NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 2.

Hari pertama resmi jadi sekertaris Kenan. Kiara sudah berada di ruangan Kenan dan menyiapkan tenaganya untuk meladeni pria kaku ini.

​"Pak, jadwal Bapak jam satu siang ada makan siang formal dengan klien dari Singapura dan jam empat sore—"

​"Batalkan makan siangnya." potong Kenan tanpa menoleh dari tabletnya.

"Aku mau kamu yang cek ulang kontrak mereka. ada celah di salah satu poin yang aku tidak suka."

​Kiara yang berdiri di depan meja Kenan hanya menaikkan alis. Ini baru hari pertama dan Kenan sudah memperlakukannya seperti mesin serba bisa.

"Pak, klien singapura itu sudah terbang jauh-jauh. membatalkan sepihak itu sama sekali tidak sopan. apalagi buat reputasi bapak yang... yah, emang udah... tapi jangan sampai dicap nggak profesional."

​Kenan mendongak, matanya menatap tajam.

"Aku bayar kamu mahal bukan untuk mengajariku soal sopan santun Kiara."

​"Of course saya tahu," balas Kiara tenang, dia merapikan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan.

Kenan mulai ternganga mendengar Kiara, bagaimana bisa ada seseorang yang begitu aneh yang menjadi karyawannya selama ini.

"Bapak bayar saya untuk memastikan semua urusan Bapak lancar. termasuk memastikan Bapak tetap terlihat seperti manusiawi di mata klien. jadi bapak tetap datang ke makan siang itu dan saya pastikan semua sesuai keinginan pak Kenan. kita serang mereka langsung di meja makan."

​Kenan terdiam sejenak lalu meletakkan tabletnya ke meja dengan dentuman kecil.

"Kamu terlalu banyak mengatur. Robi asisten ku tidak sepertimu."

​"Itu namanya management Pak. yuk berangkat, mobil bapak sudah siap di lobi." Kata Kiara.

"Pakai mobil bapak kan?" Tanyanya memastikan sementara Kenan mulai berdiri dari kursinya.

"Kenapa?" Kata Kenan melihat Kiara.

"Mobil saya masuk bengkel, ke kantor pakai bus." Kata Kiara tersenyum.

"Tentu saja pakai mobilku, kamu pikir aku bisa duduk di kursi mobilmu yang norak?" Balas Kenan sambil melangkah.

'Idihh... mentang-mentang.' Sebal Kiara mengangkat sudut bibirnya.

​Di restoran mewah kawasan ABCD, suasana terasa tegang. dua pria perwakilan dari singapura tampak gelisah saat Kiara dengan tenang membedah poin demi poin dalam kontrak mereka di antara suapan wagyu steak-nya.

​"Poin kelima menyebutkan bahwa biaya tak terduga ditanggung penuh oleh pihak kami. Itu lucu sih," Kiara terkekeh kecil tapi matanya sedingin es.

"Saking lucunya saya sampai mikir apa Bapak-bapak ini sedang berbisnis atau sedang merampok Pak Kenan?"

​"Nona Kiara, itu standar prosedur kami--"

​"Standar prosedur untuk menipu?" potong Kiara telak.

Dia melirik Kenan yang hanya diam menyesap wine-nya sambil menikmati pertunjukan di depannya.

"Ubah poin itu atau Pak Kenan akan bangun gedung yang sama dengan kompetitor kalian di singapura besok pagi. benar kan Pak?"

​Kenan meletakkan gelasnya, matanya menatap lawan bicaranya dengan intens yang membuat ruangan itu terasa menyusut.

"Benar, apa yang saya katakan adalah suara pak Kenan jadi silakan pilih." Kata Kiara membuat semua menoleh lagi padanya begitu juga Kenan.

Hanya butuh sepuluh menit sampai mereka akhirnya menyerah dan menandatangani kesepakatan baru yang jauh lebih menguntungkan bagi Xequel Group.

​Di dalam mobil perjalanan kembali ke kantor, Kenan melonggarkan dasinya. aura kaku di sekitarnya sedikit mencair.

​"Kamu cukup agresif tadi," ucap Kenan tiba-tiba.

​"Agresif itu perlu Pak." sahut Kiara sambil sibuk membalas pesan di ponselnya.

"Gimana? puas sama kinerja saya hari ini pak Kenan?"

​"Jangan sombong. Itu baru satu kontrak kecil."

​Kiara memutar tubuhnya menghadap Kenan, jarak mereka cukup dekat di kursi belakang mobil yang luas.

"Kecil bagi Bapak. tapi itu selangkah lebih dekat ke bonus satu miliar saya." Kiara sengaja mengatakan itu agar Kenan tak lupa.

"Ngomong-ngomong Pak Kenan, Bapak pernah nggak sih berhenti mikirin kerjaan? maksud saya, beneran berhenti."

​Kenan menatap Kiara datar. "Kerja adalah hidup saya. kenapa?"

​"Pantesan muka Bapak kaku banget kayak tembok," celetuk Kiara tanpa dosa.

​Kenan mengernyitkan dahi. "Apa kamu bilang?"

​"Bapak tampan, serius deh. tapi kalau cemberut terus itu kerutan di dahi Bapak makin kelihatan." Kiara menjulurkan tangannya seolah ingin menyentuh dahi Kenan namun berhenti di udara.

"Coba deh sesekali senyum. buat saya aja kalau pelit sama orang lain."

​Kenan menepis tangan Kiara pelan, tapi tidak dengan nada marah. ada kilat aneh di matanya.

"Kamu berani menggodaku, Kiara?"

​"Bukan menggoda Pak. saya cuma mengingatkan. kalau pak kenan stres, aku yang repot," Kiara menyandarkan kepalanya dan menatap Kenan dengan berani.

​"Kamu benar-benar," gumam Kenan.

"Kamu pikir aku tipe pria yang bisa ditaklukkan dengan kata-kata manis? aku memecat lebih dari 50 asisten karena menggodaku."

Mobil berhenti tepat di lobi kantor. Kiara membuka pintu sendiri sebelum sopir sempat turun. dia menoleh ke arah Kenan yang masih terpaku di posisinya.

​"Jangan lupa minum air putih yang banyak Pak. biar sadar kalau saya tidak menggoda bapak karena saya ini realistis, lebih baik hidup dengan uang daripada cinta!"

​Kiara melenggang pergi dengan langkah anggun, meninggalkan Kenan yang tanpa sadar menyentuh dadanya sendiri.

Ada detak yang sedikit lebih cepat dari biasanya di sana.

​Kenan menghela napas, sebuah senyum miring yang sangat tipis terukir di wajahnya.

"Sialan, dia sedikit menarik tapi aku tidak akan tergoda." umpatnya pelan, tapi kali ini bukan karena marah.

Bersambung...

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!