NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DENDAM RAISA

PEMBALASAN DENDAM RAISA

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:794.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: julieta

Rumput liar itulah julukanku

Cacian, hinaan dan makian menjadi makanan sehari–hari Raisa

Memiliki otak yang cerdas dan wajah cantik justru membuatku menjadi sasaran bullying bagi semua orang hanya karena kondisi keluarganya yang miskin

Setelah kembali dari kematian tragisnya Raisapun bertekad untuk membalas dendam kepada semua orang yang telah menyakitinya dimasa lalu, terutama mencari dalang dibalik kematianku yang mengenaskan

Mata dibalas dengan mata, siapapun yang menyakiti dirinya dan keluarganya akan Raisa balas berkali - kali lipat

Dengan bantuan kekuatan kalung liontin biru yang dia temukan sebelum kematian menjemputnya dan kini telah menyatu dalam tubuhnya, Raisa pun mulai membalaskan dendamnya satu persatu

Dalam perjalanannya membalas dendam,Raisa banyak menemukan fakta yang mengejutkan salah satunya adalah fakta jika dia dan sang kakak adalah pewaris asli keluarga Wu yang sedari awal berusaha untuk disingkirkan.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKHIR YANG TRAGIS DAN AWAL YANG BARU

PLAKKK

PLAKKK

PLAKKK

BAGHHH

BUGHHH

BUGHHH

Tendangan dan pukulan serta tamparan terus dilayang kan seorang lelaki kepada seorang gadis yang saat ini sudah terkapar tak berdaya dilantai.

Dengan sisa tenaga yang ada, gadis yang tak mengetahui apa kesalahannya hingga mendapatkan siksaan seperti ini hanya bisa bersujud agar lelaki itu berbaik hati untuk melepaskannya.

“Tolong, lepaskan saya tuan. Saya sudah tak sanggup lagi”, ucap Raisa sambil berlinangan air mata untuk kesekian kalinya.

Bruakkk

Kepala Raisa yang bersujud dibawah kaki lelaki tersebut ditendang dengan sangat kuat hingga tubuhnya terpental dan menabrak dinding yang ada dibelakangnya dengan keras.

Sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya akibat pukulan yang diterimanya selama dua hari dalam penyekapan Raisa masih berusaha untuk bangkit dan merangkak menuju kaki dimana lelaki itu berdiri, kembali bersujud untuk memohon ampunan agar nyawanya bisa terselamatkan.

Duk Bruakkkk

Sekali, dua kali, tiga kali hingga kelima kalinya tubuh Raisa kembali ditendang dan dilempar dengan keras membuatnya tak lagi bisa berkutik hingga ucapan lelaki tersebut seketika membuat dunianya terasa hancur.

“Nona bilang, kalian bisa bersenang–senang dengannya sebelum nona mengambil nyawanya”, ucap lelaki tersebut menyeringai tajam.

Ada lebih dari sepuluh anak buah lelaki tersebut segera bergerak menuju dimana Raisa terkapar tak berdaya dan langsung melucuti pakaian yang dikenakannya dengan kasar.

Selanjutnya semua orang pun mulai menikmati tubuhnya dengan rakus.

Teriakan dan tangisan yang keluar dari mulut Raisa tak mereka hiraukan.

Para lelaki tersebut menodainya beramai-ramai seperti sekawanan binatang buas yang baru saja mendapatkan daging segar untuk dimakan.

Darah segar terus keluar dari pangkal paha Raisa membuat gadis itu merintih kesakitan hingga pada akhirnya jatuh pingsan karena tak kuasa menahan rasa sakit yang ada.

Bukannya menghentikan aksi bejat mereka, melihat Raisa pingsan mereka masih terus saja memasuki inti gadis itu secara bergantian dengan kasar sambil menggigit dan memukul tubuh serta wajah Raisa hingga lebam dan bengkak.

Raisa yang kesadarannya namun belum sepenuhnya pulih hanya bisa menangis pilu dalam hati. 

Entah siapa yang telah dia singgung hingga tega memperlakukannya sekejam dan sehina ini.

