Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamu yang Tidak Diundang
Dugu Bo masih berdiri mematung di tengah hutan yang kini sunyi senyap. Harimau Iblis Api Hitam yang tadi hampir merenggut nyawanya kini hanya tumpukan daging yang tidak berdaya, lumpuh total hanya karena satu kata dari pria misterius itu.
"Apa aku sedang bermimpi?" gumam Dugu Bo. Sebagai seorang Titled Douluo, dia adalah salah satu puncak kekuatan di Benua Douluo. Namun, pria tadi... pria itu memperlakukannya seperti gangguan kecil saat sedang menidurkan anak.
Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Dengan langkah tertatih, Dugu Bo mengikuti jejak aroma sup yang mulai menyebar di udara. Aroma itu begitu harum, seolah-olah setiap hirupan napasnya mampu menetralkan racun di dalam paru-parunya.
Di depan pondok kayu, Zhu Xuan sedang sibuk di depan kuali besar. Tangannya bergerak lincah memotong rempah-rempah yang jika dilihat oleh ahli obat mana pun, akan membuat mereka pingsan karena terkejut.
"Rumput Roh Sembilan Daun? Ginseng Salju Seribu Tahun? Dia menggunakannya hanya sebagai bumbu sup?" Dugu Bo muncul dari balik semak-semak, matanya hampir keluar dari kelopaknya.
Zhu Xuan menoleh tanpa menghentikan adukannya. "Kau masih di sini, Orang Tua Hijau?"
"Nama saya Dugu Bo, Yang Mulia," ucap Dugu Bo sambil membungkuk dalam—sebuah pemandangan yang akan mengguncang seluruh kekaisaran jika ada yang melihatnya. "Terima kasih telah menyelamatkan nyawa tua ini."
Zhu Xuan mengibaskan tangan dengan acuh tak acuh. "Aku tidak menyelamatkanmu. Aku hanya tidak ingin kucing besar itu berisik. Sekarang pergilah, putriku akan segera keluar dan dia tidak suka melihat orang asing yang wajahnya terlihat beracun seperti itu."
Tepat saat itu, pintu pondok terbuka dengan bunyi kriet.
Seorang balita cantik dengan rambut hitam legam dan mata bulat bersinar berlari keluar. "Ayah! Ling'er mencium bau enak!"
Zhu Xuan seketika berjongkok, merentangkan tangannya, dan menangkap putri kecilnya itu ke dalam pelukan hangat. "Hati-hati, Ling'er. Supnya hampir siap. Ini sup spesial agar Ling'er tumbuh tinggi dan kuat."
Zhu Ling'er tertawa geli, lalu matanya tertuju pada Dugu Bo yang berdiri kaku tak jauh dari sana. "Ayah, siapa kakek berambut rumput itu? Apa dia juga ingin makan sup?"
Dugu Bo gemetar. Kakek berambut rumput? Jika itu orang lain, dia pasti sudah melepaskan racunnya. Tapi di depan Zhu Xuan, dia hanya bisa memaksakan senyum yang terlihat lebih menakutkan daripada seringai monster.
"Ah, dia... dia hanya seorang pengembara yang tersesat," jawab Zhu Xuan santai.
[Ding! Putri Anda merasa penasaran dengan tamu baru.]
[Misi Tersembunyi: Berikan kesan 'Ayah yang Ramah' di depan putri Anda.]
[Hadiah: Poin Daddy +500 dan Pengetahuan "Farmasi Dasar Tingkat Dewa".]
Zhu Xuan menghela napas. Sistem ini benar-benar tahu cara memaksanya bersosialisasi.
"Dugu Bo, karena putriku bertanya, duduklah. Kebetulan aku memasak terlalu banyak," ujar Zhu Xuan sambil menjentikkan jari. Sebuah kursi kayu tiba-tiba tumbuh dari akar pohon di bawah Dugu Bo.
Dugu Bo duduk dengan kaku. Saat ia menerima semangkuk sup dari Zhu Xuan, ia ragu sejenak. Namun, begitu cairan itu menyentuh lidahnya, matanya terbelalak.
BOOM!
Energi jiwa yang sangat murni meledak di dalam tubuhnya. Racun Jade Phosphor yang selama puluhan tahun menyiksa tulang-tulangnya dan tidak bisa disembuhkan, tiba-tiba memudar! Luka dalamnya menutup dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
"Ini... ini bukan sekadar sup! Ini adalah obat suci!" seru Dugu Bo gemetar. Dia menatap Zhu Xuan dengan tatapan memuja. "Yang Mulia, Anda... siapa sebenarnya Anda?"
Zhu Xuan hanya menyeka sisa sup di mulut Ling'er dengan lembut. "Aku? Aku hanya seorang ayah yang sedang berusaha memberikan nutrisi terbaik untuk anaknya. Kenapa? Apa supnya kurang garam?"
Dugu Bo hampir tersedak. Dia menyadari satu hal: di hadapannya bukan hanya seorang Master Jiwa tingkat tinggi, melainkan sosok yang sudah melampaui logika dunia ini.
"Ayah, kakek itu menangis! Apa supnya terlalu pedas?" tanya Ling'er polos.
Zhu Xuan menatap Dugu Bo yang memang sedang meneteskan air mata karena haru (dan karena rasa sakit racunnya menghilang). "Jangan hiraukan dia, Ling'er. Orang tua memang sering emosional."
Zhu Xuan kemudian menatap Dugu Bo dengan kilatan tajam yang hanya bisa dilihat oleh pria tua itu. "Karena kau sudah makan supku, kau berhutang padaku. Aku butuh seseorang untuk menjaga gerbang hutan agar tidak ada monster bodoh atau Master Jiwa berisik yang mendekat saat Ling'er sedang belajar membaca. Kau mengerti?"
Dugu Bo bersujud hingga dahinya menyentuh tanah. "Sebuah kehormatan bagi saya, Yang Mulia! Mulai hari ini, selama saya masih bernapas, tidak akan ada satu lalat pun yang berani mengganggu ketenangan tempat ini!"
[Ding! Anda berhasil merekrut 'Satpam' tingkat Titled Douluo untuk putri Anda.]
[Hadiah: Peningkatan Level Wuhun ke tahap 'Evolusi Dewa'.]
Zhu Xuan tersenyum puas. Lumayan, sekarang aku tidak perlu sering-sering bangun dari tempat tidur gantung untuk mengusir pengganggu.
Satu minggu kemudian...
Kabar tentang menghilangnya Jade Phosphor Douluo mulai menyebar ke telinga faksi-faksi besar. Sementara itu, di pinggiran Hutan Star Dou, seorang pria tua paling beracun di benua itu terlihat sedang sibuk menyapu dedaunan kering sambil menggendong tas sekolah kecil berwarna merah muda.
"Tuan Kecil Ling'er, hari ini kita akan belajar tentang jenis-jenis rumput, ya?" ucap Dugu Bo dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
"Siap, Kakek Rumput!"
Dari jendela pondok, Zhu Xuan menyesap tehnya dengan tenang. "Menjadi ayah ternyata jauh lebih mudah jika punya asisten yang kompeten."
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???