NovelToon NovelToon
Pijar Hati

Pijar Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Dimas Anggara laki-laki yang berusia sekitar 33 tahun, nama dan wajahnya akan selalu membuat hati seorang Ratih terhenyak betapa tidak karena sudah lebih dari sepuluh tahun ini orang yang selalu mengisi hari-hari nya itu tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkan dirinya tanpa ada salam dan kata perpisahan untuknya.

Dan kini di tengah Ratih sudah mulai bangun dari kerapuhan hatinya tiba-tiba saja dia bertemu kembali dengan Dimas Anggara.

yuk baca kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.2 guncangan batin

Ratih berjalan keluar dari cafe tempat pertama kali dirinya dan Dimas bertemu lagi setelah sepuluh tahun lamanya.

Terlihat sebuah mobil Alphard yang berwarna hitam sudah menunggu dirinya di halaman cafe itu.

Dengan bergegas Ratih berjalan ke arah mobil Alphard milik Regan tunangannya itu.

Regan adalah tunangan Ratih yang di ajukan oleh orang tuanya, dengan terpaksa Ratih harus menerima Regan karena hutang Budi.

Keluarga Regan sudah menolong pak Surya ayah Ratih yang terlilit hutang yang tidak sanggup di bayarkan oleh ayah Ratih sampai akhirnya pak Jimmy ayah Regan menawarkan bantuan pada ayah Ratih untuk melunasi semua hutangnya dengan syarat Ratih harus mau bertunangan dengan Regan sebagai pewaris tunggal perusahaan Jimmy group.

Ratih menerima lamaran keluarga Regan karena harapan untuk menunggu Dimas sudah tidak ada lagi dan dengan susah payah Ratih harus menata hatinya kembali untuk bisa menerima Regan sebagai pengganti Dimas Anggara.

Regan berasal dari keluarga yang kaya dan terpandang beda jauh dengan Dimas yang hanya dari keluarga sederhana.

Perlahan Ratih memegang gagang pintu mobil milik Regan itu dan setelah pintu terbuka dia masuk kedalam mobil dan duduk di samping Regan pria yang bertubuh standard, kulit putih dan lumayan cakep juga.

"Kamu kenapa Rat, kok tampak lesu begitu?" tanya Regan yang melihat wajah lesu Ratih saat sudah duduk di sampingnya.

Ratih menipiskan bibirnya menoleh pada Regan sambil berkata padanya ," gak apa-apa," ucapnya.

"Pekerjaan kantor belum selesai?" tanya Regan lagi yang penasaran dengan Ratih.

"Emmm..iya," jawab Ratih.

"Bagiamana kalau kita makan dulu di resto kesukaan kamu," ajak Regan pada Ratih.

"Enggak kita pulang aja, aku capek," ucap Ratih.

"Oke," Regan kemudian mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman cafe.

Dari jendela cafe tempat Dimas duduk sekilas dia melihat mobil hitam yang di naiki Ratih tadi melintas di hadapannya.

Dimas menghela nafas panjang dan berat melihat kepergian mobil itu tapi dia tidak tahu kalau Ratih tadi di jemput oleh Regan.

Sementara itu di dalam mobil dari balik kaca nya yang tidak terlihat dari luar Ratih pun sekilas menoleh ke arah jendela cafe tempat Dimas duduk saat mobil yang di kemudikan Regan melintas di hadapan Dimas.

Sesaat Ratih menatap Dimas sambil menarik nafas panjang dengan tatapan sendu, batinnya bergejolak antara senang dan marah dengan pertemuan dirinya dan Dimas yang terjadi tadi di dalam cafe.

Sambil menyetir perlahan Regan memperhatikan sikap Ratih dia juga melihat laki-laki yang ada di dalam cafe itu yang juga terlihat memperhatikan mobil yang mereka kendarai saat ini, dengan penasaran Regan bertanya pada Ratih.

"Kamu kenal cowok di dalam cafe itu?" tanya Regan pada Ratih membuat Ratih sedikit terhenyak dari lamunannya tentang Dimas.

"Enggak,"jawab Ratih singkat sambil mengalihkan pandangannya dari Dimas.

"Seperti nya cowok itu memperhatikan mobil kita sedari tadi dan aku lihat wajahmu juga seperti menyimpan sesuatu saat menatap ke arah cowok di dalam cafe itu," Regan makin penasaran dan menuduh Ratih.

