NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02 Maharani Agung Zhang Da Xie

Desi yang benar-benar kebingungan akan apa yang sedang dihadapinya sekarang, kini dia hanya bisa terbaring dikasur dalam diam dengan benak yang memikirkan segala kejadian aneh ini.

Disampingnya ada seorang pria dan dua orang wanita yang mengenakan pakaian kuno. Pria itu terus menyentuh bagian tubuh tertentu Desi seolah sedang memeriksa sesuatu.

"Bagaimana keadaan Maharani agung, Tabib Zen?" Seorang wanita berbicara ketika sang pria selesai memeriksa.

"Sepertinya telah terjadi sesuatu dengan kepalanya. Aliran kultivasi Maharani agung juga berubah." Jelas pria tersebut.

"Lalu? Apakah ini buruk?"

"Maharani Agung sepertinya telah dicelakai oleh pihak kerajaan lain. Dia jadi linglung seperti ini, ada kemungkinan kalau pihak kerajaan musuh melakukan sesuatu yang buruk terhadap otak Maharani sehingga beliau melupakan beberapa kejadian."

Dua wanita itu seolah mau pingsan ditempat. "Ya ampun! Jadi, maksudmu ada masalah diotak Maharani Agung?!"

"Setidaknya itu yang dapat saya simpulkan." Balas Pria itu.

Pria tersebut kemudian pamit undur diri dari sana. Meninggalkan dua wanita bersama Desi didalam kamar mewah tersebut.

Desi memandang dua wanita yang sedari tadi berbicara dihadapannya. "Siapa kalian? Dimana aku? Kenapa wajahku jadi begini?" Desi berkata dengan nada datar, ia terlihat pusing memikirkan semua ini.

"Maharani Agung, sepertinya terjadi sesuatu dengan otak anda. Anda jadi kehilangan ingatan seperti ini." Salah satu wanita berkata dengan nada khawatir.

Wanita lainnya ikut berbicara, "Ya benar, Maharani Agung, bila anda melupakan sesuatu, kami bisa membantu anda untuk mengingatnya."

Desi hanya diam. Dirinya mencerna setiap kata yang dua wanita itu ucapkan. 'Maharani Agung? Lalu ada apa dengan pakaian ini. Bukankah ini pakaian dari abad kekaisaran cina kuno? Ugh... Ini membuatku bingung,' batin Desi.

Akhirnya Desi mengingat sesuatu. Sebelum dirinya berada disituasi ini, Desi mabuk dan bertemu dengan seorang gadis pink yang menawarinya untuk berpindah kehidupan. Meskipun ini terdengar gila, tetapi hanya ini yang bisa Desi pikiran sebagai penjelasan atas apa yang terjadi.

'Sepertinya gadis itu adalah dewa sungguhan. Dan ini benar-benar kehidupan baruku. Hahaha, benar-benar gila.'

Meskipun berkata begitu, ada sedikit rasa senang didalam dada Desi. Ia akhirnya bisa terbebas dari semua pekerjaannya. Dan dari apa yang Desi dengar, sepertinya dirinya menjadi ratu atau apalah didunia ini. Bukankah itu berarti ia tak perlu susah-susah bekerja lagi?

"Ehem..." Setelah sekian lama, akhirnya Desi bersuara. "Sepertinya aku sedikit hilang ingatan. Bisakah kalian berdua menjelaskan siapa aku dan dimana ini?"

Kedua Wanita itu hampir saja berteriak dan pingsan. Mereka tidak percaya kalau Maharani Agung mereka akan mengalami hilang ingatan seperti ini.

"Ya ampun, apa anda benar-benar hilang ingatan? Astaga... Rasanya dayang rendahan ini ingin pingsan." Salah satu wanita berteriak panik.

Wanita yang lain berusaha tetap tenang, ia mulai menjelaskan semuanya tidak seperti wanita disampingnya yang panik. "Baiklah Maharani Agung. Saya akan menjelaskan semuanya kepada anda."

"Jadi begini, Anda adalah seorang Maharani Agung, Maharani Zhang Da Xie. Orang yang memimpin kekaisaran Zhang! Orang yang sangat berjasa bagi kekaisaran ini." Jelas Wanita tersebut.

Mata Desi berbinar mendengar itu semua. Dirinya benar-benar menjadi seorang Maharani dikekaisaran ini. Ia tidak percaya ini, bukankah itu berarti dirinya bisa bebas dari semua dokumen-dokumen memuakkan?

Desi lalu menatap dua orang dayang disampingnya dengan tatapan senang sekaligus lega. Ia lalu berkata, "Kalian berdua adalah dayang-ku, bukan? Kalau begitu ambilkan beberapa makanan. Aku lapar nih."

Kedua dayang itu saling pandang satu sama lain. Namun mereka tidak menolak perintah tersebut. "Baik Maharani Agung."

Keduanya membungkuk dan hendak pergi untuk memenuhi permintaan Desi. Tetapi sebelum mereka sempat pergi, seseorang sudah lebih dulu masuk dan mendobrak pintu kamar dengan keras.

"Maharani Agung!" Seorang pria, dia datang membawa setumpuk kertas kedalam ruangan.

