NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanpa Perlawanan

"Aluna, kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang sayuran dan buah itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper. Dia adalah Ayah Riko yang mendatangi anak sulungnya untuk mengatakan tujuannya.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Jawaban dari Aluna itu membuat Ayah Riko terhenyak. Dia malah bingung sendiri mendengar jawaban dari Aluna. Biasanya Aluna sama sekali tak mau mendengarkan perintahnya. Sejak kecelakaan yang menimpa Aluna, gadis itu seperti punya dunianya sendiri. Aluna juga divonis buta oleh Dokter setelah kecelakaan dan dia dikucilkan oleh keluarganya. Bahkan dia tinggal di bangunan kecil belakang rumah karena Ayahnya tak ingin ada seorang pun yang tahu bahwa dirinya adalah anak dari Ayah Riko. Padahal dia adalah anak kandung dari Ayah Riko.

Gadis yang sangat suka dengan melukis sejak kecil itu, tumbuh sangat ceria dulunya. Namun semua itu hilang sehingga perhatian hanya tertuju pada anak dan Ibu tirinya. Membuat Aluna menjadi sosok pendiam dan tertutup. Sampai saat ini pun, Aluna masih suka melukis. Awalnya Aluna merasa bahwa dia akan berhenti melukis karena matanya yang buta. Namun ada seseorang yang membantunya untuk kembali bangkit dan mulai melukis lagi. Walaupun dia tak tahu hasil lukisannya seperti apa.

"Bagus. Sekarang keluar dari sini dan ke rumah utama. Bian dan keluarganya sudah menunggu untuk melamarmu," ucap Ayah Riko yang langsung pergi dari hadapan Aluna.

"Apa calon suamiku nanti bisa menerima keadaanku yang buta begini? Keluargaku saja tidak peduli. Malah ini mau dijodohkan," gumam Aluna sambil menghela nafasnya kasar.

"Aku harap dia mau. Aku ingin pergi dari rumah terkutuk ini," lanjutnya.

Aluna pun segera melepaskan apron yang biasa dia gunakan saat melukis. Dia segera keluar dari rumah kecilnya kemudian pergi berjalan menggunakan tongkat kayunya. Tongkat itu diberikan oleh ART di rumahnya karena tak tega melihat Aluna. Bahkan ART yang bernama Bibi Tari itu juga yang mengajarkan kepekaan terhadap sekitar. Sehingga Aluna bisa berjalan kemana pun sendiri. Hanya satu ART itu yang baik kepadanya. Sedangkan lainnya, memperlakukan dia bak sampah yang menjijikkan.

"Nak Aluna harus hati-hati. Soalnya laki-laki yang mau dijodohkan sama Nak Aluna itu mantan kekasih Nona Salsa," bisik Bibi Tari saat melihat Aluna masuk area dapur. Bahkan Bibi Tari langsung menggandeng tangan Aluna untuk membantunya berjalan.

"Bibi tenang saja, Aluna bisa jaga diri. Setidaknya laki-laki itu bisa membawa Aluna keluar dari rumah ini," bisik Aluna agar tak terdengar pekerja lainnya. Dia sungguh tidak tahan lagi berada di rumah ini. Apalagi tinggal di bangunan yang tidak layak. Dengan kamar pembantu saja, masih tidak layak bangunan tempat tinggalnya.

"Nanti kalau Aluna sudah tidak tinggal di sini, Bibi juga akan langsung resign." ucap Bibi Tari dengan mantap.

"Nan..."

"Jangan pikirkan Bibi, kamu yang utama. Tahu sendiri kalau Bibi bertahan di sini juga karena ada kamu. Bibi tidak tega meninggalkan kamu sendiri di sini," sela Bibi Tari dan Aruna hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

Aluna pun segera keluar dari dapur dibantu oleh Bibi Tari. Sebenarnya Aluna bisa sendiri, tapi Bibi Tari tetap ingin membantunya. Apalagi majikannya sama sekali tak tahu kalau Aluna ini bisa jalan sendiri sampai di rumah utama. Lebih tepatnya tak mau tahu tentang kehidupan Aluna. Beberapa maid hanya melihat sekilas ke arah Aluna dan Bibi Tari yang baru saja lewat.

"Nyusahin. Semoga cepat pergi deh dari rumah ini. Malas aku harus antar makanan ke bangunan jelek itu," ceplos ART yang biasanya mengantarkan makanan untuk Aluna.

"Biarkan saja, Bi." ucap Aluna saat merasakan bahwa Bibi Tari hendak meladeni ART yang tadi berkata pedas padanya.

"Menyebalkan sekali. Sama majikan sendiri kok omongannya kaya gitu," gerutu Bibi Tari sambil menghela nafasnya kasar.

"Biasa, Bi. Dia merasa menjadi makhluk paling sempurna karena bisa melihat. Matanya memang bisa melihat, tapi hatinya tertutup." ucap Aluna dengan tenang.

