NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:750
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Titik Balik di Balik Garis

Pukul 02:00 Dini Hari: Markas Besar Ares

Mobil Ares meluncur mulus kembali ke penthouse markas besar. Keheningan di antara mereka setelah suksesnya misi di pesta terasa sangat berbeda dari keheningan saat insiden di Eclipse. Itu bukan keheningan ketegangan, melainkan keheningan pengakuan.

Saat lift membawa mereka naik, Ares melepaskan jasnya, melipatnya di lengannya.

"Misi selesai," kata Ares, suaranya kini lebih santai, kehilangan kekakuan yang ia tunjukkan di depan umum. "Kau bisa mengakhiri shift-mu di sini, Natalie."

Natalie mengangguk. Ia melepas eardrop komunikasi dan menggenggamnya. Ia telah berhasil; ia tidak hanya menyelamatkan kariernya, tetapi juga kerajaan Ares dari kehancuran finansial dan sosial.

Ketika pintu lift terbuka, mereka melangkah keluar. Natalie berhenti di depan kantornya yang berdampingan dengan kantor Ares.

"Tunggu," ujar Ares.

Natalie berbalik. Ares mendekatinya. Ia tidak lagi melihat Natalie si asisten, si penyelamat, atau si mata-mata. Ia melihat wanita yang berdiri di depannya.

Ares meletakkan jas yang tadi dipegangnya di sandaran kursi kantor Natalie. Gerakannya perlahan dan disengaja.

"Kau membahayakan dirimu untukku dua kali dalam seminggu, Natalie," kata Ares, matanya menatap dalam mata Natalie. "Pertama, melawan Adrian. Kedua, melawan Ayah Claudia. Kau berdarah untuk asetku, dan kau mempertaruhkan dirimu untuk kepercayaanku."

"Itu adalah tugas saya, Tuan Ares. Dan Anda membayar saya untuk itu," jawab Natalie, berusaha keras menjaga tembok profesionalismenya tetap tegak.

Ares tersenyum. Senyum itu tidak dingin atau kejam seperti biasanya. Itu adalah senyum yang tulus, meski dipenuhi kekelaman.

"Kau tahu, semua orang di sekitarku adalah harga yang harus dibayar. Claudia adalah harga untuk warisanku. Rook adalah harga untuk keamananku. Semua vendor dan karyawan adalah harga untuk kenyamananku."

Ia melangkah lebih dekat, mengikis jarak profesional di antara mereka. Natalie bisa mencium aroma scotch yang samar dan cologne mahal.

"Tapi kau... kau bukan harga, Natalie," bisik Ares. "Kau adalah variabel yang tak bisa dihitung."

Ares mengangkat tangannya, dan kali ini, ia tidak menyentuh Natalie dengan sentuhan perintah. Ia menyentuh pipi Natalie, lembut, dengan ibu jarinya, mengusap sisa ketegangan dari peran 'Elena Kinski'.

"Ketika Claudia berada di panggung, bersinar dengan Kalung Pusaka, aku hanya berpikir tentang berapa harga yang harus kubayar untuk bebas dari dia," kata Ares, matanya memancarkan kejujuran yang berbahaya. "Tetapi ketika aku melihatmu di sisi panggung, di sudut gelap, mengawasiku, aku hanya berpikir... betapa menariknya dirimu."

Natalie merasakan napasnya tertahan. Sentuhan itu, pengakuan itu—itu memecahkan setiap aturan yang pernah ditetapkan Ares.

"Anda sedang lelah, Tuan Ares," bisik Natalie, suaranya sedikit bergetar. "Anda baru saja menyelesaikan transaksi paling penting dalam hidup Anda."

Ares menggelengkan kepalanya. "Lelah, ya. Tapi aku tidak mabuk dan tidak bodoh. Aku melihat bagaimana kau menahan Adrian. Aku melihat bagaimana kau berjuang di dermaga. Aku melihat bagaimana kau menghadapi Claudia—permainan paling mematikan yang pernah kutawarkan padamu."

Ia mencondongkan tubuh sedikit. "Kau adalah wanita pertama yang kutemui di lingkaran kekuasaan ini yang tidak ingin mengambil sesuatu dariku. Kau hanya ingin tempatmu. Dan kini kau telah mendapatkannya. Tapi aku..."

Ares memajukan kepalanya lebih dekat, tatapan mereka terkunci.

"Aku menginginkan sesuatu darimu, Natalie. Sesuatu yang lebih dari sekadar loyalitas seorang asisten."

Jarak di antara mereka nyaris hilang. Natalie bisa merasakan panas tubuhnya, energi yang mengancam dan memikat. Dia adalah bahaya murni, tetapi dia juga pelindungnya.

Natalie menarik napas. "Apa yang Anda inginkan, Tuan Ares?"

Ares tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia menjatuhkan tangannya dari pipi Natalie ke pinggangnya, menarik Natalie lebih dekat dalam satu gerakan yang menentukan.

Ia mencium Natalie.

Ciuman itu tidak tergesa-gesa atau romantis. Itu adalah ciuman dominasi, rasa ingin tahu yang dalam, dan pengakuan. Sebuah ciuman yang menghapus semua garis profesional. Itu dingin, kuat, dan penuh kekuasaan, sama seperti dirinya.

Natalie terkejut, tetapi ia tidak mundur. Ia merasakan api yang ia sembunyikan selama berbulan-bulan di bawah seragam pelayan dan setelan asisten kini menyala. Ia membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama.

Ketika Ares melepaskannya, ia mencondongkan dahi ke dahi Natalie.

"Kau adalah milikku, Natalie," bisik Ares, nadanya adalah janji dan peringatan. "Di tempat tidur, di kantor, di medan perang. Hanya milikku. Dan aku akan pastikan tidak ada Adrian atau Claudia di dunia ini yang bisa menyentuhmu."

Natalie mengatur napasnya. Hubungan mereka telah berubah. Ia tidak lagi hanya terikat oleh uang atau pekerjaan; ia kini terikat oleh gairah yang berbahaya dan rahasia yang ia bagi.

"Apa selanjutnya, Tuan Ares?" tanya Natalie, suaranya serak.

Ares menarik diri sepenuhnya, dan aura profesionalnya kembali, meski kini diwarnai keintiman yang baru.

"Selanjutnya, kita akan membersihkan kekacauan," kata Ares, matanya kini kembali fokus pada bisnis. "Tuan Sastrawan akan belajar mengapa orang tidak mengkhianatiku. Dan Claudia akan ditinggalkan dengan warisannya, tetapi tanpa kekuasaannya. Dan kau," Ares menatap Natalie, bibirnya sedikit menyeringai. "Kau akan menjadi yang mengurus logistik pembersihannya. Dan setelah itu, kau akan mengurus kelelahan pribadiku."

Ares berjalan menuju liquor cabinet dan menuangkan dua gelas scotch. Ia memberikan salah satunya pada Natalie.

"Untuk perpisahan yang baik, dan awal yang baru," kata Ares.

Natalie mengambil gelas itu. Ia tidak lagi hanya asisten. Ia adalah kekasih rahasia, tangan kanan, dan senjata paling penting yang dimiliki Ares.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!