NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

Ruang rias di sudut paling sunyi gedung ini dipenuhi aroma mawar putih yang terlalu pekat, terlalu manis, terlalu memaksa untuk terasa seperti kegembiraan. Pearl duduk di depan cermin berbingkai emas, menatap perempuan di pantulan itu dengan rasa asing yang aneh, seolah yang duduk di sana bukan dirinya, melainkan seseorang yang kebetulan memiliki wajah yang sama.

Di belakangnya, gaun pengantin tanpa lengan tergantung di rel khusus. Putih. Mahal. Setiap jahitannya sempurna.

Pearl menatapnya lama.

Bukan gaun pengantin.

Melainkan pakaian untuk hukuman.

"Berhenti menangis!"

Tamparan kata-kata itu datang lebih keras dari tamparan tangan mana pun. Moira berdiri tepat di belakangnya, menatap pantulan Pearl di cermin dengan tatapan yang sudah Pearl kenal, tatapan yang tidak pernah menyimpan kehangatan, tidak pernah, bahkan untuk sepersekian detik.

"Kamu merusak riasan yang harganya lebih mahal dari harga dirimu sendiri."

Ia meraih botol parfum dari meja rias dan menyemprotkannya ke leher Pearl dengan kasar, seperti seseorang yang sedang mencoba menghilangkan bau tidak sedap dari sebuah barang bekas.

Pearl memejamkan mata.

"Aku bukan Orla, Bu," bisiknya. Suaranya retak, tenggorokannya pedih karena sudah menangis semalaman. "Lorcan menginginkan Orla. Bukan aku. Kalau dia tahu ini penipuan--"

"Lalu apa urusanku?!"

Kuku Moira yang dicat merah darah mencengkeram bahu Pearl hingga menembus kain tipis yang dikenakannya. Pearl meringis, tapi tidak bersuara. Rasa sakit seperti ini sudah terlalu familiar.

"Kakakmu sudah kabur." Moira berbisik tepat di telinganya, suaranya dingin seperti pisau. "Dia memilih laki-laki sialan itu dan meninggalkan semua kekacauan ini. Perusahaan ayahmu tinggal selangkah dari kebangkrutan, Pearl. Jika hari ini tidak ada pengantin yang berdiri di altar bersama Lorcan, besok kita tidak punya tempat tidur. Apa kamu mau melihat ayahmu masuk penjara?"

Pearl tidak menjawab.

Moira mendekatkan bibirnya ke telinga Pearl, seperti iblis yang berbisik menawarkan perjanjian hitam.

"Dan jangan lupa soal ibumu. Mesin di rumah sakit itu tidak berjalan dengan doa. Uang muka mahar dari Lorcan sudah masuk pagi ini. Satu tanda tangan di buku nikah, dan jantung ibumu tetap berdetak."

Jeda.

"Tapi kalau kamu lari... aku yang akan pergi ke sana dan mencabut selangnya dengan tanganku sendiri."

Pearl memejamkan matanya rapat-rapat.

Di balik kelopak matanya yang terpejam, satu wajah muncul, pucat, tenang, terbaring di atas kasur rumah sakit dengan kabel dan selang yang menjadi satu-satunya jembatan antara hidup dan tidak hidup.

Ibunya.

Satu-satunya alasan ia masih berdiri di ruangan ini. Masih mengenakan wajah yang tidak bisa ia copot. Masih menahan napas agar tidak berubah menjadi tangis.

Ayahnya sudah lama tidak hadir, bukan secara fisik, tapi jauh lebih buruk dari itu. Dan Orla selalu menjadikannya bayangan. Yang ada tapi tidak dihitung.

Sekarang, bahkan masa depannya pun bukan miliknya lagi.

Ia tidak punya pilihan.

Ia tidak pernah punya pilihan.

"Bagus." Moira melepaskan cengkeramannya dan mundur selangkah, meneliti Pearl dari ujung kepala hingga ujung kaki seperti pedagang yang memeriksa kualitas barang dagangannya. "Sekarang hapus sisa air matamu. Kenakan topengmu, Pearl. Jadilah Orla untuk hari ini atau kamu akan menyesal seumur hidup."

**

Lorong gereja itu panjang dan sunyi dengan cara yang berbeda dari sunyi biasa.

Ini sunyi yang terasa seperti menahan napas.

Pearl berjalan menyusurinya dengan langkah yang terasa seperti melawan arus yang tidak kasat mata, setiap langkah maju seperti ada sesuatu yang menariknya mundur dari balik bahunya. Gereja ini seharusnya dipenuhi bunga dan musik dan tawa tamu undangan. Tapi Lorcan telah membatalkan semuanya begitu ia mencium jejak pengkhianatan. Yang tersisa hanya prosesi tanpa jiwa, dilaksanakan demi nama keluarga Darragh dan kontrak bisnis yang sudah terlanjur mengikat.

Pernikahan harus berlangsung. Dengan siapa pun yang membawa nama Rowan.

Di ujung lorong, di depan altar, seorang pria berdiri membelakanginya.

Jas hitam pekat. Punggung lurus seperti baja. Tidak bergerak sedikit pun meski Pearl sudah semakin mendekat.

Lorcan Darragh.

Bahkan dari belakang, auranya sudah cukup membuat udara di sekitar Pearl terasa menipis.

Pearl melangkah hingga sejajar di sampingnya. Detak jantungnya terdengar seperti genderang perang di telinganya sendiri. Ia menunduk, tidak berani menatap lurus, tidak berani bernapas terlalu keras.

Lorcan tidak menoleh.

Ia menatadepan depan, ke arah salib besar di dinding gereja, seolah keberadaan Pearl di sampingnya tidak lebih penting dari debu.

"Kau bukan Orla."

Suaranya rendah. Sangat pelan. Tapi tajam seperti silet yang ditekan perlahan ke kulit.

Pearl tersentak. Seluruh sendinya mendadak kaku.

Sebelum ia sempat membuka mulut, Lorcan sudah memotongnya.

"Jangan menoleh ke arahku. Tatap ke depan, dan tersenyumlah seperti pengantin yang bahagia." Nadanya datar, tanpa emosi, seperti seseorang yang sedang membaca instruksi kerja. "Aku tidak butuh penjelasanmu. Siapa pun namamu, bagiku kamu hanya barang pengganti. Kakakmu sudah mempermalukanku, dan kamu yang harus membayarnya."

Pearl menelan ludah.

Ia tersenyum.

Senyum paling mati yang pernah ia kenakan dalam hidupnya.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!