Melihat jika nafas gadis yang dia gagahi tak lagi ada, dua orang terakhir yang masih bergerak diatas tubuh Raisa pun menyudahi aksinya.

Dukkkk

Dukkkk

Setelah dua tendangan yang dilayangkannya tak mendapatkan respon, keduanya segera mengecek nadi Raisa yang sangat lemah sehingga tak begitu terasa waktu ditekan.

“Bro, gadis ini sudah mati”, ucap salah satu lelaki yang terakhir menggagahi Raisa dengan wajah sedikit ketakutan.

"Sudah, biarkan saja. Ayo kita pergi", jawabnya acuh.

Keduanya pun segera keluar dan melaporkan kondisi Raisa yang mereka sudah anggap tak bernyawa kepada bosnya.

Meski kesal karena anak buahnya telah membunuh gadis yang mereka tawan setelah bersenang-senang selama empat jam didalam ruangan, diapun segera menghubungi wanita yang menyewa jasanya untuk memberi laporan terbaru mengenai tawanannya,

Setelah selesai menelpon bos preman tersebut pun segera menginstruksikan anak buahnya untuk membeli bensin dalam botol besar.

Tak lama kemudian api mulai menghanguskan banggunan rumah kecil yang dibuat untuk menyekap Raisa dan orang-orang yang telah membuatnya celaka tersebut menunggu diluar dengan wajah datar.

Mereka harus memastikan jika api benar-benar melalap habis rumah beserta isi didalamnya untuk menghilangkan barang bukti sehingga mereka tetap berada disana hingga api  benar-benar telah meratakan banggunan kecil tersebut dengan tanah.

Uhuk uhuk uhukkk

Raisa bangun sambil terbatuk-batuk oleh asap tebal yang sudah mengelilingi tempatnya berbaring sekarang.

Kedua mata Raisa menyipit karena pedih dengan banyaknya asap yang masuk kedalam ruangan sambil membekap mulutnya dengan satu tangan.

Tak jauh dari tempatnya tergeletak, Raisa dapat melihat sebuah kalung dengan liontin berwarna biru terang yang seakan menarik dirinya untuk datang mengambilnya.

Degan tenaga yang tersisa, sambil merangkak Raisa berusaha bergerak untuk mengambil kalung dengan liontin biru tersebut.

“Akhirnya dapat juga”, guman Raisa lega.

Ketika kalung dan liontin biru tersebut sudah terdapat ditangannya, tiba-tiba atap kamarnya terjatuh dan tubuh Raisa pun terbakar api yang semakin besar dan menghanguskan tubuhnya.

Para penjahat yang telah menodainya dengan keji dan membunuhnya perlahan meninggalkan area kejadian setelah melihat jika banggunan dihadapan mereka telah rata dengan tanah.

“Tidak !!!”

“Aku tak terima mati seperti ini !!!”

“Aku harus mencari dan membalas semua perbuatan keji orang yang telah menculik serta membunuhku !!!”

“Jika diberi kesempatan hidup kembali maka aku tak akan membiarkan satupun diantara kalian yang bisa lolos dari pembalasanku !!!”, teriak jiwa Raisa penuh amarah sebelum jiwanya benar-benar menghilang.

.

.

.

Sinar mentari musim semi yang hangat perlahan menerobos masuk melalui celah-celah gorden dan langsung mendarat disprei putih yang sudah kusam warnanya.

Diatas ranjang tampak seorang gadis berusia empat belas tahun sedang terbaring disana dengan wajah pucat.

Rambutnya yang hitam panjang terlihat basah oleh keringat yang tampak jelas membasahi tubuhnya dan beberapa helai terlihat menempel diwajahnya yang seputih porselen itu.

Raisa terbangun dengan linglung sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sangat kencang hingga membuatnya meringis kesakitan.

Saraf kepalanya terasa berdenyut dengan kuat seakan hendak meledak membuatnya yang hendak bangun mengurungkan niatnya dan kembali berbaring diatas kasur yang keras.

Pakaiannya yang basah oleh keringat menempel ditubuhnya membuat gadis itu merasa tidak nyaman.