"Ada apa adipati Yan?" Salah seorang dayang bertanya kepadanya.

"A–Aku dengar terjadi sesuatu pada Maharani Agung. Sekarang, bagaimana keadaannya?" Pria itu terlihat panik menatap kearah Desi.

Sang dayang berusaha menenangkan Adipati Yan. "Tenang saja Adipati Yan. Maharani Agung sudah lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja ia kehilangan sedikit ingatannya."

Desi menatap interaksi dua dayang dan pria tersebut. Ia hanya bisa diam saja karena dirinya tidak paham siapa pria itu.

"Ah, Maafkan saya Maharani Agung. Tapi, apa anda melupakan saya?" Tanya pria itu kepada Desi dan Desi menjawabnya dengan anggukan.

"Baiklah, izinkan saya memperkenalkan diri... Saya adalah Adipati Yan. Dan kedatangan saya kemari karena saya khawatir dengan kondisi anda. Sekarang, bagaimana kondisi anda saat ini?" Adipati Yan berdiri ditempatnya. Menunggu Desi untuk menjawab.

"Kondisiku sudah lebih baik." Jawab Desi singkat.

Adipati Yang terlihat senang mendengar jawaban Desi. "Baguslah, sekarang anda bisa melanjutkan pekerjaan anda." Tiba-tiba setumpuk dokumen ditaruh oleh Adipati Yan dihadapan Desi.

"L–Loh... Apa-apaan dokumen yang menumpuk ini?" Desi menatap dengan bingung. Hampir saja dirinya pingsan karena berpikir ini semua adalah pekerjaannya.

"Ya? Ini adalah dokumen-dokumen kerajaan yang harus anda kerjakan. Anda adalah Maharani Agung, dan ini semua adalah tugas anda." Balas Adipati Yan.

Bruk...

"Y–Ya ampun! Maharani Agung pingsan! Ditambah lagi... Tubuhnya kejang-kejang!!!" Salah seorang dayang berteriak panik.

"Maharani Agung! Ada apa dengan diri anda?!" Dayang lain ikut-ikutan panik.

...****************...

Beberapa jam kemudian...

Setelah pingsan dan kejang-kejang selama sekitar 3 jam. Akhirnya Desi sadar kembali, ia menoleh ke sekelilingnya, pikirannya kosong, ia merasa telah melupakan sesuatu.

Suasana kamar yang ditempatinya adalah ala zaman kekaisaran Cina lama. Benar-benar tenang dan damai.

Desi menutup matanya menikmati ketenangan tersebut. Sampai suara seseorang berbicara disampingnya terdengar, "apa anda sudah bangun, Maharani Agung?"

Desi menoleh, seorang wanita yang mengenakan pakaian ala zaman kuno. Entah mengapa, Desi merasa tidak familiar dengan wanita tersebut.

"Siapa kau?" Tanya Desi.

"Ya? Anda lupa yah? Saya adalah Dayang anda. Tadi anda pingsan dan kejang-kejang secara mendadak, hal itu benar-benar membuat kami terkejut. Untunglah Anda sudah sadar." Ucap dayang itu sembari tersenyum.

Dayang itu memberikan sebuah teh hangat dalam sebuah cangkir kepada Desi. "Silahkan..." Dengan senang hati Desi menerimanya dan meminumnya.

Slurpp...

Desi meminum teh tersebut secara perlahan. Menikmati cita rasa teh yang pahit namun menenangkan dilidahnya. Ia menutup matanya, berusaha mengingat sesuatu.

'Hm... Aku menjadi Maharani Agung yah? Tidak buruk juga... Ngomong-ngomong, kenapa aku pingsan yah tadi?' Batin Desi.

Desi berusaha mengingat-ingat alasannya pingsan. Namun ia tidak tahu, akhirnya ia pun tidak mengambil pusing hal tersebut. Dirinya ingin menikmati ketenangan meminum teh hangat dan berbaring dikasur empuk ini.

Sampai akhirnya...

Brak!!

Pintu dibuka secara kasar oleh seorang pria. Desi merasa tidak asing dengan pria tersebut, dan entah mengapa... Bulu kuduknya berdiri.

"Syukurlah kau datang Adipati Yan, Maharani Agung sudah bangun dari pingsannya." Sang dayang menyambut pria itu dengan senyuman.

"Maharani Agung , syukurlah anda sudah bangun. Ada beberapa dokumen penting yang harus dikerjakan." Pria itu mendekat dan membungkuk.

Mendengar hal itu, Desi mengangkat satu alisnya. Entah mengapa, dirinya tiba-tiba mengingat sesuatu yang tidak diingatnya. "H–Hah?"

"Ini dia dokumen-dokumen yang harus anda selesaikan." Adipati Yan menaruh segunung dokumen dihadapan Desi.

"A–A." desi tak bisa berkata-kata. Melihat dokumen menumpuk dihadapannya, Desi tiba-tiba teringat apa alasan dirinya pingsan secara tiba-tiba. Dan seketika itu juga...

Bruk...

"Ya ampun!! Maharani Agung kejang-kejang lagi!!"

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!