NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Sahabat sejati

​Desa Bintang yang biasanya tenang kini riuh oleh desau angin yang membawa bau anyir.

Di pinggiran desa, dua pria berdiri dengan tubuh yang masih terluka.

Jian Yi dan Lu Feng tampak seperti hantu yang baru merangkak keluar dari neraka setelah membantai habis seluruh anggota Sekte Iblis Darah.

Darah kering mengerak di jubah mereka, dan luka-luka menganga di tubuh mereka masih berdenyut menyakitkan.

​Namun, alih-alih kedamaian yang menyambut kemenangan mereka, langit justru berubah menjadi kelabu yang menekan. Bencana baru saja dimulai dari sebuah ketidaksengajaan.

​Di antara tumpukan harta karun jarahan yang menggunung, terdapat sebuah cermin perunggu tua yang kusam.

Saat tetesan darah dari ujung jari Jian Yi jatuh tepat di atas permukaannya, cermin itu bergetar hebat.

Keraknya rontok seketika, berubah menjadi sebuah bola kristal hitam pekat yang berputar liar, memancarkan aura purba yang menyedot cahaya di sekitarnya.

​Belum sempat mereka mencerna takjub atas artefak tersebut, gemuruh guntur yang bukan berasal dari alam terdengar dari cakrawala.

Puluhan kapal perang terbang milik Kekaisaran Pusat muncul, membelah awan dengan lambang garuda emas yang menyilaukan.

Ribuan prajurit reguler berbaju zirah lengkap bersiap di atas dek, dipimpin oleh tiga Jendral Besar yang auranya meluap—para Pendekar Suci Puncak.

​"Serahkan Artefak Warisan Naga itu, atau tempat ini akan menjadi kuburan massal!"

​Suara itu menggelegar, mengandung tekanan batin yang membuat tanah di bawah kaki mereka retak.

Jian Yi mendongak, matanya sedingin es di puncak gunung abadi. Ia melirik Lu Feng yang nafasnya sudah tersengal.

Mereka tahu, dengan kondisi tubuh yang remuk dan energi Qi yang nyaris kosong, melawan ratusan elit Kekaisaran adalah tindakan bunuh diri.

​Jian Yi menoleh ke belakang, menatap Dugu Xiao, murid kecilnya yang baru berusia sepuluh tahun.

Di samping bocah itu, berdiri Ling'er, roh pedang cantik yang wajahnya dipenuhi kecemasan, serta Ao Kuang, sang Naga Air yang sisiknya berkilat tajam.

​"Xiao, kemari," suara Jian Yi rendah namun tegas. Ia menyerahkan bola kristal hitam itu ke tangan kecil muridnya. "Bawa ini. Pergi sejauh mungkin. Jangan pernah menoleh, apa pun yang kau dengar di belakangmu."

​Ao Kuang menggeram rendah. Sebelum melesat, sang naga membuka mulutnya, memuntahkan setengah dari esensi kekuatannya dalam bentuk bola cahaya biru yang langsung menyatu ke dalam dada Dugu Xiao.

Kekuatan itu akan menjadi pelindung sekaligus beban besar bagi masa depan sang bocah tersebut.

​Begitu bayangan naga dan muridnya menghilang menembus awan, suasana mendadak sunyi.

Hanya ada Jian Yi dan Lu Feng yang berdiri berhadapan dengan ribuan moncong meriam energi di langit.

​Mereka berdua saling tatap. Tidak ada ketakutan, hanya sebuah penerimaan yang tenang.

Jian Yi menarik pedangnya yang sudah retak, sementara Lu Feng menyulut pipa rokoknya untuk terakhir kali.

​"Aku merasa terhormat mati bersamamu, sialan," ucap Jian Yi dengan senyum tipis yang mematikan.

​Lu Feng tertawa, membuang asapnya ke udara. "Setidaknya di alam baka nanti ada yang bisa kupukul jika araknya habis."

​Tanpa peringatan, mereka berdua mengaktifkan artefak terbang terakhir mereka.

Dengan satu hentakan kaki yang menghancurkan bumi, mereka melompat ke udara, menyongsong badai panah dan energi penghancur yang menghujani mereka.

​Pertempuran itu berlangsung brutal dan membabi buta. Jian Yi bergerak bagaikan kilat ungu, membelah setiap prajurit yang mencoba mendekat meski tubuhnya sendiri terus dihujam tombak.

Lu Feng menjadi benteng daging, setiap pukulannya meledakkan kapal perang hingga hancur berkeping-keping.

Mereka bertarung hingga batas akhir, hingga jantung mereka berhenti berdetak di tengah amukan energi emas yang tiba-tiba turun dari langit.

​Raja Naga Emas, sang penguasa tertinggi yang bersemayam di dalam kristal yang dibawa Dugu Xiao, merasakan tekad kedua manusia ini.

Secara gaib, ia menarik jiwa mereka tepat sebelum hancur, melemparkannya ke dalam siklus reinkarnasi yang tak terduga.

​Beberapa tahun kemudian ...

​Di sebuah wilayah mewah di pusat kota, dua keluarga bangsawan terkaya sedang merayakan kelahiran putra mereka.

​Jian Yi membuka matanya. Ia melihat langit-langit kamar yang dihiasi emas dan sutra.

Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun yang ada hanyalah jemari bayi yang gemuk.

Ia menoleh ke arah jendela, dan di sana, di balkon rumah sebelah yang hanya berjarak beberapa meter, seorang bayi lain sedang menatapnya dengan ekspresi yang sangat tidak asing.

​Bayi di sebelah itu—Lu Feng—memiringkan kepalanya, lalu menyeringai aneh dengan air liur yang menetes.

​Jian Yi menghela nafas dalam batinnya. "Sialan, naga itu benar-benar menempatkanku bertetangga dengan pemabuk ini."

​Meskipun menjadi anak orang kaya dengan fasilitas melimpah, aura kekocakan dan niat balas dendam mereka tetap membara di balik tubuh mungil tersebut. Takdir baru saja dimulai kembali.

Walaupun begitu, ada masalah lain yaitu rasa canggung saat menyusu kepada ibunya.

"R-rasanya aneh. Jiwaku sudah besar—Tapi tubuhku masih bayi dan harus menyusu. Sungguh hal yang aneh."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗨𝗕𝗖𝗥𝗜𝗕𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!