NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 01

 Suara sayup-sayup itu mulai terdengar jelas, diiringi dengan pandangannya yang mulai terlihat jelas. Kepalanya masih terasa sakit sekali, dia selamat dari insiden jatuh itu memang gi_

 "Eva sayang " tubuh Eva kaget mendapati sebuah pelukan dari seseorang yang asing.

 Tubuhnya sedikit kaget antara bingung dan merasa nyaman, jadi dia tidak merespon sebelum akhirnya pelukan itu terlepas. Menampilkan sosok wanita paru baya yang masih tampak cantik menatap nya, wajahnya tampak khawatir sekali.

 "syukurlah dia bangun setelah tidak sadarkan diri semala tiga Minggu" sosok pria masuk ke ruangan, wajahnya juga tidak jauh beda dengan wanita itu. Tapi tetap terlihat gagah.

 "mama sangat cemas saat mendengar kamu ikut ke perbatasan, harusnya kamu bilang dulu ke mama, setidaknya jangan buat mamamu ini panik nak" wanita itu mengelus pipi Eva lembut.

 Dia masih terdiam, masih mencerna semua dengan pelan, beriringan dengan kepalanya tiba-tiba mendatangkan memori baru yang asing, adegan baru dan memori lainnya.

  "sepertinya dia masih kaget, biarkan dia istirahat dulu Ella. Kita harus mencari tabib juga kan untuk mengecek kondisinya", ujar pria itu sembari menepuk bahu wanita itu.

 Wanita yang di panggil Ella itu mengangguk, mengecup kening Eva penuh sayang, "mama akan panggil tabib bersama papa, kamu istirahat dulu ya sayang".

 Pria itu mengelus kepala Eva dan tersenyum hangat, "papa senang kamu bangun sayang, lain kali jangan nekat ke perbatasan lagi ya, mamamu akan jadi mayat berjalan jika kamu lakukan itu".

 Setelah mereka pergi, menyisakan ruang yang hening. Eva baru menyadari banyak hal yang berubah. Rumah yang seperti khas desa, perlengkapan seadanya, lampu minyak disamping nya.

 Lebih lagi dia terkejut melihat cerminan dirinya, rambut hitam legam yang panjang, bola mata biru yang cemerlang bagai permata, kulit yang mulus dan bibir pink manis itu. Apakan dia sungguhan?

 Eva sempat juga masih terpaku melihat sesuatu di atas kedua orang tadi, seperti layar transparan yang menunjukkan informasi mereka.

 Pria tadi namanya Izkye dia adalah ayahnya sekarang, seorang pemburu dan penebang pohon. Berusia sekitar empat puluh lima tahun, tapi wajahnya seperti usia tiga puluhan.

 sedangkan wanita tadi adalah Ella, dia ibunya sekarang. seorang wanita yang berkerja sebagai pemanggang roti dan penjual bunga rangkai, berusia tidak jauh dengan Izkye.

 "ini apa maksudnya?" bingung Eva, dia ingat jatuh dari tebing gunung, kenapa malah seperti berpindah kehidupan.

 Seekor burung kecil terbang menghampiri nya, berkicau kecil sembari menunjukkan surat di kakinya, dia mengambil dan membaca kertas itu, dan ajaibnya dia paham tulisan disana.

 Seseorang meminta muncul di jendela, dengan pelan dia bangun dari ranjang berjalan menuju jendela yang tidak jauh dari tempatnya.

 Matanya seketika berbinar indah melihat keindahan alam dan sekitarnya, entah harus di katakan seperti apa. Tapi tempatnya sekarang sangat indah sekali.

 "Evanthe"

 Eva entah kenapa spontan menoleh, melihat ke arah bawah ada tiga remaja seumuran dengannya melambai padanya, dua pria dan satu gadis.

 "kamu akhirnya sadar Eva, kamu cemas sekali" seru gadis itu.

 "salahkan glen, salahnya dia mengajak mu ke perbatasan, susah tau disana ada si tiran" dengus seorang pemuda dengan rambut coklat gelap.

 "heh enak saja, aku tidak tau kalau ada si tiran, kalau aku tau hal itu bakalannya aku gak ajak Eva tau" pemuda dengan rambut pirang yang dipanggil Glen itu protes.

 Eva melihat lagi layar transparan itu, mengindentifikasi mereka siapa, mereka adalah temannya saat ini. sahabat baik dari kecil.

