NovelToon NovelToon
Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Terjebak Satu Malam Dengan Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Mafia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Andreina

Lyra Aldebaran hanya ingin melupakan pengkhianatan yang menghancurkan pertunangannya. Namun satu malam di klub hotel mewah mempertemukannya dengan pria yang tidak seharusnya ia kenal.

Darius Baskara, Pria dingin dan berbahaya yang menguasai dunia gelap kota. Sebuah kejadian membuat mereka terjebak bersama sepanjang malam. Lyra mengira semuanya akan berakhir saat pagi datang. Ia salah,Karena bagi seorang mafia seperti Darius Baskara, sekali ia menginginkan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Andreina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sunyi Yang Menyakitkan

Koridor rumah sakit yang tadi sempat tenang kembali berubah tegang. Lampu putih menyilaukan menyinari lantai marmer yang dingin. Bau antiseptik memenuhi udara, Di ruang ICU, mesin monitor tiba-tiba berbunyi lebih cepat.

BIP… BIP… BIP…

Seorang perawat berlari keluar "Dokter!"

Beberapa saat kemudian dokter yang menangani Lyra masuk dengan cepat. Di luar ruangan Darius berdiri tepat di depan kaca ICU, Leon di sampingnya. Tatapan Darius tidak berpindah dari tubuh Lyra yang terbaring lemah di tempat tidur, Beberapa menit terasa seperti keabadian. Kemudian pintu ICU terbuka, Dokter keluar dengan wajah serius.

Leon langsung maju "Dokter?"

Dokter menarik napas pelan "Pak Darius…"

Darius menatapnya tajam "Apa yang terjadi?"

Dokter terdiam beberapa detik sebelum menjawab.

"Kondisi Nona Lyra menurun."

Jantung Darius seperti berhenti berdetak, Dokter melanjutkan dengan suara hati-hati "Ini sudah kedua kalinya tubuhnya menerima luka tembak yang berat."

Ia menatap Darius langsung "Waktu yang pertama… kita semua menyebutnya keajaiban."

Sunyi menyelimuti lorong rumah sakit. Namun kalimat berikutnya terasa jauh lebih berat "Kali ini… tubuhnya tidak cukup kuat menahannya."

Leon menegang, Darius tidak bergerak, Dokter akhirnya berkata pelan "Nona Lyra mengalami koma."

Kalimat itu terasa seperti menghantam seluruh ruangan. Leon menundukkan kepala perlahan. Sementara Darius tetap berdiri diam Tidak ada emosi di wajahnya. Namun justru itu yang membuat suasana terasa lebih mencekam, Dokter menambahkan,

"Kami akan terus memantau keadaannya."

"Luka operasinya berhasil ditangani, tapi otaknya mengalami syok karena kehilangan darah."

Ia berhenti sejenak "Kami tidak bisa memastikan kapan dia akan bangun."

Sunyi, Beberapa detik yang panjang, Akhirnya Darius berkata satu kalimat "Boleh aku menemuinya?"

Dokter mengangguk pelan "Silakan."

Beberapa menit kemudian Darius kembali duduk di samping tempat tidur Lyra. Namun kali ini suasananya berbeda, Lyra tidak bergerak, Matanya tertutup. Mesin monitor menjadi satu-satunya tanda bahwa ia masih hidup.

Bip… bip… bip…

Darius menggenggam tangannya, Tangannya dingin.

Ia menatap wajah wanita itu lama, Sangat lama. Kemudian ia berkata pelan "Kau tidak boleh pergi seperti ini."

Tidak ada jawaban, Hanya suara mesin. Darius menghela napas perlahan. "Aku belum selesai berdebat denganmu", Tangannya mengusap rambut Lyra dengan lembut. "Kau bahkan belum menang dalam satu pun."

Namun matanya perlahan berubah lebih dalam, Lebih gelap.

"Kau bilang aku tidak boleh menjadi monster."

Ia menatap tangan Lyra yang tidak bergerak. "Tapi lihat apa yang mereka lakukan padamu."

Beberapa detik kemudian Ia berdiri. Tatapannya berubah dingin lagi.m, Sangat dingin. Di luar ruangan Leon menunggu.

