NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 00

Menatap lurus, melihat semua rekannya yang asik membuat video dokumentasi untuk akun sosmed mereka. tidak menyadari kehadiran Evalia yang kepayahan.

"eva, kau masih kuat kan? Jangan bilang segini aja gak kuat, katanya suka mendaki" ejek salah satu rekannya.

Evalia tersenyum kecil, berusaha mengimbangi mereka, walau dia paham itu tidak ada gunanya.

Setelah menyelesaikan sidang skripsi nya, entah ada angin apa, ketujuh gadis itu. Lastya, Mora, Stesya, Mesya, Bellinda, Kyara ,dan Aista. Mengajak seorang Evalia mendaki.

Eva sempat curiga mereka mau mencelakai nya dengan kedok baru, itu terlalu jahat kan. Terlebih mereka akan segera berpisah mengingat sebentar lagi pengumuman hasil sidang, dan dia sudah yakin akan lulus tahun ini.

Eva memang suka mendaki sejak SMA, dan itu sudah lama tidak dia lakukan mengingat kuliahnya harus segera selesai, ada banyak kerjaan yang menantinya sebagai putri kedua.

Eva ingat dia harus segera membalas bantuan orang tuanya, ada adik dan abangnya yang harus dia urus. Mengingat mereka berdua adalah anak kesayangan orang tuanya.

Tubuh Eva tersentak saat kakinya hampir tergelincir, bersyukur dia tidak jatuh. Jalan pendakian cukup licin sejak hujan semalam, ini sudah hari ketiga dan mereka akan sebentar lagi sampai di puncak dan mendapat sunset yang indah.

"anda tidak apa nona?" eva menoleh.

Seorang pria terlihat dia seumuran dengannya, tersenyum hangat melihatnya.

"tidak apa terimakasih" Eva melanjutkan perjalanan.

Semakin dekat dengan puncak dia memang sering berpapasan dengan pendaki lain. Wajar saja memang, cuma ada yang aneh kenapa bisa ada orang dibelakang nya, harusnya dia dari arah depannya kan?

Pria itu hanya tersenyum kecil menatap punggung Eva, melihat kabur kecil di sekitar hutan.

"perputaran takdir ya_ menarik" batinnya .

...****************...

Eva tersenyum melihat sunset yang indah, tidak peduli akan kehebohan 'ketujuh bersahabat ' itu, karena bisa saja itu pemandangan terakhir menuju kesibukan selanjutnya.

"Eva dirikan tenda kami" seru Mora yang masih asik dengan ponselnya.

Gadis itu bergerak cepat Tampa banyak protes, semakin cepat dia bertindak, semakin tenang hidupnya.toh mereka tidak akan menggangu nya membuat tenda untuk mereka malam ini.

Ketujuh gadis itu masih fokus dengan keasiakan mereka, Eva dengan cepat membuat dua tenda, masih ada tiga tenda lagi.

"KYAAAA!!! ULAR!!!" jerit Mora membuat Eva menoleh cepat.

Seekor ulat merayap pada Kyara yang jatuh terduduk, Eva berlari memakai ransel dan kayu mencoba menyingkirkan ular berbisa itu.

Aneh? Eva pernah mencari informasi tentang gunung itu, jarang ada satwa liar seperti ular berbisa disana, masih umum jika kera dan hewan melata lainnya.tapi ular ini_

Eva berhasil menangkap ulat itu, naas pijakannya yang dekat dengan tebing membuatnya tergelincir, dengan cepat dia mencengkeram tepi tebing.

"teman-teman tolong" mohonnya.

Mereka menatap Eva dan saling pandang, dan tersenyum kecil. Eva terdiam sadar apa yang mereka maksud,

"minta tolong hm? Gimana nih guyss di tolong tidak ya" Bellinda tersenyum sinis.

Mora mendekat pada Eva , "sadar gak kalau ular itu ide kita buat ngilangin elo".

"tapi apa salahku ke kalian?, aku tidak pernah mengusik kalian dari dulu." Eva mati-matian menahan tubuhnya agar tetap kuat.

Mesya ikut mendekat, " salah elo itu Deket sama kak eksa, ngaca ya elo yang kampungan bisa-bisanya deket bahkan disukain kak eksa".

Eva terkekeh miris, apa hanya sekedar itu mereka ingin sekali membunuhnya, hanya karena permasalahan cinta. Padahal dia tidak menyukai eksa senior kampusnya itu, bahkan dia cenderung menghindarinya.

Dia menutup mata sebelum membukanya dengan tatapan kosong dan senyum tipis, "segitunya ya, sampai rela mau buat nge bunuh orang".

Mora menginjak tangan Eva kuat dan tersenyum jahat, "setidaknya lulusan terbaik jatuh ke gue kalau elo mati".

Lastya tersenyum kecil pada Eva, sebelum akhirnya itu menjadi hal terakhir yang dia lihat sebelum terjun bebas menuju kegelapan yang nyata.

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!