NovelToon NovelToon
TRAPPED

TRAPPED

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Single Mom / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:47
Nilai: 5
Nama Author: Ann Rhea

Luz terperangkap dalam pernikahan kontrak yang penuh rahasia dan tekanan keluarga. Kehamilannya yang tak pasti membuatnya harus menghadapi kenyataan pahit seorang diri, sementara Zaren, ayah bayinya, pergi meninggalkannya tanpa penjelasan. Dalam kekacauan itu, Luz berjuang dengan amarah dan keberanian yang tak pernah padam.

Karel, yang awalnya hidup normal dan mencintai wanita, kini harus menghadapi orientasi dan hati yang terluka setelah kehilangan. Hubungannya dengan James penuh rahasia dan pengkhianatan, sementara Mireya, sahabat Luz, menjadi korban kebohongan yang menghancurkan. Di tengah semua itu, hubungan mereka semakin rumit dan penuh konflik.

Di balik rahasia dan pengkhianatan, Luz berdiri teguh. Ia tidak hanya bertahan, tapi melawan dengan caranya sendiri, mencari kebebasan dalam kegelapan yang membelenggunya. Trapped adalah kisah tentang perjuangan, keberanian, dan harapan di tengah gelapnya kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ann Rhea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALIBI

Wajah suntuk Elena berubah jadi sumringah melihat anaknya berlari kencang menghampirinya.

“Akhirnya kamu datang juga!” Elena melebarkan kedua tangannya.

Karel langsung menerima pelukan itu, pelukan yang telah lama ia rindukan. Elena baru pulang dari luar negeri setelah satu tahun tidak kunjung kembali.

“Cepet buka, mama pegel berdiri lama pake heels disini.” Elena mengerucutkan bibirnya merajuk.

Karel meminta maaf dan terkekeh lalu membuka akses masuk ke apartment nya. Sambil mamanya menyiapkan sarapan, ia mandi dan bersiap.

“Hickey alert! Who’s the one you got it from? You finally hook up with someone, she’s your bae? Since when? Mama doesn’t know, LOL?!”

Elena tertawa, menertawakan Karel lebih tepatnya. Dari tadi katanya hanya fokus ke tanda merah di leher dan bahu Karel. “Ternyata anak Mama sudah sangat nakal. Baiklah, itu dapat menepis pikiran buruk yang sudah Mama pikirkan sejak lama.”

Dahi Karel mengerut. Sialan, dia lupa menyamarkan bekasnya. Untungnya Elena mengira itu bekas perempuan bukan sejenis. Tapi gimana kalau Elena meminta mengenalkan wanita itu padanya?

“Ahaha, so sorry. Apa Mama marah?” tanya Karel hati-hati.

Elena mengambil lauk ke dalam piring. “Lumayan. Sebenarnya ada yang ingin Mama bicarakan, tapi melihat tanda itu, tidak jadi.”

“Memangnya apa?”

Elena terdiam, merasa takut bertanya. “Ada yang bilang sama Mama kalo kamu penyuka sejenis. Melihat kamu memang tidak pernah lagi mengenalkan perempuan setelah dia Mama jadi khawatir. Kalo memang iya, kita ke psikolog, tapi syukurlah pikiran buruk itu sudah hilang.”

“Sebelumnya Mama cukup khawatir. Dulu kamu ngenalin cewek ke Mama pas umur 16, udah 20 tahun juga kamu gak ada kabar kencan ataupun menyukai seseorang. Mama takut, tapi kapan kamu kenalin dia ke Mama?” Dahi Elena mengerut dengan tatapan menginterogasi.

Karel tersedak. Bagaimana ini? Karel harus mengelak dan berbohong apalagi?

Usia minum dan berpikir lagi. Karel jadi asal menjawab. “Sejauh ini aku memang tidak punya pacar, tapi aku punya banyak skandal.”

“What? Skandal?!” Mata Elena melotot.

“Iya seperti hubungan tanpa status, atau cuman deket lalu asing sebelum jadian dan terus berputar disana,” kata Karel sangat terlihat bingung.

Elena menggeleng. “Astaga, Mama akan carikan kamu jodoh segera, biar kamu segera punya pasangan dan punya anak. Mama betul-betul tidak kuat lagi sama rumor jelek tentang kamu, masa anak ganteng Mama penyuka sejenis, kan kacau!”

Kalau ternyata Elena tahu yang sebenarnya gimana? Apa mungkin Karel akan di kutuk jadi ayam atau di coret dari kartu keluarga?

“Euh gausah Ma, aku bisa cari sendiri, doakan saja dengan yang sekarang jadi. Kalau iya aku pasti kenalin ke Mama, oke?”

Elena tersenyum. “Oke! Gitu dong.”

...--✿✿✿--...

Luz datang ke rumah kesiangan dia langsung di interogasi oleh Devan yang sudah berkacak pinggang di depan pintu rumah dengan tatapan mautnya.

“Abis dari mana?”

Luz menahan emosi agar tidak meledak. “Aduh gue abis joging dong, abis beli bubur.”

“Kapan lo keluarnya?”

“Ya tadi pagi lah, kapan lagi. Pagi buta gue keluar karna di rumah sumpek!”

