NovelToon NovelToon
Jodoh Tak Diundang

Jodoh Tak Diundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:586.6k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.

Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.

Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JTD Bab 2

​“Ayah sama Bunda kok diam aja sih? Nayla butuh jawaban sekarang!” desak Nayla, matanya bergantian menatap kedua orang tuanya yang mendadak hobi membisu.

​“Bun, jawab tuh. Anakmu bertanya,” ujar Gunawan, mencoba melemparkan umpan panas itu kepada istrinya.

​Sebenarnya, Gunawan enggan menjawab sekarang karena merasa momennya belum pas. Namun, Riska pun tak mau kalah cerdik.

​“Ish, Ayah! Anakmu juga bertanya padamu, bukan cuma Bunda. Lagipula, Ayah kan yang menerima pinangan mereka waktu itu? Jadi, Ayah saja yang menjelaskan,” tolak Riska telak.

​Gunawan mengembuskan napas kasar. Ia berdeham beberapa kali, mencoba menata kata sebelum akhirnya menatap Nayla dengan serius.

​“Jadi begini, Sayang. Ayah dan Bunda menjodohkanmu dengan anak sahabat lama Ayah. Lebih tepatnya... Ayah sudah menerima pinangan mereka dua minggu yang lalu,” jelas Gunawan tanpa mengalihkan pandangan.

​Penjelasan itu bagai petir di siang bolong bagi Nayla. Ia refleks menutup kedua telinganya yang mendadak terasa panas.

​“Ayah! Kenapa nggak tanya Nayla dulu? Seharusnya Ayah kompromi dulu, Nayla bersedia atau nggak! Jangan main asal 'iya' saja. Ini hidup Nayla, Yah! Nayla berhak menentukan siapa yang bakal jadi imam Nayla nanti,” protes Nayla panjang lebar, menyesali sikap otoriter sang ayah.

​“Nayla, jaga bicaramu sama Ayah,” tegur Riska saat melihat emosi putrinya mulai meluap.

​“Tapi, Bun, Ayah keterlaluan! Masa depan Nayla masih panjang, kuliah juga belum selesai. Ini namanya dikuliahkan untuk menikah, bukan untuk menggapai cita-cita!”

​“Memangnya apa cita-citamu, Dek? IPK saja pas-pasan begitu,” cetus Hendra tanpa dosa, yang langsung dihadiahi tatapan maut oleh adiknya.

​“Bisa nggak sih Mas Hendra diam saja? Nggak usah ikut campur!” sungut Nayla. Hendra hanya mengangkat bahu santai sambil memanyunkan bibirnya.

​“Nayla sayang, meski kamu menikah nanti, kamu tetap bisa kuliah kok. Ayah janji, kamu tetap bisa mengejar cita-citamu—yang Ayah sendiri jujur nggak tahu itu apa. Jadi, gimana? Mau ya?” bujuk Gunawan, meski terdengar sedikit meledek di telinga Nayla.

​Nayla membulatkan mata. “Big NO, Ayah! Ini bukan zamannya Siti Nurbaya lagi, sekarang zamannya Siti Markonah! Apa Ayah pikir Nayla nggak laku sampai harus dijodoh-jodohkan begini?”

​“Iya, ini memang zamannya Siti Markonah, yang hobinya tebar cinta di setiap tikungan,” sahut Hendra lagi sambil menahan tawa.

​“Mbak Silvi! Suruh suamimu itu diam! Pengen Nay jahit saja mulut julidnya itu!” perintah Nayla pada kakak iparnya, yang langsung disambut cubitan kecil Silvi di lengan Hendra.

​“Sudah marahnya, Nay?” tanya Gunawan tenang. “Kalau sudah, dengarkan Ayah. Sekarang kamu tinggal pilih: terima perjodohan ini, atau...” Gunawan sengaja menggantung kalimatnya, membuat Nayla diliputi rasa penasaran sekaligus waswas.

​“Atau apa, Yah? Cepat katakan! Jangan buat Nayla mati penasaran!”

​“Atau... semua fasilitas yang Ayah berikan akan disita. Semuanya tanpa kecuali,” ancam Gunawan dengan senyum penuh kemenangan.

​Nayla terdiam seketika. Otaknya langsung memutar simulasi mengerikan: hidup tanpa kartu kredit, tanpa mobil, dan tanpa uang jajan tambahan. Itu adalah kiamat kecil baginya.

​“Jadi, bagaimana? Setuju?” tanya Gunawan sekali lagi.

​“Tapi, Yah...”

