh bingung. Dia tidak melihat siapa pun di dalam kamar.

Namun beberapa detik kemudian. Suara seorang wanita terdengar dari arah luar pintu.

“Tidak apa-apa,” jawab suara itu lembut namun terdengar penuh sindiran. “Aku hanya ingin menyapa.”

Evelyn langsung menegang.

Suara wanita itu terdengar anggun. Namun entah kenapa membuat bulu kuduknya meremang.

“Dan juga ingin melihat,” lanjut wanita itu pelan. “Bagaimana orang yang bisa meluluhkan hati Raja Vampir hingga kakak membawanya ke kastel ini.”

Mata Evelyn langsung sedikit membesar.

Kakak?

Berarti.

“Itu Seraphina,” ucap Evander datar kepada Evelyn.

Langkah kaki perlahan terdengar mendekati pintu. Walaupun tidak bisa masuk. Aura dingin wanita itu tetap terasa sampai ke dalam ruangan.

“Bukankah ini menarik?” suara Seraphina kembali terdengar. “Kak Evander yang terkenal dingin ternyata membawa manusia perempuan masuk ke kamar pribadinya.”

Tatapan Evander semakin tajam.

“Aku tidak suka mengulang ucapan.”

Suasana di luar pintu langsung berubah dingin.

Namun Seraphina justru terkekeh pelan.

“Tenang saja,” ucapnya santai. “Aku tidak akan masuk.”

“Tapi aku penasaran…” Suara langkahnya kembali terdengar pelan. “Seperti apa wajah calon Ratu Nocturne itu.”

Refleks Evelyn langsung mundur satu langkah kecil.

Entah kenapa.

Dia bisa merasakan bahwa Seraphina benar-benar tidak menyukainya.

Sementara itu, Evander perlahan berjalan mendekati pintu kamar. Aura Raja Vampir langsung memenuhi seluruh ruangan.

“Pergi sekarang juga, Seraphina.”

Untuk pertama kalinya.

Suara Evander terdengar sangat mengintimidasi. Dan itu membuat lorong di luar kamar langsung sunyi beberapa detik.

“Aku hanya ingin mengingatkan saja,” ucap Seraphina dari balik pintu dengan nada santai.

“Bahwa malam ini Ayah akan datang kemari bersama beberapa tetua vampir.”

Mata merah Evander langsung berubah lebih dingin. Sementara Evelyn terlihat bingung.

“Ayah…?” gumamnya pelan.

Dan ucapan berikutnya langsung membuat jantung Evelyn berdegup tidak tenang.

“Mereka ingin menemui calon Ratu Nocturne.”

Deg.

Wajah Evelyn langsung pucat.

“A-apa?!” ucapnya panik.

Namun Seraphina justru terdengar tertawa kecil dari luar pintu.

“Sepertinya manusia itu belum siap,” ejeknya pelan.

Tatapan Evander semakin tajam.

“Aku tidak meminta mereka datang.”

“Tapi mereka tetap datang,” jawab Seraphina santai. “Karena seluruh dunia vampir sudah mendengar rumor tentang tanda pemilikmu.”

Sunyi beberapa detik. Lalu Seraphina kembali membuka suara.

“Dan Ayah sangat penasaran…” ucapnya pelan penuh arti. “Manusia seperti apa yang bisa dipilih oleh tanda Raja Vampir.”

Langkah kaki perlahan terdengar menjauh dari depan pintu.

“Tapi tenang saja,” lanjut Seraphina sebelum benar-benar pergi. “Aku tidak akan menyentuh calon ratumu.”

“Karena Ayah ingin melihatnya dalam keadaan baik malam ini.”

Setelah itu.

Suasana lorong kembali sunyi. Sementara di dalam kamar. Evelyn langsung menatap Evander dengan wajah panik.

“A-aku harus bertemu Ayahmu juga?!”

“Iya.”

Jawaban Evander begitu tenang hingga membuat Evelyn semakin tidak tenang.

“Dan para tetua vampir?!” suara Evelyn mulai melemah.

“Iya.”

“Kenapa semuanya jadi seperti ini…?” gumam

Evelyn hampir putus asa. Evander menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berjalan mendekat.

“Kau tidak perlu takut.”

“Hah?”

Tatapan merah gelapnya terlihat serius.

“Aku akan berada di sampingmu.”

Kalimat sederhana itu justru membuat Evelyn sedikit terdiam.

Namun beberapa detik kemudian. Jantungnya kembali berdegup panik saat menyadari sesuatu.

Malam ini.

Dia akan bertemu keluarga Raja Vampir dan para tetua vampir sekaligus.

1
Asra
Next kak
Anonim
semangat thor, lanjut lagi ....
Musicart Channel
best. cerita sang teratur Dan mendebarkan untuk setiap apisode. please update lagi🥺
Anonim
up lg donk thor...
Yayuk Yuhanah
lanjut donk
Yayuk Yuhanah
masih penasaran.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!