NovelToon NovelToon
Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Menghancurkan Suami Benalu Dan Adik Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nila KingShop Wati

HANCURLAH BERSAMA "SUAMI PARASIT DAN ADIK BENALU"
Selama dua tahun pernikahan, Violet hidup sebagai istri yang selalu mengalah. Ia tidak pernah menyangka suami yang dicintainya ternyata diam-diam berselingkuh dengan Eliana, adik tirinya sendiri.
Lebih kejam lagi, mereka hanya memanfaatkannya demi merebut perusahaan keluarga yang menjadi haknya. Saat kebenaran terungkap, Violet kehilangan segalanya—ayahnya koma karena sebuah kecelakaan yang ternyata direncanakan, hartanya dirampas, dan nyawanya dihabisi oleh orang-orang yang paling dipercayainya.
Dalam detik terakhir sebelum kematian, Violet mengutuk mereka dan memohon kesempatan untuk mengulang hidupnya.
Ketika membuka mata, ia kembali ke dua tahun lalu.
Ke hari saat Arga datang melamar.
Kali ini Violet tidak akan memilih pria yang menghancurkan hidupnya.
Sebagai gantinya, ia memilih Sherkan—paman Arga yang terkenal dingin, kejam, dan menjadi penguasa dunia bisnis.
Keputusan itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami yang tak pernah mencintaiku

BAB 1 — SUAMI YANG TAK PERNAH MENCINTAIKU

Dua tahun. Cukup lama untuk mengenal seseorang, atau setidaknya itulah yang selama ini aku percayai. Aku berdiri di depan jendela besar lantai tiga puluh dua gedung perusahaan keluarga, memandangi lampu kota yang mulai menyala satu per satu. Cahaya senja memantul di kaca gedung pencakar langit pusat kota. Pemandangan ini dulu selalu membuatku tenang, namun tidak lagi. Sekarang, hal terindah sekalipun terasa hambar dan tanpa rasa.

Ponsel di meja bergetar, dan aku segera menoleh penuh harapan. Mungkin Arga. Mungkin kali ini dia ingat. Hari ini tepat genap dua tahun pernikahan kami. Namun saat melihat nama di layar, senyum yang sempat muncul perlahan memudar. Bukan dia, melainkan sekretarisku.

“Bu Violet, laporan investasi kuartal ketiga sudah saya kirim ke email,” suaranya terdengar jelas.

“Baik,” jawabku singkat, lalu sambungan terputus.

Ruangan kembali sunyi, persis seperti pernikahanku sendiri. Jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam. Aku masih di kantor, sementara suamiku entah berada di mana. Sungguh ironi. Perusahaan ini milik keluargaku, akulah yang bekerja dari pagi hingga malam, memimpin rapat, menemui investor, dan menyelesaikan setiap masalah rumit. Sedangkan Arga hanya menikmati hasilnya. Semua orang mengenalnya sebagai direktur muda berbakat, padahal hampir seluruh proyek yang ia pimpin berawal dari kerja kerasku. Akulah yang menyusun strategi, menyiapkan presentasi, dan menyelamatkan kontrak saat segala sesuatu berantakan. Namun setiap kali ada tamu atau media, Arga selalu berdiri di depan, tersenyum, menerima pujian dan penghargaan. Sementara aku hanya berdiri di belakang, menjadi bayangan, istri yang baik dan pendukung yang sempurna.

Ketukan pintu memecah keheningan. “Masuk,” ucapku.

Sekretarisku datang membawa berkas-berkas. “Bu, Ibu belum pulang juga?”

Aku tersenyum tipis. “Kau juga belum.”

Wanita itu tampak ragu, seolah ingin mengatakan sesuatu namun enggan. “Ada apa?” tanyaku.

Ia menggigit bibir pelan. “Sebenarnya saya melihat Pak Arga tadi sore.”

Jantungku berdebar cepat. “Di mana?”

“Di pusat perbelanjaan.”

Aku sempat tersenyum kecil, berharap dia sedang membeli hadiah atau menyiapkan kejutan. Namun kalimat berikutnya menghancurkan harapan itu seketika.

“Bersama Nona Eliana.”

Senyumku langsung membeku. Eliana, adik tiriku sendiri. Aku memaksakan diri tertawa pelan. “Memang mereka selalu dekat.”

