"Qay,, kenapa kamu melakukan ini semua padaku,, apa kamu telah melupakan kenangan indah kita selama ini?"
"Lalu,, apakah kamu tidak berfikir,,, apa yang membuatku seperti ini? bukankah setiap perubahan selalu ada sebabnya?"
Djani dan Qaynaya adalah sepasang kekasih yang telah berpacaran selama 5 tahun, karena kesibukan masing-masing, sepertinya mereka mulai bersikap cuek terhadap pasangan mereka sendiri.
Saat hubungan mereka kembali membaik, masalah baru muncul lagi karena Qaynaya dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Doni, yang merupakan sahabat Djani.
Setelah pernikahan Doni dan Qaynaya, apa yang akan dilakukan oleh Djani? apakah dia akan merebut Qaynaya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
"Kamu terlambat, Qaynaya akan menikah malam ini"
Ucapan Lilis yang berada di teras rumah yang terlihat sangat ramai dengan banyak orang, tenda biru juga sudah terpasang, Djani tidak bisa menghubungi Qaynaya beberapa hari ini, hingga saat kedatangan kedua orang tuanya yang tinggal di luar negeri baru saja sampai, Djani sudah langsung mengajak kedua orang tuanya untuk segera menuju ke rumah Qaynaya.
"Tante, ini tidak mungkin, Qaynaya adalah kekasihku, bagaimana mungkin dia menikah dengan orang lain!" Djani panik dan terlihat frustasi, apalagi saat melihat tulisan di hiasan pelaminan tertera jelas nama Qaynaya.
"Ini tidak mungkin tante, jangan lakukan ini padaku, aku mohon" Djani berlutut di hadapan Lilis, kedua orang tua Djani tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi sangat paham kalau anaknya sedang ditolak.
"Djani, jangan permalukan dirimu, cepatlah bangun" ujar Rini yang merupakan mamanya Djani.
"Sebenarnya apa yang terjadi? kamu bilang meminta kami melamar Qay untukmu, tetapi apa ini? sepertinya ini adalah pesta pernikahan, kamu tidak boleh merebut calon istri orang lain" ujar Rini yang tidak tau hubungan Djani dengan Qaynaya, karena selama ini mereka tinggal diluar negeri.
"Qay adalah kekasihku mama, kenapa ini terjadi padaku, Qay!" Djani berniat berlari kearah pintu rumah Qaynaya, tetapi ditahan oleh ayahnya.
"Ini tidak benar Djani, sekarang kita harus kembali" ujar Rini, lalu membantu suaminya untuk menarik Djani pergi dari tempat itu, didalam mobil, Djani histeris dan meraung, dia terus meninju jok mobil, kedua orang tuanya prihatin melihat anaknya dalam kondisi seperti itu, mereka ikut menangis.
Djani anak yang mandiri, saat ayahnya mendapatkan tugas pekerjaan di luar negeri, dia memilih hidup mandiri di Indonesia karena saat itu sudah sangat tanggung waktunya, sebab perpindahan ayahnya disaat Djani sedang melakukan ujian kelulusan sekolah menengah atas.
Saat wisuda kelulusan nya juga kedua orang tuanya terlambat datang sehingga mereka tidak sempat berkenalan dengan Qaynaya.
Djani terlihat sudah tenang saat mereka sampai di parkiran apartemen Djani, tetapi entah apa yang dipikirkan oleh Djani yang tiba-tiba, masuk kembali kedalam mobilnya setelah memberikan kunci apartemen kepada kedua orang tuanya, Djani mengebut untuk sampai kembali kerumahnya Qaynaya.
"Jangan terus menangis, MUA yang menangani mu mengeluh karena make up mu terus luntur" ujar Lilis pada Qaynaya yang masih menangis sesenggukan di dalam kamarnya.
"Ma, kenapa mama begitu jahat pada kakak?" tanya Qinanti, dia juga tidak bisa menahan air matanya saat melihat kakak kesayangannya harus mengalami kejadian memilukan dalam hidupnya.
"Apa yang kamu tau? dengan hal ini membuktikan rasa sayang mama pada kakakmu, mama mencarikan jodoh yang sesuai untuk nya, dan sudah pasti bisa membahagiakan nya"
Qaynaya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, sepertinya tenaganya sudah habis karena beberapa hari ini terus menolak perjodohan ini.
