Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Gubrak ..
" Masih pagi sudah ada aja " gerutu seorang gadis cantik berambut panjang . Dia berlari di koridor sekolah dengan nafas terengah-engah . Meskipun ini bukan kali pertamanya dia terlambat . Tak urung membuatnya jera . Bahkan hukuman sering dia dapatkan .
" Tunggu " teriak siswa yang merupakan anggota OSIS.
" Wah penjajah mulai beraksi " ucap Alesya .
Alesya Bavelary , anak yang ceria . Tapi siapa sangka jika dia juga menyimpan sesuatu . Hanya sahabatnya yang tahu dia seperti apa . Anak ke-2 dari Dion Bavelary dan Cintya Bavelary . Dan Alesya memiliki seorang kakak Darren Bavelary .
" Larinya kenceng juga " ucap Arshaka Mahendra. Dia merupakan anggota OSIS yang bertugas mendisiplinkan murid yang telat .
" Dia memang tidak kenal takut " ucap Raga Pratama . Dia adalah wakil ketua OSIS .
" Kejar dia " ucap Gama Zarkasyi . Dia adalah ketua OSIS di SMA tunggal jaya . Pria tampan dan pintar . Tak jarang para siswi di sekolah suka mencuri perhatian dari sang ketua OSIS . Dari yang memang sengaja terlambat supaya di hukum dan ketemu dengan sang ketos .
" Lah lo mau kemana?" teriak Shaka .
Gama hanya melambaikan tangannya .
" Sudah ayok " ajak Raga .
Kedua pria itu mengejar Alesya namun kehilangan jejak . Dan mencari di setiap sudut sekolah.
" Kita ke kelasnya " ucap Raga .
Shaka menyetujui ide Raga .
" Aku aman " ucap Alesya ketika melihat kedua anggota OSIS itu telah pergi dari sana .
" Akhirnya bisa lolos jug " ucapnya dengan senyum ceria .
" Siapa bilang " ucap Gama yang datang entah dari mana.
" Setan ! " Alesya terkejut hingga memundurkan tubuhnya . Dan hampir terjatuh . Gama lalu menarik tangan Alesya .
" Mana ada setan tampan " ucap Gama lalu menarik tangan Alesya untuk mengikutinya .
" Lepasin tangan lo dari gue " ucap Alesya .
" Sampai lo kabur gue aduin ke BK " ancam Gama .
" Iya . Nggak kabur " ucap Alesya .
Dan.....
Setelah Gama melepaskan tangannya . Alesya segera melarikan diri . Namun ..
Gubrak
Alesya menabrak guru yang di kenal killer di sana .
" Kamu kenapa Alesya ?" tanya bu wina yang berperawakan sedikit berisi mentega itu 🤭.
" Itu buk .. Anuu . Saya mau ke kelas bu " ucap Alesya .
" Apa kamu terlambat Alesya?" tanyanya .
" Tidak . Saya tadi bel sudah di sekolahan kok bu . Tapi saya mau masuk sekolah di gangguin sama dia bu " ucap Alesya .
" Alasan . Apa benar begitu Gama ?" tanya Bu Wina yang memang tak mempercayai Alesya .
" Dia telat bu " ucap Gama .
" Mana ada . Gue udah masuk sebelum gerbang di tutup . Tanya aja sama pak Agus " ucap Alesya tetap tidak mau kalah .
Pak Agus adalah satpam di sekolah .
" Jika saya tanya pak Agus . Dan kamu berbohong kamu akan di hukum dua kali lipat Alesya " tegas Bu Wina .
" Tidak papa bu " ucap Alesya yang memang benar adanya .
Dan benar Alesya memang sudah datang sebelum gerbang di tutup .
" Tuh kan bu . Saya tidak telat " ucap Alesya .
" Untuk kali ini oke Alesya . Tapi lain kali jangan sampai kamu terlambat lagi " ucap bu Wina .
" Baik bu . Terima kasih " ucap Alesya lalu berlalu dari sana dan mengacungkan jari tengahnya kepada Gama .
Gama yang melihat itu tak peduli .
" Kita sudah cari dimana-mana tapi dia tidak ketemu " ucap Shaka dan Raga dengan nafas ngos-ngosan .
" Dia udah ke kelas . Tadi ada bu Wina . Ayo ke ruang OSIS " ucap Gama .