Sekretarisku hanya diam, namun raut wajahnya mengatakan hal lain. Aku berpura-pura tidak melihatnya. “Kau boleh pulang sekarang.”

“Baik, Bu.”

Pintu tertutup kembali, dan aku kembali sendirian. Dadaku terasa sesak tanpa sebab yang jelas.

Pukul sembilan malam aku akhirnya pulang. Rumah mewah di kawasan elit ini tampak megah dan terang benderang, namun tidak pernah terasa hangat. Begitu melangkah masuk, mataku langsung menangkap sepasang sepatu hak tinggi milik wanita yang tergeletak di dekat pintu. Aku sangat mengenal sepatu itu. Milik Eliana. Aku menghela napas panjang. Sudah terlalu sering aku melihat pemandangan seperti ini.

Aku berjalan menuju ruang makan, dan suara tawa yang akrab segera terdengar. Itu suara tawa Arga, tawa yang sudah lama tidak pernah kudengar saat dia bersamaku. Langkahku terhenti sejenak. Di meja makan, Arga dan Eliana duduk berhadapan, tertawa dan bercakap dengan sangat akrab, seolah mereka adalah pasangan yang sudah bersama bertahun-tahun. Sementara aku, merasa seperti orang asing yang baru saja masuk dan mengganggu kedamaian mereka.

“Ah, Kak Violet sudah pulang!” seru Eliana, segera berdiri dengan senyum manis dan sempurna seperti biasa.

Aku hanya tersenyum tipis. “Kau ada di sini.”

“Tentu saja, Kak. Aku sangat merindukanmu,” katanya sambil memeluk lenganku.

Entah kenapa, pelukan itu justru membuatku merasa tidak nyaman dan ingin segera melepaskan diri. Arga bahkan tidak berusaha berdiri menyambutku. Dia tidak bertanya bagaimana hariku, tidak mengucapkan selamat hari jadi, dan tidak melakukan apa pun selain melirik sekilas lalu kembali fokus pada ponselnya. Hatiku seketika terasa dingin dan hampa.

“Aku sudah makan di luar,” kataku.

“Wah, sayang sekali,” jawab Eliana dengan nada kecewa. “Aku dan Kak Arga baru saja selesai makan malam dan mengobrol asik.”

Aku mengangguk, berusaha tetap tenang meski ada sesuatu di dalam diriku yang perlahan retak. “Silakan lanjutkan saja.”

Namun suara Arga menghentikan langkahku. “Besok rapat dengan investor pukul sembilan pagi.”

Aku menoleh, merasa kecewa. Hanya itu yang ingin dia katakan? Hanya urusan pekerjaan? Bahkan hari yang seharusnya menjadi istimewa bagi kami tidak layak mendapat satu kalimat pun?

“Aku tahu,” jawabku singkat.

“Jangan terlambat.”

Aku tersenyum pahit. “Baik.”

Aku segera pergi sebelum mereka melihat betapa hancurnya perasaanku saat itu.

Malam itu aku duduk sendirian di balkon kamar, segelas kopi di tanganku sudah menjadi dingin. Arga belum masuk, dan aku tahu persis di mana dia berada dan bersama siapa. Dia masih di bawah, bersama Eliana, persis seperti yang selalu dilakukannya belakangan ini. Dulu aku menganggap kedekatan mereka sebagai wujud hubungan keluarga yang erat, namun sekarang aku mulai ragu dan tidak lagi yakin.

Pukul sebelas malam, pintu kamar akhirnya terbuka. Arga masuk dengan pakaian yang sama seperti pagi tadi. Dia tetap tampan dan menarik, persis seperti lelaki yang dulu membuatku jatuh cinta dan kuanggap sebagai anugerah terindah. Namun kini, sosok yang sama itu terasa begitu jauh dan sulit diraih.

“Kau belum tidur?” tanyanya dengan nada biasa.

“Belum,” jawabku.

Ia melepas jas dan meletakkannya rapi. “Aku sangat lelah hari ini.”

Aku menatapnya lekat-lekat. “Arga.”

“Ya?”

“Hari ini tanggal berapa?”

Ia mengerutkan kening, tampak tidak mengerti. “Tanggal dua belas.”

Aku tersenyum getir. “Tidak ada yang ingin kau katakan padaku?”

