NovelToon NovelToon
Aku Yang Tidak Sempurna

Aku Yang Tidak Sempurna

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:636k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Seruni, memiliki fisik yang tidak sempurna, karena cacat sejak lahir.
Sehingga kedua orang tuanya tidak menginginkan dirinya dan di minta untuk di bawa pergi sejauh mungkin.
Namun, meskipun terlahir cacat, Seruni memiliki bakat yang luar biasa, yang tidak semua orang miliki.
Karena bakatnya itu, ternyata membuat seorang CEO jatuh cinta kepadanya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Penasaran? Baca yuk!

Cerita ini adalah fiktif dan tidak berniat untuk menyinggung siapapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1

Di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, seorang wanita berjuang keras untuk melahirkan seorang bayi.

Dengan di bantu oleh dokter spesialis kandungan dan dua perawat yang bertugas di malam ini.

"Lagi Bu, ayo Bu," ucap dokter yang membantu persalinan wanita itu.

Wanita itu terus berjuang hingga suara lengkingan tangisan bayi pun terdengar. Namun seketika dokter terdiam saat melihat bayi yang berjenis kelamin perempuan itu yang ternyata terlahir cacat.

"Kenapa Dok?" tanya wanita itu.

"Maaf Bu, bayinya terlahir cacat dan tidak memiliki tangan," jawab dokter dengan nada sendu.

Wanita itu dan suami terdiam. Anak yang selama ini mereka harapkan ternyata tidak sesuai harapan mereka.

"Tidak! Tidak mungkin Dok! Tidak mungkin!" Dengan nada lantang wanita itu berteriak. Tidak perduli walau dirinya baru saja sehabis melahirkan.

"Pa, apa yang harus kita lakukan? Aku malu Pa, aku malu memiliki anak cacat seperti itu," ucap wanita lirih.

"Bu Sekar, tapi ini anak kandung ibu, anak ini tidak bersalah," ujar dokter.

"Biarkan dokter merawatnya terlebih dahulu, nanti baru kita pikirkan solusinya," kata Ridwan.

Sekar mengangguk, lalu menghapus air matanya dengan cepat. Ridwan memanggil pelayan di rumahnya dan meminta sopir pribadi untuk menjemputnya.

Kosim sang sopir pribadi pun bergegas pulang untuk menjemput istrinya atas permintaan majikannya.

Sementara Sekar sudah di pindahkan ke ruang perawatan dan di ikuti oleh suaminya yang bernama Ridwan itu.

"Pa, aku tidak ingin melihat anak itu," kata Sekar.

"Iya Ma, tidak apa-apa, aku sudah memanggil Sari untuk datang kemari," ujar Ridwan.

Satu jam kemudian, Kosim dan Sari pun datang ke rumah sakit. Mereka langsung di minta datang ke ruang perawatan.

"Ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Sari.

"Duduklah," pinta Ridwan. Sari dan Kosim pun duduk.

"Ini ada uang 100 juta, pergilah sejauh mungkin dari sini," kata Ridwan sambil menyerahkan bayi dan cek senilai 100 juta.

Sari dan Kosim saling pandang, lalu Ridwan pun mengatakan jika mereka tidak menginginkan anak ini.

"Tapi kenapa Tuan, Nyonya? Bukankah Anda sangat menginginkan anak?" tanya Sari.

"Pergilah, bawa anak itu sejauh mungkin. Dan jangan sampai bertemu lagi denganku," jawab Sekar yang enggan memandang anak itu.

"Pak, bagaimana?" tanya Sari kepada suaminya.

"Kita pergi," jawab Kosim.

Sari mengangguk mengiyakan. Dia tidak habis pikir, kenapa anak yang tidak berdosa harus di sia-siakan?

"Ini gaji kalian," ucap Ridwan menyerahkan amplop berisi uang kepada Kosim dan Sari. Keduanya pun mengambil amplop tersebut.

Kosim terpaksa kembali ke rumah majikannya untuk mengemasi barang-barangnya. Mereka akan kembali ke kampung halamannya di Surabaya.

Kosim dan Sari sudah menikah selama 6 tahun, namun mereka tidak di karuniai seorang anak. Sari sangat senang di minta untuk merawat bayi majikannya.

