NovelToon NovelToon
KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

KATA BUMI : Penguasa Diatas Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Tamat
Popularitas:96
Nilai: 5
Nama Author: maulidiyahdiyah

Dentang waktu yang terus berputar, menyisakan kesunyian di gelap malam. Deru nafas yang memburu buatnya lupa akan kelamnya dunia.

Sunyi bukan sepi yang melanda, luka bukan duka yang datang. Un All Neat Each Time !
...

Derap langkah kaki di sudut kasino.
"Hei bung!, serahkan dia padaku, i'm sure you quiet". Sarkasnya
"Oh,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maulidiyahdiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33745 (Sebuah Kunci)

Benda persegi yang menampakkan empat digit angka berbunyi membuatku terbangun, kelopak mata terasa berat untuk terbuka karena bias cahaya matahari yang menyilaukan mataku, sontak aku menoleh kesamping. Pantas saja silau ternyata gorden kamarku sudah terbuka, apakh itu bunda?, atau yang lainnya aku tidak peduli, yang pasti sangat menyebalkan.

Aku menyandarkan punggung di dashboard ranjang, menghela nafas karena rasa malas yang kian menggerogoti, dapat kudengar dengan jelas suara denting notifikasi bersahutan dari benda berbentuk pipih yang memang sengaja kutaruh diatas nakas, kuraih benda tersebut dan kulihat notifikasi yang masuk.

‘@DARREYOU IS FOLLOWING YOU’

Aku menyatukan kedua alis, merasa tidak mengenali seorang pengikut ini, karena tidak semua orang mengetahui sosial media milikku. Dengan kesadaran penuh aku meninjau akun @Darreyou itu, dan yang pertama kulihat adalah foto Elisia dengan pria di supermarket kemarin lusa.

“Apa dia mau memprovokasiku, hah?”. Tanyaku, masih pagi tapi membuatku emosi, dia cukup berani mencari informasiku sejauh ini. Baiklah, akan kuterima karena sudah terlanjur memegang ponsel sampai aku lupa pada waktu yang sudah berputar di porosnya.

‘BRAK’

Aku terkejut bukan main saat melihat Kadek yang sudah membungkuk dengan nafas tersengal.

“Kamu tidak ada sopannya”. Ujarku bermaksud mengingatkan siapa yang ada di hadapannya ini.

“Maaf, tuan muda ini sangat mendesak, Tuan Aksa sedang ada pertemuan di Uzbekistan”. Jelas Kadek yang sudah menormalkan nafasnya, dan juga ia menjelaskan beberapa hal yang cukup membuatku terkejut, sontak aku terkesiap sampai beranjak dari ranjang.

“Ayo”. Aku sudah meluapkan amarah yang sudah mendidih. Namun tatkala aku akan keluar dari kamar, Kadek menghadangku.

“Ada apa, jangan memperlambat?!”. Aku sudah emosi sampai menggunakan nada tinggi.

“Masalahnya tuan muda masih memakai piyama”. Timpal Kadek. Sial, aku malu sebenarnya mau ditaruh mana mukaku ini, tapi demi menjaga martabatku sebagai tuanmuda, akhirnya aku hanya berdehem dan berbalik secara perlahan menuju walk in closet.

Secepat kilat aku berganti dari piyama menjadi sweater navy, kutatap pantulan diriku di cermin menurutku cukup bagus sambil menata rambutku yang berantakan.

“Ayo”. Aku mendahului Kadek menuju salah satu ruang rahasia, dimana ruangan tersebut berada dibalik kulkas. Kalau bertanya bagaimana cara masuknya, yah, harus memasuki kulkas tersebut.

“Selamat datang tuan muda”. Seluruh insan yang berada disana menyapa kedatanganku.

“Ada apa sebenarnya?”. Tanyaku kepada salah satu dari mereka.

“Kita mendapat sinyal dari radar”. Jawabnya lugas, karakternya yang matematis dan kompetitif itulah hacker tingkat atas yang berada dibawah naungan Pradipta.

Kejutan!, pastinya, inilah Pradipta sesungguhnya dengan seribu satu kejutan.

“Terdeteksi dari radar helikopter 33745 di langit Singapura, dan tercatat pula posisi mereka dengan salah satu kantor cabang Pradipta sekitar lima kilo meter”. Imbuh mereka.

“Cari sebanyak-banyaknya kemungkinan kata dari tiga tiga tujuh empat lima”. Titahku yang langsung mereka lakukan tanpa sepatah ataupun dua patah kata terlontar.