Arga berpikir sejenak, namun akhirnya hanya menggeleng. “Tidak ada.”

Jawaban pendek itu seketika menghancurkan segala sesuatu yang masih tersisa di dalam dadaku. Dua tahun pernikahan, dan dia bahkan sama sekali tidak mengingat hari yang begitu berarti bagi kami. Aku tertawa kecil, suara yang terdengar jauh lebih mirip tangisan yang tertahan.

“Sudahlah, lupakan saja.”

Arga tidak bertanya lebih lanjut, tidak peduli, dan segera masuk ke kamar mandi. Aku tetap duduk diam memandangi langit malam yang gelap, berusaha mencari jawaban. Mengapa pernikahan ini terasa begitu kosong? Mengapa suamiku tampak jauh lebih bahagia dan hidup saat bersama adik tiriku dibanding saat bersamaku? Dan mengapa aku merasa kuat bahwa ada sesuatu yang sangat salah terjadi di antara kami, namun aku belum sepenuhnya menyadarinya.

Aku belum tahu bahwa kenyataan yang menungguku ternyata jauh lebih mengerikan dan menyakitkan daripada apa pun yang pernah kubayangkan. Karena lelaki yang tidur tenang di sampingku malam itu, lelaki yang kucintai dan kupercayai sepenuh hati, sebenarnya tidak pernah benar-benar mencintaiku sedikit pun sejak awal kami bertemu.

1
Amidah Anhar
maaak bab selanjutnya pengumuman Meraka udah jadi sepasang suami istri iya..
pengen tahu reaksi mereka 🤣🤣🤣🤣
Miss Typo
aku suka aku suka
aku padamu Sherkan ♥️🫰

apa Sherkan juga mengulang waktu mengulang masa lalu, jadi dia tau semuanya yg disembunyikan Violet? 🤔
Maria Kibtiyah
kayakmya sherkan tau apa yg di alamin violet di masa lalu
Miss Typo
ku pikir Sherkan mau duduk di meja rias trs menarik pinggang Violet untuk memakaikan dasinya itu 🤣
ternyata aku salah dgn pikirin ku sendiri 😁
Ayudya
sherkan suami yg terbalk
Ayudya
lanjut kak
Amidah Anhar
Maaak aku belum move-on dengan nama sherkan nya Elf 🤭🤭🤭🤭
Evve Miss Plot twist: yang ini bakal bikin jauh lebih ga bisa bikin move on makkk😍🤭
total 1 replies
Maria Kibtiyah
sherkan gak ketebak kira2 apa rencana dia
Maria Kibtiyah
semangat mak semakin menarik😍
Maria Kibtiyah: 😍😍😍😍😍
total 2 replies
Silvia
lagi Thor semangat💪💪
Evve Miss Plot twist: ok mak😍
total 1 replies
Nana Colen
semangat thooooor.... lanjut up lagi dan kalau bisa tolong dong lanjutin cerita nya dalam cengkraman badai
Evve Miss Plot twist: siap makkk sudah update lagi 1 bab, tunggu review yah
total 2 replies
Nana Colen
aaah orang kaya mah pasti udah diselidiki duluan ath neng violet... dari makanan favorit hobinya apa dan sebagainya 😁😁😁😁
Nana Colen
thor aku mau tanya... apakah ayahnya violet saat ini sudah berada drumah sakit atau gimana aku kurang nggeuh
Nana Colen
aku ucapkan Terima kasih thor mau berkarya lagi di NT.... aku kangen banget dengan cara dan gaya mu dalam membuat novel selalu banyak kejutan dan takateki 😍😍😍😍😍
Miss Typo
kalian berdua ngegemesin deh 😍

semangat Mak Eva 💪🥰
wiliss
alhamdulilllah saahh? saaahhhhh🥰🙏
Nana Colen
balaslah dengan elegan violet... kamu bukan cewek lemah dan bodoh 💪💪💪💪
Nana Colen
jadi ikutan deh deg an ya... ini violet beda cerita lagi sama violet sherkan ya
Evve Miss Plot twist: beda mak, lagi malas nyari nama pemeran 🤭
total 1 replies
Nana Colen
buanglah suami benalu itu violet
Nana Colen
akhirnya netes juga karya baru nya... semangat thor aku pendukung karya karyamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!