NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Garam Kasar

Perjalanan pulang ke kos-kosan terasa sepuluh kali lipat lebih panjang dan mencekam daripada sebelumnya. Luna memilih untuk memesan ojek online karena kakinya sudah menolak untuk diajak berjalan jauh setelah insiden di rumah sakit. Sepanjang jalan raya yang diterangi lampu jalan kuning yang berjejer bak penjaga malam, Luna mendekap tas selempangnya erat-erat di depan dada.

Di dalam tas itu, terbungkus rapi oleh tisu tebal, benda laknat seukuran kepalan tangan bayi itu memancarkan hawa dingin yang tak wajar. Sesekali, Luna bisa merasakan getaran halus dari dalam tas, seolah buhul itu bernapas, meronta ingin melepaskan energi gelapnya.

Nando, yang tentu saja tidak bisa membonceng ojek online bersama Luna, memilih untuk terbang melayang tepat di samping motor yang melaju membelah angin malam. Wajah pria itu mengeras, matanya awas menyapu sekeliling. Pendar birunya berpendar stabil, membentuk semacam lapisan pelindung tak kasat mata di sekitar Luna. Sang driver ojek online beberapa kali mengusap tengkuknya yang meremang, bergumam tentang betapa dinginnya angin malam ini, tidak menyadari bahwa ia sedang dikawal oleh hantu CEO bernilai triliunan rupiah.

Setibanya di depan pagar besi karatan kos-kosannya, Luna membayar ojek tersebut dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Setelah motor itu menjauh, keheningan gang yang lembap seketika menyergap mereka.

Luna menelan ludah. Hidungnya menangkap bau apak khas gang ini, tetapi ada yang berbeda malam ini. Di balik bau sampah basah, samar-samar tercium aroma melati busuk yang terbawa angin malam.

"Mereka tahu kita mengambilnya," bisik Luna tanpa menoleh, matanya terpaku pada pintu kamarnya di lantai dasar. "Energi di gang ini... berubah."

Nando melayang turun hingga kakinya nyaris menyentuh tanah. Ia berdiri di depan Luna, menghalangi pandangan gadis itu dari kegelapan di ujung gang. "Jangan tatap bayangan mana pun. Terus berjalan, fokus pada pintumu. Aku di belakangmu."

Perintah Nando yang tegas dan tenang entah bagaimana memberikan jangkar kewarasan bagi Luna. Gadis itu mengangguk pelan, mempercepat langkahnya, membuka gembok, dan segera masuk ke dalam kamar nomor 04 bersama Nando.

Begitu pintu ditutup dan dikunci rapat, Luna membuang napas panjang yang sedari tadi ia tahan. Namun, ia tidak punya waktu untuk bersantai. Ia segera berlari menuju dapur kecil di sudut ruangan, membuka lemari bawah piring, dan mengeluarkan sebuah kantong plastik hitam besar.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Nando, mengamati Luna yang bergerak panik dengan dahi berkerut. Pria itu menyandarkan punggungnya—yang tembus pandang—ke dinding, mengawasi setiap sudut kamar kecil itu.

"Membangun benteng," jawab Luna singkat. Ia membuka plastik hitam itu, yang ternyata berisi penuh dengan garam krosok—garam laut kasar yang belum melalui proses pemutihan.

Luna merogoh segenggam penuh garam tersebut, lalu mulai menaburkannya di sepanjang celah bawah pintu kamarnya, membentuk garis putih yang tidak terputus. Setelah itu, ia beralih ke jendela, menaburkan garam di ambang jendelanya. Ia juga menaburkannya di sekitar lubang ventilasi dan saluran pembuangan air di kamar mandi luarnya.

"Garam?" Nando mengangkat sebelah alisnya yang sempurna, nada suaranya kembali sedikit meremehkan. "Apakah kau berencana mengasinkan hantu-hantu itu? Sebagai seorang pengusaha, aku menghargai efisiensi biaya, tapi menggunakan bumbu dapur untuk mengusir sihir hitam tingkat tinggi terdengar sangat... tidak logis."

