NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Student

Ren keluar dari kantor sambil menatap surat pengeluarannya, sekarang dia bingung harus berbuat apa, dimana dia akan tinggal, dan apa yang harus dia makan.

Jika dia pergi dari akademi, keluar dari pulau Elgrand, dia tidak memiliki uang untuk kembali ke Avalonia.

Jujur Ren ingin melawan tapi pengeluarannya sudah di setujui oleh wakil kepala, sebagai murid biasa dari kalangan rakyat biasa, bodoh untuk melawan mereka.

' Sial! '

Di luar, Ren melihat kapten kesatria Arent sedang berdiri di dekat gerbang, dia menyilangkan kedua tangannya sambil menatap dingin langit.

" Aku sudah mendengar ceritanya dari Alfred, jujur menurutku bodoh untuk mengeluarkan orang sepertimu hanya karena tidak bisa menggunakan sihir "

"..."

Arent menatap Ren dengan tenang, dan Ren bingung harus menjawab apa.

" Aku ingin membantumu tapi sayangnya aku tidak memiliki wewenang untuk melakukan itu, maafkan aku "

Ren menggelengkan kepalanya, dia sedikit tersentuh disini.

" Tidak masalah dan terimakasih karena sudah ingin membantuku, aku di keluarkan karena aku tidak mampu, itu saja "

Arent tersenyum tipis, meskipun Ren pasrah dengan pengeluarannya, tapi dia tidak melihat tanda menyerah dengan dunia, Ren hanya gagal, tidak mati, Arent yakin jika suatu hari nanti Ren akan menjadi orang hebat!

" Aku memang tidak bisa membantumu untuk pengeluaran dari akademi, tapi aku bisa memberimu bantuan untuk yang lain "

Sebuah pedang muncul dari udara kosong di samping Arent, itu adalah pedang dengan bilah berwarna hijau dengan satu sisi tajam, dan gagang berwarna emas.

" Aku dengar dari Alfred jika kau suka pedang, ambillah ini, aku menemukannya di perjalananku dulu "

Ren terdiam sejenak sebelum menerima pedang tersebut" Terimakasih "

" Tidak masalah "

Dia tidak tahu kenapa Arent begitu sangat menghargainya, Ren ingat ada satu orang yang memandang Ren dengan cara yang sama dengan Arent, dan itu adalah pamannya.

Ren menggaruk pipinya"... Bisakah saya meminta bantuan anda? "

" Tentu, katakan saja "

"... Bisakah saya meminjam sedikit uang, saya tidak memiliki uang sepeserpun untuk kembali ke Avalonia "

" Baiklah "

Beberapa lembar uang kertas muncul di udara kosong dan jatuh ke tangan Arent.

" Ini, lima ratus ribu Riel untukmu "

Mata Ren melebar, dia hampir saja memuntahkan isi mulutnya, lima ribu Riel, bagaimana caraku mengembalikannya nanti.

Riel adalah mata uang kekaisaran Solara yang di akui oleh dunia sebagai yang paling bernilai, uang ini memiliki nilai tukar yang tinggi di kerajaan Avalonia, jika Ren tidak salah itu adalah tiga kali lipat uang Avalonia.

" A-aku hanya perlu sedikit..."

" Sudah ambil saja "

Arent mengambil tangan Ren lalu dengan cepat menaruh kumpulan uang itu di atasnya.

" Anggap saja itu hadiah dariku "

"..."

" Sekali lagi aku sangat berterimakasih "

" Ya, aku tidak tahu apa yang ingin kau lakukan tapi berjuanglah "

Ren tersenyum" Ya "

Di keluarkan dari akademi memang membuat Ren sangat sedih, tapi jika dia pikirkan dengan baik, dia sebenarnya sudah mencapai tujuannya masuk ke akademi, dan itu adalah mencari cara untuk selamat dari Leakage Sindrom.

Lihat sekarang, dia memiliki pengetahuan tentang sistem Warior, sudah jelas jika ini akan membantunya untuk selamat dari Leakage Sindrom.

Setelah mengetahui jika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, rasa depresi yang ada di dalam Ren hilang begitu saja, di gantikan oleh rasa semangat untuk melangkah maju.

Melihat Ren pergi, Alfred yang selama ini bersembunyi muncul di samping Arent.

" Kenapa kau sangat tertarik dengannya? "

"...Kau sudah menjadi buta Alfred, apa kau tidak melihat luapan Aura itu dan kekuatan mental yang sekuat logam itu? "

Alfred yang bingung mencoba meningkatkan penglihatannya, sekarang dia tahu apa maksud Arent, dia melihat luapan Aura yang tidak masuk akal yang mengelilingi Ren.

" Apa-apaan itu, kenapa dia memiliki jumlah Aura yang tidak masuk akal padahal dia cuma manusia biasa "

" Ya, jumlah Auranya sama dengan Mage bintang 5, melihat dia membiarkannya meluap begitu saja, dia pasti tidak melakukan sesuatu seperti menyembunyikan kekuatan "

••• ••• ••• •••

Setibanya Ren di kamar, dia melihat jika Geri dan yang lain sudah tidak ada, mereka pasti sudah berangkat ke gedung kampus.

" Haruskah aku berpamitan pada mereka dulu sebelum pergi..."

Setelah memikirkannya sebentar, Ren menggelengkan kepalanya, kemungkinan mereka sedang asyik bermain di kelas, aku tidak ingin mengganggu mereka.

Ren mengambil tas dari lemari lalu memasukkan semua pakaiannya, karena dia pergi saat desanya di serang, Ren tidak membawa cukup banyak barang, jadi dia tidak membutuhkan waktu lama untuk membereskan barang-barangnya.

' Karena ini adalah hari terakhirku, aku akan makan sepuasnya dengan kupon makan yang kumiliki, bodoh sekali jika tidak menikmatinya setelah seberapa keras aku menahan lapar selama ini '

' Dan juga tentang aku yang ingin mencari pekerjaan, haruskah bersyukur karena tidak langsung mencarinya, jika aku bekerja sekarang yang aku dapatkan hanyalah bekerja tanpa gaji '

' Yah, aku mungkin masih bisa berada di akademi ini dengan cara menjadi pekerja '

Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Ren mengambil pedang yang dia terima dari Arent, saat pertama kali dia melihatnya, Ren langsung berpikir jika pedang tersebut adalah Artefak!

" Bilahnya bukan dari besi, warna hijau ini bukan pewarna, tapi warna aslinya "

" Gagangnya juga sama, ini terlihat seperti emas tapi sebenarnya tidak, pewarnanya menyatu sempurna dengan gagang "

Ren mengayunkannya dengan ringan, berbeda dengan pisau yang dia gunakan, suara ayunannya sangat halus, seolah pedang itu tidak mendorong udara di depannya tapi memotongnya.

Saat Ren mengalirkan Aura miliknya, pedang itu langsung menyatu sempurna dengan Auranya, bahkan Auranya menjadi sedikit lebih kuat tanpa Ren kendalikan.

" Aku selalu penasaran dengan ini, apa yang terjadi jika aku berhenti mengalirkan Aura ke pedang? "

Ren berhenti mengalirkan Auranya, dia melihat jika Aura hanya bertahan sebentar di pedang sebelum akhirnya menghilang.

" Hanya bertahan sebentar ya..."

Senyuman terbentuk di wajah Ren, dia baru saja mendapatkan ide yang bagus.

" Heh... mulai sekarang namamu adalah Oblivion "

" Sekarang kita berdua adalah rekan hidup dan mati "

:) Akhir dari pembukaan : Student

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!