NovelToon NovelToon
Hanya Karena Aku Anak Pertama

Hanya Karena Aku Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Matabatin / Chicklit / Tamat
Popularitas:242.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Maharaya, sosok gadis yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.
Tiap hari dia diharuskan mengalah pada Mira, adiknya. Hanya karena statusnya sebagai seorang kakak.
Bahkan ketika kekasihnya direbut oleh Mira dia tetap diam.

Arga, adalah pria yang telah dicampakkan oleh Mira, karena profesinya yang hanya seorang tukang ojek online. Arga mendekati Maharaya, dan keduanya pun menjalin hubungan.

Akan tetapi tanpa di sadarinya dia memiliki satu
rahasia yang bahkan dia sendiri pun tidak mengetahuinya. Dan tanpa diketahui siapapun, ternyata Arga juga menyimpan satu rahasia.

Rahasia apa yang sebenarnya dimiliki oleh MAHARAYA dan Arga. Dan apakah akhirnya keduanya benar-benar bersatu. Bagaimana reaksi Mira ketika rahasia mereka akhirnya terungkap?

Ikuti kelanjutan kisahnya dalam

Hanya Karena Aku Anak Pertama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumput di Halaman Tetangga

POV Mira

Aku marah! Hari ini aku benar-benar marah. Kebahagiaanku mengambil Reno dari kakak ternyata tak bertahan lama. Karena ternyata, putusnya kakak dengan Reno justru seperti membuka peluang bagi cowok lain untuk bisa mendekati kakak.

Seperti hari ini, kakakku pulang kuliah diantar oleh seorang cowok yang tak lain adalah teman sekampus kakak dan juga Reno. Cowok ini cukup tampan juga, bahkan bisa dibilang lebih tampan dari Reno, dan juga kelihatan kalau dia anak orang kaya, terlihat dari jenis mobil yang dikendarainya.

Namanya Agam. Aku mengenalnya sebagai mahasiswa seangkatan dengan Reno. Dulu kulihat dia biasa saja, kenapa sekarang saat dia bersama kakak, aku melihatnya berkali lipat ketampanannya? Dan kenapa Reno yang dulu kuanggap sangat tampan dan berkelas waktu masih jadi pacar Kak Raya, sekarang justru terlihat biasa saja? Ah... apakah mataku ini juga penganut paham "rumput di halaman rumah tetangga lebih hijau dari rumput di halaman rumah sendiri"? Aku tidak paham, tapi memang itulah yang aku rasakan.

"Apa aku akan diam saja? Oh, tentu saja tidak. Aku tentu akan mencari cara agar aku juga bisa mendekati Agam, senior di kampusku itu. Aku benar-benar sudah bertekad bahwa Kak Raya tidak boleh bahagia, hanya aku yang boleh bahagia. Jadi, apa pun akan aku lakukan agar aku bisa mengambil apa pun yang telah menjadi milik Kak Raya."

Dan akhirnya itulah yang aku lakukan. Aku mendekati Kak Agam. Pada awalnya, aku mengatakan bahwa saat itu aku ingin menyampaikan pesan dari Kak Raya, bahwa kakakku itu mengatakan ingin membatalkan janji pertemuannya. Suatu kebetulan karena tadi pagi, saat Kak Raya menerima telepon dari Kak Agam, aku mendengarnya. Dan aku pun menggunakan siasat itu.

Setelah itu, aku suka mengatakan kepada Kak Agam bahwa Kak Raya memintanya untuk tidak menghubunginya, sebelum Kak Raya yang menghubunginya. Aku melihat raut kekecewaan dari Kak Agam. Dan itu menjadi kesempatanku untuk mencoba mendekat, menghiburnya, dan mengalihkan perhatiannya dari Kak Raya.

Ini adalah satu hal yang sulit karena dia tidak semudah Reno untuk dibujuk dan dirayu. Kak Agam lebih ulet dan Kak Agam lebih tak mudah untuk didekati. Tapi tak masalah bagiku, semakin dia sulit untuk kutaklukkan, semakin membuat aku penasaran dan merasa tertantang, hingga suatu ketika akhirnya aku pun berhasil dengan trik yang sama. Aku menjelekkan Kak Raya di belakangnya. Aku mengatakan sesuatu yang buruk tentang Kak Raya, yang mau tak mau akhirnya Kak Agam pun percaya dan mulai kehilangan perasaannya pada Kak Raya.

Lagi-lagi aku sangat merasa puas begitu melihat Kak Raya kecewa.

Tidak masalah jika dibilang aku ini jahat. Karena nyatanya, setiap raut kekecewaan dari Kak Raya adalah sesuatu yang sangat membahagiakan hatiku. Dan aku tak berhenti sampai di situ. Meskipun setiap kali aku mendekati dan berhasil menaklukkan pacar Kak Raya hingga beralih kepadaku, yang membuat kebencianku semakin meluap-luap adalah begitu dia kehilangan satu pacar, maka akan seribu lelaki yang mendekatinya.

Hingga akhirnya hari itu tiba. Saat itu aku sudah lulus kuliah, sedangkan Kak Raya sudah bekerja di sebuah perusahaan yang elit. Aku mengetahui bahwa ada seorang pria yang menyukai Kak Raya. Dia adalah teman di tempat kerja Kak Raya, bahkan bisa dibilang dia itu adalah atasan Kak Raya. Dengan jabatannya sebagai seorang manajer, tentu saja pria itu mempunyai gaji yang sangat besar, terlebih dengan wajahnya yang sangat tampan, wanita mana yang tak akan jatuh cinta padanya? Dan itu semakin membuat aku penasaran dan ingin mengambil kembali apa yang menjadi milik Kak Raya.

