Kini berbagai pertanyaan muncul ketika Raelynn terbaring di atas meja operasi. Mempertaruhkan nyawa, berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat … sendirian. Ya, dengan tubuhnya yang kurus, Raelynn menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi untuk dirinya sendiri.
Apakah semua kemalangan ini bermula ketika dia menerima pernikahan di atas kerta yang pria berikan? Ataukah semua ini berawal saat dia mengetahui tentang kehamilannya sekaligus penyakit mematikan yang tidak dia sadari sebelumnya? Atau semenjak malam itu … di saat keluarganya sendiri menyiksa dan menjadikannya pelayan dan bahkan menjualnya demi kepentingan bisnis mereka?
Raelynn rasa, tidak! Bahkan sebelum semua itu terjadi kemalangan mulai menjadi hari-harinya sejak saat itu. Ya … Raelynn ingat sekarang. Semenjak hari itu, dimana dia menolak perjodohan yang di atur oleh keluarga demi untuk mengejar cinta pertamanya.
Mampukah Raelynn bertahan dengan semua kemalangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02. Menolak Dijodohkan
“Maaf, Tante pasti sudah menunggu lama,” ucap Raelynn, begitu tiba di sebuah restaurant tempat dia berjanji untuk menemui seseorang.
Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu hanya tersenyum tipis ketika mendengar panggilan yang Raelynn gunakan untuknya. Antara tersenyum maklum dan tersirat kesedihan yang tak mungkin dia ungkapkan secara langsung. Clara Grayson—ibu dari Javier Grayson, teman semasa kecil sekaligus pria yang menjadi cinta pertama Raelynn hingga detik ini.
Meski hubungan keduanya sekarang memburuk, karena Javier yang hanya menganggap Raelynn saudara saja. Puncaknya, Javier dan Raelynn pernah bertengkar hebat karena kedekatan mereka yang membuat kekasih Javier akhirnya meminta putus.
Itu ‘lah alasan kini keduanya tidak dekat seperti sebelumnya, lebih tepatnya Javier yang selalu menjaga jarak dengannya. Hingga akhirnya Raelynn memilih mundur sebagai wakil Ceo dari perusahaan yang Javier bangun dari nol bersamanya.
Mama Clara lantas hanya bisa menjawab dengan lembut, “Rasa asing sekarang kau memanggilku seperti itu, Rael! Mungkin karena sudah terbiasa mendengar mu memanggilku Mama.”
Raelynn hanya bisa tersenyum canggung dan berkata, “Hubungan Rael dan Javier sudah tidak seperti dulu lagi. Jadi, tidak sopan jika Rael menggunakan panggilan itu.”
“Karena alasan itu ‘lah aku datang jauh-jauh menemuimu, Rael! Bisakah kau bersama dengan Javier lagi?” ujar Mama Clara, “Mama sudah membicarakan dengan Javier untuk menjodohkan dia denganmu dan dia kali ini menyetujuinya.” Sambungnya.
“Apa Mama yakin?” Tanpa sadar Raelynn kembali memanggilnya dengan sebutan Mama.
“Hmm, Mama sangat yakin! Maka dari itu, datang ‘lah ke rumah dan pastikan sendiri apa yang Mama katakan padamu hari ini. Setelah dari sini, Mama akan kembali dan menunggumu di rumah,” ujar Mama Clara begitu menyakinkan.
“Kau masih mencintai Javier, bukan?” Mama Clara memastikan.
“Aku selalu mencintainya, Ma! Tapi Javier—”
“Setelah kau datang, dia pasti akan belajar untuk mencintaimu. Percaya sama Mama,” bujuk Mama Clara.
“Rael akan memikirkannya dulu, Ma!”
Ya, Raelynn bimbang dengan keputusan yang harus diambil kali ini. Di satu sisi, dia masih sangat mencintai Javier tapi di sisi lain dia berharap bahwa apa yang Mama Clara katakan barusan memang benar adanya. Dia ingin mengambil kesempatan itu, tapi hatinya merasa ragu karena suatu alasan yang dia sendiri tidak tahu apa itu.
“Ya, sudah! Apapun keputusanmu, Mama akan selalu mendukungmu,” ucap Mama Clara yang tidak ingin memaksa, meski pun dia sangat berharap bahwa suatu hari nanti Raelynn akan benar-benar menjadi menantunya.
...****************...
Setelah menemui Mama Clara, Raelynn pun memutuskan untuk tidak kembali ke perusahaan dan memilih untuk langsung pulang ke rumahnya dengan pikiran yang sangat kacau. Niatnya Raelynn ingin langsung menuju ke kamarnya, menenangkan diri dan pikiran. Namun, semua itu tidak mungkin ketika pandangan matanya tertuju pada ruang tamu.
“Ada apa ini?”
Dalam hati Raelynn penuh tanya, sebab dia sedikit merasa terkejut ketika mulai memasuki ruang tamu. Bagaimana Raellyn tidak terkejut? Dia yang baru saja kembali dari menemui Mama Clara, Ibu dari pria yang dia cintainya kini dihadapkan begitu banyak orang di rumahnya.
