NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Hannah

Di Balik Cadar Hannah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:662
Nilai: 5
Nama Author: Ri7

Hannah adalah wanita bercadar yang menyimpan masa lalu kelam. Pertemuannya kembali dengan Faz, lelaki yang pernah menolongnya, membuat cinta tumbuh hingga mereka hampir bertunangan.

Namun sebuah rahasia membuat mereka tak bisa bersama. Saat Hannah harus merelakan cintanya, Arif—lelaki yang diam-diam telah lama mencintainya—datang membawa sebuah lamaran.

Di antara cinta, luka, dan takdir, Hannah harus menentukan jalan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ri7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran

“Lho, kamu bawa motor?” tanya Riri ketika melihat Hannah mengeluarkan motornya dari tempat parkir.

“Lha, bawa apa lagi, Ri? Ya kali bawa mobil. Aku aja nggak bisa nyetir mobil,” jawab Hannah santai.

“Ojek online kek. Kalau aku masih trauma gimana?” Riri sedikit menggerutu. Wajahnya masih menyisakan kekhawatiran setelah kecelakaan tadi.

Hannah terkekeh kecil. “Nggak apa-apa, Ri. Naiklah. Insyaallah aman, kok.”

Riri menghela napas. Tidak ada pilihan lain. Dengan sedikit ragu, akhirnya ia naik ke jok belakang dan berpegangan pada sisi jok.

Hannah memastikan Riri sudah duduk dengan nyaman sebelum mengenakan helmnya.

“Pegangan yang kuat, ya.”

“Iya, iya. Pelan-pelan aja.”

Hannah mengangguk, lalu menyalakan mesin motor. Suara mesinnya terdengar pelan di area parkir rumah sakit.

Beberapa saat kemudian, mereka pun meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Riri.

Sesampainya di lobi apartemen, Riri berpapasan dengan Farah, tetangga apartemennya.

“Kak Ririii...” teriak Farah dari kejauhan sambil berlari menghampiri.

“Faraah...” Riri melambaikan tangan.

Begitu sampai, Farah langsung memeluk Riri.

“Kakak, aku khawatir banget waktu dengar Kakak kecelakaan. Kebetulan kita bertemu di lobi,” katanya cemas.

“Aku baik-baik saja, Far. Cuma luka sedikit.”

“Ini, Kak. Aku bawain croissant sama matcha. Kesukaan Kakak.” Farah mengangkat plastik yang dibawanya.

Riri tersenyum. “Makasih, Far. Oh iya, kenalin. Far, ini sahabatku, Hannah. Hannah, ini Farah, tetanggaku.”

“Hannah.”

“Farah.”

Keduanya berjabat tangan.

“Yuk, naik,” ajak Riri.

Mereka kemudian menuju apartemen Riri.

Apartemen itu sederhana, tetapi cukup nyaman untuk ditinggali seorang diri. Begitu pintu dibuka, langsung terlihat dapur kecil. Di sampingnya terdapat meja belajar. Di seberang meja berdiri sebuah lemari pakaian, sementara di sampingnya terdapat single bed. Sebuah jendela besar di sisi ruangan memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian.

Riri mengembuskan napas panjang.

“Aah... rasanya capek banget. Badanku kayaknya memar semua.”

Ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.

“Makan dulu, Ri. Biar perutmu nggak kosong,” kata Hannah.

“Siap!”

Mendengar kata makan, Riri langsung bangkit. Hannah hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya.

Riri mulai menikmati croissant yang dibawakan Farah. Sementara itu, Farah justru sibuk memperhatikan beberapa barang yang dibawa Hannah.

“Kak Hannah fotografer?”

Hannah mengangguk.

“Wah, aku bisa belajar dari Kakak, dong.”

“Bukannya kamu jurusan ekonomi?” timpal Riri.

“Ekonomi itu kan keinginan Papa aku. Aku sebenarnya ingin jadi fotografer.”

“Kenapa kamu ingin jadi fotografer?” tanya Hannah.

“Aku sejak kecil suka motret-motret. Dulu bahkan aku pernah punya kamera jadul, Kak. Kecil banget, segini.”

Farah menautkan ibu jari dan telunjuknya hingga membentuk kotak kecil.

“Aku ingin magang di perusahaan Papa sebagai asisten fotografer. Tapi Papa belum setuju. Setidaknya untuk sekarang.”

