Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.
Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!
"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"
Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1: Gorengan Pembawa Maut
Malam itu, di sebuah gang sempit dan berbau busuk, deru napas Kenzo terdengar berisik, seperti pipa uap yang bocor.
The Reaper itu kini tersudut di antara tumpukan tong sampah tua.
Bahu kirinya bersimbah darah hingga membasahi kemeja mahalnya yang kini berubah warna menjadi merah pekat.
"Sial... aku benar-benar dijebak oleh tikus-tikus ini. Bodoh kamu, Kenzo!" desis Kenzo sambil meringis kesakitan.
Tangan kanannya berusaha keras menekan luka, berharap darah di bahunya tidak terus mengucur deras seperti aliran kehidupan yang terbuang.
"Bangsat Rico.... di mana kau sekarang? Asisten lelet... Gak becus!"
Tawa licik pecah dari musuh yang mengejarnya di keheningan malam itu.
Musuh pertama memutar-mutar pisau lipat di tangannya dengan gaya meremehkan.
"Hahahha! Mana harga dirimu Kenzo? Mafia besar yang mendapat julukan The Reaper ternyata hanya seekor kucing liar yang sekarat di gang sampah!"
Musuh kedua tidak ingin membuang waktu.
Tanpa aba-aba, dia langsung menodongkan pistol tepat di kening Kenzo.
"Selamat tinggal, Bos Besar. Kirim salam pada malaikat maut, ya! Hahaha!"
Tepat sebelum pelatuk ditarik, terdengar suara langkah kaki santai di belakang mereka.
Seseorang berjalan mendekat dengan bergumam aneh, menghancurkan suasana tegang itu.
Seorang gadis muncul menggunakan helm bogo bergambar Doraemon dengan menenteng sebuah plastik kresek besar yang sangat berminyak seperti memikul aib.
"Hiaks! Aduh..duh..duh.. siapa yang punya—lho kok gue malah nyanyi sih?"
"Eh, tapi kalau dipikir-pikir jalan pintas ini makin gelap aja sih. Apa nggak ada yang bayar listrik, ya?"
"Mana bau amis lagi, udah kayak pasar ikan. Apa ada bangkai tikus?" gumam gadis itu, yang tak lain adalah Zia.
"Sial, mana laper banget. Moga-moga bakwan dan pisang goreng gue nggak keburu masuk angin... hihihi."
Musuh kedua tersentak kaget. Tangannya kini bergetar hebat tak menyangka ada kehadiran orang asing di sana.
Ini di luar prediksi mereka, tapi secara tidak sengaja jarinya malah menarik pelatuk.
DOR!
Peluru meleset tipis di samping telinga Zia dan menghantam tembok beton dengan sangat keras.
"EH COPOT-COPOT, AYAM JANTAN BERTELUR EMAS! EH APA-APAAN KALIAN INI, HAH?!"
"LU kira lagi syuting film action? KAGET GUE, MARELO! JANTUNG GUE PINDAH KE GINJAL NIH SEKARANG!" teriak Zia histeris dengan latahnya yang meledak.
Kenzo yang syok hanya bisa terdiam melihat warga sipil nyasar itu berteriak.
"Woi, cewek stress! Lari.... buruan lari dari sini kalau masih mau hidup! Ini bukan tempat buat jualan gorengan. Lu kira pasar apa?"
"Gawat ada saksi mata, habis dia juga!" perintah musuh pertama dengan bengis.
Melihat kresek gorengan favoritnya hampir jatuh karena kaget, mata Zia melotot garang persis ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.
"Heh! Botak bercahaya! Lo tadi mau nembak gue? Lo tau nggak perjuangan gue buat dapetin nih gorengan, hah?"
"Gue harus rela antre di bawah terik matahari demi beli bakwan dan pisang goreng ini panas-panas! Mana cabe rawit lagi mahal, Lo malah mau bikin gue hampir mati konyol!"
"Cerewet! Mati saja kamu!" teriak Musuh kedua sambil berlari hendak memukul Zia.
Insting savage Zia langsung keluar tanpa diperintah.
"NIH MAKAN BAKWAN CABE RAWIT, BIAR BIBIR LO DOER SEKALIAN!"
Zia langsung melemparkan plastik gorengannya tepat ke wajah pria itu.
Minyak panas bercampur dengan sambal kacang yang masih mendidih mengenai mata si musuh, membuatnya menjerit kesakitan.
"AGHHH! MATAKU!... MATAKU! PANASSS! SETAN KAMU!"
"Hai, mas-mas kurang sajen ini belum selesai ya! Berani-beraninya kalian ganggu jam makan malam gue!"
Zia dengan cepat melepas helm bogonya.
Saat musuh pertama maju hendak menusuknya, Zia melakukan gerakan memutar ala pemain basket dan menghantamkan helm itu sekuat tenaga ke kepala pria itu.
DUAK!
