NovelToon NovelToon
DARI MAFIA JADI CEO

DARI MAFIA JADI CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Persahabatan
Popularitas:234
Nilai: 5
Nama Author: Alif Cariza Nofiriyanto

seorang yang miskin dan berubah rekrut menjadi mafia dan dipercaya menjadi CEO perusahaan besar
perebutan takhta dan warisan.
Aryo adalah karakter underdog yang kuat—seorang anak yatim piatu yang bukan sekadar beruntung, tapi memang memiliki kualitas "Dewa" yang diakui oleh sang kakek. Ini menciptakan dinamika yang berbahaya dengan Paman Budiono yang merasa memiliki "hak lahir" sebagai anak tertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Cariza Nofiriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 1 Pertemuan

Di suatu rumah besar keluarga Aryo terdapat pertemuan keluarga besar yang dihadiri kakek Hadi,Nenek Sri,Paman Budiono, bibi Siska Puspita,Paman kedua, Cokro ,dan paman ketiga bagus mereka mengadakan perjamuan besar keluarga dengan mewah dan membahas persoalan persiapan warisan keluarga.

"sebagai paman pertama saya berhak atas kekuasaan keluarga."

Cetus paman budiono dengan nada rendah

"Ya,namun anda tidak berhak mengatur saya sebagai pimpinan terbesarnya." kata kakek Hadi dengan mengelak

"Saya belum akan membahas itu namun ada memaksa saya membahasnya."

Paman kedua mulai membantu kita santai dulu ini kan perjamuan keluarga ganti topik saja

Siska sebagai penengah "ya kek jangan marah mungkin Paman Budiono hanya ingin kejelasan agar suatu hari nanti kakek bisa hidup tenang dengan tidak ada permusuhan."

"ya."cetus Aryo sebagai cucu yang diangkat oleh kakek Hadi saya tidak memikirkan masalah perusahaan atau warisan harusnya kita sebagai keluarga besar harus menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan gotong royong

Sambil makan mereka membicarakan hal lain dan memulai mengganti topik pembicaraan Aryo yang sedang kuliah di universitas tunas utama yang sebagai juara pertama,memiliki belasan kejuaraan,dan memiliki berbagai kemampuan.

Aryo adalah anak yatim piatu yang diadopsi kakek Hadi di suatu panti asuhan mawar yang terkenal akan kegigihannya dan keuletannya dalam mengurusnya dan dalam hal mengatur keuangan.

Beberapa tahun lalu kakek Hadi memilih hak pewaris perusahaan terbesarnya kepada Aryo karena pemikiran dan karakternya yang mampu memberikan tanggung jawab,kejutan yang ia miliki dan kemampuan nya dalam kepemimpinan yang jujur dan tidak lupa sifat sederhana yang tidak mementingkan masalah pribadinya di atas kepentingan negara.

Ia memberikan tantangan dan melatih Aryo dalam hal itu dan ia dapat lulus dengan cara caranya yang cerdik ibaratkan dewa yang turun dari langit.

Setelah makan malam tersebut Aryo pulang ke apartemennya.di apartemen memiliki 2 sahabat yang selalu menemaninya Dio dan Aan Dio dari keluarga pebisnis besi terbesar,Dio keluarga Cici pemilik toko cina seluruh negri.mereka memang dari keluarga yang mampu namun pertemuan mereka memang tidak saya ceritakan dulu kita bahas di bab bab berikutnya.

Aryo memiliki teman dekat yang ia sukai Sinta namanya bagaikan bunga harum yang bagus akan keindahan harumnya seperti kembang desa dan ia adalah keluarga sederhana kepala desa.

Tahun ini ia masuk universitas Gunadarma yang terkenal akan pendidikan termaju dan setingkat internasional karena ia juara daerah ia memiliki beasiswa di sana.

Tidak lupa dengan kedua temannya juga satu kampus dengannya.suatu ketika pelajaran di mulai dengan dosen oleh citra yang mengajar tentang saham.

"Untuk hari ini Paham anak anak ."kata Bu Cika

"Apakah untuk ini harus ada evaluasi dan untuk hanya teori saya juga bisa mengajar namun untuk praktek juga harus di uji."

kata Aryo menantang

"Okeh kita taruhan."Aryo

Bu Cika menunjukan sebuah perusahaan saham dunia emas dan sebuah 3 perusahaan dunia yaitu ffp perbankan, media keuangan masadepan,dan jaya grup

"Aryo saham mana yang akan naik."cetus Bu Cika

Kemungkinan emas naik karena perubahan politik sangat terpengaruh pada pasar emas Ahir Ahir ini Nusantara mempunyai permasalahan kepentingan politik.