Aku melangkah mengelilingi ruangan dengan kedua netraku yang menyapu tiap inci ruangan, ratusan benda elektrik tersimpan rapi, dinding putih yang membiru sebab blue light dari pc para hacker, aku menatap kagum mereka yang tengah berkutat dengan komputer disertai kacamata anti radiasi diiringi frame yang dapat digunakan untuk terapi mata.

Karena rasa malas yang mulai menjalar ditubuhku, aku memutuskan untuk duduk di sofa seadanya, kemudian kuraih selembar kertas beserta pena di meja yang berada di samping sofa.

“Tiga tiga tujuh empat lima, i’ am killed them”. Batinku sembari menuliskan apa yang kupikirkan di selembar kertas tadi.

Suara detik jam yang nyaring dibarengi hembusan napas para manusia di ruangan ini mampu mendominasi atmosfer yang menegang, relungan frustasi silih berganti terdengar, mereka marah sebab tidak mendapatkan apa yang mereka cari. Aku sedikit cemas mengingat Dieter Walter sebelum menemui ajalnya ia juga mengatakan 33745, apakah semua ini memiliki rantai dengan pusat yang sama.

Lama kupandangi lima digit angka tersebut yang belum kuketahui apa maksudnya, dalam pikiranku yang sudah penuh ternyata ingatan tentang Elisia masih bisa menembus gerbang batas kapasitas otakku. Semakin lama puzzle-puzzle tentang dirinya kian merakit sebuah cerita yang tidak akan kulupakan selamanya, meski aku tidak bisa mendapatkannya.

Bosan mulai melanda diriku yang sejatinyatidak bisa untuk duduk diam saja, aku melihat sekitar mencari benda yang hampir menjadi separuh jiwaku. “Sial dikamar”. Gerutuku diiringi helaan nafas, namun aku tidak kehabisan akal saat tak sengaja mataku menatap dari kejauhan ada satu komputer tak terpakai, dengan sigap aku berkutat pada komputer itu, kucoba untuk login pada akun sosial mediaku. Benar saja baru usai proses login akunku sudah disambut oleh beberapa pesan dari @Darreyou, aku hanya berdecak malas untuk menanggapi, malahan aku membuka situs lainnya, mencari hiburan tanpa modal tenaga, hanya kuota dan jaringan, tapi semakin aku mengabaikan @Darreyou rasa penasaranku kian meningkat. Alhasil kubuka room message dengannya.

‘@DARREYOU IN ROOM MESSAGE’

@ Darreyou : hai

@Darreyou : masih ingat denganku kah

@Darreyou : kamu TEMAN elisia yah

Aku hanya terkekeh membaca pesan yang di capslock menandakan bahwa itu peringatan untuk tidak berbuat lebih.

@Darreyou : salam kenal aku Darren

@Darreyou : aku inginmengenal LEBIH dekat denganmu

@Caesar.bumi (@ Darreyou : masih ingat denganku kah) : tentu aku tidak akan LUPA

@Caesar.bumi : oh tidak perlu kenalan, karena aku sudah terlalu banyak relasi

@Caesar.bumi : jangan terlalu dekat, takutnya ada anjing yang menggigit majikannya

@Darreyou : perkataanmu seperti puisi tapi mengandung sarkasme

@Caesar.bumi : Thank you

@Caesar.bumi : aku terkesan dengan pujianmu

@Darreyou : sungguh

Aku memutuskan untuk menyudahi aktivitas itu, kembali kutatap kertas dengan tulisan ‘33745’. Namun dari berkeliarannya pikiranku, aku mendapatkan satu petunjuk dari lima digit tersebut.

“EETAS”. Seruku yang tentunya mengundang perhatian seluruh hacker, salah satu dari mereka angkat suara. “Apa ada masalah tuan muda?”. Kemudian aku beranjak berdiri untuk memerintah mereka berhenti mencari 33745, karena aku menemukan yang pasti itu petunjuk dari samaran kata dengan angka.

Mereka semua tampak memahami atas apa yang kujelaskan, tidak ada bantahan yang menyelimuti juga tidak ada pendapat lain yang menyelingi.

“Aku akan ke kampus karena mata kuliah siang, beri aku informasi kalau kalian menemukan sesuatu, i am always stand by”. Itu kalimat terakhir yang ku ucapkan sebelum detik berikutnya aku melenggang pergi. Aku akan terus mencari mereka dan biarkanlah waktu yang akan menjawab semua pertanyaanku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!