Pria itu langsung tumbang ke aspal hingga bunyi gedebuk sangat keras terdengar.
Kenzo hanya bisa ternganga, pistolnya hampir terlepas karena kaget.
"Amazing tapi gila... ini cewek manusia atau titisan reog? Kuat bener."
Setelah menumbangkan dua musuh, Zia bukannya lari menjauh, justru malah menghampiri Kenzo yang masih terduduk lemas.
Dia berdecak pinggang di depan bos besar mafia itu dengan wajah kesal.
"Dan Lo mas-mas ganteng tapi letoy! Punya badan gede, otot kawat udah kayak Samson tapi dikepung dua orang kroco aja nggak berkutik!"
"Situ laki bukan sih, lemah banget jadi cowok! Eh tadi itu pistol beneran apa korek api? Kok payah banget gue lihat?"
"Sial," ucap Kenzo dalam hati. Ia mendesis keras, harga dirinya terasa jatuh ke dasar jurang karena gadis di depannya itu.
"Apa kamu bilang? Lemah?! Aku sedang terluka dan baru saja menyelamatkan nyawamu dengan tetap diam."
"Halah, lagu lama alasan klasik! Gaya lo doang selangit! Eh inget baik-baik ya, Lo itu yang butuh gue selamatin tahu!" balas Zia sewot.
"Lihat tuh, gara-gara lu, gorengan gue jadi kotor semua, Ayam! Mana helm gue lecet lagi! Kalau udah gini siapa yang mau tanggung jawab?! Lu pikir beli helm bogo ini pakai daun?!"
Zia berhenti melangkah sejenak, lalu merogoh tasnya.
Bukan untuk mengambil uang, dia malah mengeluarkan sebotol cairan antiseptik dan segulung perban kecil.
Dengan kasar ia melempar benda-benda itu ke arah dada Kenzo.
"Nih! Obatin dulu pakai itu biar lu nggak mati membusuk di sini sebelum lu ganti rugi gorengan terutama bakwan gue!" seru Zia tanpa menoleh.
"Gue ini Dokter Spesialis, haram hukumnya lihat pasien letoy mati konyol cuma gara-gara luka tembak secuil gitu."
"Dan ingat ya di otak kecil lo, gue ini juga Pengacara! Gue bisa aja menuntut lu secara hukum karena sudah merusak ketenangan jam makan malam gue!"
Kenzo menangkap botol antiseptik itu dengan satu tangan, matanya menyipit menatap label medis yang tertera di sana.
Dokter Spesialis? Pengacara? Apa gue salah baca ya kok nggak meyakinkan gitu.
"Woi! Siapa namamu?!" teriak Kenzo, suaranya menggema keras di gang itu.
Zia tidak menghentikan langkahnya, dia hanya melambaikan tangan kanannya ke atas.
"Panggil saja gue 'Malaikat Penjemput Bakwan'! Sampai ketemu lagi kalau lo udah siap buat ganti rugi! Bye."
Setelah mengucapkan itu, Zia menghilang di balik belokan gang, meninggalkan Kenzo yang kini terdiam sambil menatap botol antiseptik di tangannya.
Aroma antara alkohol medis bercampur dengan minyak goreng menyengat hebat di sana.
Lima menit kemudian Rico dan pasukan bersenjata lengkap tiba.
"Bos! Anda tidak apa-apa?! Loh.. loh.. ini kenapa musuhnya pingsan kena helm? Dan kenapa muka yang satunya penuh sambal kacang?"
Kenzo menyeringai tipis sambil menyimpan botol dari Zia ke saku jasnya.
"Rico... cari tahu cewek gila itu sekarang juga. Nama, alamat, sampai merek sabun mandinya. Semua harus lengkap, saya tunggu sampai besok!"
"Siap bos laksanakan! Tapi untuk apa?" tanya Rico dengan wajah bingung.
"Dia berani mengatai aku 'letoy'. Tidak ada yang boleh hidup tenang setelah menjatuhkan harga diriku."
"Dan aku juga penasaran seberapa kuat nantinya dia menghadapi hukuman dariku."
*****
Catatan Penulis:
"Gimana Bab 1-nya? Puas nggak lihat penjahatnya doer kena timpuk bakwan cabe rawit sama Zia? 😂
Kira-kira apa yang bakal dilakuin Kenzo si The Reaper setelah dikatain 'letoy' sama cewek latah berhelm Doraemon ini?
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa Like, Komentar, dan Favorit ya biar gue makin semangat! Update rutin setiap hari jam 15.17. Sampai ketemu besok!"
semoga mereka ttap sama2 yx gx da tuh kontrak2 ,,
😂😂😂😂😂 buktiny tu ulet Clarissa bulu msh ganggu aj ,,
😒😒😒😒
tenang km punya byk pelindung skraaang ,,
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
lanjuuut kak ,,
penasaran banget
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,