“Raelynn! Kau sudah pulang, Sayang? Duduklah disini!”
Menyadari kepulangan putri yang ditunggunya sejak tadi. Edwin Cameron, ayah kandung Raelynn yang kemudian menyuruhnya duduk di kursi kosong yang berada tepat di sebelahnya. Sebenarnya tanpa sepengetahuan Raelynn sang ayah kembali mengatur sebuah pernikahan bisnis untuk Raelynn dengan anak rekan kerjanya. Dan dengan perasaan ragu Raelynn pun menuruti sang ayah dengan duduk di sampingnya.
Dan Raelynn Humaira, seorang wanita berparas cantik, bertutur kata lembut pintar dan sangat mandiri merupakan putri sulung dari keluarga Cameron pemilik perusahaan CM Group salah satu perusahan terbaik di Kota H. Dia selalu dianggap putri yang sangat pintar dan dibanggakan oleh keluarga Cameron.
“Papah, ada apa ini? Kenapa semua orang berada disini?” tanya Raelynn seraya menatap menatap kearah ayah dan ibunya untuk meminta penjelasan.
“Dan siapa mereka?” lanjutnya.
“Ouh, perkenalkan ini Frans Antonio. Anak dari rekan bisnis ayah yang akan di jodohkan denganmu!”
Penjelasan dari Sang ayah sontak saja membuat Raelynn langsung membulatkan kedua bola matanya karena saking terkejutnya. Pasalnya tidak ada satu orang pun yang membicarakan tentang perjodohan ini dengannya. Padahal saat perjodohan dengan seseorang akan dilangsungkan, kedua orang tuanya akan memberitahukan kepadanya lebih dulu dan meminta pendapatnya.
Lalu kenapa sekarang tidak seperti itu? Tidak, sebenarnya sejak kapan kedua orang tuanya mulai berubah? Hingga Raelynn menyadari bahwa kedua orang tuanya mulai berubah setelah dia bersikeras mempertahankan perasaannya dengan Javier, Ceo JV Group. Raelynn bahkan selalu menolak setiap kali orang tuanya ingin menjodohkannya dengan orang lain, karena harapannya pada Javier.
“APA!? Apakah Rael sedang salah dengar, Pah?”
Raelynn mencoba kembali memastikan pendengarannya, apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak. Sebab ini pertama kalinya, kedua orang tuanya menjodohkan dirinya tanpa memberitahukan ataupun menanyakan pendapatnya lebih dulu.
“Tidak! Kau tidak salah dengar, Rael! Ayo, cepat kalian berdua berkenalan dulu biar semakin akrab!” ujar Edwin yang lebih terdengar seperti sedang memberikan sebuah perintah pada Rael.
“Hai, perkenalkan namaku Frans Antonio. Kau bisa memanggilku Frans saja!”
Pria bernama Frans itu memperkenalkan dirinya terlebih dahulu seraya mengulurkan tangannya pada Raelynn yang masih mencerna situasinya saat ini. Wajah pria itu memang lumayan tampan dan merupakan seorang Ceo muda dari perusahaan HD Group, tapi entah mengapa Raelynn merasa tidak nyaman dengan tatapan yang pria itu tunjukan padanya.
“Raelynn Cameron!” Raelynn memperkenalkan dirinya secara singkat sembari menerima ularan tangan pria itu dengan ragu, karena itulah dia segera menarik tangannya kembali.
“Ternyata anda terlihat lebih cantik aslinya dari pada yang ada di foto, ‘yah?” Pujian yang berasal dari Frans semakin membuat Rael merasa tidak nyaman dengan keberadaannya.
“Terima kasih atas pujiannya, tapi saya minta maaf karena saya tidak bisa menerima perjodohan ini!”
Perkataan Raelynn lantas berhasil membuat semua orang sangat terkejut begitu mendengarnya, terutama ayah dan ibunya. Tentu saja mereka terkejut, karena Raelynn langsung menolak perjodohan tersebut tanpa memberi kesempatan keduanya untuk saling mendekatkan diri terlebih dahulu.
“RAELYNN! Ada apa dengan perkataanmu itu!” seru Sang ayah dengan nada bicaranya yang seketika meninggi.
“Papah, maafkan Rael! Tapi Rael sungguh tidak bisa menerima perjodohan ini!” Nada bicara Raelynn dibuat sedikit merendah agar emosi ayahnya tidak semakin tersulut.
“RAELYNN!”
Namun, bukannya mereda, emosi Sang ayah malah semakin tersulut. Hingga kini membentak Rael dihadapan semua orang yang berada disana. Emma Claudia, sang ibu pun berusaha menenangkan suaminya sekaligus menyuruh Raelynn untuk tetap diam agar kemarahan ayahnya tidak semakin meluap.
Bersambung ….
Lagian Gavin ngga bilang sih, siapa anak Edwin Cameron yang dimaksud...
Masa Suho ngga tahu sih, kalo Edwin punya 2 anak perempuan 🤔
next kk