Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Jahat Si Antagonis Murahan
Flashback Malam Purnama
Serigala Bayu, Jack, melompat keluar dari balkon kamarnya dengan gerakan ringan dan penuh kekuatan. Tubuh serigala coklatnya mendarat mulus di halaman luas tepat di depan rumah utama Pack. Tanpa jeda, ia langsung berlari kencang menembus kegelapan, menuju hutan lebat di belakang Pack. Angin malam, menyapu lembut bulunya yang mengilap, saat ia melesat seperti bayangan.
Caitlyn Jenner sudah menantikan momen ini sejak sore hari. Dari balik semak-semak tebal, tempat persembunyiannya, ia menyeringai licik. Senyumnya bak tokoh antagonis di sinetron TV murahan. Matanya berkilat penuh tekad.
Sudah sejak setahun lalu wanita itu mempersiapkan segalanya untuk melam ini. Caitlyn ingin menjadi Luna dengan segala cara— bahkan jika harus menggunakan cara kotor sekalipun, ia tidak peduli.
Di tangan kanannya, ia sudah menggenggam sebotol kecil parfum berwarna merah pekat, hampir hitam. Aromanya aneh, tajam dan mengganggu.
Dengan gerakan cepat, Caitlyn mulai menyemprotkan cairan itu ke seluruh tubuhnya yang hanya berbalut pakaian sangat minim. Cairan itu langsung terserap ke dalam kulitnya.
Sesaat kemudian, tubuh wanita itu bergetar. Ia bertransformasi menjadi serigala betina berwarna coklat pudar, berukuran sedang.
Begitu transformasi selesai, aromanya langsung meledak berkali-kali lipat. Bau menyengat menyebar ke udara malam, begitu kuat hingga serigala-serigala yang berada hingga lima ratus meter, menoleh kebelakang, waspada.
Caitlyn atau Lin— nama serigalanya, tidak peduli. Ia langsung melompat pergi, menyusuri jejak Bayu, mengikuti bau Alpha yang tertinggal di udara.
Setengah jam mencari, wanita itu akhirnya menemukan Jack berada jauh di kedalaman hutan. Tepatnya di puncak bukit yang cukup tinggi.
Serigala coklat itu, duduk diam. Kepalanya mendongak memandangi bulan purnama yang bersinar terang. Cahaya keperakan membasuk bulunya, membuatnya terlihat semakin memesona.
Lin mendekat pelan.
“Grrrrrrhh…”
Ia mengeluarkan suara rendah, berusaha menarik perhatian Jack. Ekornya bergerak pelan, bokongnya sengaja bergoyang sensual saat melangkah.
Tipikal serigala betina yang haus akan belaian.
Jack hanya menoleh sekilas. Matanya yang tajam kembali tertuju pada rembulan, seolah dunia di sekitarnya tidak ada. Juga tidak menanggapi keberadaan Lin.
“Ada apa, Cay?” Tanya Bayu dengan suara serigala yang dalam dan berat, masih tanpa menoleh sedikitpun. Ia menggunakan bahasa serigala yang dipahami Caitlyn.
“Tidak ada apa-apa, Alpha.” Jawab Lin lembut. “Aku hanya berlari-lari mengelilingi Pack untuk menenangkan diri.”
“Sama.” Bayu menjawab singkat.
Lin tersenyum dalam hati. Ia memancing lebih dalam.
“Hmm. Maksudmu sama-sama menderita karena kehilangan mate, Alpha?”
Bayu diam, tidak menjawab. Ekspresi serigalanya langsung berubah murung. Bulu di pundaknya sedikit berdiri.
Caitlyn buru-buru mengubah topik pembicaraan.
“B-bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar, Alpha? Udara malam ini cukup sejuk.”
“Dan memergoki para serigala lain sedang mating??” Bayi mendengus dingin. “Maaf, aku tidak tertarik.”
Lin semakin mendekat, memperpendek jarak diantara keduanya.
“Apakah anda tidak kesepian, Alpha?”
Bayu akhirnya menoleh penuh. Mata serigalanya menyipit.
“Menjauh dariku, Cay. Baumu….. sangat menyengat.”
Caitlyn tersenyum lebar di dalam hati.
Parfum itu mulai bekerja.
“Bau apa, Alpha, aku tidak—”
GGRRRRRRHHHH…
Jack menggeram keras, suaranya menggelegar, penuh ancaman. Memperingatkan serigala betina haus belaian itu untuk berhenti mendekat.
“Sialan…. Kepalaku pusing!” Raung Bayu dari dalam sana.
Detik selanjutnya, tubuh besarnya mulai bergetar. Ia menggelengkan kepala kuat-kuat, seolah berusaha mengusir sesuatu yang merayap di dalam pikirannya.
“Sialan!!!!” Raungnya lagi.
Nafsu liar mulai membakar pembuluh darahnya. Insting serigala jantan yang kuat mulai bangkit tanpa kendali.
Bayangan Andin, mate-nya tiba-tiba muncul dalam benaknya, membuat hasrat itu semakin tak tertahankan.