Devan terkekeh. “Lo pikir aing bodoh? Bisa di boongin gitu? Gue dari semalem gak tidur ada di depan benerin mobil. Lo boong.”

“Aroma lo aneh, ekspresi lo juga. Dan jendela kamar lo ada yang gak di kunci, sedangkan pintunya di kunci rapat, gue cek yap bener lo kabur. Pergi kemana?”

Tidak suka di gertak seperti ini, Luz mending mengabaikannya. Terlebih ia sudah telat pergi kerja.

“Ngelonte kemana lo semalem? Abis jual diri kan?”

Langkah Luz terhenti, ia langsung berbalik badan dan berjalan cepat menghampiri Devan dan menoyor kepalanya.

“Kalo punya lambe di jaga omongannya ya. Gue tau lo selalu nyari kesalahan gue, kebaikan? Gak pernah lo liat.”

“Emang.” Devan membalas menyentil dahi Luz.

Devan menertawakan Luz. “Heh anak kecil, gue cowok. Gue tau lu kemana, paling dugem. Mulut lo bau alk*hol.”

Luz langsung menunduk sambil menelan ludah, ia menghembuskan nafas ke telapak tangan. “Ah enggak, lo aja yang ngarang. Dasar jomblo!”

“Oke kita liat, dua bulan ke depan lo bakalan hamil apa enggak,” kata Devan lalu pergi.

Luz benar-benar murka. Dia langsung bersiap ke kantor, lalu turun membawa barang-barangnya.

“Lho mau kemana sayang? Kok bawa koper?!” tanya Minawari menahan tangan Luz.

Luz ngotot pengen pergi karna gak betah dengan sikap Devan. Minawari berusaha agar putrinya tidak kabur lagi.

“Disini aja, jangan ngekost bahaya. Mama takut.”

“Pengen ngekost aja capek disini, gak bebas. Mau cari tempat yang deket sama kantor biar cepet sampe.”

Devan menyahut. “Udah biarin aja pergi, udah di buntingin terus di tinggal cowoknya paling balik lagi nangis-nangis minta tolong.”

“Hus Devan!” sentak Minawari.

“Gue juga ogah gak sudi minta tolong sama lo.”

Devan meletakkan selang air. “Bodo amat, gue juga gak akan ikut campur kalo lo kena masalah.”

“Oh oke! Itu tandanya lo ngedoain gue yang enggak-enggak! Awas lu gue sumpahin jomblo seumur hidup.”

Luz langsung berkacak pinggang. “Oke Ma, aku gak akan pergi tapi jangan kekang aku ya bye!”

...--✿✿✿--...

Luz datang ke kantor sudah mepet dengan jam masuk. Dia datang paling heboh dan langsung mendapatkan spot light. Seluruh orang di kantor mengetahui keberadaan dan suaranya yang melengking kencang. Apalagi dia memang cantik, perempuan keturunan Jepang dengan kelopak mata khasnya.

Dia bukan hanya terkenal kerja profesional tapi juga pedangdut yang di gemari teman sekantor. Kalau ada cara hiburan, seperti lomba agustusan dia bakalan paling heboh menyumbang lagu.

Luz ramah ke semua orang, dia asik dan menyenangkan. Tapi frekuensi untuk di benci cukup tinggi. Baginya itu tetap oke, di bilang sok cantik, ya emang dia cantik dengan kulit internasional yang mahal.

Sebenarnya kulit aslinya itu putih bening. Tapi sengaja ia rubah dengan berjemur di pantai sambil menggunakan bikini. Karna merasa lebih cantik dengan tan skin.

Dia terbilang baru disini, tapi siapa sih yang gak kenal dia? Dia cukup di senangi tapi sering ingin di jadikan kambing hitam atau cuci tangan seseorang yang berbuat tidak baik.

Untungnya yang maha kuasa masih melindunginya hingga masih di posisi aman sampai kini.

“Good morning everyone, ada yang kangen gue?!” sapa Luz sambil berjalan seperti model papan atas yang tengah catwalk.

Luz langsung jadi pusat perhatian. Tubuhnya tinggi dan sekarang cukup berisi. Masalah di hidupnya hanya menghadapi Devan yang bawel gak ketulungan.

“Lagi dan lagi kamu datang terlambat tapi bisa-bisanya santai menyapa karyawan lain, kamu sehat?” tegur manager kantor yang sudah jengkel.

Luz langsung sungkem. “Maafkan hamba wahai ibu manager.”

“Luz kamu ini ke sekian kalinya datang terlambat. Saya perlu tahu apa yang menyebabkan keterlambatan mu dan bagaimana kamu akan memperbaikinya. Jika tidak, saya harus mempertimbangkan tindakan lebih lanjut atau melapor ke CEO.”

Luz dengan santai menanggapi. “Hanya terlambat 5 menit dan itu karena saya kesulitan parkir motor. Harusnya parkirannya bisa lebih luas dan nyaman, biar gausah parkir sendiri. Rempong. Oh ya maaf lagi untuk keterlambatan saya bu, tapi kayaknya ibu perlu menegur hal ini ke saudara saya karna dia selalu dan gemar sekali untuk merecoki saya di pagi hari. Terima kasih.” Ia langsung melengos ke tempat kerjanya.

...--To Be Continued--...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!