Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Alesya pulang ke rumah dengan di antar Gama . Seperti biasa Gama akan diam . Alesya juga lebih memilih mengobrol dengan sahabatnya via chat .
Gama berhenti di sebuah bengkel dan di sana banyak sekali cowok-cowok tongkrongan . Tertera tulisan di bengkel 'bengkel elit ' .
Alesya yang membaca tulisan itu menyetujui dengan nama bengkel itu . Jika di lihat mungkin lebih ke tempat tongkrongan .
" Tinggu di sini atau mau keluar . Biar mereka tahu kalau kita calon suami istri " ucap Gama .
Alesya melihat ke anak&anak yang sedang nongkrong . Dan di sana memang banyak dari sekolah mereka . Anak kelas tiga dan juga anggota OSIS . Tak ketinggalan duo dayang Gama .
" Udah cepetan " ucap Alesya .
Gama lalu keluar dari mobil . Sekitar sepuluh menit Gama di sana . Ada hal penting yang Gama bicarakan dengan kak Juan .
Alesya yang sudah lelah tertidur di mobil Gama .
Setelah selesai berbicara dengan kak Juan . Gama kembali ke mobil . Gama melihat Alesya yang tertidur dengan rambut yang menutupi wajahnya . Gama lalu menyingkirkan anak rambut Alesya .
" Kakak " ucap Alesya tapi matanya tetap terpejam .
Gama lalu kembali ketempat duduknya .
Sesampainya di rumah Alesya . Gama hendak membangunkan Alesya . Namun Mami Cintya lebih dulu keluar .
" Alesya sudah pulang ?" tanya Mami Cintya .
" Iya tante , tapi dia tertidur " jawab Gama
" Panggil Mami saja . Bisa tolong angkat ke kamarnya ? Soalnya Papi Alesya belum pulang . Alesya kalau di bangunkan susah " ucap Mami Cintya .
Gama mengangguk .
Gama mengangkat Alesya dan membawa Alesya ke kamar yang sudah di tunjukkan oleh Mami Cintya .
Dengan hati-hati Gama membaringkan Alesya .
" Maafin Sya ya kak " Alesya kembali mengigau .
Gama menatap wajah sendu Alesya . Wajah yang tak pernah terlihat di sekolah . Di sekolah hanya seorang gadis pembangkang dan pemberani .
" Jangan tinggalin Sya kak "
Alesya menggenggam tangan Gama saat Gama hendak pergi . Gama mengelus rambut Alesya tanpa bersuara . Entah apa yang di pikirkan Gama saat ini .
Setelah pegangan Alesya mengendor . Gama berpamitan untuk pulang . Dan kembali ke bengkel kak Juan .
Tapi Gama masih terngiang dengan ucapan Alesya . Karena setahu Gama, Alesya anak tunggal seperti dirinya . Sebenarnya Gama tidak ingin terlalu memikirkan hal itu .
" Lo lagi ada masalah ?" tanya kak Juan .
" Enggak " jawab Gama
" Dari tadi lo bengong " sahut Shaka .
" Nggak mungkinkan kalau seorang Gama mikirin utang " sahut Damar .
Semua tergelak mendengar celotehan Damar
" Ya jangan samakan Gama sama lo " ucap Raga .
" Sialan lo . Gue anak sultan mana ada utang " ucap Damar bangga .
" Balikin uang sepuluh ribu yang kemarin buat parkir " ucap Yoga .
" Nih udah nggak usah di balikin " ucap Damar .
" Lah kocak . Ini uang cuma sepuluh ribu " ucap Shaka .
" Ngaku sultan " cibir Yoga.
" Gue balik dulu ya " ucap Gama .
" Tumben " ucap Raga .
" Lagi di tungguin bini " gurau Damar .
Semua lagi-lagi di buat tergelak oleh Damar .
" Bini gue nggak ribet " ucap Gama .
Semua mendadak diam .
" Lo punya cewek ? Kenalin sini " ucap Shaka .
" Nggak crita nih kalau udah laku pak ketos " ucap Yoga .
" Lo ya Gam diam-diam punya gebetan " ucap Damar .
" Udah ? Gue balik " ucap Gama .
" Mana ada cewek yang betah sama freezer " ucap Yoga.
" Lah dia ganteng . Tajir lagi . Lo ? Remahan rengginang " ucap Shaka .
Yoga lalu pura-pura nangis dan bersandar kepada Raga.
Raga dengan sigap menjauhkan tubuhnya dari Yoga .
" Jauh-jauh lo " ucap Raga .
Alesya terbangun dari tidurnya . Alesya tertegun melihat dirinya yang sudah berada di kamarnya . Padahal seingat Alesya , dia masih berada di mobil Gama .