Namun Sari juga sedih karena anak ini tidak di inginkan oleh orang tua kandungnya. Hanya karena terlahir cacat, sehingga harus di sia-siakan.

"Apa dosa mu Nak, kamu bayi yang tidak tahu apa-apa. Tapi ibu janji, ibu akan merawat mu seperti anak kandung ibu sendiri," ucap Sari sambil menciumi pipi bayi yang sedang tertidur itu.

Air matanya tidak dapat di bendung lagi, hingga pipi bayi itu basah oleh air mata Sari. Tidak berapa lama, Kosim sudah kembali ke rumah sakit.

Mereka kembali pamit dan menyerahkan kunci mobil kepada Ridwan. Malam itu juga Sari dan Kosim pergi dari situ. Mereka akan menginap di penginapan untuk satu malam.

Dan besok setelah mencairkan uang, mereka akan kembali ke Surabaya dengan kereta api.

Sementara Sekar masih menangis sambil memeluk suaminya. Dia sama sekali tidak melihat wajah bayinya yang baru saja di lahirkan.

"Kenapa harus seperti ini Pa?" tanya Sekar.

"Aku juga tidak tahu Ma," jawab Ridwan.

Karena kelelahan, Sekar akhirnya pun tertidur. Ridwan dengan telaten menjaga istrinya yang sedang tidur.

Keesokan harinya ...

Ridwan dan Sekar mendengar ada bayi yang juga baru lahir. Namun ibu yang melahirkan bayi itu meninggal dunia.

Sedangkan ayah dari bayi itu tidak ingin bertanggung jawab. Jadi Ridwan dan Sekar sepakat untuk mengadopsi bayi itu.

"Ibu dan bapak yakin ingin mengadopsi bayi itu?" tanya dokter.

"Yakin Dok," jawab Ridwan.

"Baiklah, silakan tandatangan di sini. Kami akan mengurus prosedur nya," ujar dokter.

Tanpa berpikir panjang, Ridwan dan Sekar langsung menandatangani surat tersebut. Sebenarnya dokter sedikit kecewa dengan sikap mereka.

Kenapa? Karena anak sendiri malah di berikan ke orang lain. Dan anak orang lain malah di adopsi.

Biar bagaimanapun, anak tetaplah anak. Walau cacat sekalipun, harus di terima dengan ikhlas.

Tapi berbeda dengan Ridwan dan Sekar, mereka malah malu memiliki anak yang cacat fisiknya.

Padahal bukan keinginan anak itu sendiri terlahir cacat. Dia juga tidak minta untuk di lahirkan seperti itu.

Sementara Sari dan Kosim yang sudah mencairkan cek, mereka pun segera ke stasiun kereta.

Sari selalu memandangi bayi merah yang tidak berdosa itu. Sekali lagi air matanya menetes karena tidak kuat.

"Sudahlah, mungkin ini cara Allah memberi kita anak. Kita akan merawatnya sama-sama, kita akan buka toko sembako dengan uang pemberian Tuan Ridwan," kata Kosim menenangkan istrinya.

Mereka masih menunggu kereta yang akan berangkat setengah jam lagi. Kosim sudah membeli air dan makanan untuk mereka makan dan minum di dalam kereta selama perjalanan.

Kebetulan hari pun sudah menjelang siang, mereka tidak sempat makan karena takut ketinggalan kereta.

Kosim mengajak Sari untuk naik ke kereta. Bayi itu mulai menangis, mungkin karena lapar.

Beruntung Kosim membeli susu formula untuk bayi yang baru lahir. Jadi mereka bisa memberikan bayinya susu.

"Kasihan sekali ya Pak? Aku jadi pengen nangis terus saat melihat wajah polosnya," ujar Sari.

Kosim mengambil alih bayi itu dari tangan istrinya. Ia melihat bayi itu sangat cantik, tapi sayang terlahir cacat sehingga tidak di inginkan oleh orang tua kandungnya.

"Bapak akan rawat kamu dengan baik, Nak. Bapak dan ibu janji akan memberikan kasih sayang yang tulus untukmu," ujar Kosim.

Kereta pun mulai berangkat, Sari dan Kosim resmi meninggalkan Jakarta. Dan mereka tidak akan kembali dalam waktu yang lama.