"Nah... Ini dia yang akan menggantikan Salsa untuk dilamar dan menikah dengan Bian," ucap Ayah Riko dengan bangganya.

"Dia ini buta, jadi maklum saja." lanjutnya.

Mama Mila dan Papa Kio hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ayah Riko. Seakan setelah menemukan pengganti untuk menikah dengan Bian, masalah telah selesai. Mereka bukan orang yang mau mengorbankan kebahagiaan oranglain hanya untuk menutup malu. Apalagi melihat tatapan kosong dari Aluna, Mama Mila tampak tidak tega. Bian baru mengetahui tentang Aluna. Dia pikir Salsa adalah anak tunggal.

"Gadis ini bukan barang yang bisa Bapak sodorkan begitu saja. Jika acara lamaran ini batal, tidak masalah. Malu juga hanya sebentar. Namun mengorbankan kebahagiaan perempuan lain untuk menutupi malu, ini sangat menjijikkan." ucap Mama Mila dengan ucapan pedasnya.

"Anak saya juga pun..."

"Bian mau menikah dengan Aluna, Ma." sela Bian tiba-tiba karena dia melihat tatapan lain dari Aluna.

"Saya juga setuju untuk dilamar dan menikah dengan Mas Bian," ucap Aluna dengan cepat membuat Mama Mila menganga tak percaya.

"Lelucon macam apa ini?" gumam Mama Mila sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Bian dan..."

"Aluna, Tante." ucap Aluna dengan tegas. Walaupun Aluna salah menghadap karena orang yang mengajaknya berbicara ada di sampingnya, tapi Mama Mila tak masalah.

"Bian dan Aluna yakin? Ini masalah perasaan dan pernikahan. Jangan main-main. Apalagi kalian tak saling mengenal," ucap Mama Mila meyakinkan keduanya.

"Yakin, Ma."

"Yakin, Tante."

Jawaban Bian dan Aluna yang bersamaan itu membuat Mama Mila langsung melihat ke arah Papa Kio. Dia meminta persetujuan Papa Kio yang sedari tadi diam tapi mengamati sekitarnya. Ayah Riko, Mama Maya, dan Salsa terlihat tersenyum penuh kemenangan saat Aluna malah setuju menikah dengan Bian. Memang Bian itu badannya tegap dan wajahnya tampan untuk seukuran pemilik toko juga pekerja di kebun. Namun bagi Salsa, itu masih kurang.

"Cocok lah kalau mereka menikah. Satunya buta yang kerjaan di rumah hanya coret-coret kertas nggak jelas. Satunya kerja nguli di kebun kemudian jualan sayur dan buah. Pasangan yang sangat serasi, madesu." ucap Salsa sambil terkekeh pelan.

"Setidaknya tetes keringat yang keluar dari badanku menghasilkan uang halal. Tetes keringat ini juga yang menghasilkan uang untuk biaya kuliahmu," sindir Bian dengan tajamnya.

"Kalau begitu, nikahkan mereka sekarang saja. Udah cocok itu," ucap Mama Maya dengan antusiasnya.

"Aluna, kalau misalkan hari ini menikah secara siri dulu bagaimana? Untuk pernikahan resmi, diurus besok pagi. Soalnya kan kita harus mempersiapkan berkas dan lainnya dulu," tanya Papa Kio dengan hati-hati. Berbeda sekali ketika dia berbicara dengan Ayah Riko dan Salsa.

Aluna bersedia, Om.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
bagus lobak, ay viralkan mereka /Determined//Determined/
Nisa Via
Ayam Dadal tuh yg gimana Lobak 🤔🤔😂😂
Sani Srimulyani
bagus lova kamu emang juara buat orang matikutu.....🤭
Novita Sari
update lagi thor pengen tau aksi heroik lopa..
E F
😄😄💪😍
Sani Srimulyani
waaaah mereka mau ngapain ya......
Sani Srimulyani
jauh amat dari owner ke comel.....galeri jadi gulali.....🤭🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
gulali 🤣🤣, gulali dari gula lobakkm🤣🤣
Ita Xiaomi
Berubah semua penyebutannya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Spt Callie dan pistol ajaibnya 😁
Novita Sari
salsa sama mama nya salah pilih lawan....
Sani Srimulyani
wah ganggu nih lova.....padahal papa sama ibu lagi pacaran Lo.....🤭
Nisa Via
pinter nich lobak idenya 😂
Novita Sari
semakin hari semakin gemes lopa.
Ita Xiaomi
Ambigu 🤣🤣🤣
Nisa Via
😂😂😂😂😂ada aja keseruan bocil 2 ini sehingga suasana tegang pun berubah komedi
Novita Sari
lw ada lopa semangat bacanya.ada aza jawaban lopa lanjut thor...
Sani Srimulyani
cari gara2 mulu nih si salsa.....
Novita Sari
jangan jangan salsa yg nabrak.. lanjut thor..
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!