Nafsu liar itu semakin tak tertahankan, apalagi bau menyengat Lin didekatnya memperparah keadaan.
Lin melihat kesempatan itu. Ia mendekat lagi, tubuhnya merendah, mengeluarkan feromon yang sudah bercampur dengan parfum aneh tersebut.
Jack mundur selangkah, kakinya gemetar. Napasnya semakin berat, dengan pupil mata melebar.
Insting hewannya berperang dengan akal sehat yang mulai runtuh.
“Cay… apa yang kau lakukan padaku?” desisnya rendah, suaranya parau penuh nafsu.
Lin tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menggesekkan tubuhnya pelan ke sisi Jack, membiarkan aroma parfum yang mematikan itu semakin meresap.
Di puncak bukit yang diterangi bulan, kendali Alpha yang biasanya tak tergoyahkan mulai retak.
Napas Jack semakin kasar, otot-ototnya memegang. Hasrat yang membara mulai menguasai tubuhnya.
Dan Lin, dengan mata penuh kemenangan, tahu bahwa malam ini mungkin akan menjadi titik baliknya.
Namun, sebelum semuanya terlambat, Jack melompat garang. Tubuh besarnya sengaja di benturkan pada pepohonan disekitarnya. Dalam bunyi berdebum keras, dua pohon tumbang.
Lin menegang di tempatnya.
Beberapa serigala mulai mendekat, penasaran. Ekspresinya heran saat mendapati Alpha-nya melakukan hal itu.
“Alpha!!” Seorang Gamma bernama Liam mencoba memanggil namanya.
Jack menoleh, matanya yang hitam kini berwarna agak kemerahan. Ia menggeram pelan, penuh amarah.
Liam langsung siaga.
“A-alpha… Anda harus—-” belum sempat kata-kata Liam berakhir, Jack langsung maju menyerang.
Liam bergerak mundur selangkah kebelakang. Bersiap menerima serangan. Namun, rasa sakit itu tak kunjung hadir.
Bunyi benturan keras langsung masuk ke indera Liam. Ia menoleh ke samping dan terkejut. Jack ternyata menyerang Lin.
Serigala betina itu terlempar jauh kebelakang, membentur pepohonan dan terbaring jatuh menghantam bebatuan kasar. Punggungnya langsung mengeluarkan darah segar.
Serigala betina itu meringis pelan, menatap Liam meminta pertolongan.
Keributan itu memicu serigala lain berdatangan.
Beberapa serigala yang baru datang mencoba menolong Lin, dan berakhir mendapatkan serangan ganas dari Jack.
Akhirnya, Lin dapat diselamatkan. Itupun perlu banyak usaha. Sebab Jack berniat membunuhnya.
Diperlukan hampir sepuluh serigala untuk menahan Jack, sementara sebagian lainnya membawa Lin yang sudah terkapar.
Purnama malam itu berakhir mengenaskan. Begitu juga dengan rencana jahat Caitlyn Jenner.
Jack yang masih mengamuk harus dibawa paksa ke tempat aman, ruang bawah tanah. Sebab ia sudah melukai beberapa serigala tidak bersalah. Jika terus dibiarkan, bisa saja sang Alpha menghancurkan Pack tanpa sisa.
…….
Dua hari telah berlalu sejak kepergian Bayu dan Andin yang dramatis.
Semua penghuni Pack menunggu dengan gelisah. Takut terjadi hal-hal buruk pada keduanya, terutama pada sang Luna yang lemah.
Tepat di hari ketiga, sebuah mobil Rolls-Royce berwarna Black Kirsch muncul.
Semua anggota Pack yang kebetulan berada di luar, langsung menghentikan semua aktivitasnya. Terpana dengan warna hitam pekat yang menawan dari mobil itu. Apalagi ditambah undertone merah cherry nya yang memikat.
Walaupun bangsa serigala, orang-orang itu sudah lebih maju daripada bangsa serigala 100 tahun lalu. Mereka tentu saja terpana dengan kemewahan.
Mobil itu berhenti tepat, di depan rumah utama. Rumah milik penguasa Pack.
Saat pintu kemudi terbuka, wangi khas milik sang Alpha segera tercium, bahkan sebelum sepatunya menyentuh tanah.
Bayu keluar dengan penampilan yang berbeda dari terakhir kali mengamuk. Lelaki itu kembali ke setelan awal. Rapi dan tentu saja tampan.
Ia memutari mobil, hanya untuk membukakan pintu sampingnya.
Semua orang yang melihat menahan napas. Penasaran, siapa sosok yang membuat Alpha mereka mau membukakan pintu untuknya.
Sebuah sepatu kets putih yang mungil muncul. Wangi bunga yang manis langsung menyebar keseluruh penjuru. Menegaskan siapa pemilik sepatu itu.
Semua anggota pack saling berpandangan penuh arti. Suasana Pack yang muram tiga hari terakhir akhirnya menemui titik akhir. Semua orang tersenyum lega. Sang Alpha dan Luna telah kembali dengan selamat.
btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/