Alesya lalu bangun memastikan dirinya aman .
" Huh" ucap Alesya .
Alesya lalu bersiap untuk berangkat ke sekolah . Setelah selesai bersiap . Alesya bergegas turun untuk menemui bibi .
" Bibi , bibi " panggil Alesya dengan sedikit berlari .
" Jangan berlari non nanti terjatuh " ucap Bibi .
" Bibi , kenapa Alesya bisa di kamar ? Seingat Al semalam masih di mobil cowok itu " ucap Alesya .
" Oh maksud non si ganteng itu ya . Calon suami non ganteng pisan . Kayak k-pop gitu " ucap bibi seraya membayangkan Gama .
" Bibi Al tanya apa tadi ? Kalau bibi mau nggk papa . Suamiku berondong " goda Alesya .
" Oh semalam non Al di gendong sama si ganteng . So sweet non . Udah ganteng perhatian " ucap Bibi selalu memuji Gama .
" Puji aja terus " ucap Alesya lalu pergi dari sana .
" Sarapan dulu non " teriak bibi .
" Nggak usah kenyang dengerin bibi " ucap Alesya seraya tersenyum .
Bibi menggelengkan kepalanya . Gadis yang di besarkan kini sudah hampir menjadi milik orang . Gadis yang manja, Periang , dan selalu tersenyum . Meskipun dalam hatinya menyimpan banyak hal .
" Bibi malah nangis " ucap bibi pada dirinya sendiri .
Mobil yang Alesya kendarai tiba-tiba mogok . Padahal Alesya sudah berusaha 5 menit lebih awal dari biasanya .
" Kenapa sih alam tidak mendukung ku " kesal Alesya .
" Bagaimana ini " ucap Alesya menendang ban mobilnya .
Alesya menghubungi Kirana tapi sudah ada di sekolah . Sedangkan Jeni juga hampir sampai . Jadi Alesya tidak jadi meminta bantuan . Takut jika sahabatnya terlambat karena dirinya .
Ting
" Sharelok dimana lo sekarang . Kita jemput " ucap Kirana
Setiba di sekolah Jeni menanyakan kepada Kirana . Dan Kirana mengatakan jika Alesya juga baru saja menghubunginya .Kirana dan Jeni merasa ada yang aneh dengan Alesya . Tidak biasanya Alesya menghubungi pagi-pagi .
" Kalian yang terbaik " ucap Alesya lalu mengirim lokasi di mana dia sekarang .
Cukup lama menunggu sahabatnya . Apalagi pagi jalan masih padat . Banyak pekerja dan anak sekolah .
" Ayo Al naik " teriak Kirana .
Alesya segera masuk ke dalam mobil .
" Sorry ya gais ngerepotin. Pasti kita dapat hukuman nanti gara-gara gue " ucap Alesya .
" Lo apaan sih Al . Kita itu temenan nggak sehari dua hari " ucap Kirana .
" Gue juga nggak papa di hukum . Hukum aku bang hukum aku " ucap Jeni dengan gaya centilnya .
" Huuu " Kirana melempar cemilan ke arah Jeni .
" Kiranaa kotorr " ucap Jeni .
" Udah buruan haus gue . Mana panas lagi " ucap Alesya .
Benar saja , mereka bertiga terlambat . Dan sudah banyak anggota OSIS yang berjaga .
" Ck penjajah . Kapan merdekanya " ucap Alesya .
" Mereka cuma kurang kerjaan aja " sahut Kirana .
" Tapi mereka tuh ganteng-ganteng tau . Apalagi dedengkotnya " ucap Jeni .
Alesya turun lebih dulu . Lalu Kirana dan Jeni .
" Ini dia tukang telat di sekolah . Dan sekarang membawa dampak buruk kepada sahabatnya " ucap Dinda yang suka membuat masalah .
Alesya diam saja tak peduli dan terus berjalan . Tak menghiraukan ucapan Dinda . Jeni yang awalnya mau membalas ucapan Dinda . Di tahan oleh Kirana .
" Harusnya gue sumpel tuh mulut pakai sambel " kesal Jeni .
" Lo bawa ?" tanya Kirana .
" Ada di tas " ucap Jeni .
" Buat apa ? Lo bawa bekel ?" tanya Kirana
" Nggak . Jaga-jaga aja kalau lagi genting " ucap Jeni .
Kirana menggelengkan kepalanya merasa heran dengan sahabatnya ini .
" Gue lagi ngomong ya " ucap Dinda lalu menarik tas Alesya .
" Lo lepas nggak " ucap Alesya .
" Lo nggak ada ya sopan santun . Arogan , dasar cewek arogan " ucap Dinda memperjelas ucapannya .
" Stop "