Tapi dengan cara apa? Kalau dulu teman di kampusnya, aku bisa dengan cara mendekatinya di kampus. Tapi sekarang dia bukan teman di kampusnya, dia adalah orang yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Kak Raya.

Ah, aku ada ide! Akhirnya... siang itu aku menemukan ide yang sangat cemerlang. Aku akan berpura-pura mengantarkan bekal makan siang untuk kakak. Aku membeli makanan via online, aku memesan dengan bentuk yang sangat cantik dan aku akan membawanya ke kantor Kak Raya. Sebelum itu, aku juga berdandan cantik dan mengganti busanaku menjadi lebih bagus, modis, serta dinamis.

Sesampai di tempat Kak Raya bekerja, aku segera menuju ke kantin perusahaan. Kulihat suasana kantin saat itu sangat ramai, karena bertepatan dengan jam makan siang. Aku celingak-celinguk mencarinya, dan akhirnya... itu dia, aku melihatnya!

"Kakak...!" Aku segera berlari kecil menghampiri Kak Raya, yang akhirnya terlihat olehku sedang duduk berdua dengan kekasihnya. Ini adalah satu kebetulan yang sangat bagus. Tanpa basa-basi, aku segera duduk di samping Kak Riswan, nama lelaki yang menjadi kekasih Kak Raya saat itu. Aku berpura-pura tidak menyadari keberadaan pria itu.

"Ada apa, Dek?" tanya Kak Raya yang mungkin heran dengan keberadaanku.

"Aku membawakan makan siang untuk kakak, Ibu yang menyuruhku ke sini!" jawabku lembut. Aku berusaha untuk bersikap sopan di depan kekasih kakak. Kakak hanya melihatku, aku tahu dia tidak percaya. Tidak masalah, toh dia tidak mungkin mengungkap keberadaanku saat itu juga. Kakakku adalah orang yang sangat menjaga image, dia orang yang sangat menjaga nama baik keluarga, dia tidak mungkin menunjukkan kepada kekasihnya bahwa kami tidak akur.

"Lihatlah, Kak, ini enakan aku yang membuatnya bersama Ibu tadi...!" ucapku karena kakak masih diam saja. Aku tahu bahwa dia tidak suka dengan kedatanganku. Itu bagus, lebih kamu tidak suka, lebih aku bahagia.

"Raya, apakah ini adikmu...?" tanya kekasih Kak Raya. Mungkin dia memang tidak mengenalku, karena beberapa kali dia datang ke rumah untuk mengantarkan Kak Raya, aku hanya mengintip dari jendela.

"Ah... maaf, Kak. Mira benar-benar tidak tahu ada teman Kak Raya tadi. Mira benar-benar minta maaf karena tadi terlalu fokus pada Kak Raya, Mira terlalu buru-buru karena takut kalau Kak Raya sudah lapar... maaf ya, Kak...!" Aku menunduk hormat seolah menunjukkan penyesalanku yang teramat dalam. Aku melirik ke arah Kak Riswan yang melihatku dari atas sampai ke bawah, aku tahu dia sedikit terpesona kepadaku. Dibandingkan penampilan dari Kak Raya yang biasa-biasa saja, tentu saja penampilanku lebih cetar membahana.

"Adikmu ini benar-benar perhatian, kau sangat beruntung Raya, kau memiliki adik yang sangat menyayangimu!" ucap Kak Riswan.

Aku melihat Kak Raya yang mendengus kesal, dan wajahnya sudah memerah mungkin menahan marah.

Ayo marah saja, Kak, karena semakin kau marah, itu semakin membuat aku bahagia.

Ha ha ha.

Tapi ini belum seberapa, karena semuanya akan berlanjut, dan akan berakhir sama seperti yang sudah-sudah.

Ha ha ha.

1
Nanik Kusno
ini juga sudah khatam....👏👏👏
Nanik Kusno
sudah katam Kak Othor....
Nanik Kusno
Bener2 wanita g tau malu..... PD mu ketinggian.... begitu dijatuhkan.... sakitnya tak terperi.....😏😏😏😏😏🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Yessss...👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Persahabatan bagai kepompong....👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Arga..... keren pollllll......👏👏👏👏👏👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Mas Bejo.....g sah kakean mikir.... langsung di rabekne wae....☺️☺️☺️☺️☺️👏👏👏
Nanik Kusno
Duuuuhhh yg lagi kangen2an.....yg lain g terlihat pokoknya.....☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Yang mau ketemu Arga dan Raya..... tapi aq yang deg2an......☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
siiiip Arga 👍👍👍👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Keluar juga sifat aslinya Mira.....😏😏😏😏😏🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Tom dan Muhklis...... bersabarlah....lapangkan dadami seluas mungkin....agar bisa menampung semua kelakuan ayah dan anak itu......🥴🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Hiiiiiiiii.....miris banget akhir hidup Riswan.....😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Huuuuhhhhh.....emang hanya bapake aja yang masih waras.....😏😏😏😏😏😏😏😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Hebat Arga...... sekarang g mungkin ayahnya g mau bergerak untuk menemukan Raya.....👍👍👍👍👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Gimana ya nanti kalau Mira tau aslinya Arga....😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Hanya P. Hamid yang otaknya beres di rumah itu......😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Itu bapak kandungmu Raya...
Nanik Kusno
Arga sudah menandai Raya sebagai istrinya.....g ada yang membantah.....👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!