hafiza khayra lubna biasa di panggil kai atau khayra. gadis 17 tahun ini cucu dari kyai pemilik pondok pesantren Al hikmah. sang kakek menyuruh Muhammad Azam Ibrahim atau Gus Azam abi nya khayra untuk kembali ke Indonesia dan mereka pun kembali ke Indonesia.
dan khayra menerus sekolahnya di pesantren milik kakeknya sampai dia menemukan jodohnya di pesantren.
kira-kira siapa ya jodohnya khayra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. pembangunan cafe
setelah memaparkan konsep ke om Zidan, hari-hari khayra semakin sibuk. pagi dia harus ke sekolah pulang sekolah dia harus memantau pembangunan cafe bersama om Zidan dan ustad Zaki. khayra akan pulang menjelang magrib, dia harus shalat di masjid lanjut setoran hafalan terus shalat isya baru khayra bisa istirahat. begitulah rutinitas khayra setiap hari dan tak terasa sudah tiga bulan khayra menjalaninya.
siang ini khayra meninjau lagi pembangunan cafe yang sudah tahap akhir. begitu bel pulang berbunyi khayra pun pamit sama teman-temannya.
" nada, gina, Sarah aku duluan ya. assalamualaikum." pamit khayra.
" walaikum salam."
" kamu mau kemana sih Ning buru-buru." tanya nada.
" maaf ya soalnya aku harus mantau pembangunan cafe om Zidan yang di serah ke aku." ujar khayra.
" wah hebat kamu Ning. ya sudah hati-hati." ucap Sarah.
khayra pun langsung keluar kelas dan jalan terburu-buru. sampai rumah sepi hanya ada mbak maysaroh haddam di rumah kami. umi masih di rumah sakit, abi nya ada di kantor pesantren, sedangkan kedua adiknya belum pulang. khayra pun langsung Menganti pakaiannya. dia memutuskan memakai kulot pants, kaos putih dengan outer rajut serta sepatu sket putih. setelah rapi dia pun bergegas pergi ke kantor pesantren untuk pamit ke abi nya.
saat khayra akan ke tempat Abi nya, ternyata dia bertemu Abi sedang ngobrol bersama berapa ustad.
" assalamualaikum Abi." panggil khayra.
" walaikum salam."
" walaikum salam nak. ada apa?." tanya Abi
" ini Abi kai mau berangkat ke cafe."
" belum selesai nak." tanya Abi lagi.
" hari ini selesai pembangunannya tinggalkan pengisian furniture dan lain-lainnya. kemungkinan tiga Minggu lagi cafe sudah bisa di buka." jelas khayra.
" ya sudah hati-hati, tapi kamu sudah makan kan." tanya Abi.
" tadi sudah makan di kantin Abi. kalau gitu kai berangkat ya assalamualaikum."
" walaikum salam."
" walaikum salam, bawa mobil nya hati-hati." iya khayra di beliin mobil oleh Abi nya biar gampang dia beraktifitas.
khayra pun langsung menuju mobil nya. setelah itu dia pun melaju mobilnya meninggalkan halaman pesantren.
" Ning khayra hebat ya masih muda sudah bisnis." ucap salah satu santri yang kebetulan ada di sana ketika khayra masuk ke dalam mobil.
" kata siapa kamu?."
" serius orang aku dengar Gus Zidan sama Ning khayra kerja sama bikin cafe gitu. katanya juga Ning khayra waktu di Australia juga punya usaha street food gitu."
" wah hebat ya."
" sudah-sudah ayo kita lanjutin lagi nyapu nya." mereka sedang piket membersihkan masjid.
khayra pun mampir dulu ke cafe dekat kampus karena ustad Zaki ada di sana. setelah memarkirkan mobilnya khayra pun masuk ke dalam bangunan cafe.
" assalamualaikum ustadz Zaki."ucap khayra.
" walaikum salam Ning khayra." jawab ustad Zaki.
" gimana ustad Zaki sudah beres." Tanya khayra.
" Alhamdulillah Ning tinggal bersih-bersih. silahkan Ning lihat-lihat dulu kalau ada yang kurang biar langsung di kerjakan." ujar ustad Zaki.
khayra pun berkeliling melihat hasil kontruksi cafe. khayra sangat puas tidak ada yang kurang.
" gimana Ning ada yang kurang?." tanya ustad Zaki
" nggak ada ustadz semua sesuai dengan konsep yang aku inginkan." ujar khayra.
" kalau gitu kita lanjut ke pembangunan cafe yang satunya.' ajak ustad Zaki.
" boleh biar cepat ustadz."
khayra dan ustad Zaki pun pergi ke tempat pembangunan cafe yang satu lagi. mereka pergi dengan mobil masing-masing.