"Sudahlah Regan kamu jangan mulai lagi deh, aku gak kenal cowok itu dan aku juga cuma sekedar melihat saja ke arah cowok itu.

Aku gak kenal dia," ucap Ratih kesal karena Regan memang tipe pencemburu dan terlalu mengekang dan mengatur Ratih selama ini mentang-mentang keluarga Regan sudah membantu kehidupan keluarga Ratih selama ini.

"Oke," jawab Regan yang masih penasaran juga dengan cowok yang di dalam cafe yang tak lain adalah Dimas Anggara.

Mobil Regan pun sudah berlalu dari pandangan mata Dimas, Dimas menghembuskan nafasnya yang terasa sangat berat sekali baginya.

"Ratih maafkan aku, aku tak bermaksud melukai hati kamu selama ini, aku pergi meninggalkan kamu karena ada alasannya karena aku tidak ingin kamu terlibat dalam kehidupanku yang susah aku tidak ingin kamu menderita kalau terus bersamaku dulu makanya dengan hati berat aku pergi menjauh dari kamu agar kamu mendapatkan hidup yang lebih baik," ucap Dimas lirih sambil menatap di kejauhan dari jendela cafe.

Tak berapa lama kemudian mobil yang di tumpangi ratih dan Regan sudah sampai di halaman apartemen milik Ratih.

Ratih bergegas hendak turun dari mobil Regan, tangannya sudah siap untuk membuka gagang pintu mobil itu tapi dengan buru-buru Regan menarik lengan Ratih dan membuat Ratih sedikit terkejut.

"Ada apa Regan?" tanya Ratih sambil menatap Regan.

"Aku ada kejutan buat kamu," ucap Regan sambil tersenyum pada Ratih.

"Kejutan?" ucap Ratih masih bingung sambil menatap Regan.

Dengan perlahan Regan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil yang berwarna merah lalu dia membuka kotak kecil itu dan mulai mengeluarkan isinya, sebuah kalung yang beruntai liontin cantik di tunjukkan di hadapan Ratih sama Regan.

"Kalung ini aku hadiahkan buat kamu mengingat pernikahan kita sudah semakin dekat sayang," ucap Dimas pada Ratih.

Ratih menipiskan bibirnya mendengar perkataan Regan dia tidak mengeluarkan sedikitpun komentar tentang kalung itu sampai akhirnya Regan hendak memasangkan kalung itu pada Ratih.

"Aku pasangkan ya," ucap Regan sambil memasangkan kalung itu di leher Ratih.

"Aku sayang kamu Ratih," ucap Regan di telinga Ratih saat sudah selesai memasangkan kalung itu di leher Ratih.

Regan mendekatkan bibirnya hendak mencium Ratih tapi dengan perlahan Ratih menghindarinya.

"Kenapa?" tanya Regan agak kesal dengan sikap Ratih yang tidak mau di cium olehnya.

"Aku capek Regan, pengen cepet istirahat tidur," ucap Ratih pada Regan.

"Oke, sekarang kamu istirahat aja tapi jangan lupa besok aku akan ajak kamu makan malam dan harus mau," ucap Regan tegas pada Ratih.

"Ya," jawab Ratih yang kemudian keluar dari mobil Regan dan bergegas berjalan menuju masuk ke dalam apartemennya.

Regan memperhatikan Ratih dengan kesal sambil bergumam sendiri.

"Kenapa sikap Ratih jadi aneh begini, semenjak dia keluar dari cafe tadi dan apa ada hubungannya dengan cowok yang ada di dalam cafe itu?" Regan bertanya-tanya kesal dalam hatinya.

Tak lama kemudian Regan pun pergi mengemudikan mobilnya meninggalkan apartemen Ratih.

Sementara itu Ratih berjalan dengan lesu masuk ke dalam apartemennya, dia lemparkan begitu saja tas pinggangnya ke atas sofa ruang tamu apartemennya.

Dia terduduk di atas sofa ruang tamu itu dengan menyandarkan kepalanya di punggung sofa tersebut.

"Dimas....kenapa kita harus bertemu lagi di saat aku sudah bertunangan dengan Regan dan kenapa kamu kembali lagi ke kota ini? apakah kamu ingin membuat hatiku hancur lagi seperti dulu seperti waktu kamu tinggalin aku sepuluh tahun yang lalu itu, kenapa Dim?" mata Ratih berkaca-kaca sambil mengingat pertemuannya tadi di cafe dengan Dimas mantan pacarnya dulu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!