Meski begitu dia masih setia berbaring sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit sambil merintih pelan.

Cukup lama Raisa memejamkan mata sambil menahan rasa sakit yang mendera hingga kilatan cahaya putih melintas dalam pikirannya.

Hal itu menstimulasi tubuhnya hingga memberi kekuatan yang bisa membuatnya bangkit dan terduduk tegak diranjangnya.

Kedua netra Raisa perlahan mulai mengamati keadaan sekitarnya. Sebuah pemandangan yang tak asing baginya yaitu kamarnya yang lama sebelum mereka pindah rumah akibat penggusuran.

Raisa melotot tak percaya dengan semua hal yang disaksikannya saat ini dengan ekpresi wajah binggung.

“Arghhh !!!"

"Sakit !!!”, ucapnya mengadu.

Melihat pergelangan tangannya merah akibat cubitan yang dia lakukan barusan membuat Raisa sadar jika apa yang terjadi sekarang bukanlah mimpi.

“Apakah aku hidup kembali ? ”

“Jika benar, apakah sekarang aku telah kembali kemasa lalu ? ”, batinnya penuh tanya.

Sambil berjalan sempoyongan Raisa melihat kaca rias kecil yang ada diatas meja belajarnya untuk memastikan semuanya.

Raisa mengusap wajahnya yang masih bersih mulus karena belum tumbuh jerawat seperti apa yang terjadi ketika dia sudah berusia tujuh belas tahun akibat make up kadaluarsa yang sengaja dipakaikan oleh teman - temanya karena merasa iri dan benci dengan kecantikannya.

Akibat jerawat yang hampir memenuhi wajahnya tersebut, wajah Raisa yang semula putih mulus menjadi rusak dan penuh dengan flek hitam akibat bekas jerawat yang bernanah dan tidak ditanganinya dengan benar.

Tanpa sadar, Raisa meremas kuat pinggir meja belajarnya dengan penuh amarah ketika mengingat kembali masa-masa remajanya yang sulit dan penuh dengan pembullyan.

Kini dia akan merubah semuanya, Raisa sekarang bukanlah gadis culun yang mudah ditindas hanya karena dia berasal dari keluarga miskin.

Merasa jika tubuhnya tak nyaman akibat bajunya yang basah oleh keringat, Raisa pun segera bangkit dan berjalan berlahan keluar dari dalam kamar menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah selesai membersihkan diri, Raisa yang sudah segar setelah mandi kembali mengingat jika dia sempat mengambil kalung berliontin biru cerah.

Diapun bergegas mencarinya diatas ranjang siapa tahu kalung tersebut ikut dengannya melintasi waktu.

“Ah, ketemu”, ucap Raisa senang.

Pyarrrr

Cling

Kalung berliontin biru tersebut terbang dari genggaman tangan Raisa dan langsung masuk kedalam tubuhnya hingga membuat badannya terhempas kebelakang dengan keras dan langsung menubruk ujung ranjang.

“Achhh, punggungku !!!”, teriak Raisa kesakitan.

Sambil menahan rasa nyeri dipunggungnya akibat terkena benturan keras ujung ranjang, diapun bergegas naik dan membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang keras.

Sambil memejamkan mata untuk mengurangi rasa sakit yang ada Raisa merasa jika tubuhnya menghangat dan memiliki tenaga yang cukup besar, bahkan otaknya terasa semakin membesar.

Cukup lama proses yang dialami oleh Raisa hingga membuat gadis itu meringkuk kesakitan diatas ranjang sambil memegangi kepalanya yang terasa membengkak.

Setelah dua puluh menit, akhirnya proses yang menyakitkan itu selesai juga membuat Raisa mulai bisa bernafas dengan lega.

“Apa yang sebenarnya baru saja terjadi ?”, batinnya penasaran.

Tiba-tiba indera pendengaran Raisa mendengar suara orang berbincang-bincang cukup keras hingga diapun berusaha untuk menutup kedua telinganya.

“Siapa yang berteriak-teriak seperti itu membuat telingaku sakit saja”, gerutunya kesal.

Sambil sempoyongan, Raisa berjalan keluar dari rumah untuk melihat siapa yang membuat keributan diluar hingga gendang telingannya terasa mau pecah.

Raisa mengkerutkan keningnya cukup dalam waktu dia tak melihat ada siapapun diluar rumahnya tapi suara keras yang dia dengar masih juga belum hilang.

Dengan wajah penasaran, Raisa pun berjalan mengikuti arah suara yang dia dengar higga kedua matanya melotot sempurna melihat dua orang ibu-ibu bertengkar didepan gang rumahnya.

“Bukannya keberadaan mereka cukup jauh, kenapa aku bisa mendengar jelas suara mereka ?”, batin Raisa semakin penasaran.

Untuk memastikan apa yang didengarnya, Raisa menghentikan salah satu orang yang lewat didepan rumahnya dan menanyakan apa yang kedua ibu didepan gang tersebut pertengkaran.

Mendengar jawaban wanita yang ditanyainya, seketika Raisa melotot tak percaya karena apa yang wanita itu sampaikan sama persis dengan apa yang sedari tadi dia dengar.

“Tidak mungkin”

“Apa aku sekarang mempunyai pendengaran yang tajam akibat kalung liontin biru yang masuk ketubuhku itu”, batinnya terkejut.

Raisa yang penasaran segera memusatkan indera pendengarannya ke sisi yang lainnya dan benar saja jika dia bisa mendengar percakapan seseorang dari jarak yang cukup jauh ketika fokus kesana.

Bukan hanya pendengarannya yang tajam, Raisa juga merasa jika dia memiliki penglihatan yang tajam juga dimana dia bisa melihat dengan jelas obyek yang sangat jauh yang tak bisa dilihat oleh mata orang awan.

1
Rahima Nurlaela
Luarrr Biasaa
Anifa
nggak bermutu
Anifa
kebanyakan bacot
army julianto
Thor lu gila yah bikin cerita pedofil gini sih gila yah sih cewe masih dibawah umur 14 masih SMP tapi percintaan dengan laki" dewasa umur kepala 3 gila Thor ih amit" deh Thor plis jangan pergi yang pedofil sumpah itu tidak bagus bnget untuk ceritanya
army julianto
aku nggak suka banget Raisa sma Alexander soalnya mereka beda 20 thn dan Raisa masih smp yah dan Alexander udah kepala 3, Thor jangan bkin cerita cinta yang pedofil dong nggak banget Thor, lebih asik balas dendam enak dibaca dri pda percintaan yang pedofil gitu iih amit" deh Thor 🙏🙏
Dania
semangat tor
🌻Nie Surtian🌻
Seru banget ceritanya...Ga terasa udah tamat... Terima kasih Thor...
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🌻Nie Surtian🌻
Raisa kereeeen...👍👍👍😍😍😍
Nor Azlin
ada kemungkinan orang itu merupakan ayah anak kandung nya kali yah sedangkan ayah nya si Dylan ibu nya akan mengabaikan semua kebajikan nya sebagai anak nya juga kan sedangkan anak nya yang sulung ayah nya si Catherine akan dibela &di manja mati2 dengan alasan ayah nya Dylan tidak memenuhi kriteria sebagai pewaris keluarga wu yah disini kita bisa menyimpul kan bagai mana si Beatrice terlalu menyayangi anak sulung nya ketimbang anak keturunan keluarga wu itu kan ...ini adalah penilaian aku aja deh kerana kalau bukan si nenek tiri nya maka orang di balik nya yang melakukan hal yang keji terhadap Raisa yah... ataupun orang yang disebut Nona muda oleh si larik adalah si Catherine yah 🤔🤔 lanjutkan thor
Nor Azlin
menurut aku Raisa terima atau tidak pemberian kakek nya tetap juga akan mereka buru juga kan kerana selama ini keluarga si Beatrix itu mencari kemana2 juga kan lebih baik terima aja deh Toh juga kakek kandung nya kan ...ambil kesempatan dari ini semua mana tau bisa mengurangkan beban di hati kakek mu itu disebabkan kehilangan anak kandungnya kan ...semoga Raisa bisa menemukan bukti2 yang mengaitkan nenek tiri nya dalam kasus pembunuhan ayah nya yah ...lanjutkan thor
Qillah julyan
dialog dan cara pikirnya nya terlalu dewasa utkn anak usia smp beda klu udah smu
Nor Azlin
semoga bandot tua Alfonso itu memangsa si Laura nya deh biar tau rasa kamu nya mau membalas dendam terhadap Raisa yah sendiri yang menyinggung Raisa dulu dasar gila...ayo lah Raisa nya jangan berikan kesempatan pada Laura juga Catherine membuat onar lagi deh ...hempaskan aja biar tidak bisa berkutik lagi yah biar tau rasa ni...lanjutkan thor
TokoFebri: Hai kak, jika berkenan yuk baca karya saya yang judulnya "Terjebak menikah karena surat wasiat" atau "my sunset love". terima kasih..
total 1 replies
Nor Azlin
hancurkan aja tu keluarga nya biar dia tau kamu benar2 marah yah jangan di biarkan nanti dia buat lagi lebih baik jangan bermain2 dengan musuh mu ...hancurkan terus biar tau rasa para musuh mu itu ....lanjutkan thor
Nuri_cha: Halo sahabat pembaca,

Aku baru saja menulis novel terbaru. SIAPA AKU DI SISIMU?

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Mampir yuk, semoga sesuai dengan genre kamu.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
Nor Azlin
beruntunglah si Raisa memeras paman tiri nya dengan uwang yang sangat besar dapat memujuk ibu nya buat berhenti berkerja di clab malam itu yah dengan itu masa depan mereka bisa berubah dengan ada nya pembukaan cabang rumah makan nya kan .,..semoga kakaknya berhati2 kerana si gila wu itu ingin membalas dendam nya yah ...lanjutkan thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ko... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Nor Azlin
kalau aku jadi Raisa nya aku tetap akan cari tau kenapa papa nya Cathrine berbisik-bisik di telinga ibu nya cari tau kamu akan mendapati kamu sama kakak mu lah pewaris sah di keluarga wu bukan nya papa Cathrine yah & perlu kamu tau papa mu lah pewaris sah sebenarnya juga kematian nya juga Ulah nenek tiri mu sama paman tiri mu itu yang merupakan papa nya si Cathrine yah ...semoga Raisa bisa membongkarkan kebenaran mengenai keluarga nya Deh & bersatu dengan kakek nya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jangan bilang papa nya si Cathrine ini papa nya si Raisa juga yah berarti mama nya Cathrine selingkuh nya mantan suami ibu Raisa kan papa si Cathrine ini omo omo ...atau papa nya Cathrine tau ibu nya Raisa itu berkerja di clab malam & tau nama yang di guna kan di clab malam yah... lanjutkan thor
Nor Azlin
memang lah setiap pagi berjualan namun dengan anak nya si Raisa bersekolah di tempat sekolah orang kaya maka belanja nya tidak seperti kita bersekolah di sekolah negeri yang masih murah lagi yah ...sekolah elit mahal belanja nya maka berjualan begitu hanya cukup buat seisi rumah juga belanja seharian dagangan nya nanti buat berjualan lagi kan ...semoga Allah SWT memberi petunjuk buat kamu mencari uwang agar ibu mu berhenti kerja di clab malam yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣mau tunjuk preman malah diri yang menjadi malu dasar iri dengan orang yang tidak mengusik nya kan ...rasa kan tu itu baru permulaan yah ...lanjutkan thor
𝄟⃝Ruby࿐
terlalu tua.. ga cocok.
raisa msh 14 thn.. pentilnya aja bru numbuh ya ampunn
klo othor dr aqal jodohin sama alex knp di bkn umurnya sangat tuir.. 34 gilakk.. 25 aja pdhal.
𝄟⃝Ruby࿐
ketuaan klo alex sama raisa.. kmp alex ga di bikin usianya 24 aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!