💙 Flashback 💙
Sesaat setelah sampai dirumahnya, Qaynaya menyadari bahwa yang telah melamarnya adalah Doni, yang merupakan rekan kerja Djani bahkan sahabatnya sejak kuliah
"Ma, aku menentang perjodohan ini, aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu menjadi boneka mama, lagipula apa mama tau? pria ini adalah sahabat Djani, apa kata orang nanti ma? orang akan menganggap aku wanita tidak benar"
"Kalian dulu pernah satu universitas, dan nak Doni ini bercerita kepada mama kalau dia duluan yang telah mencintai dirimu, tetapi karena rasa persahabatan nya yang tinggi pada Djani, dia lalu mengalah, tetapi dia juga seperti mama yang tidak menyukai Djani karena terus saja mengelak untuk menikahi dirimu"
"Ma, Djani tidak mengelak, akulah yang selama ini menolak dengan alasan belum siap, aku hanya ingin melihat Qinara dan Qinanti lulus sekolah, baru aku tenang untuk memikirkan hidupku sendiri, keluarga kita yang hanya mengandalkan uang pensiun dari ayah tidaklah cukup, kenapa mama tidak menghargai perjuangan ku selama ini?"
"Doni adalah pria mapan dan berasal dari keluarga terpandang, dia juga telah melunasi semua hutang kita dan biaya pengobatan ayahmu yang sudah menunggak sangat banyak, kita harus berterimakasih kepada dirinya"
"Apa mama menjual ku?" Qaynaya tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh mamanya.
"Jaga bicaramu, aku tidak mungkin menjual anak kesayangan mama" Lilis mendekati Qaynaya dan membelai rambut anaknya itu sambil tersenyum ke arah Doni.
"Qay, aku juga tidak tau dengan semua ini, aku bahkan baru tau kalau yang dijodohkan denganku adalah kamu, ingin sekali aku menolaknya, tetapi aku tidak bisa, karena aku juga terpaksa melakukan ini semua, ayahku juga sama seperti ayahmu, beliau sedang sakit parah dan berharap aku segera menikah"
"Jangan menikah denganku, aku tidak mau, cari saja wanita lainnya, aku hanya akan menikah dengan Djani"
"Dasar anak tidak tau diuntung dan tidak tau diri, keluarga nak Doni telah mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk biaya pengobatan ayahmu, bahkan sudah membayar untuk beberapa tahun kedepan, kalau kamu sanggup mengembalikan nya, maka kembalikan dan kamu tidak perlu melakukan hal ini"
"Kenapa mama menerimanya? kenapa mama menerima uangnya? bukankah aku juga selalu rutin membayar biaya pengobatan ayah? lalu kenapa bisa bertumpuk tidak terbayar? itu semua karena mama yang memakai uang itu, jadi dalam hal ini bukan aku yang harus bertanggung jawab, tetapi mama, silahkan mama menikah"
Ppplllaaakkkkk
Tamparan keras mendarat di pipi cantik Qaynaya, dengan perasaan sakit hati yang mendalam, Qaynaya berlari menuju kamarnya, pipinya memang sakit tetapi tidak sesakit hatinya.
Ayah Qaynaya mempunyai penyakit gagal ginjal, sehingga perawatannya membutuhkan biaya yang lumayan mahal, ditambah harus sering cuci darah, selama ini Qaynaya yang selalu membantu keuangan keluarganya.
Ayahnya datang mendekatinya, dan mengusap bahunya dengan perlahan, Qaynaya lalu menangis didalam pelukan ayahnya.
"Maafkan ayah Qay, ayah tidak sanggup melindungi mu dari mama mu sendiri, maafkan ayah juga karena selalu menjadi beban untukmu, rumah ini telah di gadaikan oleh mamamu sejak lama, di hari yang sama dimana keluarga itu datang untuk melamar dirimu, datang dari pihak BANK untuk menyita rumah ini, Doni dan keluarganya membayar lunas semua hutang mamamu, tolong kasihanilah kami Qay, kalau rumah ini disita, kami akan tinggal dimana?"
Qaynaya semakin menangis, mencoba untuk menumpahkan segala perasaan sakit di dadanya.
💙 Flashback End 💙
Qaynaya duduk disebelah Doni di atas kursi pelaminan, air matanya terus bercucuran, pernikahan itu memang sengaja dilakukan secara sederhana dan hanya pihak keluarga serta kerabat terdekat yang datang karena Lilis takut Djani membuat keributan dan dikhawatirkan akan membuat kegaduhan.
Dari awal sudah diantisipasi oleh Lilis dengan mengadakan pesta pernikahan sederhana sehingga mudah untuk menghalau segala masalah yang mungkin terjadi.