"Tuan…"

Darius berkata pelan "Bawa kotaknya."

Leon mengangguk, Kotak logam hitam dari gudang pelabuhan sekarang berada di tangan Darius. Ia membukanya perlahan, Di dalamnya masih ada tiga benda, Flashdisk, Dokumen lama, Dan surat untuk Lyra. Darius membuka surat itu lagi, Kali ini ia membaca semuanya.

Tulisan tangan ayah Lyra memenuhi halaman.

"Jika kau membaca ini, berarti Viktor sudah bergerak."

"Aku menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh jatuh ke tangannya."

"Jaringan yang dulu kita bangun tidak pernah benar-benar hilang."

"Semua aksesnya ada pada Lyra."

Darius berhenti membaca sejenak.

Kemudian melanjutkan. "Darius, jika kau masih hidup ketika Lyra menemukan ini…"

"Aku mempercayakan putriku padamu."

"Dan jika Viktor datang…"

Tulisan terakhir di surat itu membuat mata Darius menjadi sangat dingin.

"Hentikan dia. Apa pun caranya." Darius menutup surat itu perlahan, Leon menatapnya. "Apa isi suratnya, Tuan?" Darius menatap lorong rumah sakit yang sunyi, Kemudian berkata pelan."Ayah Lyra tahu semuanya." Leon mengerutkan kening, "Termasuk Viktor?"

Darius mengangguk sedikit, "Ia sudah mempersiapkan semuanya." Ia mengambil flashdisk dari kotak. "Ini mungkin seluruh jaringan yang dulu mereka bangun." Leon menelan napas, "Itu berarti…"

Darius melanjutkan kalimatnya "Lyra adalah pewarisnya."

Sunyi beberapa detik, Kemudian Leon bertanya pelan. "Tuan… apa yang akan kita lakukan sekarang?"

Darius menoleh ke arah ruang ICU, Ke arah Lyra yang terbaring tanpa sadar. Tatapannya berubah sangat dingin.

"Kita mulai perang."

Sementara itu, Di tempat lain di kota. Viktor sedang duduk santai di kursinya, Di meja depannya ada sebuah peta kota. Beberapa titik ditandai merah.

Salah satu anak buahnya berkata, "Tuan… gadis itu sekarang koma."

Viktor tersenyum pelan.

"Bagus."

Ia menyalakan rokoknya "Asalkan dia masih hidup…"

Asap tipis keluar dari bibirnya. "...kunci itu masih bisa kita gunakan."

Namun Viktor tidak tahu satu hal, Perang yang baru saja ia mulai Sekarang bukan hanya tentang warisan.

Tapi tentang seorang pria yang hampir kehilangan wanita yang ia cintai, Dan pria itu Darius.

*****

Pagi mulai datang di rumah sakit, Namun suasana di lantai ICU masih sama sunyinya. Lampu lorong menyala redup. Para perawat berjalan pelan agar tidak mengganggu pasien yang sedang dirawat. Di ruang dokter, beberapa hasil pemeriksaan baru saja keluar dari laboratorium. Dokter yang menangani Lyra membuka map hasil itu sambil membaca dengan serius. Awalnya ekspresinya biasa saja, Namun beberapa detik kemudian Alisnya mengerut. Ia membaca ulang baris yang sama.

"Lima minggu…?"

Perawat di sampingnya menoleh."Ada masalah, Dok?"

Dokter menggeleng pelan."Tunggu sebentar."

Ia melihat hasil tes darah sekali lagi, Kemudian melihat data medis Lyra. Lalu berkata pelan dengan nada tidak percaya "Nona Lyra…" Ia menatap perawat itu "...sedang hamil."

Perawat itu langsung membelalakkan mata "Hamil?"

Dokter mengangguk pelan "Kira-kira lima minggu."

Ruangan menjadi sunyi beberapa detik, Namun dokter langsung sadar satu hal penting "Kita harus memberi tahu keluarganya."

Perawat bertanya pelan "Pak Darius?"

Dokter mengangguk "Suster… panggil Pak Darius sekarang."

Beberapa menit kemudian, Suster berjalan cepat di lorong ICU. Leon melihatnya lebih dulu.