Luna menghentikan gerakannya sejenak, menatap Nando dengan tatapan tajam. "Di duniamu, kau mungkin mengandalkan kontrak hukum dan pengacara mahal untuk melindungi asetmu. Di duniaku, garam laut kasar menyerap energi negatif dan memblokir entitas berfrekuensi rendah. Ini adalah penetralisir alami. Dan karena kau tidak bisa menyentuh benda fisik, Tuan Nando, aku sarankan kau diam dan biarkan aku bekerja."

Nando langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Ia mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. "Silakan lanjutkan, Nona Ghostbuster."

Setelah memastikan semua celah masuk tertutup garis garam, Luna kembali ke tengah ruangan. Ia mengeluarkan buhul yang terbungkus tisu itu dari dalam tasnya menggunakan sumpit kayu bekas agar tangannya tidak bersentuhan langsung dengan aura kotor tersebut. Ia meletakkan benda itu di dalam sebuah mangkuk keramik kecil, lalu menuangkan sisa garam krosok hingga menimbun dan menutupi buhul itu sepenuhnya.

Seketika, hawa dingin di dalam ruangan berkurang drastis. Bau melati busuk dan kemenyan yang sedari tadi merembes dari tas Luna kini nyaris tidak tercium. Garam itu menekan aura jahatnya, meski Luna tahu itu hanya solusi sementara.

Luna merosot duduk di lantai bersila, bersandar pada tepi kasurnya. Tenaganya benar-benar terkuras habis. Wajahnya sepucat kertas, peluh membasahi anak rambutnya yang menempel di dahi. Ia menatap mangkuk berisi garam itu dengan pandangan kosong. Malam ini, rentetan kejadian yang mengoyak kewarasannya datang bertubi-tubi. Pengkhianatan Bara, buhul santet, dan yang paling parah... makhluk bermata merah itu.

Melihat Luna yang tampak begitu rapuh, Nando melangkah mendekat. Ia duduk bersila di lantai, tepat di hadapan Luna. Jarak mereka begitu dekat hingga Luna bisa mencium aroma citrus, sandalwood, dan sedikit mint yang selalu menguar dari jiwa pria itu—sebuah kontras yang menyegarkan di tengah sumpeknya kamar kos yang berbau mistis.

"Kau tampak seperti baru saja berlari maraton tanpa sepatu," komentar Nando pelan, suaranya kehilangan nada tajamnya, digantikan oleh simpati yang jarang ia tunjukkan. "Apakah... apakah luka lamamu terbuka lagi?"

Luna menunduk, memainkan ujung kaus seragam minimarketnya yang sudah kusut. Ia terdiam cukup lama, mempertimbangkan apakah ia harus membuka dinding pertahanannya di depan pria yang baru dikenalnya kurang dari dua puluh empat jam ini. Namun, menatap pendar biru Nando yang terasa menenangkan, Luna menyadari bahwa mereka kini terikat dalam satu nasib yang sama. Kematian dan kehidupan mereka saling tumpang tindih.

"Lima belas tahun lalu," Luna memulai ceritanya, suaranya pelan dan sedikit bergetar. Pandangannya menerawang ke lantai keramik yang dingin. "Malam itu hujan sangat deras. Aku terbangun karena haus dan keluar kamar untuk mencari air minum. Tapi sebelum aku sampai di dapur, aku mendengar suara barang pecah di ruang tamu. Aku... aku bersembunyi di dalam lemari tua di lorong."

Pendar biru di sekitar tubuh Nando sedikit meredup, seolah ikut merasakan kesedihan yang memancar dari kalimat Luna. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mendengarkan dengan saksama tanpa menyela.

"Dari celah pintu lemari," lanjut Luna, setetes air mata jatuh membasahi pipinya, "aku melihat ayah dan ibuku di lantai. Banyak sekali darah. Sangat pekat. Dan di atas mereka... ada makhluk hitam besar. Makhluk itu tidak memiliki wajah, hanya gumpalan asap pekat dan sepasang mata merah menyala yang menatap tajam ke arahku. Makhluk yang sama persis dengan yang keluar dari buhul milikmu malam ini."

Luna menarik napas dalam-dalam, mengusap air matanya dengan kasar. "Polisi menyimpulkan itu adalah kasus perampokan berdarah. Tapi tidak ada barang berharga yang hilang. Selama bertahun-tahun aku dianggap anak kecil yang berhalusinasi akibat trauma berat. Orang-orang menganggapku gila karena aku terus bilang ada 'monster hitam' yang membunuh orang tuaku. Hingga akhirnya, kemampuanku melihat dunia mereka semakin kuat, dan aku sadar... yang kubicarakan bukanlah halusinasi. Keluargaku dibantai oleh ilmu hitam. Dan aku tidak pernah tahu siapa yang mengirimnya. Sampai hari ini."