 Si pintar Leo.

Si ahli pedang Glen.

Si ahli memasak Luantys.

 Mereka bertiga teman baik dari Evanthe identitas barunya.

...****************...

"dia baik-baik saja usahakan tidak memegang busur dulu saja" ujar tabib tua.

Eva hanya tersenyum kecil, bersamaan dengan Izkye dan Ella yang tersenyum lega mendengar kalimat tabib. Izkye mengantar tabib untuk kembali, membiarkan Ella bersama Evanthe.

"kamu kenapa sayang?" Ella menatap lekat Eva.

Benar kalau naluri seorang ibu tidak akan meleset, Ella sangat sadar akan tingkah Eva yang terbilang aneh, wajar baginya kalau orang disekitarnya merasa aneh karena mereka bukan sosok yang sama lagi saat terbangun.

Walau begitu dia sudah mulai paham alur hidupnya, entah ini hal bagus atau malah sebaliknya. Setidaknya dia bisa hidup dengan cara yang dia impikan.

"tidak ma, aku tidak apa" Eva tersenyum manis.

Izkye memasuki kamar, melihat Eva, "yah beberapa hari ini papa akan berburu sendiri ya".

"maaf ya pa, aku tidak tau kalau 'Dia' juga ada di perbatasan" ujar Eva tidak enak.

Dengan bantuan memori yang pulih, dia ingat alasan kenapa dia koma adalah pertemuan Evanthe dengan pangeran mahkota kerajaan Odelions, yang memiliki julukan tiran perang.

Felix Odelions.

Ella mengelus surai panjang Eva, "setidaknya dia masih berbelas hati tidak membunuh putri semata wayang kita ini".

"suatu keajaiban dia tidak membantai, tapi syukurlah" Izkye tersenyum lega.

Eva masih termenung memikirkan sesuatu hal yang aneh, dia masih samar kejadian di perbatasan apa yang terjadi antaranya dengan pangeran Felix, tapi jika dia sekejam itu syukur saja tubuh Evanthe masih utuh.

Ella pergi untuk menyiapkan makan malam, dan Izkye memotong kayu untuk persediaan kayu bakar. Eva masih harus istirahat karena baru bangun.

Eva bangkit dari ranjang, berjalan kearah rak bukunya, mengambil beberapa buku mengenai hewan dan tanaman herbal. kalau di ingat pemilik asli tubuh tidak terlalu suka hal berbau pengobatan, dia lebih suka menjadi petarung,.makanya dia lihat memanah dengan menaiki kuda, memegang pedang juga.

Tapi karena ada jiwa Eva, di pikir mempelajari bukan hal buruk, jika dia sembuh juga dia harus mencoba melihat apa keahlian nya dalam bertarung hilang jika jiwanya berbeda. Semoga saja tidak karena itu sangat penting untuknya di dunia yang suka berperang ini.

Eva melirik kesuatu lukisan seperti potret bersama mereka, Eva disamping Ella yang duduk bersebelahan dengan Izkye. Mereka seperti keluarga yang hangat dan saling menyayangi.

"indahnya jika kehidupan ku sebelum nya seperti ini" batinnya.

Eva meletakkan buku, menoleh pada jendela melihat sesuatu yang menarik. Dia segera melihat ke jendela.

Eva berdecak takjub, tidak pernah dia duga akan ada parade kunang-kunang seindah itu, di halaman menuju hutan rumahnya. Bahkan sepertinya pemandangan ini kalah dengan yang pernah dia lihat di kehidupan sebelumnya.

Eva menatap seekor burung yang ada didekat jendela nya, matanya yang ke emasan menatap Eva tajam, namun anehnya dia merasa nyaman.

Eva mengambil beberapa buah di keranjang buah dekatnya, memberikan beberapa anggur segar untuk burung itu, dia tersenyum saat burung itu mendekat, tangan lentiknya mengelus pelan bulu burung itu yang hitam ke abu-abu mirip gagak.

"kamu tampak gagah ya, kamu jenis burung apa ya?" herannya.

"sayang, kamu mau turun atau di antar makanannya?" Eva menoleh mendengar Izkye di luar kamarnya.

"aku turun saja pa" Eva mengelus pelan bulu burung itu, "dada burung ".

Eva menutup jendelanya bertepatan burung itu selesai makan, menatap jendela yang kini tertutup rapat.

"memang tak salah".

...****************...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!