"Kau tidak tau kau asal."bucika menjawab lancang asal asalan

"Pasti media keuangan masadepan pasti naik ayo anak anak kelurkan untuk membeli semua saham grupnya."bucika

Kedua teman Aryo mengeluarkan ponsel dan mulai membeli

"Tahan."kata Aryo sambil mengambil ponsel mereka sabar 1 jam lagi emas akan kepuncaknya.

Aryo mengambil ponsel dan membeli saham emas untuk mereka

1 jam kemudian emas mulai menunjukkan kenaikan sedikit demi sedikit dan menembus kenaikan

"Aryo aku untung besar."kata Aan

"Aku juga."kata Dio gembira dan kegirangan

"Gimana bucika apakah grafik keuangan grup media keuangan masadepan sudah ada kenaikan."kata Aryo dengan nada menantang.

Bucika menjawab "ya saya memang dosen namun untuk praktek kemungkinan saya kurang mampu."

"Okeh anak anak untuk sekian hari ini trimakasih."Bu Cika sedikit rasa jengkel dan menghela napas dasar bocah sialan.

Setelah menyelesaikan pekerjaan kuliah

Aryo memacu motor sport hitamnya membelah kemacetan kota menuju apartemen Skyline Residence. Ia butuh udara segar yang tidak berbau formalitas dan kemunafikan.

Di dalam apartemen, suasana jauh dari kata sunyi.

Dio, yang tubuhnya tegap dengan jaket kulit mahal, sedang asyik memantau pergerakan harga komoditas besi dunia di layar monitor besar. Sementara Aan, yang lebih tenang dengan kacamata bingkai tipisnya, sedang mencatat laporan distribusi dari jaringan toko kelontong Cina milik keluarganya yang tersebar di seluruh negeri.

"Wajahmu bau keringat orang tua ambisius, Yo," celetuk Dio tanpa menoleh. "Gimana makan malamnya? Paman pertamamu masih merasa jadi raja?"

Aryo melemparkan kunci motor ke meja, lalu menghempaskan tubuh di sofa. "Lebih buruk. Dia terang-terangan minta kekuasaan di depan Kakek. Dan Kakek... dia malah memberiku 'tugas' baru lewat tatapan matanya."

Aan berhenti menulis, ia memutar kursinya menghadap Aryo. "Kakek Hadi tahu siapa yang bisa memegang kendali. Tapi Yo, Budiono itu licin. Jaringan distributor besiku mencium ada pesanan material dalam jumlah besar yang 'tidak tercatat' ke proyek pembangunan pelabuhan keluarga Aryo. Sepertinya pamanmu mulai menabung dana gelap."

Perbincangan ini sangat menarik Aryo sebagai otak dari pemecah masalah akan sangat kewalahan kalau tidak dibantu oleh kedua teman sejatinya.

Meskipun Aryo memiliki kecerdasan setingkat "Dewa", ia tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang. Tanpa kedua sahabatnya, Aryo mungkin hanya akan menjadi seorang jenius yang kesepian dan terkepung oleh musuh.

 * Aan adalah "Mata" Aryo: Di zaman digital, informasi adalah senjata utama. Aryo tidak perlu membuang energi untuk mencari tahu siapa yang berkhianat atau di mana musuh bersembunyi, karena Aan sudah menyajikannya di atas meja sebelum Aryo bertanya. Aan memberikan kepastian data.

 * Dio adalah "Otot" Aryo: Strategi sehebat apa pun akan runtuh jika tidak ada kekuatan eksekusi di lapangan. Dio memberikan perlindungan fisik dan logistik. Ia adalah benteng yang memastikan tidak ada gangguan preman atau sabotase material yang bisa menghentikan langkah Aryo.

 * Aryo adalah "Jiwa" yang Menyatukan: Tanpa Aryo, Dio mungkin hanya akan menjadi pengusaha yang kasar, dan Aan mungkin hanya akan menjadi peretas yang dingin. Aryo memberikan tujuan dan moralitas pada kemampuan mereka.

Persahabatan mereka menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (loyalitas) seringkali jauh lebih berharga daripada kecerdasan intelektual dalam menghadapi badai kehidupan.

"pertempuran ini akan segera dimulai trimakasih semuanya teman teman selama ini membantuku".cetus Aryo

"Saya akan selalu membantumu saya anggap kau saudaraku."kawan Dio menjawab

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!