-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas
"nih neng bakso nye, selamet nikmatin ye neng" ucap mang Ucup setelah menaruh 3 mangkuk bakso yang sangat mengiurkan.
"iya mang makasih" jawab ketiganya.
Mereka pun makan dengan berbincang-bincang santai. Setelah bakso mereka habis, mereka pun membayar bakso itu dan langsung pergi menuju RS Ibu Asih yang berada tak jauh dari kampus mereka.
toktoktok
"masuk" ucap sang dokter dari dalam ruangan.
"permisi Dok, saya Jeslyn" sapa Jeslyn kepada dokter cantik itu.
"ah iya Jeslyn, lama tak bertemu" ujarnya, kenapa bisa kenal? Jelas karena dokter itu temannya Mamah Jeslyn semasa SMA.
"mari tiduran dulu Jes" pinta Hana si Dokter cantik itu.
"Tante gak bilang Mamah kan kalau Jeslyn ke sini?" tanya Jeslyn pelan-pelan.
"enggak kok sayang, tapi tante gak mau tau kamu harus kasih tau Mamah kamu atau gak tante yang bilang ke Mamah kamu" ujarnya dengan nada tegas, Jeslyn pun hanya mengangguk lemah.
"sini-sini" panggil dia ke teman Jeslyn.
"liat itu ada ponakan kalian" ujar dokter itu membuat ketiga orang itu terkejut.
"ma..maksud tan..te?" tanya Jeslyn terbata-bata.
"ish lemot banget sih kamu" ujarnya kesal.
"kamu hamil Jes, dan usia kandungan kamu ternyata sudah sekitar 9 hari. Masih baru sekali Jes" ucapnya dan itu makin membuat ketiganya terkejut.
"berarti aku bakalan jadi Mamah?" tanya Jeslyn.
"yap" ucap dokter itu.
"dan kita bakalan jadi aunty?" kini giliran kedua temannya yang bertanya.
"yap" ucap dokter itu lagi.
"aku gak tau harus sedih apa senang" gumam Jeslyn yang masih bisa di dengar ketiganya.
"ya harus senang dong sayang, kamu lupain kejadian itu. Sekarang saatnya kamu fokus ke bayi kamu" ucap dokter itu dengan bijak.
"tapi aku takut aku malah semakin memikirkan nya dan berakibat benci dengan anak ini" ucap Jeslyn bulir bening pun jatuh ke pipinya.
"sutt kamu gak boleh benci ke bayi ini, dia adalah titipan tuhan untuk kamu jadi kamu harus menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hati" setelah mengucapkanitu dia pun memeluk Jeslyn agar Jeslyn bisa tenang.
"Jes, bener apa yang dibilang tante. Ingat yang aku bilang di taman tadi, Kamu masih punya aku, Sinta, orang tuamu dan sekarang ada tante Hana" ujar Manda menenangkan Jeslyn.
Jeslyn mengangguk dan dia pun tersenyum saat melihat layar monitor yang menampilkan seseorang yang sangat dia jaga meski nyawa taruhannya.
'Bunda janji akan selalu menyayangi dan menjagamu nak' batin Jeslyn.
"yasudah ayo ke meja tante" Jeslyn pun turun dari Brankar dan berjalan mengikuti Hana begitu pun dengan kedua temannya.
"ini resep obatnya dan kamu juga harus jaga pola makan kamu serta jangan melakukan hal yang berat-berat karena usia kandungan kamu yang masih terbilang sangat muda maka resiko terjadi hal-hal buruk sangat banyak" ucap Dokter Hana, Jeslyn pun langsung menganggukkan kepala dan berucap Terimakasih, setelahnya mereka bertiga pun pamit dari ruangan Dokter Hana untuk pulang ke rumah Jeslyn karena mereka akan menjelaskan semuanya kepada orang tua Jeslyn. Padahal kalau gak di jelasin juga orang tuanya udah tau, hehehe...
Mereka bertiga langsung pergi ke Mansion Casey menggunakan Mobil Manda karena Jeslyn dan Sinta yang kebetulan tidak membawa kendaraan.
"aku degdegan Man, Sin" kata Jeslyn dengan memegang jantungnya yang berdetak begitu kencang.
"tenang Jeslyn, masih ada kita disini jadi kamu jangan tegang oke" ujar Sinta menenangkan, sementara Manda fokus ke jalanan.
"iya Sin" jawab Jeslyn, dan dia pun melakukan aksi tarik nafas beberapa kali sampai akhirnya dia tenang.
"dah sampai ayok" ujar Manda dan dia langsung keluar dari mobilnya begitu pun dengan Jeslyn dan Sinta.
Mereka masuk ke Mansion Casey dan langsung disambut para pelayan yang berada di sekitar mereka. Jeslyn melihat ke kanan dan ke kiri memeriksa kedua orang tuanya ada atau tidak. Karena dia tak kunjung melihat orang tuanya dia pun bertanya ke salah satu pelayan disana.
