NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab I—KHIANAT

...****************...

Beberapa hari yang lalu

Dunia sudah terlalu lelah untuk bekerja, namun berbeda dengan Artha Jayendra yang dari kemarin belum pulang dari tempat kerjanya. Dia adalah pekerja korporat yang terlalu korporat. Bekerja dengan rasa berat di pundaknya, tekanan dari atasan ataupun senior dan jam lembur yang tak di gaji. Orang manapun akan memilih resign jika berada di posisinya, dia sendiripun sebenarnya ingin mengundurkan diri tapi demi sang pujangga hati untuk segera di nikahi, dia memilih untuk tetap bertahan.

Matanya sekarang terlalu berat untuk menatap komputer yang ada dihadapanya, tapi syukur pekerjaannya telah selesai semua. Dia melihat ponselnya tepatnya melihat pukul berapa sekarang.

“Ah…Syukurlah selesai malam ini…jadi tak harus menginap di kantor neraka ini.” Ujarnya dengan perasaan lega.

Dia mengemasi barang-barangnya lalu beranjak untuk pulang.

”Oh…Aku lupa mengabari Rena, mungkin sekarang dia sudah tertidur lelap, biarlah….”

Beberapa waktu berlalu, dia sudah berada di depan pintu kontrakannya. Pintu itu terkunci, untung dia sendiri memiliki duplikatnya jadi dia beranggapan tak perlu membangunkan sang pujangga hatinya. Ia membuka pintu.

Cklek…Cklek…Krieeeeet

Lampu-lampu masih menyala di segala ruang.

“Dia lupa mematikan lampu-lampu, biarlah mungkin dia juga terlalu lelah dari kerja” Ujarnya pelan dengan menghela nafas pendek.

”Ah…ah…ah.”

Suara aneh terdengar di kedua telinganya. Ia menganggap tetangga sebelah lagi main, karena bertepatan tetangganya baru saja menikah 5 hari lalu.

“Sungguh mereka terlalu bersemangat sampai terdengar dari sini” ledernya sambil menggelengkan kepala.

Ia segera ingin memasuki kamarnya untuk tidur karena dua hari ia tak tidur sama sekali. Namun setiap langkah kakinya ia merasa ada yang aneh, suara yang di anggap dari tetangganya malah terdengar lebih dekat dari arah kamarnya.

“Ah…ah…ah.”

Menyadari hal tersebut, ia tak bisa berfikir jernih. Ia mempercepat langkahnya. Pintu kamarnya ternyata tak tertutup sepenuhnya, suara tersebut semakin keras dari sana, dengan pikiran yang sudah tak jernih ia mengintip pelan.

Yang benar saja. Rasa lelahnya di suguhi oleh penampakan sungguh bejat. Matanya melolong, dadanya berdetak kencang dan hatinya terasa hancur. Dihadapannya sekarang, sang pujangga hati sedang telanjang dengan posisi menungging keasyikan oleh pria yang juga telanjang keasyikan mendorong pinggulnya ke depan dan ke belakang. Hatinya telah hancur akan tetapi semakin hancur sehancur-hancurnya setelah melihat pria tersebut ternyata ialah seorang pria yang paling ia percaya malah melakukan tindakan bejat tersebut dengan pacar sahabatnya sendiri.

Tak tinggal diam ia mengambil ponselnya di sakunya, lalu merekamnya dalam beberapa detik. Lalu mengantongi ponselnya kembali dan membuka pintu kamarnya dengan keras.

BRUAKKKK

“MONYET…APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?” bentaknya dengan nada biacara sekeras-kerasnya.

Kedua monyet birahi itu telihat terkaget-kaget. Monyet pria sungguh kaget dan salah tingkah sendiri segera meraih pakaiannya untuk ia pakai kembali karena Jayendra yang tiba-tiba masuk kedalam kamar sedangkan monyet wanita itu hanya terkaget karena pintu yang terbanting ke tembok kamar bukan karena kepulangan Jay yang secara mendadak menangkap basah dia yang sedang bercinta dengan sahabat pacarnya.

“APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN BANGSAT.” Bentaknya lagi tertuju ke sahabatnya.

Sahabatnya hanya diam terpaku tak bisa menjawab sekalipun. Akal sehat Jay sudah hilang, ia melangkahkan kaki ke arah monyet pria itu lalu memukul rahangnya hingga tersungkur, tak sampai situ saja ia langsung meraih kembali monyet pria itu yang sedang tersungkur, ia memukulnya kembali beberapa kali hingga tulang hidung monyet pria itu patah.

Brukkk

Brukkk

Brukkk

Monyet pria birahi itu sudah tak memiliki kesadaran sekarang. Begitu pula dengan Jay yang telah menghentikan pukulannya. Sekarang ia berdiri dan menghadap ke arah Monyet wanita yang masih telanjang tak menggunakan satu helai kainpun di badannya. Lebih mengesalkannya lagi dia melihat tindakan Jay yang sedang memukul pasangan birahinya dengan asyik seolah itu tontonan menyenangkan baginya.

Jay nafasnya tersenggal-senggal lalu bertanya dengan nada datar “Apa kau sudah sering melakukan hal itu dengannya.”

“Tidak juga, malah ini pertama kalinya.” Jawabnya santai tanpa menunjukan rasa bersalah di wajahnya.

Jay dengan nafas yang masih tersenggal-senggal kembali bertanya “Walaupun begitu, tak dapat menutupi perilaku bejat kalian dan….”

Monyet pria dengan hidung yang patah itu menyela dengan kata yang terpotong-potong “Jay…maaf…ini bukan pertama kalinya dia mengkhianatimu…bukan berarti melakukannya denganku tapi dengan…orang lain.”

Jayendra hanya diam, apalagi monyet wanita yang masih telanjang dan tak mencoba membela diri.

Monyet pria itu melanjutkan perkataannya “Dia…telah bermaij dengan banyak pria di luaran sana…dia bahkan pernah bercinta dengan bossmu bahkan di ruangan yang sama…di kamar ini. Aku mengetahuinya…di saat aku memergoki mereka saat itu…dia juga bersikap demikian…tenang, tak peduli dan menghampiriku lalu membisikiku…aku di suruh diam untuk membicarakan hal ini denganmu, dengan imbalan aku bercinta dengannya juga…maaf Jay.”

Jayendra menggelengkan kepalanya berkali-kali lalu lirih ia berkata “Senda…kau itu sahabatku dari kecil yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri. Sungguh aku tak percaya jika kau rela mengkhianatiku hanya demi godaan segumpal daging amis itu. Mungkin ini terakhir kalinya kita bicara, pulanglah anggap saja kau bukan lagi sahabatku dan anggap kita tak pernah memiliki hubungan seperti saudara.”

Senda berdiri perlahan, lalu melangkahkan kakinya langkah demi langkah dengan cucuran darah dari hidungnya. Hingga dia melewati posisi Jay dia menepuk pelan pundak Jay dengan berkata “Maaf.”

Beberapa detik berlalu

Jay masih terdiam menunduk, setelah Senda pergi dia menghadap kearah Monyet lonte itu “Siapa saja yang telah kau ajak tidur?.”

“Senda, Bosku dan siapa lagi?.” Lanjutnya.

Monyet birahi itu menghela nafas pendek “Semua laki-laki yang berdompet tebal. Tepatnya semua laki-laki yang tak sepertimu. Dasar kere, sok-sok an mau nikahi aku, banyak lelaki di luaran sana yang mau denganku, mau menyetubuhiku, bahkan mereka rela mengeluarkan banyak uang hanya untukku, tak sepertimu yang maunya cuma gratisan doang.”

“BANGSAT…” Umpat Jay sambil menghampiri Rena dengan kepalan tangan.

1
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!