NovelToon NovelToon
Tawanan Hasrat Sang Mafia

Tawanan Hasrat Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Di balik kemewahan dunia gelap, sebuah pelelangan rahasia mempertemukan para elit dengan satu “barang” paling berharga—seorang gadis tak bersalah yang menjadi pusat perhatian.

Semua menginginkannya, namun hanya satu nama yang mampu menghentikan segalanya dalam sekejap.

Rayga Alessandro Virelli, mafia bengis yang dikenal tanpa hati, membelinya tanpa ragu. Baginya, itu hanyalah transaksi biasa—hingga kehadiran gadis yang bernama Aurellia Valensi mulai mengusik sesuatu dalam dirinya yang telah lama mati.

Di dunia Rayga, kelemahan adalah kehancuran.

Namun saat perasaan mulai tumbuh, ia harus memilih—tetap menjadi monster yang ditakuti semua orang, atau mempertaruhkan segalanya demi satu orang yang seharusnya tak berarti apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendebarkan

"Ada apa, Bos?" tanya Xander saat melihat mimik wajah Rayga berubah gusar setelah menerima telepon dari nomor Aurellia.

"Kata Bi Nery ada kakek di rumah" jawab Rayga memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

"Makanya dengerin sahabatmu ngomong. Mentang-mentang jadi bos, gayamu selangit. Berdamai dengan takdir tidak akan membuatmu mati, Bro." Tidak ada lagi ungkapan formal yang dilontarkan Xander pada Rayga.

Sebagai sahabat dia selalu memberi nasehat agar Rayga melupakan sakit hatinya dan menjalani hidup dengan damai, agar dendamnya tidak menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.

Rayga yang dicerca oleh Xander, dia hanya diam saja.

Kepalanya terasa makin berdenyut.

Bagi Rayga, manusia yang paling dia hargai dan tidak bisa dia bantah hanya papa dan kakeknya.

Jika sudah berurusan dengan pria tua yang bergelar kakek baginya, Rayga tidak bisa berkutik lagi.

Berbeda jika dia berhadapan dengan orang lain apalagi dengan musuh, nyawa pun rela dia pertaruhkan.

Tidak ada kata mundur apalagi menyerah untuk menantang.

"Jika sudah begini, kamu bisa berbuat apa? Pawangmu sudah mengetahui ada gadis di rumahmu, Bos. Siap-siaplah kamu untuk diulti," lanjut Xander menepuk pundak Rayga yang masih diam.

"Ku pastikan semua akan baik-baik saja. Walau Kakek tahu aku sudah menikahi wanita itu, tetapi Kakek tidak akan tahu siapa dia, sehingga Kakek tidak akan menuntut aku untuk terus bersamanya." Rayga menyeringai sambil mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan telepon kepada nomor Aurellia.

"Terserah kamu lah, Bro. Aku sebagai sahabat sudah berulang kali mengingatkan kamu. Mana ada seorang sahabat yang ingin sahabatnya hancur, setidaknya aku sudah berusaha semampuku. Aku percaya kamu bisa memusnahkan ribuan musuh, tetapi apa kamu mampu memusnahkan takdir yang telah digariskan untukmu?" Xander menghela nafasnya pasrah.

Dua kali panggilan telepon itu dilakukan oleh Rayga kepada Aurellia, tetapi tidak diangkatnya.

Pada panggilan ketiga, baru lah panggilan itu tersambung.

Tanpa menunggu Aurellia berbicara, Rayga langsung buka suara untuk memberi pengarahan dan penekanan pada orang yang dia telepon.

"Cepat masuk ke dalam kamar, jangan keluar sebelum aku yang memerintahkan kamu keluar. Jika Kakek bertanya siapa namamu, jangan sebutkan nama lengkapmu. Kapan perlu, jangan berbicara dengan kakek!"

titah Rayga.

Rayga diam, menunggu jawaban dari Aurellia, tetapi tidak ada tanggapan sama sekali dari wanita yang dia telepon.

"Kamu dengar, tidak?" bentak Rayga.

"Sudah berani kamu sama Kakek? Cepat pulang, jelaskan semuanya!" suara pria tua tetapi begitu tegas terdengar lantang, Rayga dibuat gelagapan untuk meresponnya.

"Ak-" baru saja Rayga mau merespon ucapan kakeknya, tetapi panggilan telepon itu sudah langsung ada putus.

Jelas itu kakeknya yang mengakhiri.

"Aarrghh." Rayga menjambak rambutnya kasar.

Dia tidak menyangka kalau kakeknya akan ke rumah dia dan bertemu dengan Aurellia.

"No komen," gumam Xander mengedikkan bahunya.

"Ini semua gara-gara wanita itu. Wanita benar-benar pembawa sial dan bencana! Kenapa aku khilaf membawa dia ke rumah dan menikahinya!" sesal Rayga, kebencian pada kaum wanita makin memuncak di hatinya.

"Percepat lajunya. Aku akan melenyapkan wanita itu!" geram Rayga.

Kebetulan mereka sudah menuju untuk pulang saat mendapat kabar dari Bi Nery kalau di rumah Rayga ada kakeknya.

***

Di ruang keluarga, Aurellia diinterogasi oleh pria tua yang masih terlihat berwibawa.

Bahkan suaranya masih menggelegar tidak mencerminkan umurnya.