Keheningan yang menyayat hati memenuhi kamar nomor 04 itu. Nando menatap gadis di hadapannya dengan rasa kagum yang bercampur amarah. Ia yang mengeluh karena harus naik bus yang sesak, tiba-tiba merasa sangat kerdil melihat gadis yang harus menanggung kutukan seberat ini sendirian sejak kecil.

Nando perlahan mengulurkan tangannya yang tembus pandang, dan membuat gerakan seolah ia sedang mengusap puncak kepala Luna. Meskipun Luna tidak merasakan sentuhan fisik apa pun, hawa hangat yang memancar dari aura Nando memberikannya rasa nyaman yang tak bisa dijelaskan oleh logika.

"Luna, dengarkan aku," ucap Nando, suaranya berat dan penuh dengan otoritas pelindung. Mata arogannya kini memancarkan ketulusan yang membara. "Aku mungkin dulunya adalah bos yang menyebalkan, egois, dan hanya peduli pada margin keuntungan perusahaanku. Tapi aku pantang melanggar janjiku. Siapa pun yang melakukan ini pada orang tuamu, dan siapa pun dukun yang disewa Bara untuk membunuhku... kita akan menemukan mereka. Aku tidak akan membiarkan makhluk bermata merah itu mendekatimu lagi. Kau berada di bawah perlindunganku sekarang. Secara permanen, sampai masalah ini selesai."

Luna mendongak, matanya bertemu dengan tatapan Nando. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, jantung Luna berdetak lebih cepat bukan karena rasa takut, melainkan karena sebuah perasaan aneh yang menggelitik perutnya. Ada sesuatu yang sangat romantis dalam cara roh angkuh ini bersumpah untuk melindunginya.

"Terima kasih, Nando," bisik Luna dengan senyum tipis yang tulus.

Namun, momen kedekatan yang menenangkan itu tidak bertahan lama.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah Nando ingat, walupun tipis tipis
Ai Emy Ningrum: jabatan yg sangat krusial 😽😽😽 sampe2 melekat ,ga didunia nyata dan dunia gaib jg itu yg terngiang 😙😗
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
yaaah Luna sendirian, gimana pulangnya weh /Shy//Slight/
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Lg dong Thor, 😭🤗🤗tanggung bngt.
nayla tsaqif
Nando punya keluarga gk thorr,,??
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Sangat menarik dan menghibur, tidak membosankan smoga tidak cpt tamat. 😃
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut kan thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Allhamdulillah akhirnya Luna tidak kesulitan melawan dukun itu, sya kira dukun itu sulit dikalahkan, scara td sangat sombongnya pd Luna, akhirnya mampus juga iblis itu. 😠😠

Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
nayla tsaqif
Ayo nando,, cepat sadar dan temukan luna,,! Ato pk tarjo balik lg, untuk nolongin luna,, 😭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Nando kembali.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut Thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤩🤩🤭🤭😆😆Ke nya bakal tumbuh nih benih2 ❤❤💘💘💘diantara mereka.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apa kh yg mmbunuh orangtua Luna adalah dukun yg sama yg dipakai oleh Bara ya.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Teka teki nya mulai terkuak 1 per 1.
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Musuh dlm selimut ini namanya, tega bener ya teman ko jahat banget, mungkin ingin mngambil posisi Nando mungkin.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Jelas kan nanti ya thor, sebabnya Nando jd dtakuti oleh MEREKA. 😃😃😆😆
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Sakita perut q lihat kelakuan Nando, ke lg nonton drakor aja. 🤭🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka berdua saling mmbutuhkan, mungkin juga kalian jodoh. 😆🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Udah sadar bukan manusia lg, baru diemm, td cerewet bngt. 🤣🤣🤣hadeh.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Biasanya arogan diawal, tp bucin diakhir, 😆😆semakin mnarik thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Menarik, syng nya baru nemu, dan baru bacanya, penasaran sm judulnya. 😁😁

Semangat Thor. 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!