NovelToon NovelToon
PAREWANGAN

PAREWANGAN

Status: tamat
Genre:Roh Supernatural / Pusaka Ajaib / Horor / Tamat
Popularitas:564.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Ketika kekayaan harus ditebus dengan tumbal, apakah kau masih ingin menjadi kaya dengan cara instan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAREWANGAN 2

*Dug, dug, dug!"

Ku lihat wajah ibuku tampak bahagia saat menumbuk padi, seperti biasanya ia memang selalu menyambut kedatangan pagi dengan menumbuk padi.

Suara lesung ibu begitu khas sehingga bahkan selalu menjadi alarm yang membangunkan kami anak-anaknya, termasuk ayah juga.

Namun ada yang berbeda kali ini, bila kemarin ibu masih terlihat kurus dengan mata sayu, kini ia terlihat gagah dengan wajah berseri-seri saat menumbuk padi.

Ia bahkan melambaikan tangannya kearah ku seakan memintaku untuk datang membantunya.

Aku pun menerima alu yang diberikan oleh ibu kemudian mulai menumbuk padi-padi itu.

Aku hanya sedikit heran kenapa hari ini ibu menumbuk padi begitu banyak bahkan lebih banyak dari hari-hari biasanya.

"Kenapa hari ini ibu menumbuk padi banyak sekali, bukankah biasanya ibu hanya menumbuk satu bakul nasi saja?" tanyaku penasaran

"Karena sekarang warung nasi ibu kan banyak jadi ya numbuk padinya harus banyak," jawab Ibu dengan logat Jawanya yang kental

"Kenapa ibu tidak mengunakan beras yang sudah jadi saja Bu," jawabku

Ibu tersenyum simpul menatapku, "Semuanya sudah ada le. Nasi untuk manusia, rumput untuk rojo koyo (hewan ternak berkaki empat) , bekatul (pakan ayam dan bebek) untuk ayam. Memangnya kamu mau makan bekatul?" jawab Ibu

"Kok begitu perumpamaannya?" jawabku sedikit menyangkalnya

"Ya memang begitu le, setiap mahluk ciptaan Gusti Allah itu memiliki makanan yang berbeda-beda, jadi jangan di samakan," jawab Ibu lagi

Jawaban kali ini benar-benar absurd hingga membuat ku merasa kesal mendengarnya. Tapi kali ini aku tak mau menyangkalnya lagi karena ibu itu tipe orang yang sangat keras dan teguh pendirian. Jadi kalau sudah ngomong A ya harus A gak bisa di ganggu gugat.

"Yowes kalau gitu gimana kalau ibu bayar orang saja buat numbuk padi, soalnya ibu sudah terlalu tua untuk mengurus semuanya sendirian. Sekali-kali berbagi rezeki sama orang-orang yang membutuhkan gak apa-apa kan?" jawabku

"Gak bisa gitu le, perkoro nyowo gak iso di pindahke wong liyo. Lagian kenapa harus minta bantuan orang lain kalau ada kamu yang bisa bantuin ibumu!" sahut Ibu

"Fikri, fik, dimana kamu le!"

Kudengar sayup-sayup suara bapak memanggil ku.

"Aku dibelakang Pak!" jawabku dengan suara yang sengaja ku tinggikan agar bapak denger.

Aku memberikan alu kepada Ibu dan menoleh saat ku dengar langkah kaki Bapak mulai mendekat.

"Haduh, ngapain Le kamu di sini, dari tadi ibumu nyariin kamu," ucap Bapak sambil mengatur nafasnya

"ngapain Ibu nyari Fikri Pak Wong dari tadi ibu sama Fikri kok," jawabku kemudian menoleh kearah Ibu

*Deg,

Aneh bin ajaib tiba-tiba aku tercengang saat melihat ibu tiba-tiba menghilang. Aku reflek langsung mencarinya sambil memanggil namanya.

Melihat aku yang kebingungan membuat bapak langsung menegurku.

"Ibu di kamarnya le, ngapain kamu nyari di sini," ucap Bapak kemudian menarik lenganku

Namun aku segera menjelaskan kepadanya jika Ibu tadi ada bersamaku di belakang. Aku mengatakan jika kami baru saja menumbuk padi bersama, bahkan aku baru saja menggantikan ia untuk menumbuk padi.

Saat aku menoleh kebelakang untuk menunjukkan lesung yang masih berisi padi kembali aku di buat terperanjat saat melihat lesung itu masih tertutup kain hitam.

"Aneh, kok bisa begini," ucapku penasaran

Yang lebih aneh lagi aku melihat alu ( sejenis tongkat panjang untuk menumbuk padi ) yang ternyata masih tergantung diatas lesung.

Seketika aku merasa tubuhku begitu lemas hingga nyaris ambruk. Beruntung bapak langsung menangkap ku dan membawaku masuk.

"Makanya pagi-pagi jangan ngelamun di sini le, bukannya sholat malah ngelamun?" ucap Bapak membuatku semakin bingung

"Ngelamun, bukankah dari tadi aku menumbuk padi bersama ibu, lalu siapa yang bapak lihat sedang melamun??"

Belum selesai rasa bingungku kembali aku di buat tak bisa berkata-kata saat melihat ibuku tampak pucat memanggil-manggil namaku.

Sial, dia memang ibuku??

Aku memberanikan diri bertanya kepada bapak dimana ibu tadi.

"Dari tadi ya Ibu di sini sama bapak, wong ini aku baru selesai membersihkan tubuhnya," jawab Bapak kemudian menyingkirkan baskom tempat air yang ia gunakan untuk membasuh tubuh ibu.

Jika dari tadi ibu di sini, lalu saipa yang bersamaku, tadi. Siapa wanita yang begitu mirip dengan ibu dan menumbuk padi bersamaku?

