Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 "Di Sekolah"
Beberapa hari kemudian, pagi ini menunjukan pukul 06.30 wib, dan seperti biasa Himawari sedang asyik tidur dengan nyenyaknya, dia juga mengabaikan beberapa kali bunyi jam weker miliknya. Entah sudah berapa kali itu berbunyi tapi dia tetap tidur dengan nyenyak.
"Kring....kring...kring..." Suara dari jam weker milik Himawari terdengar sangat nyaring di telinga. Namun gadis ini tetap mengabaikan masih saja memeluk gulingnya dengan amat nyaman serta bersembunyi di bawah selimut bulu miliknya.
Tiba-tiba Shakira sudah ada di sampingnya dan berteriak serta mengguncang-guncang tubuh Himawari beberapa kali. Bertujuan agar dia bangun karena sahabatnya itu takut kalau akan terlambat dan di hukum.
"Hei!!, ayo bangunlah sudah jam berapa ini!!" Seru dari Shakira agar sahabatnya itu bangun namun,upaya dari Shakira tetap tak membuat Himawari membuka kelopak matanya.
"Aish, gadis ini bagaimana caranya agar dia menjadi gadis yang rajin ya, aku kehabisan akal."Ujar dari Shakira lalu, dia pun mengambil air di tangannya dan mengusap tepat di muka Himawari agar bertujuan temannya itu akan bangun.
"Ha, kau Shakira Cckkk.. iya aku bangun, aku akan mandi lagian seharusnya kau tinggalkan aku saja, aku akan berangkat sendiri."Ujar dari Himawari sambil melepas selimutnya itu lalu ia pun menuju kamar mandi, tak berselang lama dia pun sudah sangat siap rapi dengan seragam miliknya.
"Ayo kita berangkat ke sekolah gadis malas."
Ujar dari teman Himawari ini , Shakira sangat baik pada Himawari ,dia sudah menganggap adiknya sendiri.
Beberapa menit kemudian mereka berdua pun sudah sampai,di depan pintu gerbang sekolah ternyata pintu gerbangnya sudah di tutup dan gurunya tidak ada, alias sepi.
"Kita telat, sialaaan..!"Ujar dari Shakira dengan sangat sebal dan memanyunkan bibirnya, dia pun melampiaskan kekesalannya itu dengan cara menendang kaleng yang berada di dekat nya. Alhasil kaleng itu membumbung tinggi.
"Wiiiiing.... pluk." Ternyata kaleng mengenai kepala dari salah satu guru olahraga kami.
"Astaga Bapak guru olahraga ternyata,"ujar dari Himawari sambil tersenyum kecut.
Shakira pun segera mendekat, dan ia menelan selivanya karena ketakutan, akan kemarahan dari guru olahraga kami. Dan mengepalkan kedua tangannya karena dia takut mendapat hukuman.
"Maafkan saya Pak, aku kira kalengnya akan masuk ke dalam tempat sampah, ternyata terkena kepala Bapak." Ujar dari Shakira dia sangat takut sekali , dan membungkukkan badannya di depan Pak Guru Olahraga ini.
"Ah... sakitnya, lumayanlah tendanganmu itu, lagipula kalian terlambat, apa kalian sedang janjian?" Tanya dari Pak Guru Olahraga kami sambil mengelus kepalanya terkena kaleng.
"Endak Pak, tadi sepeda motor bututku ini mogok di tengah jalan," ujar dari Shakira membela diri agar Pak Guru olahraga tidak memarahi Himawari.
"Aku tahu, pasti anak sebelahmu itu kan yang nakal dan bandel itu kan, aku sudah hafal." Ujar dari Pak Guru Olahraga kami dengan menyeringai dan menatap Himawari ini.
"Kalau mau hukum, aku saja Pak biar Shakira masuk, aku akan menjabuti rumput seperti biasanya."Ujar dari Himawari dan tertunduk .
"Ha... kapan kau jerah apakah kau memang ingin jadi anak bandel?" Ujar dari Pak Guru Olahraga Kami sambil menggelengkan kepala dan juga melihat wajah Himawari yang bandel itu yang tak mengenal efek jerah sama sekali.
"Begini saja Pak, aku juga mau di hukum aku rasa, ini semua salahku karena motor bututku ini kami terlambat sekolah."Ujar dari Shakira ingin bertanggung jawab, Shakira fikir jika ia mau berkata seperti itu,Himawari akan sedikit berubah.
Dan akan menjadi anak yang rajin lalu untuk itu Shakira akan berusaha keras,bisa merubah sifat shabatnya itu. Yang dari pemalas jadi anak yang rajin dan anak yang tepat waktu .
Bersambung...
Bonus penampilan Guru Olahraga Kami yang super cool.
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak