Perjalan cinta yang tak di sangka sangka, dengan 2 pasangan yang saling bersikap cuek dan dingin, saling mengagumi satu sama lain karena sikap wibawanya
Bibi sosok gus dingin yang memendam rasa dengan santri putri ketua pondok yang sama cueknya dan datarnya pada santri yang selalu membuat kesalahan, dan sama orang yang baru pertama kali dia kenal
kedekatan dari keponakan Bibi menjadi jembatan hubungan mereka, hingga di titik pernikahan yang menjadikan kejutan bagi para idola mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kangen Mama
Assalamualaikum readers semua apa kabar..?
Sehat semua ya di sini Author may melanjutkan kisah Bibi dan Nasywa, yang mana dulu terputus karena kondisi Author yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan
Dan sekali lagi mohon maaf atas penantian panjangnya, ini Author lanjut di novel dan judul yang baru ya bestie...
Selamat menikmati ...
______________
Nasywa dan Bibi masih melanjutkan makan dan jalan jalannya menemani Syifa putri dari Zula dan Ryan,
Dengan Syifa yang masih video call dengan Mama dan Papanya yang sedang menjalankan bisnisnya kembali di luar negri
" Adek lagi makan dan jalan sama siapa?" tanya Ryan pada putri bungsunya
" Sama Mbah Wawa dan Om Bibi" jawab Syifa polos dan jujur apa adanya
Bibi dan Nasywa hanya sebagai pendengar saja, dan mereka sama sekali tidak ngobrol karena sifat dingin Bibi yang sudah kelewat batas dari sejak lahir
Entah bawaan dari siapa sifat dinginnya itu, pasalnya Uminya aja crewernya luar biasa, dan abahnya ramahnya luar biasa, sedangkan abang dan kakaknya semua hamble dan tidak ada yang kalem sama sekali
Dulu Al dia bersikap dingin, tapi dulu sebelum mengenal Zula sebagai adiknya dan belum menjadi pengganti abahnya berdakwah, tapi setelah selesai di jenjang pendidikan, Al bisa bersosialisasi dan sudah bisa ramah dan care kepada siapapun, bahkan bisa bercanda juga
Tapi kalau Bibi, dia sebagai pengusaha kuliner warisan Abah Uminya, dan sering kali berkumpul dengan para santri dan kyai, dia sikapnya datar datar saja, tidak ada senyum senyumnya sama sekali
Bahkan terlihat harga senyumnya lebih mahal di banding harga mobil mewahnya
Kalau berjumpa dengan kakak kesayangannya baru dia bisa menampakkan senyumnya dan ngobrol banyak
Kalau sama orang lain, boro boro ngobrol ngomong aja seperlunya, bahkan sama Abah Uminya saja begitu apa lagi sekarang dengan cewek dambaan hatinya yang sudah ke jalur orang dalam tapi masih saja jaim jaiman
Begitu juga dengan Nasywa, sikap dia yang sangat dingin jutek dan kejam serta cuek, dia sebagai ketua pondok saja sadisnya minta ampun
Gak ada ramah ramahnya kecuali sama keluarga ndalem dan si Doi, siapa Doinya? Tentu Nasywa yang sudah beranjak dewasa di punya pilihan kekasih sendiri
Dan dari santri yang sepondok dengannya, tak lain dia adalah seniornya
Dan mereka juga sudah menjalin hubungan yang cukup lama, walau hanya berkomunikasi melalui surat saja dan saat bertemu dan berjumpa di dapur ndalem romo kyai
" Bibi...." Panggil Zula dari seberang sana yang menyaut karena tau kalau Syifa pergi sama Bibi dan Nasywa
" Hem....." jawab Bibi singkat tanpa menoleh ke arah suara
Zula yang tau kalau Bibi naksir sama Nasywa tentu memberi kode agar tidak aneh aneh pada santrinya itu
" Ingat ya cah ganteng" ucap Zula pada adek tampannya
Tapi Nasywa yang tidak faham memilih diam bahkan tidak peduli dan gak mau tau
" Iya " jawab Bibi singkat dan sudah batin kalau kakaknya itu malah main kode aja di saat vc dengan anaknya
" Udah Baby aja yang ngobrol jangan nampakkan om Bibi" Ucap Bibi sudah menahan gejolak hatinya yang sudah berdebar debar jantungnya
" Mama masih lama di luar negri?" tanya Syifa pada Maminya
" Iya nanti kalau sudah selesai mama pulang ya cantik, Baby udah kangen ya sama mama?" tanya Zula pada putri bungsunya itu
" Iya, baby pengen peluk mama, " jawab Syifa pada mamanya
Karena sudah lama Syifa terpisah dengan maminya, sebelumnya di pondok dan Papanya yang tiba tiba jatuh dan koma serta drama rumah tangga mereka yang mana memisahkan anak anak dari maminya yang sebagai korban keegoisan mertua dan juga ipar mautnya
Dan berbagai drama yang membuat Zula dan Ryan hampir saja pisah, dengan Zula yang sempat depresi juga
" Hiks hiks.... .Mama" tiba tiba Syifa yang menangis karena kangen berat pada maminya
Seketika membuat Nasywa dan Bibi menoleh pada Syifa yang sudah menangis
" Eh kenapa sayang" ucap Bibi dan Nasywa bersamaan dan keduanya saling pandang dan bertemu ke 4 mata mereka
" Mama pulang" tangis Syifa lagi
" Iya sayang, bentar lagi mama pulang ya nak, baby mau apa sayang?" jawab Zula yang juga sudah menahan tangisnya
" Iya nak, Baby mau papa dan Mama belikan apa sayang? Mau di kirimin apa? Saut Ryan yang menerima ponsel dari Zula karena sudah gak tahan lagi melihat anaknya yang menangis karena merindukannya
" Mama pulang" jawab Syifa lagi dan mengelak apapun itu
" Iya nanti kalau kerjaan mama sama papa sudah selesai mama sama papa pulang ya nak, " ucap Ryan menghibur putrinya
Bibi yang di sebelahnya makin gak tega melihat Syifa yang makin menjadi tangisannya dan justru mengembalikan ponsel Bibi
" Udah dulu lah Bang, nangis nih Syifa, Assalamualaikum" ucap Bibi pada Ryan dan memilih mengakhiri panggilannya karena takut kalau nanti Syifa makin rewel
" Udah udah Baby mau apa sayang? " tanya Bibi menghibur Syifa
Nasywa pun pindah ke sebelah Syifa untuk menghiburnya
" Adek mau apa sayang? Main yuk? Apa mau es cream?" sambung Nasywa yang ingin meredakan Syifa juga
" Mama pulang... " Ucap Syifa yang mungkin begitu kangennya dengan Mamanya
Pasalnya sebelum dia ketemu dan bersama mamanya, Syifa sudah di boyong kepondok adam karena saat itu masih dangat huru hara antara mama dan papanya
Sedangkan Mamanya masih dalam kondisi tidak memungkinkan lagi untuk merawat anak anaknya
Di tambah sikap Aira yang kumat dableknya membuat Zain dan Jihan menyerah dan menitipkan Syifa pada keponakannya atau pada Baha' saja
" Yuk Gendong mbak Wawa yuk, kita beli es cream" bujuk Nasywa pada Syifa yang masih terus menangis
" Mama Om... Baby mau sama Mama" ucap Syifa dengan tangisannya
Sampai akhirnya mereka menjadi pusat perhatian pengunjung di sana dan Bibi yang anti jadi pusat perhatian memilih untuk berdiri dan menggendong Syifa untuk di bawa pergi dari kafe tersebut
Dan Nasywa juga mengemasi barang dan beberapa dompet Bibi dan ponselnya yang di tinggal begitu saja di meja tersebut, dan lanjut menyusul Bibi yang masih menenangkan Syifa
" Udah adek santri masak nangis, di pondok lho jauh dari mama aja pinter, gak nangis masak ini cuman telfon aja nangis" bujuk Bibi sambil menggendong Syifa keliling Mall
Sedangkan Nasywa masih berada di belakang mereka dengan membawa barang barang Bibi
Sekilas pandangan orang mereka sepasang suami istri dan keluarga kecil yang sedang momong anaknya
Dan itu harapan Bibi, tapi tidak dengan Nasywa yang merasa gak ada apa apa dengan Bibi, yang merasa dia sudah punya calon sendiri
Gimana kelanjutannya...
Saksikan nanti
Selamat menunaikan ibadah puasa romadhon
See you...
selamat ya wi. semoga menjadi SaMaWa