"Kenapa kamu mau menikah dengannya?" tanya Kakek pada Aurellia yang terus menundukkan wajahnya.

"Karena aku mencintainya, Kek," jawab Aurellia berbohong.

Dia tidak mau mengambil resiko dan tidak mau juga mengatakan yang sebenarnya.

Karena dia tidak mau kakek Rayga berpandangan buruk padanya dan akan memarahi Rayga juga.

"Jangan berbohong!"

"Aku tidak bohong, Kek. Aku mencintainya, dia juga mencintai aku. Mungkin dia tidak memberitahu Kakek tentang pernikahan kami, karena aku berasal dari kalangan bawah, sedangkan keluarga Kakek orang terpandang," sahut Aurellia memberi alasan yang tiba-tiba saja muncul di kepalanya.

"Maafkan kehadiran aku yang telah membuat cucu kakek berani berbohong pada kakeknya, tetapi aku mohon izinkan aku tetap bersama suamiku, Kek," lanjut Aurellia begitu dramatis.

Kakek menelisik dan menatap tajam pada Aurellia yang tidak berani saling bersitatap dengannya.

Sangat sulit menemukan celah kebohongan dari wanita itu.

Karena sejak pertama diinterogasi, dia masih kekeh dengan pendirian dan perkataannya.

"Apa saja yang telah dia lakukan padamu?" Tanya Kakek kembali memancing Aurellia.

"Emm... ak-aku... aku sama dia." Aurellia mengangguk tergagap, kalimat yang dia ucapkan juga terjeda.

"Kamu dianiaya dengan cara seperti apa? Diancam, disakiti fisik atau tidak dikasih makan?" tanya Kakek memberi opsi.

Aurellia menggeleng. "Dia baik, Kek. Kami menjalani hubungan selayaknya suami dan istri," jawab Aurellia.

"Apa ancaman dia seperti dalam telepon tadi juga sudah biasa kamu dapatkan dari cucuku?"

Kembali Aurellia menggeleng. "Tidak, Kek. Mungkin tadi suamiku panik mengetahui ada Kakek di sini, makanya dia meminta aku masuk ke kamar sampai dia pulang," kilah Aurellia seolah-olah mereka memang saling cinta.

"Pergilah ke kamarmu," titah Kakek mengepalkan tangannya.

Walaupun Aurellia berbohong dan menyatakan dia saling cinta dengan Rayga, tetapi itu tidak bisa membantah fakta yang telah diterima pria tua itu.

Dia sudah mengumpulkan bukti tentang siapa Aurellia dan alasan apa yang membuat Aurellia menikah dengan cucunya.

Semua bukti tidak bisa dibantah oleh Aurellia dan Rayga nantinya.

***

Rayga yang baru pulang dari perjalanan jauh langsung masuk terburu-buru ke dalam rumahnya.

"Apa Kakek sudah pulang?" tanyanya pada orang yang berjaga di depan pintu utama.

"Belum, Tuan," jawabnya.

Rayga kembali melanjutkan langkahnya memasuki rumah bak istana itu.

"Hebat!" tepuk tangan dari pria yang sangat dia hormati menyambut kedatangannya.

"Kek.' Rayga mengulurkan tangannya hendak menyalami kakeknya, tetapi tangan Rayga dikibaskan oleh sang Kakek.

"Panggil wanita itu ke ruang keluarga!" titah Kakek pada Rosa yang kebetulan lewat mau ke luar.

"Baik, Tuan," jawab Rosa dan langsung bergegas menuju kamar yang ditempati Aurellia.

Sesampainya di kamar Aurellia, Rosa langsung nyelonong masuk.

Dia benci pada Aurellia yang telah dinikahi oleh Aurellia, tentu Rosa sangat senang kejadian mencekam ini terjadi.

Apalagi dia sempat mengintip bagaimana Kakek mengintimidasi Aurellia, dia sudah membayangkan Aurellia akan diusir dari rumah itu.

"Kamu dipanggil Tuan ke ruang keluarga buat ditindak lanjuti. Bersiap-siaplah kamu akan dicampakkan dari rumah ini," ujar Rosa dengan senyum merekah.

Tanpa menjawab ucapan Rosa, gegas Aurellia keluar.

Dia juga sudah mempersiapkan diri apapun yang akan terjadi nantinya.

Jika memang dia akan dicampakkan dari rumah Rayga, tidak ada rasa keberatan bagi Aurellia.

Karena dia juga sudah terbiasa mendapat perlakuan kasar dari keluarga angkatnya dan juga sudah terbiasa mendengar kata-kata kasar dari Rayga sejak mereka bertemu.

"Permisi," ucap Aurellia saat dia sudah berada di antara Rayga dan Kakek.

"Hmmm. Duduk!" titah Kakek.

Sedangkan Rayga tidak menjawab ucapan salam dari Aurellia, dia hanya diam sambil melirik wanita itu.

1
Dalena Dalena
lanjut thor up nya jangan bertele tele donk, penasaran jadinya
Lian_06: Ini lagi up kak, saya kalo weekend sebisa mungkin up nya lebih sering. yng penting jangan lupa absen dengan like dan komen saja itu udah cukup kok 😁
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut donk🙏
Lian_06: kakak maaf ya ini saya lagi nulis kak😁. makasih banget ya udah mampir di cerita ini😉
total 1 replies
Dalena Dalena
kok ngak update lagi sih,,🙏 lanjut donk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!