"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 | JEBAKAN SANG MILIARDER
"Bagaimana bisa Anda melakukan ini padaku, Mr. James?!"
Dada Aleeza Wira naik turun, menyuarakan amarah yang membakar di dalam ruang kerja sang atasan. Dua tahun ia mendedikasikan hidupnya di Socialite Media, mengaburkan batasan siang dan malam, demi liputan-liputan eksklusif. Tapi hari ini, di depan matanya sendiri, tim redaksi justru sedang memoles foto pertunangan palsunya dengan Austin Vanderbilt!
Hanya dua meter dari tempatnya berdiri, bayangan cincin berlian yang dipaksakan Austin ke jarinya terpampang jelas di layar monitor editor. Lengkap dengan caption bombastis yang siap mengguncang seluruh negeri.
Rasanya Aleeza ingin menyiramkan kopi panasnya ke wajah Mr. James, atau menghancurkan layar-layar komputer itu. Namun tubuhnya seolah terpasung.
"Maafkan aku, Aleeza Aku tidak punya pilihan," ucap Mr. James, raut wajahnya menyiratkan penyesalan yang terlihat begitu buatan. "Perusahaan ini tidak lagi milikku sepenuhnya."
"Uang!" desis Aleeza tajam, matanya menyala penuh kebencian. "Pria arogan itu menyuap Anda, kan? Saya bisa menuntut kantor ini atas tuduhan pencemaran nama baik!"
Mr. James menghela napas panjang, lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Sikapnya mendadak berubah dingin.
"Kau mau menuntut kami, Aleeza?" Mr. James terkekeh pelan, nada bicaranya berubah menjadi intimidasi halus. "Kau wanita yang cerdas, tapi kali ini kau sangat naif. Begitu kau melayangkan gugatan, seluruh tim di ruangan ini akan bersaksi bahwa berita itu adalah idemu sendiri. Kau kalah sebelum bertanding."
Aleeza mengepalkan tangannya rapat-rapat sampai buku-buku jarinya memutih. "Kalian semua benar-benar iblis bertopeng!"
"Bukan iblis, Aleeza. Ini bisnis," potong Mr. James dingin. "Austin Vanderbilt tidak membakar uang untuk menyuap kami. Dia membeli seluruh saham mayoritas perusahaan ini lima belas menit yang lalu. Dia adalah bos kita sekarang."
BAM!
Dunia Aleeza seolah runtuh seketika. Lututnya terasa lemas. Pria Spanyol itu tidak hanya mempermainkannya, tetapi juga telah membeli tempat bergantung hidupnya!
"Jadi kalian semua tunduk di bawah kakinya?" suara Aleeza bergetar tahan tangis.
"Kami semua punya keluarga yang harus diberi makan," Mr. James menepuk bahu Aleeza seolah prihatin. "Pulanglah, Aleeza. Terima takdirmu. Bertengkar dengan kekuasaan keluarga Vanderbilt hanya akan membuatmu hancur tanpa sisa."
Aleeza berjalan gulai menuju meja kerjanya. Pandangan mata rekan-rekan kerjanya yang menusuk penuh rasa kasihan dan bisik-bisik bisu membuat kepalanya serasa mau pecah. Ia menelungkupkan wajah di atas meja, menahan emosi yang menghantam dadanya.
Austin Vanderbilt Pria iblis itu benar-benar ingin menghancurkan hidupku!
Tiga puluh menit berlalu dalam kesunyian yang menyiksa, hingga dering telepon genggam Aleeza memecah keheningan. Sebuah nomor asing berkode internasional berkedip di layar.
Dengan napas terengah dan amarah yang belum padam, Aleeza menggeser tombol hijau.
"Halo?!" bentak Aleeza kasar, menduga itu adalah ulah wartawan lain.
Di ujung telepon, helaan napas anggun dan nada suara yang sangat lembut menyapa pendengarannya:
"Halo Apakah ini benar Nona Aleeza Wira?"
Intonasi yang begitu halus dan penuh wibawa itu mendadak membungkam amarah Aleeza.
" I-ya Saya sendiri. Ini siapa?"
"Syukurlah Saya Olivia, ibunya Austin," ujar suara di seberang sana dengan nada penuh kehangatan dan rasa lega yang mendalam.
" Austin tidak pernah mau terbuka mengenai kehidupan asmaranya pada keluarga. Tapi saat berita pertunangan kalian rilis baru saja saya tidak bisa menahan diri untuk mencari kontakmu."
Aleeza tertegun. Ibu dari Austin Vanderbilt?!
"Nona Aleeza Apakah benar putraku sudah melamarmu dan kau menerima lamarannya?" tanyanya penuh harapan. "Austin adalah pria yang keras kepala dan dingin, tapi jika dia sampai berlutut dan memasangkan cincin keluarga di jarimu itu artinya kau sangat berarti baginya."
Aleeza membeku. Tenggorokannya mendadak tersekat. Austin tidak hanya menjebaknya di media, tetapi pria itu telah menyeret keluarganya sendiri ke dalam permainan gila ini!
Di satu sisi, ada kehancuran karirnya dan ancaman penjara. Di sisi lain, ada suara seorang ibu yang terdengar begitu bahagia di ujung telepon.
Langkah apa yang harus kuambil sekarang?
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!