Warning 21+
Sekuel Virgin
Harap bijak dalam membaca..
Valerie Angelina Putri merupakan seorang gadis yang terlahir dari kalangan keluarga berada, dengan semua fasilitas yang ia miliki ia bebas melakukan apa saja sesuka hatinya. Dulu Valerie adalah gadis yang begitu lugu dan polos namun setelah mendapatkan kekecewaan yang begitu mendalam kini ia berubah menjadi sosok yang bertolak belakang dengan sebelumnya.
Sampai suatu hari ia di pertemukan kembali dengan sosok pria yang selama ini ia rindukan, namun situasi dan kondisi yang telah berubah membuat gadis itu membenci sosok yang ia rindukan itu.
Bagaimana kisah selanjutnya? akankah semua nya berubah?
Sambungan dari novel Virgin (true love)
#Slow update
#banyak typo
#alur sesuai isi otak othor
salam othor kecil 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Bagus ya, di suruh pulang malah nongkrong disini!" Ucap pria lainnya yang baru datang menghampiri Valeri.
"Aishh.. merusak suasana tau gak!" Sahut Valeri.
"Ayo pulang." Ucap Alan menarik tangan Valeri dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Hey.. kau mau membawanya kemana?" Tanya Rivan yang mencoba menahan gadis itu.
Alan hanya mengabaikan apa yang di ucapkan oleh Rivan. Di sebuah parkiran, Alan mengambil kunci mobil Valeri yang berada di dalam tasnya, ia membukakan pintunya dan menyeret gadis itu masuk kedalam.
"Siapa dia? bukan kah selama ini kamu begitu membenci pria asing? kenapa kau begitu dekat dengannya?" Tanya Alan seolah menginterogasi Valeri.
"Cepat jalan, aku gak akan menjawab pertanyaan mu!" Sahut Valeri.
Dengan wajah yang kesal Alan mengemudikan mobilnya, entah apa yang membuatnya seperti itu ia pun tidak mengerti dengan semuanya. Selama perjalanan, hanya keheningan yang menemani keduanya, tak ada percakapan dari mereka dan saling menutup rapat mulutnya satu sama lain. Sampai akhirnya Alan menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah mewah, dengan segera ia membukakan pintu untuk Valeri.
"Kenapa kau diam saja? ini bahkan bukan gaya mu." Tanya Valeri yang merasakan Alan seperti orang asing.
"Aku pulang dulu, istirahatlah." Sahut Alan yang kemudian meninggalkan rumah itu.
"Kenapa dengannya? apa aku telah melakukan kesalahan?" Gumam Valeri.
Gadis itu mulai menapaki beberapa anak tangga menuju pintu utama rumah nya, ceklek. . . sebuah pintu terbuka dan Valeri pun masuk menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya dengan kepala yang sedikit pusing di atas ranjang yang masih tertata rapi, tatapan matanya menerawang ke atas langit-langit kamar dan terlintas bayangan Rivan yang telah membuatnya nyaman malam ini. Seketika Valerie terbangun kembali dan duduk di tepi ranjang.
Valeri mengambil ponselnya dan mengirimi pesan pada seseorang untuk meminta pendapatnya.
"Malam Jia, boleh aku bertanya sesuatu?" Isi pesan Valeri yang di kirimkan nya pada Jia.
"Tentu, apa yang ingin kau tanyakan?" Balas Jia.
"Menurut mu apa cinta pertama itu benar-benar ada?" Tanya Valeri.
"Ya, itu memang ada dan bahkan sulit untuk di lupakan." Jawab Jia.
"Apa kau sedang berada dalam posisi gak bisa melupakan seseorang?" tanya Jia.
"Tidak, aku hanya bercerita mengenai teman ku. Ya sudah aku off dulu." Valeri.
Setelah chat berakhir Valeri berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, di depan sebuah wastafel ia bercermin menatap dirinya sendiri. "Apa yang telah aku lakukan selama ini hanyalah sia-sia, karena semakin aku ingin melupakan semuanya di saat itu juga aku semakin merindukan." Gumam Valeri yang kesal dengan dirinya sendiri. Valeri pun berteriak dan melempar beberapa barang di kamar mandinya hingga berantakan ia terduduk di lantai dengan wajah yang frustasi.
***
Pagi hari menjelang, seorang gadis yang masih di balut selimut tebalnya masih terpejam di atas ranjang yang cukup luas, dengan suasana kamar yang cukup berantakan serta gelas dan botol bekas wine berserakan dimana-mana. Lilian yang selaku kepala pelayan di rumah itu masuk kedalam kamar Valeri untuk membangunkannya, mulai dari depan pintu ia memungut beberapa barang yang berserakan di lantai dan kembali merapikannya, tak lupa juga ia membukakan gorden kamar Valeri hingga sinar mentari menerobos masuk dan menyilaukan gadis yang layaknya putri tidur itu.