"Suster?"

Suster itu terlihat sedikit gugup "Pak Darius ada di dalam?"

Leon mengangguk "Saya akan panggil." Leon mengetuk pintu ICU pelan "Tuan."

Darius yang duduk di samping Lyra menoleh.

"Ada apa?"

"Suster ingin berbicara dengan Anda."

Darius berdiri perlahan, Beberapa detik kemudian ia berada di ruang dokter, Dokter mempersilakannya duduk. Namun Darius tetap berdiri. "Apa ada perkembangan?"

Dokter menarik napas pelan "Ada satu hal yang baru kami temukan dari hasil pemeriksaan tambahan."

Darius menatapnya serius "Apa?"

Dokter berkata hati-hati "Nona Lyra…" Ia berhenti sebentar"...sedang mengandung."

Ruangan itu langsung terasa sangat sunyi, Darius tidak bergerak. Matanya hanya menatap dokter.

"Hamil?"

Dokter mengangguk "Usianya sekitar lima minggu."

Beberapa detik tidak ada yang berbicara. Bahkan Leon yang berdiri di belakang ikut terdiam.

Darius akhirnya berkata pelan "Apakah…" Suaranya sedikit berubah "...bayinya selamat?"

Dokter menjawab dengan jujur.

"Kondisinya masih terlalu awal untuk dipastikan sepenuhnya."

"Namun detak jantung janin sudah ada."

Kalimat itu membuat sesuatu berubah di wajah Darius. Emosi yang jarang terlihat, Dokter melanjutkan dengan serius.

"Tapi kondisi koma Nona Lyra membuat situasinya lebih rumit."

"Kami harus memantau keduanya dengan sangat hati-hati."

Darius menatap meja dokter beberapa detik.

Kemudian ia berkata pelan "Dia belum tahu."

Dokter mengangguk "Tidak."

Sunyi lagi, Namun kali ini berbeda, Leon akhirnya berkata pelan, "Tuan…"

Darius tidak menjawab, Ia hanya berdiri di sana dengan pikiran yang berputar, Lyra, Terluka, Koma, Dan sekarang Ia membawa anaknya. Beberapa detik kemudian Darius berkata pelan.

"Aku ingin melihatnya."

Dokter mengangguk, Darius kembali masuk ke ruang ICU. Lyra masih terbaring di sana, Sama seperti sebelumnya, Tenang, Diam. Namun sekarang semuanya terasa berbeda. Darius duduk di kursi di samping tempat tidurnya. Ia menatap wajah Lyra lama. Kemudian perlahan menggenggam tangannya.

"Aku punya berita."

Tidak ada jawaban, Namun ia tetap berbicara.

"Kau pasti akan marah karena aku yang memberitahumu lebih dulu." Ia tersenyum tipis.

Sangat tipis "Kau… akan menjadi ibu."

Mesin monitor tetap berbunyi pelan.

Bip… bip… bip…

Darius menatap wajah Lyra dengan lebih lembut dari biasanya "Aku tidak tahu bagaimana kau bisa membuat hidupku berubah seperti ini." Tangannya perlahan menyentuh perut Lyra dengan sangat hati-hati, Seolah takut menyakitinya "Aku akan melindungi kalian berdua." Matanya berubah sedikit lebih gelap "Dan tidak ada siapa pun yang akan menyentuh keluargaku lagi."

Namun di tempat lain Viktor baru saja menerima kabar dari salah satu orangnya.

"Tuan."

"Ada informasi baru dari rumah sakit."

Viktor menoleh.

"Apa?"

Anak buahnya berkata pelan.

"Gadis itu…"

"...sedang hamil."

Viktor terdiam beberapa detik, Kemudian perlahan tersenyum, senyum yang sangat berbahaya "Menarik." Ia berdiri dari kursinya "Ini membuat semuanya jauh lebih berharga." Matanya menyipit sedikit."Karena sekarang…" Ia mematikan rokoknya.

"...aku tidak hanya punya satu cara untuk menghancurkan Darius."

1
Dini Andreina
sabar ya ka hari ini langsung banyak
Tanece Alu Bunga
update lama.kali thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!