Mereka sudah bertekad untuk hidup di desa kelahiran mereka. Mereka akan buka usaha kecil-kecilan dengan uang yang mereka ada.

Dan juga gaji mereka selama bekerja di rumah majikannya, semuanya mereka simpan untuk bekal di hari tua.

Walau pun sudah lama menikah, kehidupan rumah tangganya tetap rukun meski pun tidak di berikan keturunan.

Pada tahun-tahun pertama, keduanya sering berobat dengan harapan bisa di berikan momongan.

Namun Tuhan berkata lain, mereka tidak di karuniai anak, dari awal menikah hingga pernikahan mereka sampai sekarang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mencoba membuat cerita seperti ini, semoga kalian mau membacanya. Jangan di bully ya readers.

Cerita ini hanyalah fiktif (khayalan) tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.

1
Anita Juwita
/Good/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
sakura
...
anindhira
baru mulai baca saya sudah meneteskan air mata,
Siti Nurjanah
Waduuuh yg ngidam aldi ini
Siti Nurjanah
waash selamat ya aldi dan rian mau jd orang tua.
Siti Nurjanah
weeeeh ayo Gusti segera menyusul. trs inem atau barengan ketemu jodohnya sekalian
Siti Nurjanah
wah ketemu orang tuanya jovan
Emily
boleh tanya nih.. author cewe apa cowo
Karo Karo
begitu banyak pelajaran di ceritamu ini thor teruslah berkarya
Lala lala
di negara mana ada penjara wanita dan pria berdekatan stelah ketyk palu hakim pengadilan, malah skrg buat 1 rumah 🤣
setau ku penjara lk pt pisah jauuh.

Klau masih di sel polisi msh bisa sebelahan sel lk n pr
Penjara /Rutan / LP..cipinang utk laki
penjara / rutan / pondok bambu utk perempuan..
penjara anak2 lain lagi rehabilitasi.
coba searching sblm nulis 🙏
Ema Fauziah: Adalah di dunia halu🤣🤣
total 1 replies
Lala lala
gak ush blg ke jogja blg aja ke jawa.. kan luas.
pas anita bebas remisi bs saja dia cari sekar mau rebut harta kakek seruni pulak 🤭 skrg umurya br 18 ndk sampe 20 thn sdh bebas dgn remisi hasil kelaakuan baik saat hut RI dll biasa dpt remisi pengurangan hukuman.. bs aja keluar penjara umur anita 35 36 thn msh sangat muda
Lala lala
gegara mau bulan madu, ini niat mau bawa ibu bapak umroh gak ada apa kelewatan yah...bagus ke umroh br ke swiss 🤭
Lala lala
tidak apa menolong ibunya krna ibulah dia ada di dunia dan bakat ibunya mmbuatnya kaya..apalagi ibu bpknya membekali mereka uang 100 jt pd jaman itu besar sekali..🙏👍
Lala lala
helicopter isi 20 org ada kah.. apa gak kebanyakan itu.
yang ku liat film amerika ada helicopter kemanusiaan bs angkut 10 itupun byk anak
Pa'tam: Kurang pengalaman ya?
total 1 replies
Atze Atze
tidak.. yang durhaka bukan hanya anak kepada orang tua... orang tua juga bisa durhaka... aku kalau ada diposisi seruni..pengen nampar bolak balik tuh . kedua orang tuanya
Lala lala
org kaya pasti sdh punya asuransi utk rumah sakit..jd misal dia kere mnddk msh bs rawat inap.kelas lah
Lala lala
thor menjuaal rumah tdk akan bs jika bukan pemilik nama sertifikat mana anak angkat pulak..mau pinjam bank pun susah , rentenir pun mikir2 takut bisa kena kasus...penipuan yg beli bs rugi.
Lala lala
Nah itu br benar putusin dl tunangan abal² .. alur gini kan enak.
karna byk cerita yg ga sudi tp nurut tunangan aka jodoh trus di diemin betahun²...malah menggebu ngejar cewek tokoh utama, akhirnya tuding2an pelakor, dibuat panjang, dramatis tp alay 🤭
Eni Luthfia Ardiani
tetaplah berbuat baik seruni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!