"Bangun non, sudah hampir siang apa hari ini tidak pergi ke kampus?" Ucap Lilian.
Gadis itu hanya sedikit menggerakkan badannya dan menarik selimutnya kembali hingga menutupi seluruh tubuhnya. Dengan pantang menyerah Lilian terus mencoba membangunkan Valeri segala upaya telah ia coba namun gadis itu tidak menggubrisnya sedikit pun. Sampai akhirnya Vanya pun masuk kedalam kamar putri tunggalnya itu.
"Satu... dua... tiga... gak bangun juga terpaksa mommy mengirim mu ke rumah aunty Carla di Seoul, kau mau?" Ucap Vanya yang menyilangkan kedua tangan di dadanya.
"Yess.. liburan! aku mau mom." Sahut Valeri yang langsung bangun dari tidur nya.
"Ehh.. sepertinya aku salah bicara." Gumam Vanya.
"Mommy serius mau kirim aku ke aunty Carla?" Tanya Valeri dengan penuh semangat.
"Tidak, mommy hanya salah bicara cepat bangun dan temui daddy di bawah." Ucap Vanya yang kemudian pergi meniggalkan kamar gadis itu.
"Ck, apaan sih mommy buat mood ku turun aja!" Gerutu Valeri yang berjalan menuju kamar mandi.
1 Jam berlalu, seorang gadis keluar dari kamarnya menuju sebuah ruang keluarga, terlihat sosok sang ayah yang sedang fokus dengan sebuah laptop di hadapannya. Valeri pun menghampiri Ernan dan duduk di sampingnya, ia mengambil sebuah apel yang berada di atas meja dan memakannya dengan begitu lahap.
"Pelan-pelan nanti tersedak." Ucap Ernan tanpa melirik sedikitpun.
"Tenang dadd, apel nya udah jinak." Sahut Valeri.
Ernan pun mengalihkan pandangannya ke arah Valeri dan menatap nya dengan tatapan aneh.
"Hehe.. canda dadd." Ucap Valeri cengengesan.
"Lihatlah, apa kau suka dengan tempatnya?" Ucap Ernan yang memperlihatkan sebuah desain cafe untuk bisnis putrinya itu.
"Hmm.. lumayan bagus, dengan roof top yang terbuka seperti itu mereka yang berada disana bisa melihat pemandangan kota secara langsung, daddy emang the best." Sahut Valeri.
"Daddy juga sudah mencarikan apartemen untuk kamu yang cukup dekat dengan cafe nya." Ucap Ernan.
"Benarkah? kapan aku bisa melihatnya?" Tanya Valeri.
"Mungkin besok, sekalian ada kejutan buat kamu." Sahut Ernan.
"Hmm.. ya udah aku ke kampus dulu, barusan Friska chat aku katanya ada kelas mendadak." Ucap Valeri.
"Baiklah hati-hati sayang."
Valeri pun mengecup pipi Ernan dan bergegas menuju pintu utama, langkahnya terhenti ketika ia berpapasan dengan Vanya. Tatapan seorang ibu yang cukup tajam membuatnya terdiam layaknya anak yang polos dan lugu.
"Ehh.. mommy cantik ketemu lagi hehe.." Ucap Valeri.
"Mau kemana kamu?" Tanya Vanya.
"Kampus mom, katanya tiba-tiba ada pertemuan penting dengan profesor." Sahut Valeri.
"Pertemuan apa keluyuran?" Tanya Vanya kembali.
"Pertemuan mom, suer aku gak bohong kalau gak percaya mommy baca aja chat nya." Ucap Valeri yang menunjukkan isi pesan yang di kirimkan Friska.
"Setelah selesai langsung pulang! jangan kelayapan terus!" Tegas Vanya.
"Siap ibu ratu." Ucap Valeri memberi hormat.
Sebelum pergi ia mengecup pipi mommy nya sama persis dengan apa yang di lakukan nya pada sang daddy. Dengan mobil baru kesayangannya Valeri melesat menuju kampus, di tengah perjalanan Valeri di salip oleh pengendara lainnya karena tidak terima ia pun menambah kecepatannya dan terjadilah aksi kejar-kejaran di jalan raya hingga memicu dua orang polisi yang sedang bertugas di lapangan mengejar kedua mobil itu.
***
Jika menemukan kesalahan apapun itu, tolong beritahu othor ya agar bisa di revisi.. makasih pembaca setia forbidden love. .
sukses
semangat
mksh