"mbak, Mamah sama Papah kemana?" tanya Jeslyn ke pelayan itu.
"Nyonya ada di taman belakang dan Tuan ada di ruang kerja non" ujarnya dengan nada sopan.
"makasih mbak" ucap Jeslyn dan dia pun langsung ke arah taman belakang, dia melihat Mamahnya yang sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya.
"mah, bisa kumpul dulu di ruang keluarga?" panggil Jeslyn dan Agatha pun langsung melihat ke arah Jeslyn dengan senyum yang tak hilang sedetik pun.
"eh sayang? Yasudah nanti Mamah nyusul ya, Mamah mau beresin ini dulu" ucap Agatha dan Jeslyn pun pergi dari sana, kini dia melangkahkan kaki ke lantai 2 menuju ruang kerja Papahnya.
toktoktok
"masuk" ucap Alderich dengan nada tegasnya. Jeslyn pun langsung masuk ke ruangan Alderich yang begitu nyaman bagi Jeslyn.
"Pah, bisa kumpul bentar gak di ruang keluarga? Ada yang mau Jeslyn omongin" ucap Jeslyn dan Alderich pun langsung menutup Laptopnya setelahnya dia langsung mengajak Jeslyn keluar.
"memang ada apa sayang?" tanya Alderich memecah keheningan diperjalanan.
"nanti Jeslyn kasih tau Pah" jawab Jeslyn dan Alderich yang mendengarnya gemas dengan Jeslyn, dia pun mengusap kepala Jeslyn dengan lembut.
"ihh Papahhh rambut Jeslyn jadi berantakan kan" sebal Jeslyn dia pun memajukan bibirnya ke depan.
"aduhhh anak Papah lucu banget sih" bukannya membujuk Jeslyn, Alderich malah membuat Jeslyn tambah kesal kepadanya karena dia mencubit pipi Jeslyn dengan sangat kencang. Sungguh tidak sadar umur sekali Papahnya ini.
"tau ah Jeslyn marah sama Papah" rajuk nya.
"hahaha... maaf ya sayangnya Papah" ucap Alderich tak lupa dia mencium pipi cubby milik Jeslyn.
"ya deh Jeslyn maafin" balas Jeslyn. Mereka pun sampai di ruang keluarga, disana sudah ada Agatha dan kedua temannya yang sedang asik berbincang.
"emm... jadi..." ucap Jeslyn gugup. Manda dan Sinta yang berada di samping Jeslyn pun mengusap lengan Jeslyn guna memberi semangat.
"ada apa sayang?" tanya Agatha penasaran.
"aku...aku..." gugup Jeslyn, kini jantungnya berpacu dengan sangat cepat.
"apa sih kamu? Jangan gugup gitu ok" ujar Agatha, Alderich masih setia terdiam menunggu ucapan anaknya itu.
"aku... aku.. hamil" cicit Jeslyn dengan pelan tetapi masih bisa di dengar orang tuanya.
"HAH?!" kaget Agatha dan Alderich namun itu hanya sebentar karena mereka sudah tau kenapa anaknya bisa hamil, mereka hanya berpura-pura kaget karena ingin membuat Jeslyn bercerita kepada mereka.
"ceritakan semuanya Jeslyn" ucap tegas Alderich, dan Jeslyn langsung menceritakan semuanya tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih bahkan dia pun menyebutkan nama pria brengsek yang tidak ingin bertanggung jawab itu.
"maaf kan kami Om, Tante. Ini semua salah kami berdua. Kalau saja saat acara pesta ulang tahunnya Rey kami tidak meninggalkan Jeslyn, pasti ini semua gak akan terjadi" sesal Manda dan Sinta saat Jeslyn selesai bercerita.
"kami sudah tahu semuanya, dan ini bukan salah kalian. Orang yang memasukkan obat itu pun sudah kami masukkan ke penjara" ujar Agatha dengan nada lembut tak lupa dengan senyum manisnya.
"Ma.. Mamah tau dari si..apa?" tanya Jeslyn sesegukan karena dia menangis saat bercerita tadi.
"sayang, sesibuk-sibuk nya Mamah dan Papah di kantor. Kamu tetap berada di pantauan kami. Kamu anak satu-satunya yang kami punya. Mamah dan Papah memang jahat sama kamu karena kurang memperhatikan kamu dari dekat bahkan saat pulang kerumah kami pun masih sibuk dengan berkas-berkas. Tetapi tanpa kamu sadari ada orang suruhannya Papah yang selalu ada di dekatmu, itu lah salah satu cara kami agar kami tetap bisa menjaga dan mengawasi kamu walau dari jauh" ujar Alderich dia pun langsung memeluk Jeslyn dengan sangat erat.
----BERSAMBUNG----
maaf update lama🙏
jangan lupa LIKE dan KOMEN:)