​“Nayla, kami melakukan ini demi kebaikanmu. Tolong terima dengan hati yang ikhlas. Bunda yakin kamu akan bahagia bersama pria pilihan kami,” rayu Riska sambil mengusap punggung putrinya dengan lembut, memberikan tatapan mengiba yang selalu menjadi kelemahan Nayla.

​Nayla akhirnya menghela napas panjang, bahunya merosot pasrah. “Ya sudah, aku terima. Tapi ada syaratnya!”

​“Apa itu, Sayang?” tanya kedua orang tuanya serempak.

​“Kalau orangnya jelek kayak om-om dan nggak tajir, Nayla nggak mau nikah sama dia!” ancam Nayla ketus.

​“Tenang saja, Nay. Jodohmu itu tajir melintir dan gantengnya kayak Oppa-Oppa Korea,” sahut Silvi, seolah sudah memegang kunci rahasia.

​“Serius, Mbak? Kok Mbak tahu? Jangan-jangan Mbak sudah kenal ya?” Nayla menatap Silvi penuh selidik.

​“Tentu tahu, soalnya calon suamimu itu CEO di perusahaan tempat Mbak bekerja,” jawab Silvi sukses membuat mata Nayla berbinar.

​“Wah, beneran? Tapi beneran ganteng kan, Mbak? Bukan tipe om-om perut buncit dan kepala botak?”

​“Ganteng maksimal. Tapi ya gitu, dia irit bicara, dingin, dan sangat tertutup,” tambah Silvi.

​“Ooo... begitu ternyata tipe orangnya,” gumam Nayla, lalu beranjak dari kursinya.

​“Mau ke mana kamu?” tanya Gunawan.

​“Kuliah, Yah. Mau ke mana lagi?” jawab Nayla enteng.

​“Ingat pesan Ayah! Pulang kuliah langsung pulang!”

​“Aduh, Yah... tolong izinin Nayla pergi sebentar saja hari ini. Nayla harus mengakhiri hubungan sama Tyo yang baru hitungan jam itu gara-gara perjodohan ini,” pinta Nayla memelas.

​“Oke, tapi jangan lewat jam empat sore!” Gunawan akhirnya luluh, dan Nayla langsung menghambur memeluk ayahnya.

​“Makasih, Yah! Ayah memang yang terbaik!” bisik Nayla riang sebelum berlari keluar.

​Sementara itu, di sisi lain kota, seorang pria tampan bertubuh atletis sedang sibuk bersiap. Bayu Pratama. Ia tengah merapikan berkas-berkas yang akan dibawanya ke kampus sekaligus ke kantor.

​“Bay, kemarilah. Sarapan dulu! Mommy sudah masak nasi kuning kesukaanmu,” panggil sang Mommy dari ruang makan.

​Ratna sengaja memasak menu spesial pagi ini. Ia sadar putranya itu sedang berusaha menghindar karena terus-menerus didesak untuk menikah lagi, demi memberikan Sultan sosok ibu pengganti.

​Melihat usaha sang Mommy, Bayu tidak tega untuk menolak. Meski awalnya ia berniat langsung berangkat dan sarapan di kantin kampus saja, ia akhirnya melangkah menuju meja makan demi menghargai sang ibu.

1
Ulna Yana
kak , update dong 😔😭
laelatul qomar
Luar biasa
💗vanilla💗🎶
dihh pake diucapin lagi
Ella Ella
ceritanya mkin amburadul Thor
Pipit F 🤩
Naylul emang kang kompor suka kalo sodara-sodaranya susah
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
siap2 ajalah para opa2🤭🤭🤭pembalasan nay lbh kejam🤣🤣
bayangan
🤭🤣🤣🤣 bapknya sendiri aja tkut sama kelakuan anaknya si naylul 🤣🤣
Ramadhani Kania
siap2 y oppa2 d marahi nenek uyut....🤭😂😂
Wu Shi Des
bagus Thor, semangat up nya...
Pipit F 🤩
waduh mode adu domba ini mah sesama kakek kakek 🤣🤣
emang bener-bner si Nayla
Pipit F 🤩
kena skak matt
Pipit F 🤩
emang istri durhakim 😅
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
nay hbs makn dimsum mendptkan wangsit🤭
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣nay tau aja yg mahalan🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁CA-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
🤣🤣🤣msh mode marah2
bayangan
wah si nayla mau adu domba ni ke kakek abraham 🤣 bakalan seru tuh kakek kakek adu mulut gegara sinayla 😅
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
otaknya bnr² encerr si Naylul
Pipit F 🤩
kasian ini para pelayan di grebek para tetua mafia emak rmak 😅🤣
Pipit F 🤩
istri istri mode singa semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!