" Gila hari ini semakin banyak gadis-gadis yang telat . Gue tahu gue tampan . Tapi harus merelakan diri supaya di hukum " ucap Shaka kepedean .
" Pede lo " Raga menoyor kepala Shaka .
Alesya lalu pergi ke kelasnya . Kedua sahabatnya sudah menunggu di sana .
" Lo telat lagi ?" tanya Kirana Larasati .
" Enggak " jawab Alesya lalu duduk disamping Kirana .
" Lo kok baru datang . Untuk gurunya belum datang " sahut Jeni Ayudia.
" Udah . Kasih gue minum dulu . Ntar gue ceritain " ucap Alesya .
Kirana lalu menyodorkan es yang tadi dia beli .
" Udah buruan cerita " ucap Jeni yang tak sabar .
" Selamat pagi anak-anak " sapa Pak guru yang baru saja masuk .
" Selamat pagi pak "
" Dasar ganggu " gerutu Jeni .
Bel sudah berbunyi . Siswa siswi berhamburan untuk istirahat . Ada yang ke kantin ada juga yang memilih untuk ke perpustakaan .
" Buruan cerita " ucap Jeni seraya membenahi make up nya .
" Ntar aja deh . Gue lapar " ucap Alesya .
" Lah bocah . Tapi makan sambil cerita juga lebih baik " ucap Kirana .
" Romeo datang " ucap Jeni melihat seorang siswa kelas 3 menghampiri teman kelas Alesya yang masih duduk 2 .
" Sayang makan bareng yukk " ucap Alesya sedikit keras dan bergelayut di lengan Kirana .
Mereka bertiga lalu tertawa bersama . Sedangkan kedua pasangan itu menjadi salah tingkah .
" Sirik aja lo " teriak Bowo .
" Nggak ada yang sirik sama lo Bowo . Nggak ada . Udah sana bawa permaisuri lo makan ntar pingsan lagi " ucap Alesya .
" Makanya pacaran modal dikit napa . Eh vina, kalau Bowo nggak mau traktir lo mending putus deh " ucap Jeni .
" Udah ayo , kita duluan ya " ucap Vina .
" Oke vin . Hati-hati ya . Ntar di apa-apain " ucap Alesya.
" Dih otak lo " Kirana menoyor kepala Alesya .
Jeni hanya tertawa .
Ketiga gadis cantik itu segera pergi ke kantin . Dan kantin sudah penuh dengan siswa siswi .
Gama dan sahabatnya sudah berada di meja nya . Dan ada dua siswi yang juga merupakan anggota OSIS ikut duduk bersama Gama . Dia memang sering mengikuti Gama . Hingga gosip mengatakan bahwa mereka berpacaran . Jika ada Dinda tidak ada siswi yang berani mendekatinya .
" Yah penuh " ucap Alesya seraya mencari bangku yang kosong .
" Ada di sana " ucap Jeni lalu merapikan seragam dan juga rambutnya yang terurai .
Alesya dan Kirana mengikuti arah pandang Jeni . Dan mereka tahu betul apa yang di maksud Jeni .
" Nggak usah kegatelan " ucap Alesya .
" Udah yang penting di sana ada kursi kosong " ucap Kirana .
Mereka lalu menuju meja di samping Gama yang memang kosong . Biasanya di samping Gama itu selalu penuh lebih dulu .
" Hai cantik "goda kakak kelas mereka .
" Iya kakak yang ganteng " jawab jeni namun di sertai gaya mau muntah .
" Huuuu " sorak teman-teman anak kelas tiga .
Raga dan Shaka kesal melihat Alesya . Gara-gara Alesya mereka berdua jadi olahraga pagi . Dan Alesya tidak mendapat hukuman dari mereka . Kali ini mungkin keberuntungan bagi Alesya .
" Tuh cewek memang rese . Cantik sih cantik tapi beuhh " ucap Shaka .
" Iya cantik . Tapi sering telat " ucap Raga .
Gama hanya melihat sepintas namun tak ikut berkomentar . Dinda yang melihat itu begitu kesal . Dinda mengira jika Gama juga ikut mengagumi Alesya . Alesya memang primadona sekolah . Namun Dinda tidak mau mengakui itu . Toh Dinda adalah anak pemilik yayasan .