Seketika ibu menarik lenganku dan menunjuk kearah cermin besar yang menempel di dinding kamar ibu.

"Kenapa kacanya?" tanyaku saat melihat raut wajah ketakutan ibu

Ibu tak menjawab, ia hanya menunjuk kearah kaca itu dengan raut wajah ketakutan dan akhirnya menangis tersedu-sedu.

Melihat ibuku menangis akupun memeluknya.

Kembali ku rasakan tubuh ibuku yang tinggal tulang belulang, rasanya aku merasa bersalah karena bertahun-tahun meninggalkan beliau sendirian mengurus warung makan.

Pukul delapan pagi, Bapak mengajak Ibu untuk berobat ke rumah sakit. Akupun ikut mendampingi Ibuku ke rumah sakit.

Aku bahkan menemaninya saat ia melakukan medikal cek up untuk memastikan sakitnya.

Karena seperti yang Bapak katakan Ibu sudah mengalami sakit-sakitan selama hampir dua bulan. Ia sudah membawanya ke beberapa rumah sakit besar namun setiap kali di bawa ke rumah sakit dokter selalu mengatakan jika ibu tidak menderita penyakit apapun. Semua dokter mengatakan jika Ibu hanya kelelahan saja dan menyarankan untuk beristirahat.

Benar saja, bahkan hari ini aku sendiri benar-benar membuktikan ucapan Bapak.

Dokter spesialis penyakit dalam bahkan mengatakan ibuku baik-baik saja. Ia tak mengidap penyakit kronis apapun. Semuanya baik-baik saja. Bahkan hasil CT Scan dan tes darah pun menunjukkan ibuku adalah wanita yang sehat.

"Jadi saran saya mending sekarang istirahat saja dan biarkan anaknya yang menjalankan usahanya. Bila perlu setiap akhir pekan, ajak ibu jalan-jalan, senang-senanglah intinya biar dia gak terlalu stress," tukas Dokter Tama

Akupun mengikuti saran Dokter. Kini aku sudah membulatkan tekad untuk mengurus rumah makan menggantikan Ibu. Aku bahkan mengangkat beberapa orang karyawan untuk mengurus 25 cabang rumah makan yang tersebar di sepanjang Pantura.

Setiap hari minggu aku bahkan sengaja libur dan mengajak ibu jalan-jalan.

Meskipun demikian, tetap saja ibu masih sakit-sakitan. Bahkan kondisinya makin parah.

Setiap malam ia menjerit-jerit kesakitan hingga membentur-benturkan kepalanya ke tembok.

Seperti malam itu, sayup-sayup ke dengar suara ibu berteriak-teriak meminta tolong.

Akupun segera keluar menuju kamar ibu.

Aku segera manarik ibuku yang sedang menggedor-gedor kepalanya ke tembok.

Aku melihat wajah ibuku di penuhi darah, dan aku segera mengusapnya dengan tisu.

Tiba-tiba ibu menyeringai saat melihat aku begitu panik melihatnya.

Entah kenapa aku merasa merinding saat melihat wajah ibuku yang tiba-tiba tampak menyeramkan.

Saat aku hendak mengambil Betadine untuk mengobati lukanya, dadaku seketika langsung sesak saat melihat sosok ibu terbaring di ranjang berusaha menarik lenganku meminta tolong.

1
Vii Vexlyn
𝖻𝖺𝗉𝖺𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗃𝖺𝖽𝗂𝗇𝗒𝖺 😅
Sulis Wati
anaknya bloon bgt
Roslaini Simbolon
Lumayan
❄️ Syifa ❄️
Luar biasa
🥀princes_novel❤️🥀
wah udh tamat aja ya Thor🥺🥺masih kangen trio somplak TPI otw skrg yg next tentu a🤭🤭🤭
🥀princes_novel❤️🥀
dasar trio somplak bisa2 a canda disaat genting🤣🤣tapi itu yg dirindukan baca novel trio somplak yg bikin ngakak terus...
🥀princes_novel❤️🥀
🤣🤣🤣🤣rindu x dg trio somplak barra,Rangga dan lingga terimakasih Thor udh buat cerita mrka lagi rindu x dg kekonyolan mereka sukses slalu author sayang🥰🥰🥰
🥀princes_novel❤️🥀
om barra rindu x sama om barra yg bucin😘😘😘
Nasywa Humaira Zidny
dukun milenial jadi di panggil daddy
Dina Alesha
kangeun banget sama trio somplak....seneng banget pas ada dsini
Neni yulianti
bukannya anas anak abu musa ya
kok berubah jadi anak pakde lingga
Abi Zar
seru bangets thor
Abi Zar
keren Thor lanjut
Al Fatih
ceritamu lho kak,, bikin penasaran, hingga harus ngebut bacanya,, biar tenang tidurq....
Al Fatih
wah,, om barra sdh datang yeeeeee,, ow skrg Mbah yaa,, kan sdh d generasinya Anas 🤭
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
meskipun bca typonya aq maklumin 😁
❤️‍🔥ℝ❤️‍🔥
aku bru bca krya mu lgi thor dh lma..
rendra rinaldi
gimana ya
bahasa ceritanya terlalu easy going, agak serampangan menjurus kasar untuk in-out nya.
alangkah baiknya jika bahasanya dibuat sedikit baku, kalau pun pakai tradisi / adat / mitologi / bahasa ke jawen, dibuat ke Jawa sekalian, jangan terlalu pake bahasa anak gaul sekarang, jadi ilfeel
cekap semanten
menawi lepat, nyuwun pangapunten
rendra rinaldi
kebanyakan spin off, nih novel
rendra rinaldi
namanya terlalu kebaratan, Sofia, mayah e dijenengi ningrum, opo marjinah ae
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!