Wajah Farah tampak begitu antusias ketika menceritakannya. Namun, beberapa saat kemudian ekspresinya berubah murung.

“Tapi kemarin modelnya Papa nggak mau melanjutkan kerja sama.”

“Kenapa?” tanya Hannah.

“Entah, aku juga nggak tahu. Padahal baju kali ini sudah dibuat khusus sesuai ukuran badannya. Memang kita punya banyak model, tapi baju itu cuma cocok dipakai dia.”

“Wah, harus dipertahankan itu, Far,” ujar Riri.

“Iya, kan? Tapi bagaimana cara membujuknya?” Farah menghela napas. “Mungkin kalau aku benar-benar bisa membujuknya, Papa bakal senang. Bisa jadi Papa langsung mengizinkanku menjadi asisten fotografer.”

Riri melirik Hannah.

“Hannah, kamu nggak ada sesi foto?”

Hannah menggeleng.

“Atau kamu dikeluarkan lagi?”

Hannah hanya nyengir.

“Ya Allah, Hannah. Apa susahnya sih kamu nurut sekali-sekali?”

“Memang susah.”

Riri mendengus. Sementara itu, Farah tiba-tiba tampak seperti mendapatkan sebuah ide.

“Eh, aku punya ide!”

“Apa?” tanya Riri.

“Bagaimana kalau Kak Hannah membantuku membujuk modelnya Papa?”

Hannah menoleh.

“Memangnya siapa?”

“Dia terkenal, Kak.”

Farah menyebutkan sebuah nama.

“Fazil Alfarezi.”

Hannah yang sejak tadi terlihat santai mendadak diam.

Riri ikut memperhatikan perubahan ekspresi sahabatnya.

“Faz yang terkenal itu?” tanyanya memastikan.

Farah mengangguk mantap.

“Iya.”

“Berarti Papamu yang punya brand Arfa itu?” tanya Riri takjub. “Brand itu terkenal banget di negeri ini.”

Farah segera mengangkat telunjuk ke depan bibirnya.

“Ssst... rahasia, ya, Kak.”

Riri mengangguk sambil tersenyum.

“Tenang. Aman.”

Sementara itu, Hannah masih terdiam. Tatapannya jatuh pada gelas di tangannya.

“Kak Hannah nggak mau?” tanya Farah.

Hannah mengangkat wajah.

“Nanti aku coba pikirkan, ya.”

“Siap, Kak. Aku berharap ada kabar baik.”

Farah kembali tersenyum.

Hannah hanya mengangguk kecil.

Ia tidak memberikan jawaban lebih jauh. Untuk saat ini, ia sendiri belum tahu keputusan apa yang akan diambilnya.

Namun, satu hal yang pasti, tawaran sederhana dari Farah itu membuatnya memiliki alasan baru untuk mempertimbangkan sebuah pertemuan yang mungkin seharusnya tidak terjadi.

1
naar0rrrr
lanjutt yaa kakk, semangatt💪 jangan lupa mampir cs ku yakk/Smile/
naar0rrrr
Hannah kayak nya bingung mau jawab apa ya..
naar0rrrr
kenapa faz nya gak jujur ya?
naar0rrrr
lanjuttt kakk, semngatttt
naar0rrrr
di ingetinn dongg, lanjutt yaa kaaa
naar0rrrr
lanjutttt thorrrrr
Putry Chan
kmu ingin mempertemukan hannna Dengan masa lalu nya apakah mereka ini gak tau
Putry Chan
berdoa dulu insyaallah aman kok
Putry Chan
faz itu masa lalu Hannah btw mampir ya ke novel ku
Putry Chan
Hannah kamu knp
Putry Chan
Hannah kamu kenal dia
aefpe fp
mampir juga ya...sesama pemula ini😍
jinggaarundari
yahhhh gantung.... lanjut terus kaa😍😍
jinggaarundari
ya ampun Hannah...
jinggaarundari
Faz cek lagi ke RS bikin dejavuu akuu, baru awal udh deep 🫠
semangat terus kaa😍😍
Renjana
pertemuan dengan siapa tu?🤭
R: dengan masa lalu 🤭
total 1 replies
Renjana
bagus kak,
semangat nulis
mampir juga di karyaku Rotinya Manis, Rin😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!